
“Bagaimana pemburuan hari pertamamu?”,
“Ya bagus, aku tidak sabar untuk
berburu lagi malam ini”,
“Heh, aku ingin kamu memburu satu
orang. Ia adalah seorang gadis yang tidak tahu apapun. Ia yang dipilih oleh
cristal biru untuk menjadi poison. Aku ingin kamu lebih dulu mendapatkan
kristal itu sebelum orang lain mendapatkannya”,
“Itu hal mudah, katakan saja dia berada
dimana sekarang?!”,
“Dia sekolah di HS4, aku sengaja
memilih gadis itu karena ia tak punya siapapun lagi di dunia ini. Ia seorang
diri”,
“Bagaimana kamu tahu dia sendirian?”,
“Sebab kakaknya telah kubunuh, aku
membayar kelompok wolf untuk memburunya. Selanjutnya aku ingin kamu membunuh
gadis itu dan merebut cristal biru”,
“Baiklah, itu hal mudah. Apa ada orang
lagi yang menginginkan kristal biru itu?”,
“Ada, raja vampir dan wolf serta satu
penyihir rendahan”,
“Raja vampir dan wolf? Apa itu Tagao
dan Aira?”
“Ya benar!”,
“Hem, baiklah aku dengan senang hati
akan merebut kristal itu darinya”,
“Baiklah, gunakan kekuatan itu untuk
membalas dendam putraku! Habisi mereka,”ucap Emelia pergi meninggalkan tempat
ini.
“ Tagao dan Aira! Ya aku tidak sabar
untuk menghabisi kalian. Kalian pasti sangat sedih karena kehilangan gadis itu!
Hahaha…”
***
Jam pulang sekolah,
Seperti janji aku menunggu sekelompok
gadis menyerahkan data orang yang telah mengirimkan surat untuk Aksara. Tak
beberapa lama menunggu akhirnya mereka datang dan menyerahkan selembar kertas
yang berisi nomor loker.
“Terima kasih,”ucapku.
“Sama-sama, kami juga berterima kasih
padamu. Kami tidak sabar untuk besok pagi”,
__ADS_1
“Ya aku juga!”,
“Baiklah, aku pergi dulu sampai jumpa
besok!”,
Kemudian kami bersama-sama keluar
sekolah dan aku menemui Aksara di parkir. Menyerahkan selembar kertas itu
padanya.
“Terima kasih, kamu hebat. Bagaimana
kamu tahu jika mereka yang mengirimkan surat padaku?”
“Itu rahasia, sebaiknya kamu pergi
mencari bunga untuk besok. Aku takut semua toko bunga tutup karena kamu akan
membeli banyak bunga di toko mereka atau kamu kehabisan bunga”,
“Ya aku akan pergi! Bagaimana
denganmu?”,
“Aku akan menemui kakaku jadi jangan
khawatir”,
“Baiklah, sampai jumpa!”, Aksara pergi
melaju dengan mobil yang dikemudikannya. Sementara aku hanya menatap
kepergiannya.
“Maaf Aksara, aku terpaksa berbohong!
Aku hanya tidak ingin kamu tahu. Aku tidak mau merepotkan siapapun,”gumanku
dalam hati.
beberapa lama kemudian, kami yang hendak pulang ke rumah di kagetkan dengan
kedatangan tiga orang yang kemarin. Mereka nampak telah mencari seseorang.
Semua orang disini juga memperhatikan mereka bertiga. Aku pun mulai menyadari
bahwa mereka bertiga pernah ada dimimpiku tetapi mengenakan pakaian kerajaan.
Tanpa diduga seorang wanita yang datang
itu mendekatiku dan berucap “ Aku yakin aku pernah bertemu denganmu! Apa kau
seorang penjaga?”,
“Aku tidak tahu apa itu penjaga? Dan
kita bertemu dimana? Aku tidak mengenalmu!”,
“Penjaga? Penjaga cristal biru, cristal
itu yang memilihnya bukan kami atau siapapun. Apa kau lupa dengan kami bertiga?
Jika benar itu dirimu maka kami akan menjagamu mulai dari sekarang!”,
“Cristal itu tidak ada padaku”,
“Hah, bagaimana bisa cristal itu
hilang?”,
“Ya hilang, aku tidak tahu!”,
“Kalau begitu ikut denganku sekarang
juga!”, wanita ini mulai menarik tanganku memintaku masuk ke mobil. Aku pun
pergi dengannya tapi tidak akan akan kemana.
__ADS_1
***
Aku dibawa ke sebuah kastil, begitu
masuk ke kastil aku bertemu dengan orang-orang.
“Hay, namamu pasti Aresha kan? Kenalkan
namaku Emelia, kamu ingat denganku kan?,”ucap Emelia dengan ramah.
“Ya, tapi hanya dalam mimpi”,
“Mimpi itu nyata!”,
“Emelia, dia bilang cristalnya hilang!
Menurutmu cristal itu benar-benar memilihnya atau kamu telah menipu kami
semua?”,
“Tidak Eriska, cristal itu ada pada
dirinya! Dia tidak pergi kemana-mana. Jika ingin meminta kekuatan pada cristal
itu maka penjaga harus membaginya”,
“Tapi aku tidak tahu apa maksudmu?
Kristal itu memang benar-benar tidak ada padaku”,
“Ayolah Aresha, jangan begitu! Kau
hanya perlu membaginya dengan mereka bertiga atau kau akan menjadi santapan
bagi vampir dan wolf”,
Aku pun terkejut mendengar ucapan
Emelia, aku menduga dua pria yang ada di depanku ini tak lain adalah vampir dan
wolf. Aku pun mulai berpikir inilah kesempatanku untuk balas dendam atas
kematian kakaku.
“Ya tentu saja aku akan membaginya tapi
aku tidak tahu bagaimana caranya!”,
“ Aku akan mengajarinya untukmu!,”ucap
Eriska.
“Terima kasih”
Aku dibawa ke sebuah kastil, begitu masuk ke kastil aku bertemu dengan orang-orang.
“Hay, namamu pasti Aresha kan? Kenalkan namaku Emelia, kamu ingat denganku kan?,”ucap Emelia dengan ramah.
“Ya, tapi hanya dalam mimpi”,
“Mimpi itu nyata!”,
“Emelia, dia bilang cristalnya hilang! Menurutmu cristal itu benar-benar memilihnya atau kamu telah menipu kami
semua?”,
“Tidak Eriska, cristal itu ada pada dirinya! Dia tidak pergi kemana-mana. Jika ingin meminta kekuatan pada cristal
itu maka penjaga harus membaginya”,
“Tapi aku tidak tahu apa maksudmu? Kristal itu memang benar-benar tidak ada padaku”,
__ADS_1