
Aku terus
menghindari serangan Eriska, tapi kali ini aku legah. Aku terkena serangan
Eriska yang membuat tanganku terluka dan luka itu membeku. Tubuhku mulai terasa
dingin, dan tubuhku mulai lemah. Aku jatuh tak berdaya, sementara Eriska telah
siap menghabisi nyawaku. Eriska mulai menyerang, dan aku hanya menundukan
kepala sebagai tanda akhir hidupku. Tapi entah kenapa serangan Eriska tak
membuatku mati kali ini. Aku pun melihat ke depan. Aksara telah ada didepanku,
ia melindungiku. Ia melawan Eriska. Aksara mengusir Eriska dengan kekuatan yang
ia miliki. Aku melihatnya sendiri, ia memiliki kekuatan bagaikan dewa kematian.
Ia penyihir dari kegelapan dan pertahananya adalah api.
Eriska
terluka akibat serangan dari Aksara, melihat keadaan tak memungkinkan untuk
menyerang dan menghabisi lawan. Eriska pun kabur, ia menghilang dengan air yang
menyelimuti dirinya.
Aksara
datang mendekatiku, ia pun mengulurkan tangannya dan membantuku berdiri. Ia mengandeng
diriku, “ Lain kali kalau jalan-jalan jangan sendirian. Kenapa tak
mengajakku?”,
Aku melihat Aksara sejenak lalu melihat kedepan, “ Aku
harus bagaimana? Kamu sibuk dengan tugas kerajaan”,
Aksara menaikanku ke kuda, lalu ia juga naik. Ia
membawaku kembali ke kastil. Kedatangan kami disambut oleh dayang dan penjaga.
Aksara turun dari kuda dan menurunkanku. Ia mengendong diriku selayaknya
pengantin menuju kamar. Sementara kudanya diurus pengawal.
Membaringkanku
dikasur, lalu duduk disampingku. Ia mengamati luka yang ada ditanganku. Ia tahu
luka itu bukan luka biasa, luka itu dari ilmu sihir. Luka yang didalamnya ada
es menimpun dan dapat membuat korbannya mati perlahan-lahan. Aksara memegang
tanganku dan berucap, “Maaf ini akan sedikit sakit!”. Aksara mulai mengubatiku
dengan cara sedikit membakar luka dengan api ditangannya. Ia mengunakan
kekuatannya untuk melelehkan es. Begitu es mencari dan keluar dari luka
secepatnya Aksara memperban lukaku dengan kain. Setelah selesai, ia hanya menatap diriku sejenak.
“Sudah kuobati lukamu, ia akan sembuh besok pagi. Aku
__ADS_1
tidak suka jika kamu jalan-jalan sendirian, Aresha. Eriska itu lebih kejam dari
apa yang kamu bayangkan selama ini”,
“Maafkan aku, tapi aku tak suka terus berada di kastil
ini”,
“Aku juga minta maaf, orang kepercayaanku sedang
mencarikan pengawal untukmu”,
“Pengawal?”,
“Ya, kupikir aku harus mencarikan pengawal untukmu agar
kamu tak bosan disini. Ia bisa menjagamu kemana pun kamu mau”,
“Terima kasih telah menolongku, Aksara dan mengobati lukaku”,
“Ya sama-sama. Aku sangat senang, sahabat kecilku
kembali lagi ke negeri ini”,
“Sahabat kecil?”,
“Ya, kamu masih lupa ya? Dulu kita berteman sangat dekat
dan berjanji untuk menjaga satu sama lain”,
“Em, maafkan aku”,
“Tidak apa, aku mengerti. Boleh aku bertanya padamu?”,
“Ya tentu saja”,
Aku tersenyum manis, “ Aku belum tahu dan belum bisa
menjawananya. Aku hanya tidak tahu apakah aku mencintainya atau tidak. Aku
merasakan perasaanku saat ini adalah kosong”,
“Baiklah, kamu istirahat ya! Lukamu akan cepat sembuh
jika istirahat. Nanti aku akan menemuimu lagi”,
“Em…”, menganggukan kepala. Aksara pun mulai keluar
kamar ini. Ia menemui penasehat kerajaan untuk meminta saran padanya.
***
Eriska
yang terluka datang menemui Tagao. Eriska memulai sandiwaranya lagi. Tagao yang
melihat kedatangan Eriska yang terluka dengan cepat menghampiri dan meminta
dayang mengobati lukanya.
“Apa yang terjadi padamu, Eriska?”,
“Aksara, ia menyerangku. Aku datang menemui Aresha, tapi
Aksara datang dan tak mengijinkanku bertemu dengannya. Aku sangat ingin bertemu
__ADS_1
dengan kakaku, Tagao. Aku tak percaya jika Aksara tega sekali menyerangku”,
“Aksara, aku akan membalas perbuatanmu ini. Tak
seharusnya kamu menyakiti adik Aresha ini,”marah Tagao.
“Aku tahu Aresha disekap di kastil. Ia berada di hutan
Argon. Disana ada sebuah kastil yang dimiliki oleh Aksara. Kastil itu
dilindungi oleh kekuatan sihir kegelapan. Aku tak bisa mematahkannya”,
“Tenang lah Eriska, aku akan membantumu bertemu dengan
Aresha karena aku juga mencintainya”,
“Terima kasih Tagao!”, senyum Eriska yang sebenarnya ia
sangat dendam pada Aksara dan tentu inilah kesempatan baik untuknya. Untuk
mengadu domba dua kerajaan ini dengan berakhir perang dan mati.
Eriska yang terluka datang menemui Tagao. Eriska memulai
sandiwaranya lagi. Tagao yang melihat kedatangan Eriska yang terluka dengan
cepat menghampiri dan meminta dayang mengobati lukanya.
“Apa yang terjadi padamu, Eriska?”,
“Aksara, ia menyerangku. Aku datang menemui Aresha, tapi
Aksara datang dan tak mengijinkanku bertemu dengannya. Aku sangat ingin bertemu
dengan kakaku, Tagao. Aku tak percaya jika Aksara tega sekali menyerangku”,
“Aksara, aku akan membalas perbuatanmu ini. Tak
seharusnya kamu menyakiti adik Aresha ini,”marah Tagao.
“Aku tahu Aresha disekap di kastil. Ia berada di hutan
Argon. Disana ada sebuah kastil yang dimiliki oleh Aksara. Kastil itu
dilindungi oleh kekuatan sihir kegelapan. Aku tak bisa mematahkannya”,
“Tenang lah Eriska, aku akan membantumu bertemu dengan
Aresha karena aku juga mencintainya”,
“Terima kasih Tagao!”, senyum Eriska yang sebenarnya ia
sangat dendam pada Aksara dan tentu inilah kesempatan baik untuknya. Untuk
mengadu domba dua kerajaan ini dengan berakhir perang dan mati.
Siang hari aku terbangun, aku merasa tanganku baik-baik saja. Segera saja kubuka
perban dan aku tak melihat bekas luka apapun. Aku sangat senang lukaku telah
sembuh dan segera saja keluar kamar. Menuruni tangga dan kedatanganku telah
disambut oleh dayang. Kali ini mereka mengikuti langkahku.
“Dimana Aksara? Apa ia belum pulang?”
__ADS_1
“Belum tuan putri!”