
Ternyata kepergian pemburu vampir dimanfaatkan Ethan untuk memburu manusia dan menjadikan mereka vampir. Ethan mengamati semua pengikutnya dari kejauhan
tetapi ia melihat ada dua pria yang berusaha menghalangi rencananya yang pasti mereka bukanlah pemburu vampir.
Ethan yang melihat mereka, tetapi begitu membiarkan dirinya telah kehilangan anggotanya beberapa. Tanpa disadari pemburu vampir datang dengan empat arah,
mereka semua menghabisi vampir-vampir itu tanpa meloloskan satu orang pun. Ethan pun semakin geram pada pemburu vampir. Ethan memutuskan pergi dari sana
sebelum mereka mengetahui keberadaannya.
***
Yukatzu dan Wen bertemu dengan pemburu vampir, awalnya Yukatzu dan Wen ingin pergi dan tak ingin dianggap sebagai pemangsa manusia. Tetapi dirinya malah mendapat sambutan baik oleh Yoong, ketua pemburu vampir.
“Terima kasih telah membantu membuat aman kota ini, kudengar kalian adalah wolf. Sedang apa kalian kemari?,”tanya Yoong sambil menyimpan senjatanya.
“Kami mencari Rey, dia telah keluar dari kelompok kami tetapi kami tak bisa membiarkannya begitu saja sebab ia mungkin berbuat onar di kota ini. Dia berusaha menghabisi anggotanya sendiri,”jawab Yukatzu.
“Rey, oh dia ya! Kalian kenal dia juga? Dia bergabung dengan Royal Blood dan menyerang kami juga,”jawab Miguel.
“Boleh kami menghabisi anak itu?”,”tanya Zimma, “ Dia membuatku kesal”,
“Tentu saja, kami memang menginginkannya begitu tetapi bagi kami membawanya pulang ke kelompok adalah hal yang terbaik tetapi jika ia tetap seperti itu kami harus
membunuhnya karena menyerang manusia,”jawab Wen.
“Oya, kita belum berkenalan. Kenalkan namaku Yoong, ketua pemburu vampir disini”,
“Yukatzu, ketua wolf”,
“Wen”,
“Aku Zimma Zinzin, Zimma”,
“Miguel”,
“Kim”,
“Lee Defensa, Lee”,
Setelah perkenalan itu pemburu vampir pergi untuk kembali berburu sementara wolf mencari Rey di tempat-tempat aneh seperti café rahasia yang biasa dikunjungi
orang-orang tak bermoral.
***
Saat pagi dini hari, Alecia terbangun karena seseorang mengetuk pintu kamarnya. Ia berjalan membuka pintu dan mendapati Rasi yang menatapnya dingin.
“Kita harus bicara!”,
Alecia pun menutup pintunya perlahan-lahan dan berjalan keluar apartemen bersama Rasi.
“ Apa yang ingin kau bicarakan?”,
“Alika bilang jangan pernah kembali ke apartemennya sekarang, bawa Romeo pergi! Bersikaplah seperti Alika yang sebenarnya”,
“Ya akan kulakukan”,
“Baiklah, selamat menikmati hidupmu yang baru. Berikan cincinmu padaku sekarang”,
“Untuk apa? Tapi ini pemberian Romeo”,
__ADS_1
“Kau Alika bukan? Bukan Alecia yang bertunangan dengan Romeo”,
“Oh iya benar”, Alecia memberikan cincin miliknya pada Rasi,
“Baiklah aku pergi dulu, selamat malam Alecia”, Rasi kembali mengubah dirinya menjadi hybrid dan terbang meninggalkan Alecia.
***
*Alika
Dini hari seseorang membangunkan diriku, kubuka mata perlahan-lahan dan melihat Rasi yang berada di kamar ini. Aku pun mulai menyadari bahwa aku sekarang bukan di
apartemen Tanima tetapi ditempat lain.
“Sssttt, diam. Kau harus pergi dari kamar ini sekarang sebelum Roman mengetahui rencanamu. Aku sudah memberitahu Alecia dan dia akan mengubah dirinya menjadi dirimu. Apa kau siap untuk mengubah dirimu sekarang Al?”,
“Ya, tapi sekarang aku ingin tahu dimana kabar anak itu?”,
“Baiklah, ayo keluar!”, berjalan mengikuti langkah Rasi dari belakang. Berjalan pelan dan hati-hati menuju kamar Alecia. Begitu sampai di kamar Alecia, aku melihat
kamarnya yang menarik. Warna ruangan putih dengan hiasan langit-langit yang menarik. Kasur yang indah bagaikan seorang putri, meja rias dan lemari yang
besar. Ruangan yang luas.
“Baiklah ini adalah kamarmu, oya ini cincin milik Alecia. Ini jadi milikmu juga,”ucap Rasi sambil memberikan cincin emas itu padaku. Kuambil dan ku kenakan di jari
manisku.
“Baiklah, aku mau istirahat dulu”,
“Ya selamat malam Al”,
seperti milik Alecia. Ya aku memunculkan bulan sabit biru dan mengubahnya menjadi merah.
“Hah, ya sekarang kita lihat apa yang kamu punya Alecia?,”senyumku. Aku pun kembali tidur tapi kali ini aku benar-benar merasakan kemewahan yang dimiliki anak itu.
***
Pagi, ada rasa percaya dan tidak apa yang terjadi di malam itu. Romeo yang menemui Alika yang tidur disampingnya terus memandanginya. Hatinya mengatakan dua hal, satu penghianatan atau cinta sejatinya?. Ya ia harus memilih antara tunangannya
atau wanita yang sangat ia cintai ini. Romeo pun cepat bangkit dari tempat tidur dan mengenakan pakaiannya. Lalu mendekati Alika yang tertidur lalu mencium keningnya seraya berucap “ Aku harus pergi dan membuat keputusan
terbaik untukmu”.
Alika membuka matanya perlahan-lahan, “ Ya baiklah, aku ingin mendengar keputusanmu itu nanti.” Romeo pergi meninggalkan Alika. Begitu Romeo pergi, Alika bangun
dan tersenyum manis bahwa rencananya telah berhasil untuk menyingkirkan Alika dari kehidupannya sekarang. “ Aku adalah Alecia, dan aku adalah Alika sekarang!
Selamat datang di dunia baru!”.
***
Pagi, setelah selesai mandi secepatnya kubuka lemari Alecia. Apa yang kudapati disana? Baju-baju gaun yang bagus dan perhiasan tetapi aku lebih suka pakaian
sederhana. Kukenakan pakaian terbaik. Lalu pergi keluar.
Kulihat Roman sedang mencari seseorang, kudekati dirinya dan berucap “ Mencari siapa?”,
“Aku mencari Alika, apa kau melihatnya? Aku tidak melihatnya sejak pagi tadi”,
“ Ya aku melihatnya, dia pulang malam tadi. Apa ia tak pamitan denganmu?”,
“Tidak”, aku pun pergi meninggalkannya begitu saja menuju ruang tamu. Duduk di sofa sendirian sambil menatapi meja kosong. Begitu aku melihat kedatangan Romeo, aku mulai bersandiwara di depannya.
__ADS_1
“Romeo, kamu kemana saja? Aku mengkhawatirkanmu!”,
“Aku kan sudah bilang jangan pernah khawatir padaku, aku baik-baik saja”,
“ Tapi aku ini calon istrimu!”,
“Heh, baiklah. Maafkan aku telah kasar padamu, aku pergi untuk menenangkan diriku”,
“Apa kamu kecewa dengan diriku, Romeo? Jika ya maka tinggalkan saja aku sendirian. Ini ambilah, aku rasa bukan milikku sekarang,”ucapku mengembalikan cincin
pertunangan padanya.
Romeo mengambil cincin itu lalu berucap “ Maafkan aku, Alecia. Tapi aku yakin kamu akan memiliki seseorang yang lebih baik daripada aku.”
“Ya aku mengerti, dan aku yakin itu akan terjadi. Jadi pergilah dan menikahlah dengan wanita pilihanmu”, aku pun mulai berpura-pura menangis dan pergi
meninggalkannya agar membuatnya yakin.
Romeo hanya diam saja berdiri, lalu memutuskan pergi meninggalkan VA. Pergi membuat rencana besar untuk melamar Alika. Sementara Roman yang menyadari Alika pulang ke apartemen menyusulnya. Seperti biasa ia memperhatikan gadis itu dari apartemen Orchid.
***
Aku berlari dan berhenti sambil mengusap air mata dengan kedua tangan. Aku tersenyum manis karena rencana besarku telah berjalan mulus.
Ethan kembali ke VA diam-diam dengan menyamar sebagai murid biasa di Buniv, diam-diam ia mencari tahu tentang Alecia. Orang-orang mengatakan Alecia baik-baik saja telah membuat dirinya kesal karena tak berhasil membunuh penyihir biru itu. Tapi kali ini Ethan membuat rencana yang bagus untuk kembali membunuh penyihir
biru itu. Ethan ingin cepat menyingkirkannya.
Ethan sengaja pergi menemui Alecia dan memperkenalkan dirinya dengan nama Okanha.
Mengajak gadis itu pergi bersama sebagai teman tanpa ada yang menaruh rasa curiga.
“ Okanha, jadi sudah berapa lama kamu di Buniv? Aku baru melihatmu disini,”ucapku
sambil berjalan.
“Ya, aku sebenarnya sudah lama tetapi orang-orang tak begitu mengenalku”,
Saat waktu yang tepat tak ada seorang pun, Ethan mencoba membunuh Alecia tetapi gagal karena Akira datang.
“Alecia, kau janji hari ini jalan-jalan denganku. Sekarang ayo ikut denganku!,”ucap Akira menarik tanganku menjauh dari Okanha.
“Baiklah sampai jumpa lagi Okanha!”ucapku. Akira menarik tanganku pergi menuju VA.
“Lepaskan tanganku, Akira. Kau tahu tidak, itu sakit,”rengekku.
“Ya baiklah, kau tidak apa-apa kan? Kudengar kau dan Romeo….”,
“Ya begitulah, kenapa? Kamu tampaknya sedih ya mendengar hal itu?”,
Akira tersenyum manis, “Kenapa aku yang sedih? Hah, aku tidak sedih!”,
“Em, kalau begitu aku dan kamu juga tidak ada janji kan? Apa alasanmu menjauhkanku dengan pria itu?”,
“Anak pintar!,”ucap Akira sambil mengelus kepalaku, “ Kau tahu aku mau mengajakmu ke danau. Taman danau dimana penuh cerita, kamu mau kan? Biasanya drakula jahat dan Roman ada disana. Aku pikir mereka sedang mendayung di danau”,
“Baiklah, aku akan ikut!”,
Kemudian aku dan Akira pergi menuju tempat itu dengan motor sport miliknya. Dia pria yang dingin.
__ADS_1