
Ketiga sahabatnya yang melihat Yunba dalam bahaya, mereka segera datang menyelamatkan Yunba.
“Yunba!” teriak mereka sembari mendekati dan menyelamarkan Yunba dari serangan anak panah.
Melihat Yunba terluka, dan dalam kondisi yang lemah. Ketiga temannya tampak tidak menerima hasil pertandingan ini. Lalu secara bersamaan ketiga menyerang diriku. Mereka mengeluarkan kemampuan pengendalian yang mereka kuasi, dan saling melindungi satu sama lain.
Aku yang melihat itu hanya tersenyum sinis, dan berucap “Jadi pada akhirnya tetap menyerang secara bersamaan ya? Wah hebat sekali!”
Salah satu teman Yunba, pengendali tanah menjawab “Hah, kali kami akan menyerangmu tanpa menyisakan celah sedikit pun untukmu!”
“Oh begitu, silahkan!” jawabku tersenyum sinis.
Dua gadis dengan pengendalian udara dan vampir segera menyerangku. Pengendali udara membuat serangan tak terlihat, membuat angin setajam mata pedang. Sementara gadis vampir itu mulai memanggil kekawanannya, ya dia memanggil kelelawar untuk menyerangku.
Suara kelelewar mengeluarkan suara ultrasonik yang berisik itu membuat telingaku sakit, aku pun menutupi kedua telingaku dengan kedua tanganku. Saat itulah, pengendali angin menyerangku. Dengan angin yang di kendalikannya, ia menyerangku dengan serangan satu arah.
__ADS_1
Angin mengindari diriku bersama puluhan kelelawar, angin di sekitarku pun semakin kurasakan. Saat menutupi telingaku itu lah pengendali angin menyerangku, aku menyadari akan serangan anak panah tetapi sudah terlambat. Beberapa anak panah mengenai diriku, melukai kedua lenganku dan dua kakiku. Kulitku terluka dan darah segar mengalir keluar. Rasa sakit pun menjalar keseluruh tubuhku. Aku segera membuka telingaku, dan masih terdengar suara kelelawar yang mengeluarkan suara ultrasonik merusak telinga ini.
Serangan mereka membuatku kesal, tetapi aku harus tetap tenang. Aku pun secepatnya mengendalikan tanah. Membuat menghalang di sekitarku hingga suara kebisikan itu tidak bisa membuat teligaku sakit begitu juga dengan angin. Kini aku di kelilingi oleh tanah yang menjulang tinggi di sekitarku, dan aku membuat langit-langit dari tanah hingga diriku terkurung.
Ke empat gadis itu melihat perlindungan yang di lakukan, gadis pengendali tanah pun tersenyum. Lalu ia melangkah maju dan menyerang Aresha dengan pengendaliannya.
Aku yang berada di pelindungan tanah menjulang tinggi ini, merasakan ada getaran di tanah. Aku pun secepatnya melangkah mundur, membuka tanah yang melindungi diriku sedikit dan keluar. Tanah yang terbentuk seperti goa ini, melindungiku dari penglihatan ke empat gadis.
Tidak lama kemudian, benar saja seperti dugaanku. Perlindungan yang kubuat hancur seperti meremas kertas lalu kembali di telan oleh bumi. Ya di buat lenyap. Secara bersamaan, aku membuat angin yang mengintari tempat ini bersama kelelawar yang terus- terusan mengeluarkan bunya suara ultrasonik menjadi senjata dan membunuh semua kelelawar itu secepat kilat. Ya semua kelelawar itu pada akhirnya berjatuhan ke tanah. Semuanya telah mati tanpa tersisa.
Bersamaan dengan lenyapnya pelindung yang kubuat, ke empat gadis di buat kagat melihat kelelawar yang di kendalikan oleh temannya itu berjatuhan ke tanah. Seiring itu juga, tak ada penghalang lagi di antara kami. Semuanya telah terlihat jelas.
“Syuttt!”
Tangannya berada di leherku, ia mencekik diriku dan aku buat tak bisa bernapas. Aku pun mencoba menarik napas panjang dan menghembuskannya pelan- pelan.
__ADS_1
“Kau akan mati, gadis sialan!” ucapnya penuh rasa percaya diri yang tinggi.
Aku hanya tersenyum manis, dan menjawab “Bunuh aku selagi bisa, atau kamu akan mendapatkan hal yang sama seperti Yunba!”
“Hah, rupayanya kamu punya rasa percaya diri yang tinggi ya? Jangan pikir aku akan memaafkan dan membebaskanmu begitu saja. Aku bukan seperti mereka!”
Aku tidak menjawabnya, kugunakan tanganku yang masih bisa bergerak. Kukendalikan angin dan air untuk melukai tangannya yang memegang leherku.
“Syuttt!!”
Seretan tajam mengenai tangan gadis ini, dan ia mengaduh kesakitan lalu melepaskanku. Begitu bebas, secepatnya diriku mengunci ke dua kakinya dengan elemen tanah. Kakinya tidak bisa bergerak dan terjebak tanah yang kukendalikan.
Mereka yang melihat temannya terkunci tidak bisa bergerak, secepatnya menyerang dan pengendali tanah berusaha membebaskan temannya. Tidak ada cara lain selain membuat dinding dari tanah secara bertubi- tubi untuk menghalau angin. Ya angin tidak akan mudah mengures tanah yang berdiri secara bertubi- tubi. Dalam selempatan ini pula, aku membuat gadis vampir ini jatuh pingsan dengan melenyapkan sarafnya.
Kedua temannya yang masih bisa menyerang diriku, melihat temannya jatuh pingsan dan tubuhnya mulai diselimuti oleh tanah pun marah. Mereka menyerang secara bersamaan.
__ADS_1
Yang tersisa adalah elemen tanah dan angin. Yang kuhadapai adalah kedua gadis yang memiliki dasar elemen di dunia sihir. Maka dari itu aku menggunakan kekuatanku sebagai pengendali air. Ya aku mengendalikan tubuh mereka, sebagai pengendali darah yang sebenarnya pengendalian ini bisa di lakukan oleh pengendali air hanya saja ia harus bertahun- tahun untuk bisa mengendalikan tubuh seseorang.
Mereka berdua kudapatkan dan tidak bisa bergerak. Aku pun mengendalikan pengendali tanah untuk menyerang temannya sendiri, sementara temannya pengendali angin kubiarkan diam membisu dan ia terjebak oleh pengendalian temannya sendiri.