Bride Of Vampire: The Revenge

Bride Of Vampire: The Revenge
Episode 305


__ADS_3

Sisi lain, kastil drakula.


Kastil drakula yang dipenuhi kegelapan itu telah dikuasai oleh keheningan dan kegelapan. Lampu- lampu tembok menerangi tempat ini dan menambah keseraman. Di tambah tempat ini adalah bangunan tua yang penuh misteri. Tapi kini, kastil ini telah dihuni oleh banyak orang dari Akademi Yexiao dan Buniv.


Di sebuah ruang kamar yang berbeda- beda, terlihatlah orang- orang dari Akademi Yexiao dan Buniv telah tertidur lelap.


Ruang kerja Erega, ruangan itu terlihat masih terang. Lampu di ruangan itu masih menyala. Seseorang masih berada di ruangan itu, seorang pria. Ia tidak lain adalah Erega. Ia sedang mengerjakan sesuatu terlihat ada lembaran kertas di atas mejanya. Pria yang tak kunjung beranjak dari kursinya dan berpikir keras tentang sesuatu.


“Oh ya ampun! Ini sulit sekali. Apa yang harus aku lakukan sekarang?” tanya Erega pada diri sendiri.


Entah apa yang dipikirkannya dan yang menjadi masalah, tetapi itu sangat tampak pada wajahnya. Ia berpikir dengan serius.


Tiba- tiba seseorang membuka pintu dan masuk ke dalam. Orang itu tidak lain adalah Rasi. Ia membawakan segelas minuman hangat, dan meletakkannya di atas meja kerja Erega.


“Jangan terlalu memikirkan, aku yakin itu bukan serangan dari penyihir matahari. Klan mereka sudah tidak ada lagi, bahkan keturunan mereka!” ucap Rasi.

__ADS_1


“Ya, aku ingin sekali mengatakan itu tetapi aku tidak bisa. Aku merasa mereka telah kembali!”


“Hah, ya ampun! Kamu sampai se-khawatir itu kah?”


“Ya aku takut mereka semua dalam bahaya. Kepala Akademi Yexiao itu sebenarnya, mau dia apa? Dia melibatkan semua peserta ujian ability magie dalam pencarian dua kristal yang hilang. Bukankah ini sangat bahaya? Semua peserta ujian ability magie tidak mungkin akan bisa menghadapi mereka. Kau tahu, orang yang mencuri dua benda itu sudah pasti bukan sembarang orang.”


“Ya, benar. Ucapanmu ada benarnya. Tapi bukankah ini hanya rencana kecil saja. Kepala Akademi Yexiao sudah mengatakan pada kita kan kalau ini hanya untuk mencari jejak mereka?”


“Ya aku mendengarnya dan aku mengingat itu. Tapi, kenapa tidak mengirim orang yang lebih baik?”


“Lebih baik? Siapa? Roman dan Ethan, maksudmu?”


“Ya ampun! Cobalah berpikir dengan jernih, Roman dan Ethan itu bukanlah orang yang dengan mudah diperintah. Mereka ketua klan, apa kamu mau memerintah ketua klan?” ucap Rasi sembari menatap pria itu.


“Ya, maaf! Aku- aku mana berani memerintah mereka. Aku tahu Alika memberikan kebebasan dan sedikit rasa kemanusian. Jadi aku tak akan mungkin bisa berbuat seenaknya.”

__ADS_1


“Ya itu benar, dan ingatlah itu selamanya!” ucap Rasi dengan suara keras dan sedikit mengancam. Tanpa banyak bicara lagi, Rasi segera keluar dari ruangan kerja Erega dan ia menutup pintunya kembali.


Rasi yang telah pergi, Erega pun bernapas lega.


“Huh... ya ampun! Dia lagi- lagi kesal padaku. Bagaimana ini? Seharusnya lebih cepat mendapatkan jejak jika seperti ini. Tapi ini akan jadi sulit, semua ketua klan dan kepala akademi itu setuju untuk memberikan rintangan buatan. Ya sih tujuannya sangat baik, tetapi ini seperti mengulur waktu. Apa kepala Akademi Yexiao tidak tahu kalau sebentar lagi akan gerhana bulan merah? Jika ini terjadi, dan mereka yang mencuri dua kristal itu memanfaatkan kristalnya dengan sangat baik maka habislah semua orang. Semua orang akan dalam bahaya, dan lebih parahnya kelelawar vampir akan menjadi monster! Aakkhhh... ini mengerikan!” duga Erega.


Erega pun kembali membaca kertas yang ada di mejanya. Ia tampak serius dengan lembaran kertas itu.


Sementara itu keberadaan Rasi, ia telah berada di kamarnya. Ia berdiri di dekat jendela kamar sembari melihat cahaya bulan purnama yang indah. Suasana hening dan sepi serta indahnya malam membuatnya termenung. Ia mengingat sesuatu tentang penyihir matahari.


“Apa- apakah kamu telah bangkit kembali? Maaf, maafkan aku, nona muda. Mungkin kamu sudah bertemu dengan Alika, kembaranmu? Mungkin saja ya. Ya aku harap semuanya akan menjadi jauh lebih baik atau mungkin bertambah buruk. Yah, sepertinya. Tidak akan ada yang menduga soal itu kan? Jika ini memang benar, aku terpaksa harus mencegahmu kan? Maaf ya, aku tidak akan membiarkanmu melakukan hal buruk. Sudah cukup masa lalu saja, masa kini aku akan mencegahmu melakukan apapun itu!. Meski sekarang kami bukan lagi vampire dan penyihir, tetapi kami punya cara untuk sebauh pertunjukan.”


Perlahan -lahan malam semakin larut, dan Rasi masih menatap bulan. Ia menebak- nebak tentang penyihir matahari, hingga pikirannya kesana kemari dibuatnya. Ia menggenggam tangannya erat- erat seperti orang yang sedang marah. Itu terjadi karena ia mengingat masa lalu sebelum diputuskan untuk menjaga Alika.


Malam semakin larut, dan bulan mulai bersembunyi di balik awan. Rasi yang melihat bulannya tidak lagi bersinar. Rasi pun mengerutkan keningnya, ia tak lagi tersenyum yang kemudian ia pergi tidur.

__ADS_1


Sementara Erega masih berada di ruang kerjanya, Rasi tidak mempedulikan Erega. Ia sudah menebaknya kalau suaminya telah tertidur di ruang kerjanya. Saat ini ia tidak mungkin mengganggu pria itu. Sekarang adalah dalam masa sulit, tidak tahu harus bagaimana yang jelas semuanya dalam bahaya. Cepat atau lambat sesuatu yang besar akan segera datang, itu adalah sebuah masalah bagi semua orang.


Kini semua orang benar- benar telah tidur dengan lelap. Kini suasana benar- benar hening dan sepi kecuali suara ngorok mereka yang tertidur. Saat itu lah, sesuatu terjadi. Mereka tertidur dengan lelap dan mimpi segera menghampiri mereka.


__ADS_2