
“Eriska bilang kamu ditahan Aksara, jadi kami datang untuk membebaskan mu”ucap Aira
“Kata bebas itu bukan untukku tetapi untuk Eriska. Sebenarnya Eriska yang bersama kalian adalah Erista. Dia anak dari Emelia, selir ayah. Eriska adalah anak angkat ayah yang mendapatkan tahta jika Amora tewas, lalu diriku. Tapi aku rasa membangunkan kakakku lebih baik agar dia tahu kejadian saat ini sangat penting dibanding tidur!."
“Baiklah, adikku benar. Aku akan kembali ke kastil”
“Kakak pembicaraan kita belum selesai!”bentak Aresha
“Ya belum selesai ketika kepalaku dipenuhi oleh ingatan yang tak jelas. Jadi hilangkan segera sebelum aku memisahkan kalian berdua!”
Aresha pun cepat menyusul begitu juga yang lainnya, sambil berjalan Aresha mencoba merubah ucapan kakaknya.
“Ayolah kakak jangan begitu, aku akan menghapusnya. Tapi jangan pisahkan kami!”
“Hem, Aira bagaimana?”
“Ia mencintai Eriska”
“Lalu apa diam saja ketika Eriska seperti itu?”
“Ya….”
Kami kembali ke kastil dan membicarakan tentang pembebasakan Eriska lagi. Adikku benar-benar tahu banyak tentang kerajaannya.
Sementara aku calon ratu hanya diam saja. Aku tahu ayah membuat keputusan yang benar saat selir ingin menguasi kerajaan.
***
__ADS_1
Sore hari kami bergegas pergi ke kerajaan sihir dengan menaiki beberapa ekor kuda. Aresha bersama Tagao, Aira sendiri, Eddera sendiri dan aku bersama Aksara. Ya harus menerima berkuda bersama Aksara karena aku tak bisa berkuda. Tapi aku sangat membenci pria ini karena hal lain.
Entah kenapa Aksara memperlambat kudanya dan membiarkan tertinggal jauh.
“Ada apa? Apa kudanya kelelahan?”
“Tidak, hanya ada sesuatu yang ingin aku bicarakan denganmu”
“Di saat seperti ini kamu mulai membicarakan hal penting padaku? Hah, baiklah akan kudengarkan”
“Apa kamu mencintaiku?”
“Pertanyaan aneh, aku tak akan mau menjawabnya meski kuda ini semakin pelan dan berjalan lalu kita tertinggal”
“Apa aku telah menyakiti perasaanmu hingga kamu tak menerimaku?”
Tiba-tiba Aksara meletakan kepalanya di pundak ku, ia seperti ingin aku mengingat dan merasakan apa yang ia rasakan saat ini.
“Aku tak bisa terus begini membiarkanmu sendirian, dijahili orang-orang sombong dan sok cantik!”
“Akan kujawab jika kamu mempercepat langkah kita dan mendahului mereka di depan”
Aksara mulai mempercepat kuda, ia seperti bersemangat kembali dan aku harus berpegang erat di kuda jika tak mau jauh.
Perjalanan Aresha dan yang lain di cegat oleh Eriska dan pasukannya. Eriska pun membawa
Eriska yang asli. Kuda terhenti tak jauh dari keberadaan Eriska dan pasukannya.
__ADS_1
Eriska mulai mengubah dirinya menjadi Erista. Itulah yang sebenarnya, Eriska yang jahat itu adalah Erista. Aresha dan yang lainnya segera turun dari kuda.
Erista tersenyum manis, “ Mau kemana Aresha? Aku pikir urusan kita belum selesai?”
Aresha hanya tersenyum manis, “ Aku datang untuk menjemput adikku!”
“Benarkah? Tapi aku yakin kau datang tak hanya untuk menyaksikan kematian adikmu ini kan?”
“Ya tentu saja tidak, aku datang juga untuk menyerahkan tahtaku padamu!”
“Hem, menarik sekali! Bagaimana caranya kamu menyerahkan tahtamu padaku? Menghabisi kalian semua? Tentu saja aku dengan senang hati melakukan itu untuk tahta yang seharusnya menjadi milikku!”
“Tidak, kau tak perlu menghabisi kami semua. Kau hanya perlu membebaskan Eriska, dan kamu akan mendapatkan tahtamu!”
“Heh, aku pikir aku bodoh! Tahta itu tak mudah di gantikan seperti kerajaan vampir, wolf bahkan manusia sekali pun. Aturan yang dibuat ayah akan terus berjalan dan hanya satu cara untuk mempercepat perubahan ya salah satunya adalah membunuhmu dan Eriska”
“Eriska, bebaskan saudaramu! Ia tak bersalah, kau bisa mendapatkan tahtamu kembali tapi tak begitu caranya”ucap Aira
“Heh, wolf. Wolf yang lemah, kau pikir selama ini aku memberikan bantuan pada kalian? Hah, sebenarnya aku hanya ingin kalian menghabisi Emelia dan Yoong. Dengan begitu aku hanya perlu menghabisi Eriska dan Aresha. Maaf Aresha, aku telah menghabisi nyawa kakakmu lebih dulu. Kupikir dengan begitu rencana akan berjalan lebih baik”,
Tiba-tiba Erista melemparkan pisau tajam ke depan, hampir saja pisau itu mengenai wajah
Aresha tapi nampaknya Aresha dapat menghindari serangan Erista. Pisau itu terbang lurus ke depan hingga membuat Aksara menghentikan lari kuda dan menggunakan sihirnya agar pisau itu berbelok. Pisau terbang itu tertancap di batang pohon besar.
Aku kembali melihat ke pohon dengan pisau tertancap di batangnya, aku beruntung Aksara melindungi ku. Aku kembali melihat ke depan, tak jauh dari keberadaan kami berdua ada Erista menghalangi jalan kami. Ia nampak telah kehabisan kesabaran untuk merebut tahta itu. Aku dan Aksara turun dari kuda, lalu berjalan mendekati Aresha dan yang lainnya.
Ada banyak pasaukan Erista disini, mereka seperti tak sabar menghabisi kami semua. Erista yang mencurigai diriku yang mirip dengan Aresha, karena aku masih mengenakan jubah. Tanpa basa basi pertengkaran terjadi, Erista memerintahkan pasukannya untuk menyerang kami semua. Erista turun tangan sendiri untuk menghabisi Aresha. Eriska dijaga oleh tangan kanan Erista segera melawannya hingga ia terbebas. Kemudian Eriska membantu kami melawan pasukan Erista.
__ADS_1
Aku yang mendapat serangan dari pasukan Erista hanya bisa berlindung di belakang Aksara. Aksara mencoba untuk membuatku terus aman di belakang dirinya, sementara dirinya melawan pasukan Erista dengan sihir. Saat melindung aku melihat Aresha hampir dihabisi oleh Erista, secepatnya diriku mengambil pedang di tanah untuk menyerang Erista. Tapi Erista dengan cepat menyerang ku. Ia benar-benar ingin menghabisi Aresha Tubuhku terlempar ke tanah, lalu aku bangkit kembali. Tagao yang melihat itu segera menyerang Erista. Tagao berhasil membuat Erista menjauh dari Aresha.