
Catatan author: Bisa lanjut hingga bagian bab dunia mimpi Xia bab terakhir. Ini hanya pengulangan, yang tidak pernah Xia ketahui, dan kini ia ketahui.
Dunia mimpi Xia, Xia melihat apa yang dilakukan oleh Aresha dan keempat gadis.
*Kata Aku diperankan oleh Aresha.
Gadis vampir bermata merah tersenyum sinis penuh kebencian, ia pun mulai menyerang diriku tanpa aba- aba dengan kemampuan larinya yang cepat.
“Shuttt!”
Tangannya berada di leherku, ia mencekik diriku dan aku buat tak bisa bernapas. Aku pun mencoba menarik napas panjang dan menghembuskannya pelan- pelan.
“Kau akan mati, gadis sialan!” ucapnya penuh rasa percaya diri yang tinggi.
Aku hanya tersenyum manis, dan menjawab “Bunuh aku selagi bisa, atau kamu akan mendapatkan hal yang sama seperti Yunba!”
“Hah, rupayanya kamu punya rasa percaya diri yang tinggi ya? Jangan pikir aku akan memaafkan dan membebaskanmu begitu saja. Aku bukan seperti mereka!”
Aku tidak menjawabnya, kugunakan tanganku yang masih bisa bergerak. Kukendalikan angin dan air untuk melukai tangannya yang memegang leherku.
“Shuttt!!”
Seretan tajam mengenai tangan gadis ini, dan ia mengaduh kesakitan lalu melepaskanku. Begitu bebas, secepatnya diriku mengunci kedua kakinya dengan elemen tanah. Kakinya tidak bisa bergerak dan terjebak tanah yang kukendalikan.
Mereka yang melihat temannya terkunci tidak bisa bergerak, secepatnya menyerang dan pengendali tanah berusaha membebaskan temannya. Tidak ada cara lain selain membuat dinding dari tanah secara bertubi- tubi untuk menghalau angin. Ya angin tidak akan mudah mengurus tanah yang berdiri secara bertubi- tubi. Dalam kesempatan ini pula, aku membuat gadis vampir ini jatuh pingsan dengan melenyapkan sarafnya.
Kedua temannya yang masih bisa menyerang diriku, melihat temannya jatuh pingsan dan tubuhnya mulai diselimuti oleh tanah pun marah. Mereka menyerang secara bersamaan.
Yang tersisa adalah elemen tanah dan angin. Yang kuhadapi adalah kedua gadis yang memiliki dasar elemen di dunia sihir. Maka dari itu aku menggunakan kekuatanku sebagai pengendali air. Ya aku mengendalikan tubuh mereka, sebagai pengendali darah yang sebenarnya pengendalian ini bisa dilakukan oleh pengendali air hanya saja ia harus bertahun- tahun untuk bisa mengendalikan tubuh seseorang.
Mereka berdua kudapatkan dan tidak bisa bergerak. Aku pun mengendalikan pengendali tanah untuk menyerang temannya sendiri, sementara temannya pengendali angin kubiarkan diam membisu dan ia terjebak oleh pengendalian temannya sendiri.
Kini hanya tersisa satu yakni pengendali tanah, akupun mengendalikan dirinya. Membuat dirinya sendiri terjebak dalam pengendaliannya sebagai pengendali tanah.
Sekarang ke tiga gadis itu terjebak dan tidak bisa berbuat apa-apa, dan hanya tersisa satu gadis lemah yang telah mengkhianati temannya sendiri, Yunba. Yunba terluka dan dalam kondisi yang lemah.
__ADS_1
Aku pun mendekati gadis itu, dan menguncinya dengan pengendalian darah. Ia berdiri dengan kendaliku.
Aku pun membawanya ke tengah- tengah temannya, menggerakan tubuh gadis ini secara tak normal dan mengembalikannya ke semula. Teman- temannya tidak bisa berbuat apa-apa.
“Wah! Coba lihat, sekarang siapa yang terjebak? Ah ya, aku lupa memberitahu kalian kalau aku bukan hanya pengendali air. Ya aku harap kalian mengingat diriku mulai dari sekarang, dan jangan pernah meremehkan diriku! Ya... jika kalian....” aku berhenti berucap setelah melihat gadis vampir mencoba membebaskan diri dengan kekuatannya.
Aku pun tidak membiarkan semua itu terjadi, aku mengunci Yunba dan memperlakukan keempatnya dengan lemah kejam. Aku mengunci keempatnya dengan kemampuan yang mereka miliki. Mereka saling serang dan saling mengunci atas kendaliku, sebagai pengendali darah.
Mereka semua berhadapan denganku dalam kondisi lemah dan terkunci, mereka tidak akan bisa melarikan diri kecuali mengalahkanku lebih dulu. Aku tersenyum manis dan merasa puas akan mengalahkan mereka dengan mudah.
“Hah, jadi seperti ini lah akhir hidup kalian! Ya jika kalian bergerak sedikit saja, penguncian pada diri kalian itu semakin kuat. Jadi agar tidak menyakitkan, mengaku saja bahwa kalian telah kalah?!”
Gadis vampir yang sombong dan keras kepala pun menjawab, “Tidak akan! Kami tidak akan mengaku kalah pada gadis rendahan sepertimu!”
Aku tertawa kecil, dan menjawab “Hah, rendahan ya? Aku memang gadis rendahan, tetapi aku bukan lah gadis dari rakyat jelata. Aku ada diantara semua orang. Sebaiknya kamu pikirkan dulu baik- baik, mengaku kalah atau aku menghabisi kalian?!”
“Hah, tidak akan!” jawab gadis vampir itu lagi.
Aku pun terus mengunci mereka berempat hingga menit- menit berlalu. Entah apa yang dipikirkan oleh mereka, tetapi semakin lama tentu akan semakin menyakitkan. Tanpa mereka sadari mereka telah terluka parah. Hanya saja aku menyiksa mereka perlahan- lahan.
Saat suasana hening menyelimuti tempat ini, seorang perempuan berpakaian mantel putih muncul di hadapanku. Ia tidak berucap apa- apa, tetapi kehadirannya aku tersenyum manis dan memberi perintah padanya dengan bahasa isyarat. Ia pun menganggukan kepala, lalu menghilang entah kemana.
Setelah itu, aku kembali memunculkan keempat gadis yang terkunci itu ke permukaan. Mereka masih terkunci, dan tidak bisa bergerak.
“Hei, hei! Cepatlah katakan bahwa kalian menyerah?” ucapnya meminta.
“Kami tidak akan menyerah!”
“Jadi kalian tidak mau menyerah ya? Apa kalian ingin terus seperti ini? Ini menyakitkan loh! Apa kalian tidak sadar kalau teman kalian, Yunba itu perlahan- lahan melemah. Dia perlu pertolongan, apa kalian tidak mau melihatnya ke belakang?”
Ketiga gadis yang berada di depan terkejut, mereka pun mulai menoleh kebelakang. Melihat Yunba yang sudah tak sadarkan diri.
“Yunba!” teriak mereka serentak.
“Yuna, Yunba! Bangun Yunba!” teriak salah satu temannya.
__ADS_1
“Hey, gadis sialan! Apa yang kamu lakukan pada teman kami?!”
Tertawa kecil, dan menjawab “Ya kupikir kalian dari klan pengendali dan vampir mengetahui apa yang kulakukan! Heh, ternyata bodoh juga. Jika kalian tidak mau mengakui kekalahan kalian, jangan harap teman kalian itu akan selamat! Semakin lama kalian mengundur waktu, temanmu dan kalian semua akan kehabisan darah!”
Seketika mendengar penjelesan itu, mereka terkejut dan mulai berpikir apa yang sebenarnya telah dilakukan oleh gadis sialan itu. Mereka mulai menyadari bahwa gadis sialan itu bukan lah gadis yang lemah. Mereka bertiga yang masih bertahan pun mulai saling tatapan satu sama lain, kedipan mata penuh makna dan tolehan anggukan yang memberi isyarat.
Sebagai perwakilan, gadis vampir pun berucap “Ya baiklah, kami mengakui kesalahan kami. Jadi cepatlah bebaskan kami!”
“Hah, kalian pikir aku bodoh? Bukankah perjanjian awal kita semudah mengatakan ‘menyerah!’ aku akan menghubungi orang tua kalian, dan meminta mereka untuk datang kemari secepatnya. Ya jika salah satu dari orang tua kalian tidak datang, maka sebagai akibatnya kalian akan tetap seperti ini hingga kalian kehabisan darah dan kekuatan. Tapi untuk gadis vampir, aku akan membuatmu meleleh dengan sinar matahari! Ya aku yakin kamu tidak akan menyukai ini, dan kalian semua akan mengingat dan tidak lagi meremehkan aku bahkan Xia” ucapku yang kemudian mendekati mereka satu persatu.
Mendekati gadis vampir, dan meminta menyebutkan nomor ponsel orang tuanya.
“Gadis manis, katakan nomor ponsel orang tuamu! Ya jika kamu berbohong, jangan salahkan aku jika Yunba tidak bisa diselamatkan!”
“Hah, kau! Dasar gadis yang kejam!”
“Ah, ya benar! Itu lebih tepat, jadi katakan lah. Atau temanmu juga akan segera menyusul kondisi Yunba!”
Tanpa menunda lagi, gadis vampir itu memberitahuku nomor ponsel orang tuanya. Aku pun segera menghubungi orang tuanya, begitu terhubung aku meminta gadis vampir untuk meminta orang tuanya datang ke tempat ini. Aku tidak peduli orang tuanya datang dengan banyak orang atau tidak, yang terpenting mereka harus menuruti apa yang kumau.
Begitu berhasil dengan gadis vampir, aku mendekati pengendali tanah, air dan udara. Aku melakukan hal yang sama. Aku tidak akan membiarkan seorang pun lolos dariku, bahkan jika ia melarikan diri dan aku mengetahuinya, aku tidak akan memberinya ampun sedikit pun. Ya aku memang kejam, tetapi aku hanya ingin ke empat gadis ini berhenti menyakiti temanku.
Beberapa menit kemudian....
Ya seperti yang telah dijanjikan, perlahan- lahan semua orang pun datang. Gadis vampir ini mengundang ayahnya datang bersama anak buahnya begitu juga dengan gadis pengendali. Kedatangan mereka yang melihat putri kesayangannya disakiti pun seram. Tetapi mereka bersikap tenang sebelum menyerang diriku.
“Selamat datang tuan- tuan, perkenalkan nama saya Aresha. Saya tidak bermak.....” berhenti bicara karena secara bersamaan gadis vampir itu berteriak memanggil ayahnya.
“Ayah! Tolong aku!” teriaknya.
Teriakan gadis vampir itu diikuti oleh kedua temannya, sementara Yunba sudah tidak sadarkan diri. Mendengar ocehan mereka, aku segera menggunakan kemampuanku sebagai pengendali darah menutup mulut mereka rapat- rapat. Menggenggam tanganku erat- erat, sama dengan aku menutup mulut mereka rapat- rapat.
__ADS_1