Bride Of Vampire: The Revenge

Bride Of Vampire: The Revenge
Episode 304


__ADS_3

Sementara itu di kamar hotel, keberadaan Lady Dandelion dan Alecia. Mereka berdua masih berada di ruang tamu. Alecia terus saja memikirkan perkataan Aresha. Tentang keluarga.


“Lady, menurutmu apa maksud Aresha? Tentang keluarga!” ucap Alecia mencoba memahami.


“Ya aku rasa tentang keluarga, dia tidak akan memberitahu siapapun sebelum tujuannya tercapai. Ini adalah misi rahasia. Aku harap kamu tidak terlalu memikirkan apa yang dikatakan Aresha padamu, tetapi jangan pernah membangkang apa yang diperintahkannya!” jawab Lady Dandelion yang bicara dengan suara keras perlahan- lahan. Lady Dandelion sangat tidak suka jika seseorang membahas tentang keluarga nona muda.


“Maaf, aku tidak bermaksud begitu. Lady, kenapa wajahku sangat mirip dengan Aresha?”


Lady Dandelion melihat ke arah Alecia dan tersenyum manis lalu menjawab “Tentang keluarga!” singkat dan tidak masuk akal, terlihat aneh tetapi ada makna lainnya.


“Maksudmu?”


“Kamu pikirkan sendiri, tetapi jangan sampai kamu bertanya pada nona muda”


“Ya baiklah, aku sungguh tak mengerti apa yang dikatakan olehnya. Tapi tidak masalah, setelah ini apa yang harus kita lakukan?”


“Hubungi Romeo, dan mintalah untuk bertemu.”


“Bertemu? Itu tidak mungkin! Bagaimana kalau dia tahu diriku, ia akan mengejekku!”

__ADS_1


“Itu tidak akan terjadi, kamu akan menyamar dan pergi menemuinya. Kamu tidak akan terlihat dengan wajah aslimu itu. Aku akan memberikanmu ramuan dandelion yang akan mengubah wajahmu, dan sedikit suaramu itu. Ajaklah dia bertemu di tempat yang menarik” ucap Lady Dandelion sembari memberikan ramuan dandelion dalam botol kecil, Lady meletakkannya di atas meja.


Alecia mengamati botol kecil ini, ramuan berwarna putih susu dan disebut ramuan dandelion. Alecia pun mengambilnya, dan mengamatinya sesaat.


“Jadi ramuan ini akan mengubah wajah dan suaraku? Apa ada efek sampingnya?”


“Apa ya? Aku rasa tidak ada, ya itu selagi kamu terus bersamaku maka efek sampingnya tidak ada. Ramuan itu bertahan 7 hari saja, setelahnya kamu akan kembali ke wujud semula. Kamu harus melakukan semua ini dengan baik. Aku harap kamu tidak berpaling atau pun mengasihi mantan suamimu itu. Sekali setuju dengan semua ini, kamu harus menyelesaikannya. Jika tidak, nona muda akan marah besar padamu. Jangan pikir dia gadis yang lemah, dia mirip denganmu dan nasibnya hampir sama sepertimu!”


“Hah, benarkah? Apakah ia juga dikhianati oleh Romeo?”


Lady Dandelion menggelengkan kepala, “Tidak, dia tidak seperti itu. Kamu dan nona muda mengalami yang sama. Kamu tahu bagian yang mana?”


Alecia pun berpikir sejenak, ia mencoba menebaknya dengan jawaban yang tepat. Dalam pikirannya ia berucap, “Jika bukan di khianati Romeo, lalu apa? Apakah ia mencintai Roman? Roman bersama gadis lain kan? Atau Aresha juga ada masalah dengan Alika? Tapi masalahnya apa? Apakah ini tentang keluarga? Apa jangan- jangan Aresha satu keluarga dengan Alika?” duganya, yang kemudian berucap “Apa benar ia memiliki masalah dengan Alika? Masalah keluarga, apakah dia sekeluarga dengan Alika?.”


“Oh ya baiklah!” ucap Alecia yang kemudian meminum ramuan itu tanpa ragu. Tenggorokannya tidak merasakan apapun selain rasa air yang dingin seperti susu, dan sedikit rasa aneh. Menghabiskan ramuan itu, lalu meletakan botolnya kembali di atas meja.


“Rasanya sedikit aneh, warnanya seperti susu. Ini terbuat dari apa?.”


“Oh kamu baik sekali menanyakan itu, aku pikir tidak ada yang peduli dengan apa yang ada di dalamnya. Itu terbuat dari banyak bahan, beberapa bahannya terbuat dari hal mengerikan. Kamu tidak akan mengerti.”

__ADS_1


Mendengar jawaban seperti itu Alecia terdiam, pikirannya mulai menduga hal- hal buruk tentang ramuan yang telah diminumnya. Pikiran buruk itu membuat perutnya terasa mual, ia mencoba menahannya agar ramuan itu tidak terbuang sia- sia.


“Jangan khawatir, semuanya terbuat dari tanaman!” ucap Lady Dandelion lagi.


Perkataan Lady Dandelion telah membuat perut Alecia berhenti mual, ia merasa lega begitu mendengar bahan- bahan ramuan yang baru saja ia minum.


“Hah, syukurlah!”


Spontan Lady Dandelion tertawa kecil yang membuat Alecia kebingungan.


“Hahaha......” tawa Lady Dandelion.


“Ada apa? Apa ada yang aneh?”


“Oh tidak, hanya saja kamu! Baru begitu saja mual, bukankah kamu dulu vampir? Vampir itu lebih mengerikan loh dari pada kami, penyihir!”


“Hah, masa? Bukankah kalian sering menggunakan bangkai untuk membuat ramuan?”


“Siapa yang bilang begitu? Kami penyihir dari negeri yang berbeda- beda, dengan klan yang berbeda, dengan  elemen yang berbeda. Kami tidak sama jadi bahkan yang kami gunakan juga tidak sama. Satu hal yang harus kamu ingat, kami bukanlah pengendali elemen!”

__ADS_1


“Hah, aku baru tahu. Jadi begitu ya? Aku tidak mengerti tetapi aku merasa senang jika tidak ada bahan yang membuatku mual!”


“Ya... ya....!”


__ADS_2