
Wilayah manusia, Raja
Affesta sedang disibukan dengan hari hukuman Yuza. Seorang penjahat dari negeri
sihir yang kejam dan sadis. Raja Affesta menyimpan kebenaran dan menyebarkan kebohongan
pada rakyatnya.
Dalam sel tahanan, Yuza duduk termenung. Pengawal
kerajaan mengajaga ketat tempat itu. Tak seorang pun di perbolehkan masuk
kecuali keluarganya. “ Jika ada keluarganya dari negeri sihir datang, cepat
bunuh mereka.” perintah Raja Affesta.
Seorang perempuan memakai kerudung kecoklatan dengan
keranjang kosong di tangannya berjalan mendekati penjaga sel tahanan tempat di
mana Yuza di tahan. “ Tolong izinkan saya bertemu dengan Raja!” ucapku. Dua
pengawal dari belakangku menghentikan langkahnya sekejab setelah mendengar
ucapannya. Mereka berpikir aku adalah keluarga Yuza. Dua penjaga di depanku dan
salah satu dari mereka bertanya “ Kamu siapa? Ada perlu apa bertemu dengan Raja
Affesta? Apa kamu keluarga Yuza?”.
“ Bukan, saya
hanya manusia biasa dari hutan Argon. Saya tinggal disana, jika ingin
berkunjung silahkan saja. Saya ingin meminta izin pada Raja Affesta untuk
melihat Yuza terakhir kalianya”jawabku.
“ Kalau begitu ikutlah denganku bertemu dengan Raja
Affesta” katanya. Kemudian aku mengikuti pengawal tersebut, dia mengantarkanku
ke taman belakang istana tepat dimana Raja Affesta sedang duduk melihat
pemandangan taman yang indah.
Pengawal membungkukan badannya dan berucap “ Hormat yang
mulia, hamba membawa seorang perempuan yang ingin bertemu dengan yang mulia!”.
“ Perkenalkan namamu?” ucap Raja Affesta padaku.
“ Namaku, Aresha tuan. Saya dari hutan Argon. Saya datang
untuk melihat Yuza dan memberinya anggur” jawabku.
Pengawal berdiri dan melihat tangan tuannya mengangkat ke
atas. Pengawal itu pergi meninggalkanku. Sekarang hanya ada aku dan Raja
Affesta.
“ Kamu siapa Yuza? Keluarga Yuza!” ucap Raja Affesta.
“ Bukan, saya hanya ingin melihat Yuza yang banyak di
bicarakan orang-orang dan untuk terakhir kalinya saya ingin memberinya sebiji
anggur ini” jawabku sambil memperlihatkan anggur kecil di tanganku.
“ Kalau begitu ikut lah denganku!” ajak Raja Affesta.
Aku dan dia berjalan menuju ruang tahanan. Kulihat Yuza
duduk termenung dan melihat ke arah kami berdua.
“ Silahkan bicara berdua dan setelah ini menghadapkulah”
Raja Affesta meninggalkanku sendirian. Pengawal kerajaan yang ada di dalam sel
tahanan ini juga pergi meninggalkan kami.
“ Yuza, mendekatlah. Ada sesuatu yang ingin kuberikan
padamu” ucapku.
Yuza melihatku, dan mendekat, lalu berucap “ Bunuh saja
aku, bukankah itu yang kalian ingin kan? Memusuhi dan bunuh ratu kami, kalian
semua pembohong dan penghianat”.
“ Yuza, aku Aresha. Aku datang untuk memberi anggur
padamu. Ikutlah denganku sekarang, nanti akan kujelaskan setelah semua ini
selesai” jawabku sambil memberikan anggur biru padanya.
“ Aresha! Kau masih hidup? Aresha…” ucapnya.
“ Keluarlah dari sel ini, sekarang!” jawabku. Dengan
sihirnya dia keluar dari sel tahanan tanpa menghancurkan sel tahanan. Kemudian
anggur itu kulempar di dalam sel dan berubah menjadi sosok Yuza.
“ Katakan ucapan terakhir, permohonan saat mati!” ucapku.
“ Aku akan membalas perbuatan kalian semua, dan sampai
aku mati pun!”ucap Yuza. Setelah itu aku mengubah Yuza dengan sihir menjadi
anggur biru.
Tak lama kemudian Raja Affesta datang kembali. Dirinya
melihat Yuza duduk termenung. Dan aku berpura-pura menangis.
“ Apa dia menyakitimu?” tanya Raja Affesta.
“ Ya dia sungguh menyakitiku, dia menolak pemberianku.
Dia bilang manusia itu bagaikan tikus kecil, dia menghinaku.”
Raja Affesta mendekatiku dengan sangat dekat dan berucap “ Sudahlah jangan bersedih,
ada aku yang akan selalu bersamamu”.
Tersenyum dan berucap “ Terima kasih banyak tuan, aku
senang kamu dekat denganku!”.
Kemudian aku dan dia pergi meninggalkannya. Anggur biru
itu telah ada digenggamanku. Entah apa yang ada diotaknya tetapi hari ini
nampak aku sangat beruntung bisa duduk di sampingnya saat acara hukuman mati
Yuza.
“ Tuan, mengapa Anda tidak memberi saya tempat duduk di
antara penonton saja? Bukankah di sini istri Anda?” tanyaku.
“ Istri dan anakku tidak kuperbolehkan kemari sebab ini
adalah kematian. Akan lebih menyenangkan jika mereka melihat kebahagian saja.
Dan kamu adalah orang yang akan mengantikan dirinya di sini. Dirimu sangat
cantik!”
“ Terima kasih sudah memberiku tempat duduk yang layak
ini”
Saling tersenyum dan menyaksikan Yuza di bawa
ketengah-tengah penonton. Detik-detik kematian Yuza dengan hukuman di pancung. “
Sebutan permohonanmu di depan kami semua, agar kamu mati dengan terhormat” ucap
seseorang yang akan menarik tali gantungnya. “Aku akan membalas perbuatan
kalian semua, dan sampai aku mati pun!”ucap Yuza. Kemudian Yuza menjalani
hukuman matinya.
Setelah selesai aku cepat berdiri, Raja Affesta berucap “
Mau pergi kemana? Ingin aku antar?”.
“ Tidak, kurasa tuan tak pantas bersama perempuan
rendahan ini!”
“ Itu tidak benar, tak akan ada seorang pun berani
menyentuhmu kecuali aku”
“ Ikutlah denganku, aku akan pergi sebentar ke hutan
Argon”
Aku dan Raja Affesta pergi ke hutan Argon dengan menaiki
kuda. Aku berada di depan sedangkan dirinya ada di belakang. Layaknya seorang
__ADS_1
putri dengan sang pangeran menjelajahi hutan Argon. Hutan di mana istanaku
berdiri secara tak terlihat. Hutan yang sunyi dan suara burung berkicau.
“ Hentikan kudanya, tuan!” perintahku.
Kuda berhenti, Raja Affesta dan diriku turun.
“ Terima kasih sudah mengantarku, tuan”
“ Sama-sama”
“ Apa imbalannya? Katakan saja padaku, aku yakin kamu
menginginkan itu!”
“ Aku ingin kau menjadi pemaisuriku! Akan kuberikan apa
saja untukmu”
“ Aku akan menunggumu di hotel, tak jauh dari istanamu.
Datanglah nanti malam”
Dia tersenyum, mencium tanganku dan pergi. Burung elang
terbang mengikuti Raja Affesta dari belakang.
Tanganku mengarah ke depan, tempat kosong di hutan ini
berubah menjadi sebuah rumah kecil. Langkah kaki masuk ke rumah dan melemparkan
anggur biru ke lantai. Sekejab anggur biru berubah menjadi Yuza.
“ Dia ingin aku menjadi pemaisurinya, sepertinya akan
lebih baik jika kita mengambil ramuan awet muda dan menuangkannya ke tanah. Dia
akan kehilangan segalanya, mau berkencan denganku?” ucapku tersenyum.
“ Terima kasih Ratu Aresha, izinkan aku membantumu untuk
membalaskan dendam kerajaan”jawab Yuza.
“ Malam ini aku akan menginap di hotel terbaik di bagaian
wilayahnya, datanglah ke istana mengambil ramuannya. Tapi waktu yang lama akan
membuat dua anaknya tumbuh dewasa, kuharap kamu berhati-hati. Hanya mengambil
ramuannya dan dia akan menjadi tua, lalu mati tak berdaya. Selanjutnya mereka
yang akan meneruskan tahta. Kita pergi meninggalkan mereka dan perlahan-lahan
di kala waktu kirimkan hadiah kecil. Sengsarakan mereka dan buat mereka tak
berdaya”.
“ Baik yang mulia”.
Yuza keluar dari rumah ini dan pergi menjalankan
perintah. Tak lama kepergian Yuza, aku pergi meninggalkan tempat ini dan
membakar rumahku sendiri.
Pangeran Tagao yang sedang berjalan-jalan dengan kuda
kesayangannya tak sengaja melihat kebakaran itu. Dia pun menghampirinya, tak
ada seorang pun di sana. Lenyap, asap dan debu berterbangan. Kakiku melangkah
berjalan mendekati rumahku, dan menangis.
“ Apa yang terjadi pada rumahku? Apa kau yang
membakarnya? Aku harus tinggal dimana? Tak ada siapapun yang aku punya”
Pangeran Tago berpaling dan melihat seorang perempuan
cantik memakai kerudung kecoklatan, lalu berucap “ Bukan aku yang melakukannya,
aku baru saja tiba di sini. Tadi aku melihat asap jadi aku cepat kemari”
“ Tak apa, aku tau apa salahku. Mungkin saja saat aku meninggalkan
rumah ini, api tengku belum padam hingga membakar rumah ini juga”
Dia berjalan mendekatiku, tersenyum dan memegang pundakku,
lalu dia berkata “ Tinggallah sementara di istanaku, ayahku pasti
mengizinkannya. Ayahku Raja Affesta, dia sangat baik”
“ Terima kasih, siapa namamu?”
“ Tagao, pangeran Tagao. Putra pertama Raja Affesta yang
akan menjadi raja kelak”
Kemudian Tagao naik ke punggung kuda, begitu juga dengan
diriku.
“ Berpegangan erat lah” ucap Tagao menarik kedua tangaku
hingga memeluk dirinya. Kupeluk dirinya dengan erat.
Sebelum tiba di istana aku memintanya untuk berhenti
sebentar.
“ Kau baik-baik saja? Ayahku tak akan marah padamu!”
“ Bukan itu masalahnya, akan lebih baik juga kau kenalkan
aku besok saja. Hari ini aku harus menemui adikku, dia ada di sini. Hanya malam
ini kami bersama, besok dia akan pergi lagi”
“ Baiklah, aku akan menjemputmu besok pagi di sini”
Dia pergi dengan kudanya. Tersenyumlah saat ini karena
rencanamu berjalan dengan sangat lancar.
Selanjutnya kucari hotel
yang terbaik di sini. Menemukannya dan masuk ke dalam hotel. Seorang pria
menyambutku dengan sangat ramah.
“ Penginapan seperti apa yang Anda inginkan?”
“ Aku akan mengadakan tamu dengan rajamu, jadi siapkan lah
hotel terbaik untukku. Kamar romantis dengan banyak bunga dan minuman yang
menyegarkan. Juga air mineral, dan jangan ganggu kami berdua dalam semalam”.
“ Baik,….”
“ Aresha”
“ Baik, Aresha”.
***
Malam yang sempurna dengan taburan bintang dan percikan
kegelapan. Keramain di desa ini sungguh menabjubkan. Kutunggu dirinya di sini,
dan tak lama kemudian dia masuk keruangan ini. Mendekatinya perlahan-lahan
menyambutnya sebagai suami. Kupegang kedua pundaknya dan berucap “ Berkencanlah
denganku!”.
Dia tersenyum dan menarikku ke kasur yang penuh taburan
bunga mawar. Berbaring di atas tubuhnya. Tangannya menyentuh tubuhku dan
bermain. Bercumbu dengan kehangatan dan gairah. Bermain seperti serigala
kelaparan dan perlahan-lahan mengisap kemudaannya. Menjadi muda dan lebih muda.
Terus bermain dengan dirinya.
Di pagi buta, didepan sebuah cermin. Kulihat dirinya
memandang cermin, dirinya menjadi tua renta. Dia menoleh kearahku. Kupejamkan
mataku sebelum dia melihatku terbangun. Dia pergi meninggalkanku tanpa sepatah
katapun. Aku langsung mengenakan pakaian dan menghilang.
Sebelum menemui Tagao, aku pergi menemui Yuza. Dia sedang
menyama, merubah dirinya menjadi orang
lain dengan sihir.
“ Aku tak temukan ramuannya, aku gagal. Maafkan aku!”
“ Tak apa, kau hanya perlu pergi menemui Tagao. Dan
katakan padanya bahwa ada seorang perempuan yang menunggunya di sini”.
__ADS_1
“ Baik, Aresha”.
***
Tak lama kemudian, Tagao terlihat dengan kudanya. Turun
dan mendekatiku.
“ Aku telah bicara pada ayah, dia setuju untuk memberimu
tempat tinggal sementara di istana. Sementara ayahku mencarikan tempat tinggal
yang layak!”
“ Terima kasih, Pangeran Tagao”
“Panggil saja aku dengan nama Tagao. Ayo naik ke kuda,
kita pergi ke istana”.
Di istana, Tagao memperkenalkanku pada ayahnya. Wajah
yang ayah menyimpan kemarahannya karena putranya telah berani menyentuh wanita
miliknya. Aku dan Tagao berjalan-jalan di taman istana. Berjalan memasuki
labirin istana. Berdua di sana mencari jalan keluar.
“ Aku pernah kemari dan hafal sekali jalannya. Ayo ikuti
aku!”
“ Ya, Tagao”
Di tengah labirin, ada taman istana yang indah. Ya sangat
indah, hanya rumput hijau yang pendek ada di sana. Kubuat langit mendung saat
kami berdua duduk di sana dengan sihir. Dia tak mengetahuinya. Berbaring di
sampingnya dan saling memandang. Perlahan-lahan tanganku bermain ditubuhnya dan
berbaring di atas.
“ Jangan bergerak, Pangeran Tagao. Atau kau aku bunuh!”
Dia tertawa kecil, “ Lucu sekali ucapanmu,”. Dia memegang
tubuhku dan bermain. Bercumbu dengannya dengan kemesraan. Manis rasanya,
memegang wajahnya dan perlahan-lahan mengambil kemudaan dirinya sendikit. Aku
merasakan bahwa Raja Affesta sedang mengamati kami berdua yang sedang melakukan
hubungan di sini. Kucoba melakukan hal yang sama pada Pangeran Tagao seperti
Raja Affesta. Terendam dalam gairah, mereka benar-benar melakukannya. Pegangan
erat di setiap tubuhku dan cumbuan yang tak habis-habisnya. Memegang dadaku dan
mengoncangnya. Ah, sangat nikmat rasanya. Bergairah dengan Tagao, Pria tampan dan
juga pangeran. Terus bermanja-manja dengannya hingga tidur dengan lelap.
Menjelang sore
barulah kami terbangun dan langsung memakai pakaian kami yang berserakan.
Melanjutkan perjalanan keluar dari labirin, kuhentikan langkahnya dan mencium
bibirnya sekali lagi. Dan kami pergi ke istana bersama.
Entah
apa yang terjadi, Tagao memberiku sebuah pakaian seorang putri yang sangat
bagus dan juga seksi. Diriku juga ikut makan malam bersama keluarganya.
“ Ayah, ibu. Aku akan segera menikah dengan Aresha!”
Sang ayah mendapat
ledakan dan sembaran petir yang dahsyat begitu putranya mengatakan dia akan
menikah dengan perempuan yang juga ia cintai.
“ Ibu akan merestuinya bila ayahmu juga”
Saling menatap satu sama lain, dan keluarlah ucapan dari
mulut Raja Affesta “ Ayah menyetujuinya”
Dengan sedikit bermain mata dengan Raja Affesta dan tangan dengan Tagao saat
makan. Usai makan malam bersama, waktu malam kuhabiskan bersama Tagao kembali.
Bersama kekamarnya dan bercumbu kembali. Dengan gairah dimelepaskan semua
pakaianku. Dia lepaskan dirinya dengan beban. Kugunakan sihirku agar tak
seorang pun menganggu kami di malam ini.
“ Lakukanlah sesukamu, ayo lakukan”
Dia menggenggam dua dadaku, dia remas-remas diriku. Dia
permainkan aku seperti boneka dalam ranjangnya. Tidur menikmati deritanya.
“ Ah, ah, ayo lakukan lah. Aku sangat mencintaimu, Tagao.
Ini sungguh nikmat. Akan kita lakukan lagi, sekali lagi Tagao. Kamu pangeran
hebatku, ah…ah…”
Malam berhubungan dan
menghisap kemudaanya. Yang tak pernah ia sadari bahwa dirinya lebih tua dari
yang seharunya. Usianya 25 tahun meniduri perempuan berusia 300 tahun. Ah…ah
malam yang sungguh nikmat.
Raja Affesta mengintip kami berdua saat berhubungan dari
balik lobang pintu yang telah terkunci. Dia terbakar cemburu buta.
Tengah malam, bisik-bisik kesunyian. Kulangkahkan kakiku
berjalan menuju Raja Affesta tanpa pakaian. Kulihat dirinya tertidur pulas
dengan sang istri. Kugunakan kekuatanku untuk membuat istrinya tak sadar.
Kubangunkan Raja Affesta. Dia melihat diriku tanpa pakaian tak berbicara
sepatah kata pun. Lalu dia membawaku pergi ke ruang rahasia di kamar ini. Ruang
bawah tanah. Dia membawaku berjalan menuju tempat tidur dan mendorongnya. Aku
tersenyum dan berucap “ Kemarilah sayang, ayo kemarilah. Lakukanlah, aku
inginkan tidur bersamammu”. Raja Affesta melepaskan pakaiannya dan mulai
membelai Aresha. Hubungan yang nikmat, terasa hangat di malam dan menghapus
cemburu buta. Diruangan itu lah aku melihat ramuan awet muda, dan tersenyum.
Merasakan remasannya yang begitu nikmat dan dia terus melakukannya.
Ketika Raja Affesta dan Aresha tertidur, Aresha yang asli
muncul di ruangan itu. Melihat dua orang yang sedang tertidur pulas. Diriku cepat
mengambil ramuan awet muda dan membawanya keluar dari istana. Menuangkan seisi
ramuan awet muda ke tanah. Tanah meresapnya dan begitulah akhirnya. Kemudian
aku pergi bersama Yuza yang telah menungguku di gerbang desa.
“ Aku mendapatkannya, sudah kubilang ini terlalu mudah.
Sekarang mungkin mereka akan menyalahkan diri mereka sendiri atau orang lain.
Cepat tua dan mati” ucapku.
Kemudian aku dan
Yuza pergi meninggalkan mereka semua dan mencari kerajaan vampire dan peri.
Perempuan yang tidur dengan Pangeran Tagao dan Raja Affesta adalah anggur biru.
Kubakar rumah dan mengubah anggur biru menjadi diriku hingga Pangeran Tagao
menolongku. Di hotel, anggur biru beraksi dengan perintahku untuk tidur bersama
sang raja. Bersama sang pangeran, tidur di labirin dan kuperhatikan dari jauh
sang raja memperhatikan anggur biru yang begitu mengoda. Kembali membuat
cemburu buta Raja Affesta dan membuatnya terbuay kembali. Rencana itu sungguh
berhasil, Raja Affesta membawanya ke ruang rahasia. Aku mendapatkan apa yang
aku inginkan dan anggur biru terbangun setelah tidur dengan sang raja.
Mengambil pisau dan bunuh diri di tempat tidurnya. Wujudnya kembali menjadi
anggur biru, pisau menusuk ke anggur biru di tempat tidur sang raja.
__ADS_1