
Taman danau,
Duduk berdua bersama Roman. Aku tak pernah terpikir akan pria ini menceritakan tentang dirinya padaku. Kupikir ia pria yang suka memendam apa yang ia alami dari pada menceritakannya pada gadis yang baru mengenalnya ini.
“Violin, maukah kamu mendengar cerita hidupku ini?”,
“Em, ya boleh! Apa ini rahasia?”,
“Ya rahasia dan hanya kita berdua saja yang tahu”,
“Hem, baiklah. Aku akan mendengarkannya”,
“Dulu aku pernah bertemu dengan seorang perempuan. Ia bernama Alika. Aku jatuh cinta padanya. Tapi Alika mencintai pria lain dan pria itu menikah dengan wanita lain. Sejak pernikahan itu, aku kehilangan Alika. Aku berharap dapat bertemu dengannya kembali hingga kini. Menurutmu apa suatu saat nanti aku dan dia akan dipersatukan kembali? Bagaimana jika kamu adalah gadis itu?”,
Pikiranku pun mulai terguncang, “ Aku tak mengerti, tapi aku yakin suatu saat nanti kamu akan bertemu dengannya lagi setelah penantian panjang ini”,
“Jika gadis itu adalah dirimu?”,
“Aku tak bisa menjawab!”,
“Kenapa?”,
“Aku takut menyinggung perasaanmu”,
“Tidak apa, aku akan sangat senang mendengar jawabanmu apapun itu”,
“Ya aku akan merasa senang jika dipersatukan denganmu”,
Wajah berseri mulai muncul di wajahnya yang membuatku bingung, “ Sungguh?”,
Dengan ragu-ragu aku berucap. “ Ya!”,
Spontan Roman langsung memeluk erat diriku yang membuatku tidak dapat berbuat apa-apa. Wajahku pun dibuat memerah olehnya, tak beberapa lama setelah itu ia melepaskan pelukannya juga.
“Maaf, maafkan aku! Aku begitu senang setelah mendengar jawabanmu”,
“Hah, itu kan hanya jika aku adalah gadis itu. Aku bukan dia kan?”,
Roman tersenyum manis,
“Oh iya, aku disini mau bertemu dengan seseorang”,
“Siapa?”,
“Belum tau tapi dia adalah penulis novel di blog”,
“Kupikir kita cuman berdua saja disini”,
Roman mulai mengirim pesan pada seseorang,
“Hay, kamu dimana? Aku di taman danau. Di bawah pohon rindang bersama temanku”,
Tak beberapa lama juga pesan masuk ke ponselku dari Pangeran Rahasia, dan segera saja kubalas pesan tersebut. “ Pohon rindang? Disini banyak!”,
Akhirnya aku dan Roman sibuk dengan handphone masing-masing.
“Aku bersama temanku, kamu dimana?”,
“Di bawah pohon rindang juga bersama temanku”,
“Kamu pake baju apa?”,
“Baju sekolah, kenapa?”,
“Di tepi danau ya?”,
“Ya benar”,
“Aku akan mencarimu!”, Roman berdiri dan melihat-lihat kalau ada orang lain di tepi danau. Tetapi tak ada siapa-siapa selain mereka berdua di danau. Roman pun duduk kembali dan melanjutkan mengirim pesan. “Boleh aku minta fotomu, agar aku lebih mudah mencarimu?”,
“ Bagaimana kalau kamu saja? Dan aku akan mencarimu”,
Entah kenapa juga Roman mendadak mengajaku foto bersama, ia meletakan tangannya di pundakku seperti orang pacaran. Setelah itu ia mengriim gambar tersebut pada orang lain.
“ Untuk siapa? Kenapa kamu tiba-tiba meminta foto bersama?”,
“Untuk temanku, ia seorang penulis novel di blog”senyum Roman,
Tak beberapa lama aku mendapat kiriman gambar dari Pangeran Rahasia, aku menerima gambar foto yang membuatku kaget. Aku pun mulai melihat Roman yang ada di depanku.
__ADS_1
“Jadi selama ini yang….ya ampun!”, aku pun segera menghentikan membalas pesan dari Pangeran Rahasia.
Roman tak lagi menerima pesan dan segera menyimpan ponselnya ke saku celana. Lalu melihat Violin yang juga berhenti memegang handphonenya.
“Apa Briand tak mengkhawatirkanmu?”,
“Tidak, mungkin ya. Tapi aku sangat tidak suka padanya, Roman”,
“Kenapa?”,
“Karena dia akan mengantikan posisi ayahku”,
“Aku juga penah begitu, aku bahkan tak lagi memiliki orang tua kandung begitu juga dengan Akira. Tapi kami tetap saling menyayangi satu sama lain”,
“Benarkah?”,
“Ya, itu karena kami hanya perlu saling memahami”,
“Aku sebenarnya ingin sekali menerimanya tapi aku tak suka satu rumah dengannya. Aku ingin mereka pergi”,
“Ya, aku memahaminya. Meski bukan itu alasan yang sebenarnya kan?”,
“Ya benar!”,
“Baiklah, bagaimana kalau kita jalan-jalan lagi? Aku rasa temanku itu tak akan datang, mungkin ia takut bertemu denganku”,
“Takut?”,
“Ya”,
“Apa yang harus ditakutkan dengan dirimu ini?”,
“Aku ini sebenarnya vampir”,
“Hah, aku tidak percaya! Lalu bagaimana kamu bisa baik-baik saja ketika sinar matahari mengenai kulitmu?”,
“Ah itu gampang, aku pake cream pelindung kulit dari sinar matahari”,
“Oh begitu, lalu bagaimana kamu bisa bertahan dengan aroma tubuhku?”,
“Aku terbiasa dengan itu”,
“Teman yang mana?”,
“Yang kemarin datang dan Akira”,
“Ya mereka juga!”,
“Wah, baik lah pangeran vampir. Bagaimana kalau kita pulang saja sekarang, aku tidak mau terlalu sore pulang”,
“Baiklah tuan putri, mari kita pulang!”
Kemudian aku dan Roman pulang bersama. Jalan bersama di bawah terik matahari dengan bergandeng tangan.
***
Kamar Roman,
Roman bingung kenapa Adena tidak membalas pesan darinya, ia pun mengirim kembali pesan pada Adena.
“Hay, kenapa pesanku tak dibalas? Apa aku telah berbuat salah padamu?”.
Kamar Violin,
Kembali melihat foto yang dikiramkan Pangeran Rahasia padaku, foto ini jelas sekali. Aku pun kembali menerima pesan dari Pangeran Rahasia. Kali ini aku akan menjawab pesan darinya. “ Maaf, aku kaget tadi! Kita sudah pernah bertemu sebelumnya. Senang berkenalan denganmu, Roman!”,
Pangeran Rahasia, “ Bagaimana kamu bisa tahu nama asliku? Kita bertemu dimana?”,
Aku, “ Taman danau di bawah pohon rindang. Aku tidak menyangka jika kamu ada di depan kamarku!”,
Pangeran Rahasia yang menerima pesan itu mulai berpikir, “ Hah, maksudnya? Apa jangan-jangan. Ya ampun!”, Roman tersenyum manis, ia tahu siapa penulis novel di blog ini sekarang. Nama blog itu Adena dengan pemilik aslinya adalah Violin. Ia pun menjadi semangat untuk terus menjaga Violin yang sebenarnya adalah Alika.
***
Makan malam,
Mengambil dan menghabiskan makanan di piring, sambil tersenyum sendiri. Aku tersenyum karena Pangeran Rahasia itu sekarang ada di depanku. Mama mulai membuka pembicaraan, “ Sayang, mama mohon ijin untuk menikah lagi dengan Briand. Mama tidak bermaksud untuk melupakan ayahmu begitu juga Briand. Ia tak bermaksud untuk mengantikan posisi ayahmu. Ibu dan dia, kami saling mencintai”,
Aku melihat mama sejenak, “ Ma, aku tidak masalah jika mama menikah lagi. Tapi aku hanya tidak suka jika ia tinggal bersamaku. Mama mengertikan?”,
__ADS_1
“Ya mama mengerti, mama akan tinggal bersama Briand. Kamu akan tinggal disini, bersama Roman!”,
“Hah, Ma kapan rumah kita ini ngak jadi kosan lagi?”,
“Itu sebenarnya sebentar lagi, tapi kamu tahu lah mencari kosan yang baik dan aman itu susah!”,
“Ya ampun! Akan jadi kosan seumur hidup”, aku pun segera pergi meninggalkan ruang makan ini menuju kamar.
Mama hanya tersenyum manis, “ Kamu dengar Roman! Dia menerimamu disini tetapi jangan ajak teman-temanmu menginap. Ia tak suka banyak orang dan rumah ini jadi tempat kosan”,
“Ya tante, aku mengerti!”senyumnya yang juga pergi.
***
Kamar Violin,
Duduk di meja belajar sambil melihat pemandangan di luar jendela kamar ini. “ Ya ampun apa dia benar-benar vampir? Hah apa jadinya rumahku ini ditinggali seorang vampir? Dan dia juga adalah pengemar beratku. Hah, ini hanya kebetulan atau apa?” gumanku.
Tiba-tiba Hani dan Gisel mengirim pesan di grup chat kami bertiga.
“Hoy! Kapan nih ngelihat vampir? Apa yang harus dipersiapakan?”,
“Nah nongol nih anak, kenapa sih? Tertarik gitu!”,
“Loh dimana sekarang Violin?”,
“Di kamar emang kenapa?”,
“Oh gitu, jadi kapan nih kita ngelihat vampir?”,
“Ngak jadi, sekarang aku ngak tertarik dengan vampir”,
“Kenapa gitu?”,
“Eh bentar lagi kan liburan, btw camp yuk!”,
“Dimana?”,
“Kastil drakula”,
“Lah tuh kan kastil berstatus seram! Emang loh berani?”,
“Berani dong, btw Akira juga mau ikut loh”,
“Loh sama Akira sekarang, Han?”,
“Iya kenapa?”,
“Gila, loh pacaran?”,
“Bisa dibilang gitu, disini juga ada Netta”,
“Oh gitu”,
“Kalau soal camp aku ngak ikut ya!”,
“Why?”
“Why Violin?”,
“Ada sesuatu yang mau aku urus!”,
“Apa, tapi bentar aja kan? Bisa ikut kan?”,
“Ya setelah urusanku selesai”,
“Oke aku tunggu kamar dari kamu, Violin”,
“Bye”,
“Awas loh macem-macem!”
“What?”,
“Loh pacaran kan? Bilang sama Akira, jangan macem-macem sama teman gue kalau macem-macem nyawa loh jadi taruhannya”,
“Oke sip!”.
Aku mulai terpikir akan sesuatu yang tertinggal di suatu tempat, secepatnya kukenakan jaket dan pergi. Berjalan sendirian dan mencari taksi. Taksi berhenti dan segera saja aku masuk lalu menintanya mengantarku ke Apartemen Tanima. Itu adalah sebuah tempat kos.
__ADS_1