
“Baiklah, kita ke atas lagi. Aku harap kamu tidak akan mengatakan dimana Aresha yang asli ya?,”senyumnya
“Ya, aku bahkan tidak tahu ia pergi kemana!”,
Begitu kembali ke kamar, aku duduk di kasur “ Kamu tidak akan tidur satu kamar denganku kan?”,
“Tentu saja satu kamar!”,
Aku kaget, “ Hah, apa? Memang tak ada kamar lain selain disini? Tidur dibawah!”,
“Apa seorang raja harus tidur dibawah? Ini kan kamarku?”,
Aku berdiri dan mendekati Aksara. Menatapnya dengan senyuman manis, dan langsung menarik tangan Aksara keluar kamar. Begitu ia di luar aku langsung masuk dan mengunci pintu kamarnya.
“Tidur di tempat lain ya! Terima kasih atas tempat tidurnya”
Aksara yang berada di luar hanya tersenyum manis, ia mulai merasakan hal ini terjadi lagi. Hal yang sama saat Aresha berkunjung ke istananya. Aresha mengusirnya dengan cara lembut, saat itu Aksara meminta jawaban dari Aresha atas pernyataan cinta padanya. Tapi hingga kini Aresha belum menjawab.
Aksara pergi meninggalkan ruangan itu dan menuruni tangga, dirinya telah ditunggu oleh dayang dan penjaga.
“Aku ingin kalian menjaganya, jangan biarkan dia sendirian!”,
“Baik yang mulia!”
***
Kerajaan sihir air, istananya dikelilingi oleh air seperti di tengah danau yang luas. Eriska duduk di kursi tahtanya. Tetapi mahkota yang dikenakannya masih mahkota seorang putri.
“ Hah, bagus sekarang! Aku hanya perlu sedikit mencari Aresha. Aku yakin Aksara menyembunyikan gadis itu, tapi dimana? Dia tak akan bersembunyi lama dariku. Ia harus segera disingkirkan agar aku segera meraih tahtaku ini”,
“Amber!,”panggil Eriska pada seorang perempuan yang selalu membawa pedangnya. Ia berpenampilan seksi nan cantik.
__ADS_1
“Hormat kepada yang mulia!”, Amber berlutut di depan Eriska.
“ Aku ingin kamu mencari tahu dimana keberadaan Aresha, jika kamu bertemu dengannya bunuh dia! Aku ingin kamu menyingkirkan gadis itu bagaimana pun caranya. Dia bukan musuh besarmu kan?”,
“Tidak yang mulia!”,
“Dia hanya gadis polos di dunia ini jadi aku yakin kamu dapat dengan mudah menyingkirkannya apa lagi dia adalah gadis yang mudah percaya kepada siapapun. Jadi berangkatlah!”,
“Baik yang mulia!”, Amber mulai berangkat melaksanakan tugas. Eriska hanya tersenyum manis.
***
Kerajaan king wolf dan vampir, mereka berhasil memimpin kerajaan menjadi damai dan sejahtera serta tanpa diketahui rakyatnya bahwa pemimpin mereka bukanlah manusia. Malam yang sunyi kembali datang menyelimuti, Tagao hanya tinggal seorang diri, dan berharap ia akan segera bertemu dengan Aresha.
***
Pagi, setelah membersihkan diri dan berhias aku segera pergi ke luar kamar mencari Aksara. Aku memanggil-manggil namanya sambil menuruni tangga tetapi tidak ada jawaban, hanya para dayang yang datang mendekat.
“Selamat pagi tuan putri?”
“Pagi, kamu melihat Aksara?”,
“Apa? Apa-apaan ini? Dia pergi lagi, apa ia mengurungku disini sepanjang waktu? Hah, aku ingin pulang!”,
“Tuan putri, yang mulia berpesan pada hamba. Jika tuan putri hari ini akan tetap disini dan tak boleh keluar. Hamba dan para dayang akan menjaga tuan putri!”,
“Hah, Aksara! Kamu nyebelin banget ya? Awas kalau kamu pulang, tidur di luar kastil”,
Aku mulai kembali menaiki tangga dan masuk ke kamar.
Sementara dayang tersenyum manis, mereka menduga kalau tuan Aksara tak akan lama lagi memiliki istri dan seorang ratu bagi negeri Royal Blood.
__ADS_1
***
Istana kerajaan Royal Blood, Aksara duduk di kursi tahtanya. Ia sedang memikirkan bagaimana caranya untuk melindungi Aresha dari Eriska. ini. Tangan kanan raja datang menghadap dan membawa kabar.
“Hormat kepada yang mulia, hamba membawa kabar dari Raja wolf dan vampir. Mereka mengajukan perdamaian dan kerja sama antar kerajaan,” sambil menyerahkan surat tertulis pada Aksara.
Aksara membaca surat yang berisi perdamaian, “ Tidak semudah ini untuk berdamai, aku akan mempertimbangkannya”, Aksara meletakan surat itu di atas meja dekat dengan dirinya.
“Aku ingin kamu mencarikan aku seorang perempuan yang muda, baik, memiliki tata karma, dan tidak meremehkan siapapun. Yang terpenting ia bisa melindungi seseorang, ia harus hebat dan kuat”,
“Baik yang mulia akan hamba laksanakan!”,
“Pergilah…”
Tangan kanan raja mulai mengundurkan diri dari hadapan Aksara. Ia mulai melaksanakan tugasnya.
***
Pagi, setelah membersihkan diri dan berhias aku segera pergi ke luar kamar mencari Aksara. Aku memanggil-manggil namanya sambil menuruni tangga tetapi tidak ada jawaban, hanya para dayang yang datang mendekat.
“Selamat pagi tuan putri?”
“Pagi, kamu melihat Aksara?”,
“Apa? Apa-apaan ini? Dia pergi lagi, apa ia mengurungku disini sepanjang waktu? Hah, aku ingin pulang!”,
“Tuan putri, yang mulia berpesan pada hamba. Jika tuan putri hari ini akan tetap disini dan tak boleh keluar. Hamba dan para dayang akan menjaga tuan putri!”,
“Hah, Aksara! Kamu nyebelin banget ya? Awas kalau kamu pulang, tidur di luar kastil”, Aku mulai kembali menaiki tangga dan masuk ke kamar. Sementara dayang tersenyum manis, mereka menduga kalau Tuan Aksara tak akan lama lagi memiliki istri dan seorang ratu bagi negeri Royal Blood.
***
__ADS_1