Bride Of Vampire: The Revenge

Bride Of Vampire: The Revenge
Episode 128


__ADS_3

Aku terus


menghindari serangan Eriska, tapi kali ini aku legah. Aku terkena serangan


Eriska yang membuat tanganku terluka dan luka itu membeku. Tubuhku mulai terasa


dingin, dan tubuhku mulai lemah. Aku jatuh tak berdaya, sementara Eriska telah


siap menghabisi nyawaku. Eriska mulai menyerang, dan aku hanya menundukan


kepala sebagai tanda akhir hidupku. Tapi entah kenapa serangan Eriska tak


membuatku mati kali ini. Aku pun melihat ke depan. Aksara telah ada didepanku,


ia melindungiku. Ia melawan Eriska. Aksara mengusir Eriska dengan kekuatan yang


ia miliki. Aku melihatnya sendiri, ia memiliki kekuatan bagaikan dewa kematian.


Ia penyihir dari kegelapan dan pertahananya adalah api.


Eriska


terluka akibat serangan dari Aksara, melihat keadaan tak memungkinkan untuk


menyerang dan menghabisi lawan. Eriska pun kabur, ia menghilang dengan air yang


menyelimuti dirinya.


Aksara


datang mendekatiku, ia pun mengulurkan tangannya dan membantuku berdiri. Ia mengandeng


diriku, “ Lain kali kalau jalan-jalan jangan sendirian. Kenapa tak


mengajakku?”,


Aku melihat Aksara sejenak lalu melihat kedepan, “ Aku


harus bagaimana? Kamu sibuk dengan tugas kerajaan”,


Aksara menaikanku ke kuda, lalu ia juga naik. Ia


membawaku kembali ke kastil. Kedatangan kami disambut oleh dayang dan penjaga.


Aksara turun dari kuda dan menurunkanku. Ia mengendong diriku selayaknya


pengantin menuju kamar. Sementara kudanya diurus pengawal.


Membaringkanku


dikasur, lalu duduk disampingku. Ia mengamati luka yang ada ditanganku. Ia tahu


luka itu bukan luka biasa, luka itu dari ilmu sihir. Luka yang didalamnya ada


es menimpun dan dapat membuat korbannya mati perlahan-lahan. Aksara memegang


tanganku dan berucap, “Maaf ini akan sedikit sakit!”. Aksara mulai mengubatiku


dengan cara sedikit membakar luka dengan api ditangannya. Ia mengunakan


kekuatannya untuk melelehkan es. Begitu es mencari dan keluar dari luka


secepatnya Aksara memperban lukaku dengan kain.  Setelah selesai, ia hanya menatap diriku sejenak.


“Sudah kuobati lukamu, ia akan sembuh besok pagi. Aku

__ADS_1


tidak suka jika kamu jalan-jalan sendirian, Aresha. Eriska itu lebih kejam dari


apa yang kamu bayangkan selama ini”,


“Maafkan aku, tapi aku tak suka terus berada di kastil


ini”,


“Aku juga minta maaf, orang kepercayaanku sedang


mencarikan pengawal untukmu”,


“Pengawal?”,


“Ya, kupikir aku harus mencarikan pengawal untukmu agar


kamu tak bosan disini. Ia bisa menjagamu kemana pun kamu mau”,


“Terima kasih telah menolongku, Aksara dan mengobati lukaku”,


“Ya sama-sama. Aku sangat senang, sahabat kecilku


kembali lagi ke negeri ini”,


“Sahabat kecil?”,


“Ya, kamu masih lupa ya? Dulu kita berteman sangat dekat


dan berjanji untuk menjaga satu sama lain”,


“Em, maafkan aku”,


“Tidak apa, aku mengerti. Boleh aku bertanya padamu?”,


“Ya tentu saja”,


Aku tersenyum manis, “ Aku belum tahu dan belum bisa


menjawananya. Aku hanya tidak tahu apakah aku mencintainya atau tidak. Aku


merasakan perasaanku saat ini adalah kosong”,


“Baiklah, kamu istirahat ya! Lukamu akan cepat sembuh


jika istirahat. Nanti aku akan menemuimu lagi”,


“Em…”, menganggukan kepala. Aksara pun mulai keluar


kamar ini. Ia menemui penasehat kerajaan untuk meminta saran padanya.


***


Eriska


yang terluka datang menemui Tagao. Eriska memulai sandiwaranya lagi. Tagao yang


melihat kedatangan Eriska yang terluka dengan cepat menghampiri dan meminta


dayang mengobati lukanya.


“Apa yang terjadi padamu, Eriska?”,


“Aksara, ia menyerangku. Aku datang menemui Aresha, tapi


Aksara datang dan tak mengijinkanku bertemu dengannya. Aku sangat ingin bertemu

__ADS_1


dengan kakaku, Tagao. Aku tak percaya jika Aksara tega sekali menyerangku”,


“Aksara, aku akan membalas perbuatanmu ini. Tak


seharusnya kamu menyakiti adik Aresha ini,”marah Tagao.


“Aku tahu Aresha disekap di kastil. Ia berada di hutan


Argon. Disana ada sebuah kastil yang dimiliki oleh Aksara. Kastil itu


dilindungi oleh kekuatan sihir kegelapan. Aku tak bisa mematahkannya”,


“Tenang lah Eriska, aku akan membantumu bertemu dengan


Aresha karena aku juga mencintainya”,


“Terima kasih Tagao!”, senyum Eriska yang sebenarnya ia


sangat dendam pada Aksara dan tentu inilah kesempatan baik untuknya. Untuk


mengadu domba dua kerajaan ini dengan berakhir perang dan mati.


Eriska yang terluka datang menemui Tagao. Eriska memulai


sandiwaranya lagi. Tagao yang melihat kedatangan Eriska yang terluka dengan


cepat menghampiri dan meminta dayang mengobati lukanya.


“Apa yang terjadi padamu, Eriska?”,


“Aksara, ia menyerangku. Aku datang menemui Aresha, tapi


Aksara datang dan tak mengijinkanku bertemu dengannya. Aku sangat ingin bertemu


dengan kakaku, Tagao. Aku tak percaya jika Aksara tega sekali menyerangku”,


“Aksara, aku akan membalas perbuatanmu ini. Tak


seharusnya kamu menyakiti adik Aresha ini,”marah Tagao.


“Aku tahu Aresha disekap di kastil. Ia berada di hutan


Argon. Disana ada sebuah kastil yang dimiliki oleh Aksara. Kastil itu


dilindungi oleh kekuatan sihir kegelapan. Aku tak bisa mematahkannya”,


“Tenang lah Eriska, aku akan membantumu bertemu dengan


Aresha karena aku juga mencintainya”,


“Terima kasih Tagao!”, senyum Eriska yang sebenarnya ia


sangat dendam pada Aksara dan tentu inilah kesempatan baik untuknya. Untuk


mengadu domba dua kerajaan ini dengan berakhir perang dan mati.


          Siang hari aku terbangun, aku merasa tanganku baik-baik saja. Segera saja kubuka


perban dan aku tak melihat bekas luka apapun. Aku sangat senang lukaku telah


sembuh dan segera saja keluar kamar. Menuruni tangga dan kedatanganku telah


disambut oleh dayang. Kali ini mereka mengikuti langkahku.


“Dimana Aksara? Apa ia belum pulang?”

__ADS_1


“Belum tuan putri!”


__ADS_2