Bride Of Vampire: The Revenge

Bride Of Vampire: The Revenge
Episode 77 Anggur Biru


__ADS_3

Wilayah manusia, Raja


Affesta sedang disibukan dengan hari hukuman Yuza. Seorang penjahat dari negeri


sihir yang kejam dan sadis. Raja Affesta menyimpan kebenaran dan menyebarkan kebohongan


pada rakyatnya.


            Dalam sel tahanan, Yuza duduk termenung. Pengawal


kerajaan mengajaga ketat tempat itu. Tak seorang pun di perbolehkan masuk


kecuali keluarganya. “ Jika ada keluarganya dari negeri sihir datang, cepat


bunuh mereka.” perintah Raja Affesta.


            Seorang perempuan memakai kerudung kecoklatan dengan


keranjang kosong di tangannya berjalan mendekati penjaga sel tahanan tempat di


mana Yuza di tahan. “ Tolong izinkan saya bertemu dengan Raja!” ucapku. Dua


pengawal dari belakangku menghentikan langkahnya sekejab setelah mendengar


ucapannya. Mereka berpikir aku adalah keluarga Yuza. Dua penjaga di depanku dan


salah satu dari mereka bertanya “ Kamu siapa? Ada perlu apa bertemu dengan Raja


Affesta? Apa kamu keluarga Yuza?”.


             “ Bukan, saya


hanya manusia biasa dari hutan Argon. Saya tinggal disana, jika ingin


berkunjung silahkan saja. Saya ingin meminta izin pada Raja Affesta untuk


melihat Yuza terakhir kalianya”jawabku.


            “ Kalau begitu ikutlah denganku bertemu dengan Raja


Affesta” katanya. Kemudian aku mengikuti pengawal tersebut, dia mengantarkanku


ke taman belakang istana tepat dimana Raja Affesta sedang duduk melihat


pemandangan taman yang indah.


            Pengawal membungkukan badannya dan berucap “ Hormat yang


mulia, hamba membawa seorang perempuan yang ingin bertemu dengan yang mulia!”.


            “ Perkenalkan namamu?” ucap Raja Affesta padaku.


            “ Namaku, Aresha tuan. Saya dari hutan Argon. Saya datang


untuk melihat Yuza dan memberinya anggur” jawabku.


            Pengawal berdiri dan melihat tangan tuannya mengangkat ke


atas. Pengawal itu pergi meninggalkanku. Sekarang hanya ada aku dan Raja


Affesta.


            “ Kamu siapa Yuza? Keluarga Yuza!” ucap Raja Affesta.


            “ Bukan, saya hanya ingin melihat Yuza yang banyak di


bicarakan orang-orang dan untuk terakhir kalinya saya ingin memberinya sebiji


anggur ini” jawabku sambil memperlihatkan anggur kecil di tanganku.


            “ Kalau begitu ikut lah denganku!” ajak Raja Affesta.


            Aku dan dia berjalan menuju ruang tahanan. Kulihat Yuza


duduk termenung dan melihat ke arah kami berdua.


            “ Silahkan bicara berdua dan setelah ini menghadapkulah”


Raja Affesta meninggalkanku sendirian. Pengawal kerajaan yang ada di dalam sel


tahanan ini juga pergi meninggalkan kami.


            “ Yuza, mendekatlah. Ada sesuatu yang ingin kuberikan


padamu” ucapku.


            Yuza melihatku, dan mendekat, lalu berucap “ Bunuh saja


aku, bukankah itu yang kalian ingin kan? Memusuhi dan bunuh ratu kami, kalian


semua pembohong dan penghianat”.


            “ Yuza, aku Aresha. Aku datang untuk memberi anggur


padamu. Ikutlah denganku sekarang, nanti akan kujelaskan setelah semua ini


selesai” jawabku sambil memberikan anggur biru padanya.


            “ Aresha! Kau masih hidup? Aresha…” ucapnya.


            “ Keluarlah dari sel ini, sekarang!” jawabku. Dengan


sihirnya dia keluar dari sel tahanan tanpa menghancurkan sel tahanan. Kemudian


anggur itu kulempar di dalam sel dan berubah menjadi sosok Yuza.


            “ Katakan ucapan terakhir, permohonan saat mati!” ucapku.


            “ Aku akan membalas perbuatan kalian semua, dan sampai


aku mati pun!”ucap Yuza. Setelah itu aku mengubah Yuza dengan sihir menjadi


anggur biru.


            Tak lama kemudian Raja Affesta datang kembali. Dirinya


melihat Yuza duduk termenung. Dan aku berpura-pura menangis.


            “ Apa dia menyakitimu?” tanya Raja Affesta.


            “ Ya dia sungguh menyakitiku, dia menolak pemberianku.


Dia bilang manusia itu bagaikan tikus kecil, dia menghinaku.”


            Raja Affesta  mendekatiku dengan sangat dekat dan berucap “ Sudahlah jangan bersedih,


ada aku yang akan selalu bersamamu”.


            Tersenyum dan berucap “ Terima kasih banyak tuan, aku


senang kamu dekat denganku!”.


            Kemudian aku dan dia pergi meninggalkannya. Anggur biru


itu telah ada digenggamanku. Entah apa yang ada diotaknya tetapi hari ini


nampak aku sangat beruntung bisa duduk di sampingnya saat acara hukuman mati


Yuza.


            “ Tuan, mengapa Anda tidak memberi saya tempat duduk di


antara penonton saja? Bukankah di sini istri Anda?” tanyaku.


            “ Istri dan anakku tidak kuperbolehkan kemari sebab ini


adalah kematian. Akan lebih menyenangkan jika mereka melihat kebahagian saja.


Dan kamu adalah orang yang akan mengantikan dirinya di sini. Dirimu sangat


cantik!”


            “ Terima kasih sudah memberiku tempat duduk yang layak


ini”


            Saling tersenyum dan menyaksikan Yuza di bawa


ketengah-tengah penonton. Detik-detik kematian Yuza dengan hukuman di pancung. “


Sebutan permohonanmu di depan kami semua, agar kamu mati dengan terhormat” ucap


seseorang yang akan menarik tali gantungnya. “Aku akan membalas perbuatan


kalian semua, dan sampai aku mati pun!”ucap Yuza. Kemudian Yuza menjalani


hukuman matinya.


            Setelah selesai aku cepat berdiri, Raja Affesta berucap “


Mau pergi kemana? Ingin aku antar?”.


            “ Tidak, kurasa tuan tak pantas bersama perempuan


rendahan ini!”


            “ Itu tidak benar, tak akan ada seorang pun berani


menyentuhmu kecuali aku”


            “ Ikutlah denganku, aku akan pergi sebentar ke hutan


Argon”


            Aku dan Raja Affesta pergi ke hutan Argon dengan menaiki


kuda. Aku berada di depan sedangkan dirinya ada di belakang. Layaknya seorang

__ADS_1


putri dengan sang pangeran menjelajahi hutan Argon. Hutan di mana istanaku


berdiri secara tak terlihat. Hutan yang sunyi dan suara burung berkicau.


            “ Hentikan kudanya, tuan!” perintahku.


            Kuda berhenti, Raja Affesta dan diriku turun.


            “ Terima kasih sudah mengantarku, tuan”


            “ Sama-sama”


            “ Apa imbalannya? Katakan saja padaku, aku yakin kamu


menginginkan itu!”


            “ Aku ingin kau menjadi pemaisuriku! Akan kuberikan apa


saja untukmu”


            “ Aku akan menunggumu di hotel, tak jauh dari istanamu.


Datanglah nanti malam”


            Dia tersenyum, mencium tanganku dan pergi. Burung elang


terbang mengikuti Raja Affesta dari belakang.


            Tanganku mengarah ke depan, tempat kosong di hutan ini


berubah menjadi sebuah rumah kecil. Langkah kaki masuk ke rumah dan melemparkan


anggur biru ke lantai. Sekejab anggur biru berubah menjadi Yuza.


            “ Dia ingin aku menjadi pemaisurinya, sepertinya akan


lebih baik jika kita mengambil ramuan awet muda dan menuangkannya ke tanah. Dia


akan kehilangan segalanya, mau berkencan denganku?” ucapku tersenyum.


            “ Terima kasih Ratu Aresha, izinkan aku membantumu untuk


membalaskan dendam kerajaan”jawab Yuza.


            “ Malam ini aku akan menginap di hotel terbaik di bagaian


wilayahnya, datanglah ke istana mengambil ramuannya. Tapi waktu yang lama akan


membuat dua anaknya tumbuh dewasa, kuharap kamu berhati-hati. Hanya mengambil


ramuannya dan dia akan menjadi tua, lalu mati tak berdaya. Selanjutnya mereka


yang akan meneruskan tahta. Kita pergi meninggalkan mereka dan perlahan-lahan


di kala waktu kirimkan hadiah kecil. Sengsarakan mereka dan buat mereka tak


berdaya”.


            “ Baik yang mulia”.


            Yuza keluar dari rumah ini dan pergi menjalankan


perintah. Tak lama kepergian Yuza, aku pergi meninggalkan tempat ini dan


membakar rumahku sendiri.


            Pangeran Tagao yang sedang berjalan-jalan dengan kuda


kesayangannya tak sengaja melihat kebakaran itu. Dia pun menghampirinya, tak


ada seorang pun di sana. Lenyap, asap dan debu berterbangan. Kakiku melangkah


berjalan mendekati rumahku, dan menangis.


            “ Apa yang terjadi pada rumahku? Apa kau yang


membakarnya? Aku harus tinggal dimana? Tak ada siapapun yang aku punya”


            Pangeran Tago berpaling dan melihat seorang perempuan


cantik memakai kerudung kecoklatan, lalu berucap “ Bukan aku yang melakukannya,


aku baru saja tiba di sini. Tadi aku melihat asap jadi aku cepat kemari”


            “ Tak apa, aku tau apa salahku. Mungkin saja saat aku meninggalkan


rumah ini, api tengku belum padam hingga membakar rumah ini juga”


            Dia berjalan mendekatiku, tersenyum dan memegang pundakku,


lalu dia berkata “ Tinggallah sementara di istanaku, ayahku pasti


mengizinkannya. Ayahku Raja Affesta, dia sangat baik”


            “ Terima kasih, siapa namamu?”


            “ Tagao, pangeran Tagao. Putra pertama Raja Affesta yang


akan menjadi raja kelak”


            Kemudian Tagao naik ke punggung kuda, begitu juga dengan


diriku.


            “ Berpegangan erat lah” ucap Tagao menarik kedua tangaku


hingga memeluk dirinya. Kupeluk dirinya dengan erat.


            Sebelum tiba di istana aku memintanya untuk berhenti


sebentar.


            “ Kau baik-baik saja? Ayahku tak akan marah padamu!”


            “ Bukan itu masalahnya, akan lebih baik juga kau kenalkan


aku besok saja. Hari ini aku harus menemui adikku, dia ada di sini. Hanya malam


ini kami bersama, besok dia akan pergi lagi”


            “ Baiklah, aku akan menjemputmu besok pagi di sini”


            Dia pergi dengan kudanya. Tersenyumlah saat ini karena


rencanamu berjalan dengan sangat lancar.


Selanjutnya kucari hotel


yang terbaik di sini. Menemukannya dan masuk ke dalam hotel. Seorang pria


menyambutku dengan sangat ramah.


            “ Penginapan seperti apa yang Anda inginkan?”


            “ Aku akan mengadakan tamu dengan rajamu, jadi siapkan lah


hotel terbaik untukku. Kamar romantis dengan banyak bunga dan minuman yang


menyegarkan. Juga air mineral, dan jangan ganggu kami berdua dalam semalam”.


            “ Baik,….”


            “ Aresha”


            “ Baik, Aresha”.


***


            Malam yang sempurna dengan taburan bintang dan percikan


kegelapan. Keramain di desa ini sungguh menabjubkan. Kutunggu dirinya di sini,


dan tak lama kemudian dia masuk keruangan ini. Mendekatinya perlahan-lahan


menyambutnya sebagai suami. Kupegang kedua pundaknya dan berucap “ Berkencanlah


denganku!”.


            Dia tersenyum dan menarikku ke kasur yang penuh taburan


bunga mawar. Berbaring di atas tubuhnya. Tangannya menyentuh tubuhku dan


bermain. Bercumbu dengan kehangatan dan gairah. Bermain seperti serigala


kelaparan dan perlahan-lahan mengisap kemudaannya. Menjadi muda dan lebih muda.


Terus bermain dengan dirinya.


            Di pagi buta, didepan sebuah cermin. Kulihat dirinya


memandang cermin, dirinya menjadi tua renta. Dia menoleh kearahku. Kupejamkan


mataku sebelum dia melihatku terbangun. Dia pergi meninggalkanku tanpa sepatah


katapun. Aku langsung mengenakan pakaian dan menghilang.


            Sebelum menemui Tagao, aku pergi menemui Yuza. Dia sedang


menyama,  merubah dirinya menjadi orang


lain dengan sihir.


            “ Aku tak temukan ramuannya, aku gagal. Maafkan aku!”


            “ Tak apa, kau hanya perlu pergi menemui Tagao. Dan


katakan padanya bahwa ada seorang perempuan yang menunggunya di sini”.

__ADS_1


            “ Baik, Aresha”.


***


            Tak lama kemudian, Tagao terlihat dengan kudanya. Turun


dan mendekatiku.


            “ Aku telah bicara pada ayah, dia setuju untuk memberimu


tempat tinggal sementara di istana. Sementara ayahku mencarikan tempat tinggal


yang layak!”


            “ Terima kasih, Pangeran Tagao”


            “Panggil saja aku dengan nama Tagao. Ayo naik ke kuda,


kita pergi ke istana”.


            Di istana, Tagao memperkenalkanku pada ayahnya. Wajah


yang ayah menyimpan kemarahannya karena putranya telah berani menyentuh wanita


miliknya. Aku dan Tagao berjalan-jalan di taman istana. Berjalan memasuki


labirin istana. Berdua di sana mencari jalan keluar.


            “ Aku pernah kemari dan hafal sekali jalannya. Ayo ikuti


aku!”


            “ Ya, Tagao”


            Di tengah labirin, ada taman istana yang indah. Ya sangat


indah, hanya rumput hijau yang pendek ada di sana. Kubuat langit mendung saat


kami berdua duduk di sana dengan sihir. Dia tak mengetahuinya. Berbaring di


sampingnya dan saling memandang. Perlahan-lahan tanganku bermain ditubuhnya dan


berbaring di atas.


            “ Jangan bergerak, Pangeran Tagao. Atau kau aku bunuh!”


            Dia tertawa kecil, “ Lucu sekali ucapanmu,”. Dia memegang


tubuhku dan bermain. Bercumbu dengannya dengan kemesraan. Manis rasanya,


memegang wajahnya dan perlahan-lahan mengambil kemudaan dirinya sendikit. Aku


merasakan bahwa Raja Affesta sedang mengamati kami berdua yang sedang melakukan


hubungan di sini. Kucoba melakukan hal yang sama pada Pangeran Tagao seperti


Raja Affesta. Terendam dalam gairah, mereka benar-benar melakukannya. Pegangan


erat di setiap tubuhku dan cumbuan yang tak habis-habisnya. Memegang dadaku dan


mengoncangnya. Ah, sangat nikmat rasanya. Bergairah dengan Tagao, Pria tampan dan


juga pangeran. Terus bermanja-manja dengannya hingga tidur dengan lelap.


             Menjelang sore


barulah kami terbangun dan langsung memakai pakaian kami yang berserakan.


Melanjutkan perjalanan keluar dari labirin, kuhentikan langkahnya dan mencium


bibirnya sekali lagi. Dan kami pergi ke istana bersama.


            Entah


apa yang terjadi, Tagao memberiku sebuah pakaian seorang putri yang sangat


bagus dan juga seksi. Diriku juga ikut makan malam bersama keluarganya.


            “ Ayah, ibu. Aku akan segera menikah dengan Aresha!”


             Sang ayah mendapat


ledakan dan sembaran petir yang dahsyat begitu putranya mengatakan dia akan


menikah dengan perempuan yang juga ia cintai.


            “ Ibu akan merestuinya bila ayahmu juga”


            Saling menatap satu sama lain, dan keluarlah ucapan dari


mulut Raja Affesta “ Ayah menyetujuinya”


            Dengan sedikit bermain mata dengan  Raja Affesta dan tangan dengan Tagao saat


makan. Usai makan malam bersama, waktu malam kuhabiskan bersama Tagao kembali.


Bersama kekamarnya dan bercumbu kembali. Dengan gairah dimelepaskan semua


pakaianku. Dia lepaskan dirinya dengan beban. Kugunakan sihirku agar tak


seorang pun menganggu kami di malam ini.


            “ Lakukanlah sesukamu, ayo lakukan”


            Dia menggenggam dua dadaku, dia remas-remas diriku. Dia


permainkan aku seperti boneka dalam ranjangnya. Tidur menikmati deritanya.


            “ Ah, ah, ayo lakukan lah. Aku sangat mencintaimu, Tagao.


Ini sungguh nikmat. Akan kita lakukan lagi, sekali lagi Tagao. Kamu pangeran


hebatku, ah…ah…”


            Malam berhubungan  dan


menghisap kemudaanya. Yang tak pernah ia sadari bahwa dirinya lebih tua dari


yang seharunya. Usianya 25 tahun meniduri perempuan berusia 300 tahun. Ah…ah


malam yang sungguh nikmat.


            Raja Affesta mengintip kami berdua saat berhubungan dari


balik lobang pintu yang telah terkunci. Dia terbakar cemburu buta.


            Tengah malam, bisik-bisik kesunyian. Kulangkahkan kakiku


berjalan menuju Raja Affesta tanpa pakaian. Kulihat dirinya tertidur pulas


dengan sang istri. Kugunakan kekuatanku untuk membuat istrinya tak sadar.


Kubangunkan Raja Affesta. Dia melihat diriku tanpa pakaian tak berbicara


sepatah kata pun. Lalu dia membawaku pergi ke ruang rahasia di kamar ini. Ruang


bawah tanah. Dia membawaku berjalan menuju tempat tidur dan mendorongnya. Aku


tersenyum dan berucap “ Kemarilah sayang, ayo kemarilah. Lakukanlah, aku


inginkan tidur bersamammu”. Raja Affesta melepaskan pakaiannya dan mulai


membelai Aresha. Hubungan yang nikmat, terasa hangat di malam dan menghapus


cemburu buta. Diruangan itu lah aku melihat ramuan awet muda, dan tersenyum.


Merasakan remasannya yang begitu nikmat dan dia terus melakukannya.


            Ketika Raja Affesta dan Aresha tertidur, Aresha yang asli


muncul di ruangan itu. Melihat dua orang yang sedang tertidur pulas. Diriku cepat


mengambil ramuan awet muda dan membawanya keluar dari istana. Menuangkan seisi


ramuan awet muda ke tanah. Tanah meresapnya dan begitulah akhirnya. Kemudian


aku pergi bersama Yuza yang telah menungguku di gerbang desa.


            “ Aku mendapatkannya, sudah kubilang ini terlalu mudah.


Sekarang mungkin mereka akan menyalahkan diri mereka sendiri atau orang lain.


Cepat tua dan mati” ucapku.


             Kemudian aku dan


Yuza pergi meninggalkan mereka semua dan mencari kerajaan vampire dan peri.


Perempuan yang tidur dengan Pangeran Tagao dan Raja Affesta adalah anggur biru.


Kubakar rumah dan mengubah anggur biru menjadi diriku hingga Pangeran Tagao


menolongku. Di hotel, anggur biru beraksi dengan perintahku untuk tidur bersama


sang raja. Bersama sang pangeran, tidur di labirin dan kuperhatikan dari jauh


sang raja memperhatikan anggur biru yang begitu mengoda. Kembali membuat


cemburu buta Raja Affesta dan membuatnya terbuay kembali. Rencana itu sungguh


berhasil, Raja Affesta membawanya ke ruang rahasia. Aku mendapatkan apa yang


aku inginkan dan anggur biru terbangun setelah tidur dengan sang raja.


Mengambil pisau dan bunuh diri di tempat tidurnya. Wujudnya kembali menjadi


anggur biru, pisau menusuk ke anggur biru di tempat tidur sang raja.

__ADS_1


__ADS_2