Bride Of Vampire: The Revenge

Bride Of Vampire: The Revenge
Episode 107


__ADS_3

“Bagaimana pemburuan hari pertamamu?”,


 


 


“Ya bagus, aku tidak sabar untuk


berburu lagi malam ini”,


 


 


“Heh, aku ingin kamu memburu satu


orang. Ia adalah seorang gadis yang tidak tahu apapun. Ia yang dipilih oleh


cristal biru untuk menjadi poison. Aku ingin kamu lebih dulu mendapatkan


kristal itu sebelum orang lain mendapatkannya”,


 


 


“Itu hal mudah, katakan saja dia berada


dimana sekarang?!”,


 


 


“Dia sekolah di HS4, aku sengaja


memilih gadis itu karena ia tak punya siapapun lagi di dunia ini. Ia seorang


diri”,


 


 


“Bagaimana kamu tahu dia sendirian?”,


 


 


“Sebab kakaknya telah kubunuh, aku


membayar kelompok wolf untuk memburunya. Selanjutnya aku ingin kamu membunuh


gadis itu dan merebut cristal biru”,


 


 


“Baiklah, itu hal mudah. Apa ada orang


lagi yang menginginkan kristal biru itu?”,


 


 


“Ada, raja vampir dan wolf serta satu


penyihir rendahan”,


 


 


“Raja vampir dan wolf? Apa itu Tagao


dan Aira?”


 


 


“Ya benar!”,


 


 


“Hem, baiklah aku dengan senang hati


akan merebut kristal itu darinya”,


 


 


“Baiklah, gunakan kekuatan itu untuk


membalas dendam putraku! Habisi mereka,”ucap Emelia pergi meninggalkan tempat


ini.


 


 


“ Tagao dan Aira! Ya aku tidak sabar


untuk menghabisi kalian. Kalian pasti sangat sedih karena kehilangan gadis itu!


Hahaha…”


 


 


***


 


 


Jam pulang sekolah,


 


 


Seperti janji aku menunggu sekelompok


gadis menyerahkan data orang yang telah mengirimkan surat untuk Aksara. Tak


beberapa lama menunggu akhirnya mereka datang dan menyerahkan selembar kertas


yang berisi nomor loker.


 


 


“Terima kasih,”ucapku.


 


 


“Sama-sama, kami juga berterima kasih


padamu. Kami tidak sabar untuk besok pagi”,

__ADS_1


 


 


“Ya aku juga!”,


 


 


“Baiklah, aku pergi dulu sampai jumpa


besok!”,


 


 


Kemudian kami bersama-sama keluar


sekolah dan aku menemui Aksara di parkir. Menyerahkan selembar kertas itu


padanya.


 


 


“Terima kasih, kamu hebat. Bagaimana


kamu tahu jika mereka yang mengirimkan surat padaku?”


 


 


“Itu rahasia, sebaiknya kamu pergi


mencari bunga untuk besok. Aku takut semua toko bunga tutup karena kamu akan


membeli banyak bunga di toko mereka atau kamu kehabisan bunga”,


 


 


“Ya aku akan pergi! Bagaimana


denganmu?”,


 


 


“Aku akan menemui kakaku jadi jangan


khawatir”,


 


 


“Baiklah, sampai jumpa!”, Aksara pergi


melaju dengan mobil yang dikemudikannya. Sementara aku hanya menatap


kepergiannya.


 


 


“Maaf Aksara, aku terpaksa berbohong!


Aku hanya tidak ingin kamu tahu. Aku tidak mau merepotkan siapapun,”gumanku


dalam hati.


 


 


beberapa lama kemudian, kami yang hendak pulang ke rumah di kagetkan dengan


kedatangan tiga orang yang kemarin. Mereka nampak telah mencari seseorang.


Semua orang disini juga memperhatikan mereka bertiga. Aku pun mulai menyadari


bahwa mereka bertiga pernah ada dimimpiku tetapi mengenakan pakaian kerajaan.


 


 


Tanpa diduga seorang wanita yang datang


itu mendekatiku dan berucap “ Aku yakin aku pernah bertemu denganmu! Apa kau


seorang penjaga?”,


 


 


“Aku tidak tahu apa itu penjaga? Dan


kita bertemu dimana? Aku tidak mengenalmu!”,


 


 


“Penjaga? Penjaga cristal biru, cristal


itu yang memilihnya bukan kami atau siapapun. Apa kau lupa dengan kami bertiga?


Jika benar itu dirimu maka kami akan menjagamu mulai dari sekarang!”,


 


 


“Cristal itu tidak ada padaku”,


 


 


“Hah, bagaimana bisa cristal itu


hilang?”,


 


 


“Ya hilang, aku tidak tahu!”,


 


 


“Kalau begitu ikut denganku sekarang


juga!”, wanita ini mulai menarik tanganku memintaku masuk ke mobil. Aku pun


pergi dengannya tapi tidak akan akan kemana.


 


 

__ADS_1


***


 


 


Aku dibawa ke sebuah kastil, begitu


masuk ke kastil aku bertemu dengan orang-orang.


 


 


“Hay, namamu pasti Aresha kan? Kenalkan


namaku Emelia, kamu ingat denganku kan?,”ucap Emelia dengan ramah.


 


 


“Ya, tapi hanya dalam mimpi”,


 


 


“Mimpi itu nyata!”,


 


 


“Emelia, dia bilang cristalnya hilang!


Menurutmu cristal itu benar-benar memilihnya atau kamu telah menipu kami


semua?”,


 


 


“Tidak Eriska, cristal itu ada pada


dirinya! Dia tidak pergi kemana-mana. Jika ingin meminta kekuatan pada cristal


itu maka penjaga harus membaginya”,


 


 


“Tapi aku tidak tahu apa maksudmu?


Kristal itu memang benar-benar tidak ada padaku”,


 


 


“Ayolah Aresha, jangan begitu! Kau


hanya perlu membaginya dengan mereka bertiga atau kau akan menjadi santapan


bagi vampir dan wolf”,


 


 


Aku pun terkejut mendengar ucapan


Emelia, aku menduga dua pria yang ada di depanku ini tak lain adalah vampir dan


wolf. Aku pun mulai berpikir inilah kesempatanku untuk balas dendam atas


kematian kakaku.


 


 


“Ya tentu saja aku akan membaginya tapi


aku tidak tahu bagaimana caranya!”,


 


 


“ Aku akan mengajarinya untukmu!,”ucap


Eriska.


 


 


“Terima kasih”


 


 


 


 


Aku dibawa ke sebuah kastil, begitu masuk ke kastil aku bertemu dengan orang-orang.


 


 


“Hay, namamu pasti Aresha kan? Kenalkan namaku Emelia, kamu ingat denganku kan?,”ucap Emelia dengan ramah.


 


 


“Ya, tapi hanya dalam mimpi”,


 


 


“Mimpi itu nyata!”,


 


 


“Emelia, dia bilang cristalnya hilang! Menurutmu cristal itu benar-benar memilihnya atau kamu telah menipu kami


semua?”,


 


 


“Tidak Eriska, cristal itu ada pada dirinya! Dia tidak pergi kemana-mana. Jika ingin meminta kekuatan pada cristal


itu maka penjaga harus membaginya”,


 


 


“Tapi aku tidak tahu apa maksudmu? Kristal itu memang benar-benar tidak ada padaku”,

__ADS_1


 


 


__ADS_2