Bride Of Vampire: The Revenge

Bride Of Vampire: The Revenge
Episode 334


__ADS_3

Pagi yang cerah, matahari bersinar memberikan kehangatan.


Tepat di tempat yang sama, hotel bintang lima keberadaan Aresha dan Alecia. Seorang pria telah kehilangan segalanya, tidak ada yang tersisa darinya kecuali surat dari seorang yang membuatnya marah seketika itu, ia menghancurkan barang-barang yang ada di atas meja, tepat dimana ia menemukan surat tersebut.


Briand benar-benar menyesal setelah malam yang manis bersama seorang gadis. Ia baru menyadari dirinya telah diperas habis, dan semua harta kekayaannya telah habis. Briand hampir diusir dari hotel ini karena tidak sanggup membayar biaya sewa, namun dirinya diselamatkan oleh Sofie. Sofie memasang wajah suram dan mengusir pria ini dari hadapannya, ia memecat Briand seketika itu juga. Briand telah kehilangan segalanya, dan ia berniat untuk pergi ke rumah temannya. Dirinya tidak mungkin untuk kembali ke rumah mantan istrinya. Hidupnya yang enak telah berakhir hari ini, bahkan nona Sofie pun enggan melihat dirinya.


Nona Sofie mendapatkan kabar buruk hari ini, ia menemukan dua laporan mengenai keburukan Briand, orang kepercayaannya dan foto mesra tunangannya dengan gadis lain yang memiliki wajah sangat mirip dengan calon istrinya. Nona Sofie yang berada di kamarnya sangat syok melihat foto-foto yang dikirimkan padanya. Ia secepatnya menghubungi Romeo.


Pada saat itu bersamaan dengan beredarnya foto perselingkuhan itu di media, semua orang mempertanyakan perselingkuhan yang dilakukan oleh tunangan nona Sofie. Saham perusahaan pun nona Sofie mendadak anjlok. Nona Sofie seperti berada di ujung tebing lava yang panas dengan semburan api. Dirinya harus mengambil tindakan cepat untuk memperbaiki keadaan jika tidak perusahaannya akan hancur. Bahkan klien yang bernama tuan Sha membatalkan pesanan gaun pengantin padanya. Sofie juga mendapatkan laporan topeng emas dengan berlian itu menghilang tanpa jejak. Seketika itu juga Sofie memutuskan hubungannya dengan Romeo, pertengkaran hebat itu membuat Sofie menerima tamparan dari tunangannya. Cincin yang dikenakan Sofie segera ia lepas, dan Romeo meninggalkan hotel ini. Serangan mengejutkan terus berdatangan, hingga mereka merasakan rasa sakit yang sangat sakit.


Di tempat lain, keberadaan Vionerina adalah ibu Violin. Dirinya telah lama ditinggal sendiri tanpa ada yang peduli padanya. Ia menyesali pernikahannya dengan Briand yang ternyata hanya memanfaatkan dirinya. Ia juga menyesal menjodohkan Violin dengan Roman, ia berpikir sekarang Violin bahagia tetapi tindakannya pada perjodohan itu adalah penyesalan. Semua uang yang di dapat telah dibawa lari oleh pria sialan itu.


Namun entah kenapa pagi ini dirinya mendapatkan sebuah keberuntungan yang begitu besar, dirinya tidak percaya seseorang memberikan warisan padanya. Ia seperti berada di dalam dunia mimpi. Harta kekayaan yang diwariskan ini mengakhiri penderitaannya.


Sisi lain, polisi telah mendapatkan laporan mengenai korban pembunuhan sadis. Telah ditemukan pria dan wanita yang tewas mengenaskan di sebuah kamar penginapan dengan kehabisan darah. Semua korban mengalami hal yang sama yakni darah koban disedot habis hingga tubuhnya menjadi kering dan ada bekas gigitan di leher. Pemburu vampire mengetahui kasus ini dan mencoba mendekati polisi. Mereka memiliki kesempatan dan dipercaya untuk ikut menyelesaikan kasus ini bersama seorang detektif.


Sementara itu keberadaan Akademi Yexiao,


Malam sebelum hari ini, Akademi Yexiao telah mengadakan pesta penyambutan kepada pemenang ujian ability magie. Kebebasan itu lah dipergunakan oleh orang-orang dari klan vampire untuk pergi meninggal kan Akademi Yexiao dan mencari mangsa. Pesta itu tidak dihadiri oleh penguasa kegelapan, Tuan Ethan. Ethan tidak datang dengan alasan ada sesuatu yang lebih penting yang harus ia lakukan.


Keberadaan Romeo, dirinya sangat marah karena hubungannya dengan Sofie berakhir. Ia segera mencoba menghubungi Alecia. Namun gadis itu tidak mengangkat panggilan telepon darinya. Romeo mencoba mencari Alecia di kota ini hingga ia tidak sengaja melihat Alecia memasuki akademi Yexiao. Romeo pun memutuskan untuk menunggu gadis itu keluar dari sana.


Keberadaan Aresha,


Sebelum tiba di Akademi Yexiao diriku telah mengambil ponsel milik Alecia. Aku lah sepenuhnya yang akan mengambil alih dari rencana besar ini. Ini adalah menuju puncak rencana yang akan mengakhiri semuanya. Aku pergi menemui Chinsinsi untuk menyampaikan sesuatu. Sementara Zhia dan Sha akan membuat rencana kejutan. Lady dan Alecia akan mempersiapkan rencana besarnya.


Kedatangan diriku di Akademi Yexiao langsung mendapatkan sesuatu yang mengejutkan. Keempat gadis dan Xia menghalangi jalanku. Mereka berlima terlihat kompak dan mencoba mempamerkan kemenangan mereka padaku.


“Wah, rupanya gadis rendahan kembali. Mau apa kamu kemari?” ucap Vera dengan angkuh.


Aku hanya tersenyum sinis, aku berpikir kelima gadis ini mencoba menghalangi jalanku. “Kudengar kalian berhasil menyelesaikan ujian ability magie dengan sangat baik. Aku ucapkan selamat atas keberhasilan kalian.”


“Ya, terima kasih kembali” ucap Ninga yang spontan dan keempat temannya segera menoleh ke arahnya. Ninga bersikap seperti gadis polos.

__ADS_1


“Kamu mau apa kemari? Bukankah kamu sudah keluar dari akademi ini?” ucap Yunba.


“Aku kemari untuk bertemu dengan pak Chinsinsi dan aku tidak memiliki urusan dengan kalian. Jadi, tolong minggirlah!” ucapku sembari tersenyum manis.


Hingga Pak Chinsinsi sendiri lah yang menemuiku disini.


“Ada apa ini? Nona Aresha, kenapa kamu masih disini? Bukankah kamu seharusnya ada di ruangan saya sekarang?” ucap Chinsinsi padaku.


“Pagi, pak Chinsinsi. Apa kabar?” sapaku.


“Ayo ikut denganku, aku benar-benar kesal jika melihatmu disini!” ucap pak Chinsinsi padaku.


Kelima gadis itu tersenyum sinis, dan mereka memberi jalan pada kami berdua. Aku segera mengikuti pak Chinsinsi dari belakang.


Kelima gadis itu tersenyum sinis.


“Hah, ya ampun. Kenapa pak Chinsinsi masih saja menerima gadis itu sih?” ucap Yunba.


“Ya, aneh banget. Apa jangan-jangan mereka berdua jadian?” duga Vera.


“Hah, mungkin saja yang mengoda adalah si gadis rendahan.....!” ucap Vera.


“Ya sepertinya ucapanmu benar. Gadis rendahan tetaplah rendahan!” senyum Yunba.


Sementara itu keberadaan Aresha.


Berada di ruang tamu, ruang kepala akademi Yexiao. Aku dan pak Chinsinsi duduk berhadapan yang tidak lama kemudian Ibu Oshabery datang dan bergabung bersama kami.


“Pagi, ibu Oshabery. Apa kabar?” sapaku.


“Pagi, nona Aresha. Saya baik-baik saja” jawab ibu Oshabery.


“Ya baguslah jika begitu, saya senang melihatmu baik-baik saja. Terima kasih sudah menjalankan sebagian rencana saya”

__ADS_1


“Tidak masalah nona Aresha, saya sangat senang dan berterima kasih pada nona Aresha karena telah menyelamatkan keluargaku!” ucapnya tersenyum manis.


“Keluargamu?” tanyaku menatapnya tajam.


Ibu Oshabery ketakutan, tatapan itu membuatnya seperti membeku. Keringat dingin mengucur di keningnya, “Ma...Maaf, maaf. Saya telah menganggap Pak Chinsinsi juga bagian dari keluarga saya.”


Aku berhenti menatapnya, dan tersenyum. “Tidak apa, aku mengerti. Sebentar lagi gerhana matahari, siapkan lah rencana berikutnya. Pak Chinsinsi, sebaiknya Anda pergi ketika pesta itu berlangsung. Jika ibu Oshabery mau ikut boleh saja, tetapi jangan sampai ada yang tahu.”


Pak Chinsinsi memasang wajah datar, “Apakah ia telah memaafkan saya? Menerima saya sebagai ayahnya?.”


“Ya tentu saja, saya terima mengatakan semuanya. Mengatakan berulang kali. Kamu tidak perlu memikirkannya lagi, datanglah ke tempat yang akan kuberitahu nanti. Ia dan Lady akan menunggumu disana. Ibu Oshabery, mohon bantuanmu sekali lagi?!”


“Ya nona Aresha, akan kulakukan apapun untuk semua ini”


“Terima kasih banyak, jika begitu saja permisi. Semoga bisa bisa bertemu lagi nanti!” jawabku segera berdiri dan meletakan ponsel Alecia di atas meja, “Tolong lakukan rencana berikutnya, pria ini selalu menghubungi putrimu. Aku meminta putrimu untuk menjadi gadis yang lain, ia telah menghancurkan hidup mantan suaminya sendiri. Sekarang pria ini mencari putrimu, ia pasti sangat marah. Jadi lakukan sesuatu, tunjukan klan vampire dan pengendali air” tersenyum manis dan pergi meninggalkan ruangan ini.


Ibu Oshabery dan pak Chinsinsi memperhatikan ponsel di atas meja itu. Ponsel ini terus menerima panggilan, hingga menjadi panggilan tidak terjawab. Tertera nama pemanggil, ‘Romeo’.


“Pak Chinsinsi, kenapa harus klan vampire dan pengendali air?” tanya ibu Oshabery.


“Aku tidak tahu, tetapi ini pasti berkaitan dengan pemenang ujian ability magie” jawabnya.


“Tapi saya tidak mengerti, rencana berikutnya apa?”


“Membuat pesta untuk merayakan gerhana matahari, bukankah klan kegelapan sangat menyukai hal tersebut. Ini adalah puncak kekuatan mereka, dan pengendali air....aku rasa nona Aresha masih marah pada ketua klan pengendali air yang merendahkan dirinya.”


“Jadi ketua klan merendahkan nona Aresha, tetapi itu benar....nona Aresha tidak punya klan, bukan?”


“Ya, kamu benar dan saya pun tidak punya klan, hanya manusia biasa. Saya tidak seperti Pak Jimwa, ia pria yang hebat. Tapi nona Aresha, adalah ratu pengendali air terdahulu!”


Sontak ibu Oshabery kaget, “Hah, benarkah itu?”


“Ya, ia adalah ratu dari segala ratu. Ia sabar jika dirinya direndahkan oleh orang lain, tetapi membuatnya malu di hadapan semua ketua klan, dan orang yang merendahkannya adalah ketua klan pengendali air, penerus. Ia akan menghukum orang itu, ia memiliki aturan yang tidak boleh dilanggar oleh pengendali air, penerusnya.”

__ADS_1


“Ratu segala ratu?”


“Ya, begitu lah. Sudahlah, ibu Oshabery jangan terus bertanya. Mari siapkan pesta dan lihat apa lagi yang akan dilakukan oleh para vampire dan mereka yang memiliki kekuatan sepertimu!” senyum sinis Pak Chinsinsi.


__ADS_2