
“Jika aku
jadi dirimu aku lebih baik memilih tidak, untuk apa bergabung jika hanya bisa
menambah masalah!”,
“Benar
sih!”,
“Tapi
jangan mengikuti saranku, aku hanya tidak mau jadi penghalang bagimu untuk
bergabung dengan mereka!”,
Dari
kejauhan ada beberapa anak perempuan mengamati percakapan kami berdua tanpa disadari.
Mereka kesal dan marah sekali melihat kedekatan itu.
Aku mengamati dirinya dengan serius lalu berucap “ Entahlah kenapa kamu bertanya padaku? Aku kurang tertarik dengan pria jadi tanyakan saja pada surat-surat yang kamu terima itu”.
“Ya kenapa begitu? Aku serius, aku ini tampan atau tidak!”,
“Entahlah, jangan menanyakan itu padaku meski aku ini seorang gadis bukan berarti aku bisa
menilai siapapun. Sudahlah jangan memperbanyak pikiranku!”, pergi meninggalkannya. Ia menyusul kepergianku sambil membaca surat-surat yang di dapatnya.
“ Kakak, makanan kesukaanmu apa? Aku ingin tahu dan memasakan makanan tiap hari untukmu”,
“Hey, jangan kudengar kamu selalu dibicarakan teman-teman. Bagaimana kalau kamu
bergabung dengan geng kita? Geng Wen!”,
Berjalan
menuju ruang kelas dan duduk di kursi. Aksara memasukan surat-suratnya ke dalam
tas. Lalu berucap “ Aku mendapat tawaran dari geng Wen untuk bergabung
menurutmu bagaimana?”,
“Jika aku
jadi dirimu aku lebih baik memilih tidak, untuk apa bergabung jika hanya bisa
menambah masalah!”,
“Benar
sih!”,
“Tapi
jangan mengikuti saranku, aku hanya tidak mau jadi penghalang bagimu untuk
bergabung dengan mereka!”,
Dari
kejauhan ada beberapa anak perempuan mengamati percakapan kami berdua tanpa disadari.
Mereka kesal dan marah sekali melihat kedekatan itu.
Jam istirahat ketika diriku ingin pergi ke toilet di perjalanan aku dihadang oleh sekelompok anak perempuan dengan
tatapan tajam mereka. Ya sepertinya mereka akan menjahiliku.
Salah satu dari mereka berucap, “ Hey, gadis sok cantik! Kenapa kamu mencoba mengelabui Aksara? Memang kamu ini siapanya dia? Jangan mentang-mentang kamu dekat dengannya jadi kamu mengucilkan kami di depannya!”,
Kemudian salah satu dari mereka menarik tanganku masuk ke ruangan, tepat cermin ini menjadi saksi bisu.
__ADS_1
“Dengar baik-baik! Jika kami mendengar kamu mencoba mengelabui Aksara lagi. Kami tidak segan-segan akan melukaimu bahkan mengeluarkanmu dari sekolah ini!”,
Aku hanya menundukan kepala,
“Apa kamu ingin bicara? Nampaknya kamu ingin bicara. Ayo bicara!”,
“Maaf, aku sungguh tidak bermaksud begitu. Tapi aku dan Aksara bicara, ia bilang kalau ia akan mengirimkan bunga untuk setiap orang yang telah mengirimkan surat di lokernya”,
“Apa benar begitu?”,
“Jangan coba-coba mempermainkan kami ya!”,
“Aku tidak bohong, tapi sayangnya dia
akan kesulitan sekali mencari loker semua orang. Jadi ia meminta saranku. Aku
belum menjawabnya, menurut kalian bagaimana?”,
Mereka pun saling membisik satu sama
lain, lalu salah satu dari mereka berucap “ Aku akan membantumu, tapi jika kamu
bohong kami tidak segan-segan akan menghajarmu!”,
“Aku tidak bohong! Aksara yang
memintaku. Mungkin sekarang dia berada di kantin sekolah dan menunggu
jawabanku. Jadi bagaimana?”,
“Tenang saja, kami akan membantumu.
Nanti sepulang sekolah semua nomor loker yang mengirim surat untuk Aksara tadi
pagi akan ada di tanganmu! Kami akan mencari tahu semuanya untukmu. Jadi tunggu
kami disini nanti sore sepulang sekolah”,
ya?”,
“Iya, dan kami minta maaf telah
berburuk sangka padamu tadi”,
“Tidak apa-apa, aku cuman bingung harus
bagaimana tapi terima kasih atas bantuannya. Aksara sangat senang mendapat
surat dari kalian semua”,
“ Ya baiklah, kami pergi dulu!”,
kemudian mereka pergi sementara aku mulai merapikan pakaian di depan cermin.
***
Sekelompok gadis itu membicarakan
tentang Aksara sepanjang jalan.
“Apa benar Aksara akan mengirimkan
bunga?”,
“Ya tentu saja benar, kau tidak lihat
ekspresi gadis itu? Ia ketakutan sekali jadi tidak mungkin ia berbohong”,
“Benar”,
__ADS_1
“Jadi kita juga harus membantunya, ia
kan sudah memberitahu kita kalau Aksara akan mengirimkan bunga tetapi tidak
tahu pengirim surat tadi pagi. Jadi ayo kita kumpulkan semua orang yang telah
mengirimkan surat untuk Aksara!”,
“Ayo!”
***
Aksara duduk sendirian di meja sambil
menikmati minuman yang dipesannya, ia menunggu Aresha datang yang meminta izin
ke toilet tadi. Tiba-tiba geng Wen datang dan duduk di depan Aksara.
“Jadi apa kamu menerima tawaranku?’,
“Setelah kupikir-pikir aku menerimanya,
itu menurutku tawaran yang bagus!”
Wen, ketua geng Wen berjabat tangan
dengan Aksara.
***
Dari kejauhan aku melihat Aksara
berjabat tangan dengan Wen, aku mulai berpikir kalau Aksara menerima tawaran
Wen. Aku berjalan mendekat dan melihat Aksara.
“Aresha, kamu sudah dapat yang
kuminta?,”tanya Aksara.
“Dapat, tapi sepulang sekolah baru
ada!”,
“Ya ngak apa-apa. Oya mulai sekarang
geng Wen juga menjadi temanku!”,
“Oh begitu, kalau begitu aku pergi
dulu!”,
Kepergianku nampak tidak membuat
pengaruh sedikitpun pada Aksara, ia lebih memperhatikan teman barunya.
***
Emelia kembali menemui Yoong di rumah
misterius. Rumah yang tertutup dan cahaya matahari tak pernah masuk ke rumah
itu.
“Bagaimana pemburuan hari pertamamu?”,
“Ya bagus, aku tidak sabar untuk
berburu lagi malam ini”,
“Heh, aku ingin kamu memburu satu
orang. Ia adalah seorang gadis yang tidak tahu apapun. Ia yang dipilih oleh
cristal biru untuk menjadi poison. Aku ingin kamu lebih dulu mendapatkan
__ADS_1
kristal itu sebelum orang lain mendapatkannya”,