Bride Of Vampire: The Revenge

Bride Of Vampire: The Revenge
Episode 250


__ADS_3

“Ya, jika kamu mengijinkan. Aku akan mencari tahu tentang gadis itu untukmu, tapi aku tidak bisa menjamin kamu akan jadian dengannya. Ya lagi pula kamu adalah penguasa kegelapan, dan kamu tahu artinya kan? Itu menakutkan untuka para gadis!”


Seketika itu Ethan langsung kesal dengan Zanko, “Apa maksudmu? Aku tidak buruk rupa!” ucap Ethan sembari mengangkat kerah baju Zanko hingga Zanko tak bisa bergerak dibuatnya. Ethan pun menatap Zanko dengan mata hitam semerah darah. Itu adalah tatapan penguasa kegelapan yang mengerikan.


“Hahaha.... bercanda kok! Jangan khawatir aku pasti akan membantumu”


Ethan pun menghentikan tatapannya, ia menurunkan tubuh Zanko. Zanko pun merapikan pakaiannya yang tidak rapi lagi. Ia hanya memasang senyum di wajahnya.


Ethan diam saja, ia tidak lagi melihat Aresha dan tidak tahu kemana gadis itu pergi. Ethan pun kembali ke kursinya sebagai ketua klan penguasa kegelapan.


Sementara itu keberadaan Micy dan Yunba. Mereka berdua telah menyelesaikan ujian ability magie tahap pertama, begitu juga dengan Vera dan Ninga. Mereka berempat menyelesaikan ujian ability magie dengan baik. Ke empat gadis itu saling mengirim pesan singkat lewat handphone.


Yunba, “Bagaimana rencanaku? Hebat kan?”


Micy, “Ya hebat. Aku rasa gadis itu akan kena eliminasi sekarang. Hah, dia memang payah dan bodoh!”

__ADS_1


Vera, “ Aku tidak akan memaafkan perbuatan gadis itu pada kita. Aku akan membuatnya lebih menderita. Saat ujian ability magie tahap kedua, adu kekuatan. Kita tidak boleh kalah hingga kita melawan gadis itu. Aku akan berusaha mengubah daftarnya, dan membuat gadis itu melawan kita berempat. Jangan berikan dia kesempatan menyerang sedikit pun, berikaN dia pelajaran yang akan dia ingat seumur hidupnya!.”


Ninga, “Ya, aku setuju denganmu. Aku tidak akan memberikan dia kesempatan menyerang sedikit pun. Aku akan menjatuhkannya dan membuat mati di sini!.”


Micy, “Itu tidak perlu Ninga, kita hanya perlu membuatnya koma seumur hidupnya itu sudah cukup. Dia akan mengingat kejadian ini seumur hidupnya, tapi jika membunuhnya itu tidak akan membuat dirinya mengingat kita.”


Ninga, “Oh benarkah? Ya baiklah, tidak masalah jika hanya membuatnya koma saja.”


Vera, “Lalu bagaimana dengan Xia? Gadis itu tampak terlihat lebih kuat sekarang. Aku baru menyadari jika ia putri dari ketua klan pengendali air.”


Micy, “Mungkinkah Xia itu adalah anak angkat? Atau anak tiri?”


Yunba, “Entahlah, nanti akan kucari tahu tentang silsilah keluarga utama ini. Jika aku sudah mengetahui siapa Xia, jika dia adalah anak tiri. Maka aku tidak akan segan mengusirnya dari akademi ini.”


Ujian ability magie pun terus berlanjut, perlahan- lahan semua orang telah menunjukan kemampuan mereka di Akademi Yexiao ini, pada ujian ability magie kali ini. Tak pernah ada yang menyadari dua kristal itu telah hilang kecuali para petinggi dan pemimpin klan.

__ADS_1


Suasana pertandingan dibuat senyaman mungkin tanpa keraguan, hal ini bertujuan untuk tidak ada yang mengetahui lebih jauh atas kehilangan dua kristal itu. Hingga malam semakin larut, dan perlahan- lahan rembulan pergi meninggalkan kami semua. Telah tiba waktunya sang arunika kembali ke tahtanya.


Ujian ability magie tahap pertama pun telah selesai, semua orang di bubarkan. Angin pagi berembus dingin bersama embun yang sejuk.


Sejak diriku menjadi terrendah dalam ujian ability magie, aku sedikit mengasingkan diri. Sudah pasti aku akan mengalami hal yang sama seperti Xia, ya yakni di rendahkan. Tetapi bukan hanya karna alasan ini saja, aku pergi untuk mengurus sesuatu yang lebih penting tadi. Ya, kehadiran Zanko sangat berguna bagiku untuk membuat Ethan tak lagi mendekat.


Aku berdiri disini, di ruang aula utama. Ruang aula yang digunakan sebagai jalan satu- satunya untuk kembali ke dunia nyata. Aku menunggu Xia disini, dan ingin mengucapkan selamat padanya.


Gadis yang aku tunggu- tunggu pun terlihat, dia berjalan bersama seorang pria paruh baya yang tak lain adalah ketua klan pengendali air dan seorang pria muda serta Eun.


Saat mereka semua mendekat, aku pun menyapa Xia. “Xia, selamat pagi. Aku mau mengucapkan selamat padamu. Selamat ya, kamu berhasil menjadi yang terbaik” ucapku sembari tersenyum.


Tetapi senyumku berubah menjadi wajah yang datar begitu melihat pria paruh baya yang memasang ekspresi tak suka padaku. Xia pun melihat ke arah pria paruh baya itu dan membuat dirinya tertunduk. Xia diam membisu, lalu ia menarik tanganku pergi menjauh dari mereka.


“Aresha, maaf. Persahabatan kita sampai disini saja, kamu membawa pengaruh buruk bagiku!” ucap Xia mengakhiri persahabatan kami berdua. Lalu ia pergi meninggalkanku, ia kembali pada mereka dan pergi bersama mereka.

__ADS_1


__ADS_2