Bride Of Vampire: The Revenge

Bride Of Vampire: The Revenge
Episode 285


__ADS_3

“Ya benar, mereka menutup pintunya dengan tanaman berduri!”


“Kalau begitu mengapa tidak membakar atau menghancurkannya dengan batu!”


“Ya, aku rasa hanya kamu yang bisa melakukan itu!”


“Roman, bisakah kamu mengurus moster besar ini?” tanya Violin pada Roman yang ada di sampingnya.


“Serahkan saja padaku!” jawabnya sembari tersenyum manis.


Violin membalas senyuman manis Roman, lalu ia dengan cepat melangkah mundur. Violin melihat jalan keluar telah di tutupi oleh tanaman rambat yang berduri. Tanaman itu berukuran besar. Violin pun mulai menggeluarkan kemampuannya, ia mengeluarkan elemen api dan membakar semua tanaman itu.


Moster tanaman pemakan serangga pun melihat tajam ke arah Violin, kobaran api itu membesar menghancurkan tanaman berduri. Moster tanaman pemakan serangga tidak membiarkan begitu saja mereka lolos dengan mudah. Ia pun menggerakan akarnya, menyerang semua orang yang ada disini. Tidak hanya itu, pasukan moster pun ikut menyerang.


Kini mereka berempat harus melindungi diri sendiri dari serangan para moster. Hani dan Gisel adalah vampir baru yang tidak begitu kuat hingga mereka dengan mudah di kalahkan oleh pasukan moster. Kaki mereka berdua di lilit oleh pasukan moster, lalu di serang pasukan moster yang lain hingga tidak bisa bergerak. Mereka berdua benar- benar terjebak. Tetapi dalam kesempatan itu lah keduanya berubah menjadi kelelawar kecil hingga dapat meloloskan diri dari serangan para moster.


Hani dan Gisel melihat Violin dan Roman bekerja sama melindungi satu sama lain. Mereka berdua menggunakan kemampuan mereka dengan baik. Saat memperhatikan keduanya itu lah Hani terkena pukulan pasukan moster tanaman pemakan serangga hingga dirinya terlempar  keluar. Hani berhasil keluar dari lorong secara tidak sengaja, Gisel yang melihat Hani terlempar segera terbang mendekatinya. Saat itulah keduanya secara tidak sengaja berhasil keluar dari lorong ini.


Sementara itu Violin dan Roman masih berada dalam jebakan moster tanaman pemakan serangga. Mereka melindungi stau sama lain. Saat menghindari serangan para moster, Violin sempat melihat ke sekitarnya. Ia tidak melihat dua sahabatnya. Para moster pun semakin mendekat dna mengepung keduanya.


“Bagaimana ini? Mereka mengepung kita!” ucap Violin.

__ADS_1


“Tenang lah, sekarang berpegang lah padaku. Aku akan membawamu keluar dari sini!”


“Ya baiklah!” jawab Violin segera mendekati Roman dan berpegang pada tubuh Roman. Violin memeluk erat pria ini.


Sementara itu Violin dan Roman masih berada dalam jebakan moster tanaman pemakan serangga. Mereka melindungi stau sama lain. Saat menghindari serangan para moster, Violin sempat melihat ke sekitarnya. Ia tidak melihat dua sahabatnya. Para moster pun semakin mendekat dna mengepung keduanya.


“Bagaimana ini? Mereka mengepung kita!” ucap Violin.


“Tenang lah, sekarang berpegang lah padaku. Aku akan membawamu keluar dari sini!”


“Ya baiklah!” jawab Violin segera mendekati Roman dan berpegang pada tubuh Roman. Violin memeluk erat pria ini.


Setelah keluar dari lorong jebakan itu, Roman segera mengubah wujudnya kembali menjadi manusia biasa. Violin terlihat masih memeluk erat Roman yang membuat pria itu terus tersenyum manis.


“Ehem!” deham Roman.


“Ada apa? Apa kita sudah keluar?” tanya Violin dengan menutup matanya.


“Menurutmu?”


Violin pun membuka matanya, ia melihat dirinya masih berada di lorong tetapi di tempat yang aman.

__ADS_1


“Uh syukurlah!” ucapnya.


“Bisakah kamu.....”


“Ya, ya ampun! Maaf!” ucap Violin segera melepaskan pelukannya pada Roman. Violin pun menjaga jarak dengan Roman.


Roman menatapnya dengan senyuman manis, “Ya tidak apa, sebenarnya sih tidak apa. Aku senang kamu memelukku!”


“Uh, ya ampun! Di saat seperti ini pikiranmu ternyata kemana- mana ya! Pria mesum!”


Mendengar ucapan Violin begitu, Roman mendekatinya dengan sangat dekat bahkan menatap mata gadis itu.


“Bagaimana ya? Jika aku melakukannya disini pun tidak akan ada yang tahu kan?” bisiknya di teliga gadis itu.


Seketika itu Violin setengah takut, ia menelan ludahnya sendiri bahkan matanya semakin membulat dan jantungnya berdebar kencang.


“A-apa yang akan kamu lakukan?”


“Tentu saja melakukan sesuatu yang disukai oleh laki- laki! Menurutmu apa?”


“E-entahlah! Dimana Hani dan Gisel?” ucap Violin mengubah topik perbincangan sembari menjauhkan tubuh Roman dari dirinya.

__ADS_1


__ADS_2