
“Ya tidak apa, lagi pula tidak ada korban disini. Ya sebaiknya kita semua mulai berhati- hati sekarang!” jawab Roman.
“Sepertinya tempat ini ada jebakannya, oh ya ampun! Sebaiknya mulai berhati- hati sekarang. Roman?” ucap Akira memanggilnya.
“Ya, ada apa?”
“Pengawas Akademi Yexiao kan?”
“Ya tentu saja, memang ada apa?”
“Mulai sekarang awasi peserta ujian ability magie di akademimu sendiri. Ya jika mereka tidak mau berhati- hati dan tidak mau mendengar perintahmu maka nyawa adalah taruhannya. Ya sepertinya tempat ini ada perangkapnya. Kami akan mengawasi peserta dari Buniv sendiri!” ucap Akira.
“Ya, apa yang dikatakan Akira benar Roman! Awasi pesertamu!” sambung Steven.
“Hei kalian semua? Sudah dengar kan apa yang dikatakan oleh VA? Jika tidak setuju silahkan jalan sendiri dan jangan salahkan kami jika ada yang terluka!” ucap Roman dengan suara keras.
“Ya, senior! Kami akan menurut apa perintahmu” teriak seluruh peserta.
Roman pun tersenyum manis sembari melihat ke arah Akira. Mereka pun mulai menyelidiki tempat ini dengan penuh hati- hati. Tempat ini memang tua dan telah dimakan oleh alam, tetapi jebakannya masih efektif berjalan seperti baru saja dibuat oleh seseorang. Tetapi tidak satupun ada yang mencurigai hal itu.
Sementara itu keberadaan Xia.
Ia bersama Eun dan Zanko menuju hutan Argon. Tetapi di tengah perjalanan mereka, mereka bertemu dengan peserta ujian ability magie dari Buniv dan Akademi Yexiao.
“Zanko, kalian mau kemana?” sapa seorang laki- laki dari Akademi Yexiao yang juga salah satu peserta ujian ability magie.
Zanko dan Eun menghentikan motor mereka, dan mampir sebentar.
__ADS_1
“Kami akan ke hutan Argon, bagaimana dengan kalian?” tanya Zanko.
“Kami akan kelabirin, kami mendapatkan petunjuk dari Akademi Yexiao untuk ke labirin. Dari peserta Buniv juga akan ke labirin, jadi kami sama- sama kesana. Bagaimana denganmu, Zanko? Apa kalian akan kesana juga?”
“Kami akan ke hutan Argon, petunjuknya mengatakan begitu!”
“Oh, memang ada apa disana? Bukannya harus ke labirin ya?”
“Entahlah, tapi tidak masalah. Eun, bagaimana ini? Kita ke labirin atau hutan Argon?” jawab Zanko sembari bertanya pada Eun.
“Entahlah, bagaimana ini Xia?” jawab Eun sembari melemparkan pertanyaan pada Xia.
“Menurutku sih bagaimana kalau kita ikuti saja mereka, lagi pula misi kita hanya menemukan dua kristal kan? Jadi ini tidak akan mungkin mempengaruhi nilai!”
“Oh ya, Zanko?”
“Ya, ada apa?”
“Tentu saja!”, lalu Zanko bicara dengan orang yang menyapanya.
“Ya seperti yang kamu dengar, kami akan ikut bersama kalian semua!”
“Oh baiklah, itu bagus!”
Kemudian mereka semua mulai pergi ke labirin. Mereka semua mengendarai motor dan mobil untuk menuju tempat itu. Labirin ini tidak lah berada di pusat kota tetapi cukup jauh dari keberadaan pusat kota itu sendiri.
Tiga puluh menit di perjalanan, akhirnya mereka tiba di labirin. Mereka bergegas membeli tiket dan masuk bersamaan ke dalam labirin.
__ADS_1
Mengelilingi labirin sembari menuju pintu keluar. Mereka semua tidak memisahkan diri.
“Ya sepertinya tempat ini tidak ada apa-apanya!”
“Hem... tapi kenapa petunjuknya meminta kita datang kemari? Apakah mungkin Akademi Yexiao salah memberi informasi?”
“Hei, itu tidak mungkin salah! Lalu bagaimana dengan Buniv, apakah Buniv juga salah? Tidak mungkin kan?”
“Ya, ucapanmu benar juga!”
“Ya ampun, sejak kapan kalian akrab? Bukannya Buniv dan Akademi Yexiao selalu bertengkar ya?”
“Apa maksudmu? Sekarang bukan waktunya untuk berdebat. Tapi waktunya bekerja sama tau!”
Tiga puluh menit di perjalanan, akhirnya mereka tiba di labirin. Mereka bergegas membeli tiket dan masuk bersamaan ke dalam labirin.
Mengelilingi labirin sembari menuju pintu keluar. Mereka semua tidak memisahkan diri.
“Ya sepertinya tempat ini tidak ada apa-apanya!”
“Hem... tapi kenapa petunjuknya meminta kita datang kemari? Apakah mungkin Akademi Yexiao salah memberi informasi?”
“Hei, itu tidak mungkin salah! Lalu bagaimana dengan Buniv, apakah Buniv juga salah? Tidak mungkin kan?”
“Ya, ucapanmu benar juga!”
“Ya ampun, sejak kapan kalian akrab? Bukannya Buniv dan Akademi Yexiao selalu bertengkar ya?”
__ADS_1
“Apa maksudmu? Sekarang bukan waktunya untuk berdebat. Tapi waktunya bekerja sama tau!”
“Ah, ya maaf maaf....!”