
“ 'Dear Romeo, kekasihku
Ini aku Al, yang kau kenal dengan Alika. Tapi sebenarnya aku punya nama asli yang jauh
lebih baik dan menggambarkan siapa diriku. Tapi tidak usah di pikirkan siapa nama asliku. Aku senang dan turut bahagia atas pernikahan kalian berdua. Maafkan aku tidak bisa datang, anggap saja aku datang terlambat. Sungguh terlambat.
Aku menyadari bahwa hubungan kita tak akan berhasil, meski seumur hidupku aku menunggumu dibanding gadis yang ada di sampingmu sekarang! Seperti yang kau
tahu, aku adalah diriku.
Ada sebuah alasan dimana aku tidak mengerti pada diriku bahkan dirimu sendiri.
Kenapa kamu menghidupkan ku di dunia ini jika aku akan melihat kebahagiaanmu di.dunia ini bersama gadis lain? Kenapa aku harus menunggumu jika ini akhirnya? Kenapa kita harus mengikat janji satu sama lain jika ini akhir kisah cinta kita? Kupikir kamu mencintaiku dan membatalkan pernikahan itu. Aku telah menduga jawabannya, dan aku rasa tidak. Kamu mencintai dia dari pada diriku, jadi selamat menempuh hidup baru.
Oh iya, aku lupa sesuatu. Aku memberikan kalian hadiah yang istimewa dimana kalian akan menemukan kehidupan baru yang lebih baik dan merasakan betapa sakitnya menjadi
diriku. Aku menunggu dan berharap kamu menepati janji, tapi inilah akhirnya.
Hadiah itu adalah sebuah pemberian yang istimewa, aku harap kalian menyukainya. Aku
mengutuk keturunan kalian berdua tidak akan hidup lama di dunia ini, dan kalian akan merasakan rasa sakit seperti yang aku rasakan. Menjadi manusia indah bukan?
Kalian akan berlari mencari ku dan memohon agar aku mencabut kutukannya? Tidak, sudah
terlambat. Aku pergi untuk selama-lamanya. Selamat menempuh hidup baru, manusia.
Kekasihmu yang telah lama menunggu,
Alika'.
Ya hanya itu yang ingin aku sampaikan”, Rasi kembali duduk dan semua orang terdiam
membisu. Semua orang mulai menyangka bahwa Alecia adalah gadis yang merebut
pasangan orang lain.
Spontan Alecia berlari keluar mencari Alika dengan air mata yang perlahan-lahan jatuh.
Langkahnya diiringi oleh Romeo lalu Martha, Rasi dan Jim Wa. Kemudian di ikuti oleh para undangan.
Alecia berlari menuju VA, kamar Rasi. Tetapi ia tak menemui Alika disana. Romeo pun
mencoba menenangkan dirinya.
“Alecia, Alecia berhenti!,”seru Romeo menarik tangannya.
Alecia berhenti dengan air mata yang mengalir, Romeo yang melihat Alecia sedih ia
cepat memeluk erat dirinya. Lalu berlutut di depan gadis itu sambil disaksikan oleh Martha, Rasi dan Jim Wa.
“Apapun yang terjadi kita akan hadapi bersama, kutukan itu bisa kita cegah bersama”,
“Tapi bagaimana bisa? Dia seorang penyihir, seharusnya aku tidak memaksakan hatiku
untuk memilikimu, Romeo. Seharusnya tidak!”,
“Dengarkan aku baik-baik, kita akan memulainya kembali mulai dari nol bersama. Kita tak perlu sedih, jelas kita bahagia bukankah dengan begitu kita bisa merasakan kehidupan sebagimana manusia. Yakinlah akan Alika menarik kembali kutukannya pada kita. Kita pasti bisa melalui hal berat menjadi manusia,”ucap Romeo yang kembali berdiri dan memeluk istrinya. Alecia kembali tenang dan bahagia meski dihatinya paling dalam ada luka akan kutukan yang diberikan Alika padanya.
Sisi lain di kejadian itu, Roman telah sampai di danau taman. Roman melihat Alika mengenakan gaun merah di tepi danau. Roman pun menghampirinya. Senyuman Alika itu membuatnya sedih dan hampir menangis.
Aku tersenyum saat Roman datang, begitu ia ada di depanku. Aku langsung memeluk erat dirinya. Lalu melepasnya dan berucap “ Kenapa lama sekali? Aku menunggumu disini sejak tadi."
“Aku, aku baru diberitahu Rasi bahwa kamu disini. Kenapa kamu tak datang ke pernikahan Romeo dan Alecia?."
__ADS_1
“Untuk apa datang kesana, aku menunggumu disini. Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan denganmu disini."
“Apa?",
“Aku minta maaf tidak bisa bersamamu lagi saat ini, maafkan aku!”,
“Kamu akan pergi? Kemana?,”ucap Roman dengan wajah sedih.
“Jangan sedih, aku tidak suka jika kamu sedih. Aku tidak bisa memberitahumu”,
“Apa kamu akan pergi dengan waktu yang lama?”,
“Entahlah, tapi jika kamu merindukanku bicaralah pada langit. Ia akan mendengarkan semua kata-katamu dan ia akan datang padaku lalu memberitahuku bahwa kamu rindu denganku”,
“Sungguh?’,
“Ya!”,
Lalu kupeluk Roman untuk terakhir kalinya, angin mulai datang menghebus kami perlahan-lahan dan membawa diriku terbang. Tubuhku berubah menjadi kelopak bunga mawar biru dan terbang dibawa oleh angin. Pergi sejauh angin bertiup, untuk selamanya membawaku pergi.
Roman menyadari Alika perlahan-lahan menghilang menjadi sangat sedih. Hatinya kembali terluka, dan janjinya tak bisa ia tepati sendiri. Roman berlutut menundukan kepalanya dengan perasaan luka.
Melihat ini Rasi dan Martha pergi yang disusul oleh Jim Wa. Mereka menunggu Romeo dan Alecia keluar dari VA. Begitu mereka berdua keluar, Jim Wa berucap “ Aku turut berduka cita dan bahagia atas pernikahan kalian. Berbahagialah!”,
“Terima kasih, ayah!,”jawab Romeo.
Lalu Rasi dan Marta memeluk erat Alecia sementara Jim Wa memeluk erat Romeo. Setelah itu Romeo dan Alecia pergi berbulan madu di sebuah tempat yang indah.
“Jim, jemput Roman di danau taman. Aku tidak sanggup melihatnya, dia pasti sangat terluka!,”ucap Martha.
“Baiklah,”jawab Jim Wa segera pergi menjemput Roman di danau taman.
Martha dan Rasi tersenyum manis melihat Jim Wa pergi. Mereka tersenyum bukan karena Jim Wa tetapi sebuah rencana telah berjalan dengan lancar. Lalu Rasi dan Martha
“Dear Rasi dan Martha,
Terima kasih telah menjagaku di dua masa kehidupan, terima kasih banyak. Keinginan kalian menjadi manusia terkabulkan dan selamat menempuh hidup baru bersama Jim Wa. Jalanilah hidup kalian berdua dengan bahagia.
Jagakan Roman untukku, jangan buat dia menyia-yiakan dirinya. Rasi, seperti katamu bahwa kamu akan menikah dengan Erega jadi kukabulkan permintaanmu untuk menjadi manusia begitu juga dengan dirinya. Jadi hiduplah dengan bahagia dan jangan menunggu untuk seumur hidupmu. Aku pergi, selamat tinggal.
Ratu Aresha Kaynitha Mora Zhao”,
Senyum manis di wajah kedua wanita itu.
“Ya Al, terima kasih atas semuanya”
“Ya terima kasih Ratu Aresha”.
*Flash back
Aku meninggalkan Rasi dan Martha menuju kamar Rasi. Menutup pintu kamar dan memandang bulan. Tiba-tiba Rasi muncul di depan jendela dan masuk.
“Maafkan aku tidak sopan padamu, aku tidak bermaksud begitu tapi kupikir aku harus
bicarakan hal ini padamu”,
“Tentang apa?”,
“Aku sebenarnya diam-diam menjalin hubungan dengan Erega, kumohon jangan marah padaku! Aku mencintainya dan kami mengikat janji satu sama lain. Dalam beberapa hari kedepan kami akan menikah. Tapi kami juga ingin memutuskan menjadi manusia. Kami pikir dengan begitu hidup kami akan lebih bahagia tanpa ada
masalah dengan pemburu vampir”,
“Aku tidak akan melarangmu untuk mencintai orang lain bahkan menikah sekalipun. Kita lihat nanti siang, ambil surat untukmu di kamar ini”,
__ADS_1
“Terima kasih, Ratu….”,
“Jangan sebut! Apa ada lagi yang ingin kamu minta dariku?”,
“E, Martha. Dia juga ingin menjadi manusia. Tolong jangan marah, kami bukannya bermaksud untuk berubah tapi…”,
“Aku mengerti dan memahamimu dan Martha. Besok pagi ketika kalian mengantarkan Alecia ke Romeo setelah pernikahan mereka mengikat janji. Bacakan surat dariku di depan semua orang. Tapi sebelumnya katakan pada Roman bahwa aku menunggunya di danau taman”,
“Ya baik, akan kulaksanakan”,
“Terima kasih Rasi, semoga hidupmu bahagia di dunia ini”,
“Terima kasih Ratu…”,
“Jangan sebut!”,
“Terima kasih Al”,
“Sama-sama,” Rasi pun pergi meninggalkan diriku. Kututup jendela kamar lalu menulis surat untuk esok hari. Menulis surat membuatku menjatuhkan air mata, aku sangat terluka di dunia ini dan terus bertanya kenapa?.
Jim Wa menjemput Roman yang sedih atas kehilangan Alika, Jim Wa mencoba membuatnya tegar kembali dan membujuknya untuk pulang. Saat itulah Rasi dan Martha datang menemui mereka berdua.
“Kenapa sedih? Alika bilang kamu harus membuat hidupmu jauh lebih berharga. Jangan menyia-nyiakan hidupmu di dunia ini,”ucap Martha
“Iya, benar apa yang di katakan Martha. Tapi aku rasa dia akan datang kembali ke dunia
ini. Eh, maksudku ia masih ada di dunia ini. Bukannya dia ngak mati ya? Dia cuman pergi kan?”,
“Ya benar Rasi, tapi aku takutkan dia berubah menjadi jahat”,
“Hah, ngak mungkin lah. Mana ada penyihir biru jahat? No!”,
Roman mencoba membuat air matanya tak jatuh lagi, mendengar ucapan Rasi dan Martha dirinya mulai mencoba tegar dan memahami kepergian Alika. “ Apa benar begitu?”,
“Ya, dia tak mati. Jika dia mati pasti ada jasadnya, jika bunuh diri pun…dia bukan
tipe wanita yang seperti itu,”jelas Rasi
“Ya benar, dia bukan wanita seperti itu. Ya ampun kenapa kita memberitahu Roman?
Hah, rencana yang buruk,”sambung Martha bersandiwara
“Kamu ceroboh lagi ya? Alika itu pergi karena hatinya terluka tapi mungkin dia bahagia sekarang sebab rasa sakit hatinya mulai berjalan di hati seorang wanita yang lainnya. Aku merasakan kehidupan manusia yang suram di dunia ini”,
“Hah, Rasi kenapa kamu tak temui Erega? Bukannya kalian manusia sekarang ya?’,
“Benar sekali, aku pergi lebih dulu ya”, Rasi melangkah pergi lebih dulu. Kemudian di
susul oleh yang lainnya meninggalkan danau taman itu. Angin bertiup membelai dedaunan tanpa meninggalkan jejak untuk pergi selamanya.
Hari-hari pun di lewati dengan harapan dan catatan kehidupan yang baru. Roman memilih
menguruskan perusahaannya pada orang lain yang dipercaya. Memiliki kehidupan baru dan hari-hari tanpa Alika. Tapi dirinya akan tetap mengenang gadis itu hingga hari-harinya dihabiskan untuk menunggu di danau taman setiap sore menjelang. Rasi menikah dengan Erega sesuai janji mereka. Mereka semua
menjalani dan menunggu esok hari yang baru. Meski Roman dan Akira tetaplah
vampir.
Angin membawa bunga-bunga terbang seperti harapan baru untuk kita semua. Kisah cinta itu mengalir ke anak-anak mereka yang ditinggalkan untuk tidak mengingkari
janji mereka. Cerita cinta yang sedih. Aku yang menjadi saksi bisu diantara cinta mereka, aku angin yang berhembus dan langit yang menunggu hari-hari baru untuk kita.
__ADS_1
Selesai…