
Aku pun meletakan tanganku di bola kristal, lalu pria
peramal itu mulai membaca sesuatu di mulutnya. Kemudian ia memejamkan mata.
Saat itu lah Aira muncul di belakang pria peramal. Pria peramal itu membuka
matanya dan berucap, “ Maafkan aku Aresha!”.
Aku melihat kemunculan Aira kaget, dan ingin pergi tapi
ia dengan cepat mengarahkan pedang ke leherku.
“Coba saja pergi, aku akan membunuhmu seketika itu
juga!”
“Kenapa kamu lakukan ini padaku?”,
“Aku harus bagaimana? Kamu akan pergi dan berteriak lalu
wanita di luar itu akan membawamu pergi”,
“Hah, sebenarnya aku tak akan lakukan itu jika kamu
menyingkirkan pedang ini dariku!”,
“Sungguh?”
“Ya, dan aku perlu orang yang harus menjawab
pertanyaanku ini”,
Aira mulai menyingkirkan pedang dari wajahku,
“Apa yang telah di lakukan Aksara padamu?”
“Hah, dia tak melakukan apapun tapi Eriska menyerangku.
Ia ingin membunuhku, seperti yang dikatakan Aksara padaku. Eriska ingin
membunuhku karena ia anggap aku adalah Aresha. Aresha, seorang putri. Hah yang
benar saja! Aku hanya anak biasa”,
“ Tapi apa yang dikatakan Eriska itu benar, kamu hanya
terlahir di masa depan. Eriska bilang kamu adalah kakak Eriska penyihir air
keturunan Raja Alex”
“Aku tak peduli dengan semua itu yang jelas apakah kamu
tahu bagaimana cara aku kembali ke duniaku? Ini bukan duniaku! Ini aneh”,
“Tapi disinilah tanah kelahiranmu”,
“Hah, dan kau siapa dalam kehidupanku?”
“Kekasih keduamu setelah Tagao”,
“Hah, kenapa begini! Aku punya kekasih dua, itu membuat
__ADS_1
kepalaku sakit. Kau kekasihku, apa kau juga akan menahanku di dunia ini?”
“Tidak, aku tak akan melakukan itu padamu meski aku
mencintaimu tapi aku akan membebaskanmu dari Aksara dan membuatmu bahagia”,
“ Apa Tagao mengetahui aku ada di negeri ini?”,
“Ya nampaknya ia tahu, apa lagi ia adalah penguasa
malam. Ia akan mengetahui keberadaanmu dengan mudah”,
“ Apa kita akan bertemu lagi Aira?”,
“Ya tentu saja!”
“Baiklah, aku akan pergi. Aku tak mau dia mencurigai
pertemuan ini dan mengadu pada Aksara”, kemudian aku keluar dari tenda. Eddera
tak mencurigai diriku, lalu kami pergi kembali ke kastil.
Sementara
Aira pergi meninggalkan tempat itu dan mengikuti langkah Aresha diam-diam.
Setelah lama mengikuti langkah Aresha, akhirnya ia mengetahui di mana Aresha
tinggal. Aira tak bisa melangkah lebih dekat lagi dengan kastil itu sebab ada
kekuatan yang melindungi kastil itu. Aira hanya bisa mengamati dari kejauhan.
***
Malam hari di bawah cahaya bulan,
Memandang
dari kamar ini, hutan yang gelap tetapi aku yakin ada seseorang yang mengamati
sore mengingatkanku pada kekasih pertamaku. Ia pernah meninggalkanku sendirian
saat pernikahan kami dan sebuah penghianatan. Tetapi semua itu berakhir bahagia
dengan waktu memisahkan kami berdua. Tapi kenapa aku masih hidup sekarang? Aku
yakin pasti ada penjelasan mengapa aku hidup kembali.
“ Apa Tagao mengetahui aku ada di negeri ini?”,
“Ya nampaknya ia tahu, apa lagi ia adalah penguasa
malam. Ia akan mengetahui keberadaanmu dengan mudah”,
“ Apa kita akan bertemu lagi Aira?”,
“Ya tentu saja!”
“Baiklah, aku akan pergi. Aku tak mau dia mencurigai
pertemuan ini dan mengadu pada Aksara”, kemudian aku keluar dari tenda. Eddera
__ADS_1
tak mencurigai diriku, lalu kami pergi kembali ke kastil.
Sementara
Aira pergi meninggalkan tempat itu dan mengikuti langkah Aresha diam-diam.
Setelah lama mengikuti langkah Aresha, akhirnya ia mengetahui di mana Aresha
tinggal. Aira tak bisa melangkah lebih dekat lagi dengan kastil itu sebab ada
kekuatan yang melindungi kastil itu. Aira hanya bisa mengamati dari kejauhan.
***
Malam hari di bawah cahaya bulan,
Memandang
dari kamar ini, hutan yang gelap tetapi aku yakin ada seseorang yang mengamati
sore mengingatkanku pada kekasih pertamaku. Ia pernah meninggalkanku sendirian
saat pernikahan kami dan sebuah penghianatan. Tetapi semua itu berakhir bahagia
dengan waktu memisahkan kami berdua. Tapi kenapa aku masih hidup sekarang? Aku
yakin pasti ada penjelasan mengapa aku hidup kembali.
Di Kerajaan Air, kerajaan yang dikelingi oleh air dengan rakyat yang hidup
sejahtera. Air terjun tak jauh dari istana. Istana yang berdiri di atas air ini sangat menawan, ia juga di kelilingi oleh sihir. Saat malam tiba air yang mengelilingi istana bercahaya bagaikan diterangi oleh bulan. Kerajaan yang
dikuasi oleh Eriska yang jahat. Ia berjalan menuju ruang bawah tanah, ia menemui seorang tahanan bergaun seorang putri. Seorang putri dengan wajah yang sangat mirip dengannya. Kedua tangan dan kaki putri itu terikat rantai.
“Hah, sekarang dengarlah putri. Harapanmu akan sirna
kali ini. Aku telah membuat permasalahan besar, aku yakin kakakmu itu akan mati
sebentar lagi. Dan aku akan menjadi menguasa negeri ini. Aku hanya perlu
menyingkirkanmu saja setelah kematian kakakmu itu”
“Dasar penghianat, aku yakinkan padamu sampai kapanpun
kamu tak akan bisa mendapatkan tahta kerajaan ini bahkan menjadi penyihir
abadi!”
“Hah, kita lihat saja nanti!”
Eriska mulai pergi meninggalkan wanita itu sendirian
dalam kegelapan.
***
Pagi hari
sebelum matahari terbit, dalam kabut malam seorang wanita berjalan menuju
kastil tempat Aresha tinggal. Wanita itu mengenakan jubbah, di depan penjaga ia
__ADS_1
membuka jubbah itu hingga membuat pengawal itu memperbolehkannya masuk.
Dayang-dayang pun memberi hormat padanya hingga Aksara pun bertanya padanya.