
Lalu aku dan Xia pergi ke ruang pengawas ujian ability magie. Berjalan beriringan bersama Xia hingga menuju ruang pengawas ujian ability magie. Kedatangan kami di sambut oleh anggota pengawas ujian ability magie. Ya aku melihat beberapa pengawas Akademi Yexiao, bukan guru melainkan anak – anak sepertiku yang juga belajar di tempat ini.
“Xia, dimana orang yang bisa membantu kita?” tanyaku padanya.
Xia pun menjawab, “Mereka, mereka anggota keamanan tempat ini. Mereka pengawas tempat ini yang diberikan tugas untuk mengurus ujian ability magie!”
Setelah Xia mengatakan itu, aku pun mengerti. Xia mendekati meja dimana seorang perempuan duduk di kursi dengan beberapa lembar kertas di atas mejanya. Aku pun menyusul Xia, berdiri di sampingnya sembari memperhatikan seisi ruangan ini.
“Selamat malam nona, aku dan temanku ingin mendaftar ujian ability magie. Masih buka kan?”
Seorang perempuan di depan Xia tersenyum manis, ia membuka lembaran buku dan menjawab “Ya tentu, siapa namamu dan temanmu?”
“Namaku Xia, dan dia Aresha!”
Perempuan itu mulai menulis nama kami di daftar ujian ability magie. Aku pun melihat perempuan itu, ia menulis sembari memperhatikan diriku. Tidak lama kemudian seorang perempuan datang.
“Gisel!” panggilnya dengan suara keras, namun ia terhenti berucap ketika melihat dua orang perempuan telah ada di depan temannya, Gisel. Ia pun mendekati Gisel, dan terkejut begitu melihat salah satu dari dua orang itu mirip dengan Violin.
“Gisel, siapa dia?”
Gisel berhenti menulis, ia pun berucap pada kami berdua.
“Jadi namamu Aresha?” tanya Gisel padaku.
“Ya namaku Aresha”
“Kamu murid baru itu kan?”
__ADS_1
“Ya benar”
“Apa kamu memiliki seni bela diri yang baik? Aku harap kamu mulai dari sekarang mempersiapkan dirimu untuk ujian ability magie ini”
“Ya tentu, aku sudah mempersiapkan diriku sebelum ke akademi ini. Terima kasih atas perhatiannya, Gisel!”
“Ya sama- sama”
“Kalian berdua sudah terdaftar, jadi kalian hanya perlu menunggu waktunya. Ya seperti biasa, sebelum ujian ability magie di mulai seseorang yang mengikuti ujian itu akan di panggil”
“Ya, kalau begitu terima kasih. Kami permisi dulu!” ucap Xia mengakhiri.
“Ya!”
Aku dan Xia pun segera keluar dari tempat ini, kami berdua pergi dari tempat ini.
Hani terus memperhatikan kepergian gadis yang mirip dengan Violin itu, ia baru berhenti memperhatikannya begitu tak terlihat lagi. Lalu Hani berucap, “Dia mirip dengan Violin ya? Siapa namanya tadi?”
“Oh gadis itu, namanya Aresha. Dia memang mirip dengan Violin! Kamu ingatkan dia yang pernah kita sapa di waktu datang kemari yang kita pikir dia adalah Violin!”
“Ah ya aku masih ingat, jadi namanya Aresha. Apa dia mendaftar ujian ability magie?”
“Ya tentu, memang kenapa? Apa ada masalah dengannya?”
“Tidak, aku tidak punya masalah. Ah iya, apa kamu mau makan sesuatu hari ini? Kita pesan makanan ya? Aku lapar!” keluhnya.
“Ah ya benar juga, mau makan steak dan minuman segar. Ayo kita pergi?”
__ADS_1
“Yeee... asik!” teriaknya mengiri seluruh ruangan.
Saat itulah anggota pengawas lainnya datang, Hani dan Gisel pun segera bicara padanya. Memintanya menjaga tempat ini sementara mereka berdua pergi mencari makanan. Keduanya pergi dengan penuh perasaan senang. Berjalan bersamaan keluar Akademi Yexiao.
“Ah, sudah lama tidak jalan- jalan seperti ini. Apa suatu saat nanti kita bisa jalan- jalan bersama yang lainnya?”
Saat itulah anggota pengawas lainnya datang, Hani dan Gisel pun segera bicara padanya. Memintanya menjaga tempat ini sementara mereka berdua pergi mencari makanan. Keduanya pergi dengan penuh perasaan senang. Berjalan bersamaan keluar Akademi Yexiao.
“Ah, sudah lama tidak jalan- jalan seperti ini. Apa suatu saat nanti kita bisa jalan- jalan bersama yang lainnya?”
“Ya mungkin saja ya, tentu saja kenapa tidak?”
“Uh, tapi Violin! Kenapa dia tidak ikut bersama kita?”
“Oh, dia mungkin sedang sibuk. Dia pasti sedang belajar kan?”
“Ah iya benar, tapi semejak Violin bersama Roman. Violin berubah, dia kenapa ya? Dia tidak pernah menghabiskan waktu bersama kita, ya tepatnya setelah lulus sekolah!”
“Uh, kamu mengkhawatirkannya ya? Dia pasti baik- baik saja!”
“Ya, aku harap begitu!”
Keduanya pergi meninggalkan Akademi Yexiao berjalan kaki menuju sebuah cafe terdekat tempat ini. Mereka berjalan dengan kekuatan mereka layaknya seorang vampir, hingga sejauh apapun tempat itu akan tetap terasa dekat. Dua gadis vampir yang berpenampilan layaknya gadis biasa dengan senyum yang ramah namun akan berubah menjadi gadis yang mengerikan jika ada yang berani mengganggunya.
Sebelum itu keberadaan Aresha dan Xia.
“Gisel!” panggilnya dengan suara keras, namun ia terhenti berucap ketika melihat dua orang perempuan telah ada di depan temannya, Gisel. Ia pun mendekati Gisel, dan terkejut begitu melihat salah satu dari dua orang itu mirip dengan Violin.
__ADS_1
“Gisel, siapa dia?”