
Pagi yang cerah, dimana arunika telah bersinar terang. Semua orang menunggu untuk hari ini. Semua orang mempersiapkan sesuatu untuk melihat gerhana matahari.
Seperti manusia, mereka dari Akademi Yexiao dan Buniv melakukan acara melihat gerhana matahari bersama. Namun untuk kelima gadis yang telah memenangkan ability magie, mereka memiliki tugas untuk bersiap siaga untuk serangan yang tidak terduga.
Segala persiapkan dilakukan untuk melihat gerhana matahari. Semua orang di Akademi Yexiao berkumpul di halaman untuk melihat gerhana matahari bersama-sama. Dijaga oleh kelima pemenang ujian ability magie, Roman, Violin dan yang lainnya.
Sementara di Buniv, mereka juga melakukan melihat gerhana matahari bersama-sama. Tempat ini dijaga oleh anggota VA.
Sisi lain, tempat yang berbeda.
Para pemburu vampire berkumpul dari penjuru kota. Jumlah mereka ada lima belas orang. Mereka semua mulai menyiapkan peralatan dan bersiap-siap memburu vampire saat gerhana matahari tiba. Karena saat itu terjadi, sesuatu yang menakutkan akan segera terlihat. Romeo juga ikut dalam perburuan ini, dirinya lah yang memberitahu keberadaan para vampire. Ia ingin menghancurkan semuanya untuk membalas perbuatan orang yang telah merenggut kesenangannya.
Romeo memegang pisau di tangannya, ia memperhatikan pisau yang tajam ini. Sementara di ruangan ini para pemburu vampire telah bersiap-siap. Romeo tersenyum sinis, “Aku tidak akan pernah membiarkanmu hidup, Alecia. Aku akan membuatmu membayar semuanya atas apa yang telah kamu lakukan!.” Romeo menancapkan pisaunya ke meja. Miguel melihat Romeo kesal, ia segera mendekati pria ini.
“Kamu baik-baik saja? Kita akan memburu banyak vampire. Apakah kamu mengetahui siapa tuan vampire-nya?” tanya Miguel.
“Ya, di akademi Yexiao. Aku mendapatkan informasi bahwa pria yang bernama Roman yang memimpin tempat itu dan seorang pria jahat bernama Ethan. Di Buniv, aku rasa yang meminpin adalah Steven, dan Netta. Tetapi tidak ada yang namanya vampire lemah, para vampire memiliki pertahanan yang kuat. Tetapi bagaimana kalian akan menghadapi mereka?”
“Tenang saja, kami tidak seperti yang kamu lihat. Kita akan menyusun rencananya!” ucap Miguel yang kemudian membisikan rencana besarnya pada Romeo.
Rencana itu begitu menarik hingga membuat Romeo tersenyum.
Buniv dan Akademi Yexiao.
__ADS_1
Semua orang mengambil tempat masing-masing untuk melihat gerhana matahari bersama-sama. Mereka semua telah mempersiapkan alat-alat untuk melindungi mata. Tidak mungkin seseorang harus melihat gerhana matahari dengan mata telanjang, bahkan mereka yang dikaruniai kelebihan di dunia ini.
Buniv.
Martha dan Rasi mengamati orang-orang dari kejauhan. Mereka berdua duduk di tempat yang sepi sembari menunggu gerhana matahari datang. Rasi dan Martha memegang kaca mata untuk melindungi mata mereka nanti saat melihat gerhana matahari.
Rasi memperhatikan kaca mata di tangannya, kejadian ini membuat dirinya teringat pada sesuatu yang mengerikan. Rasi berucap “Martha, apakah kamu ingat sesuatu? Apakah gadis itu telah kembali? Aku tahu Alika telah kembali dan menjadi Violin. Tetapi reinkarnasi tidak semudah itu, dari mana ia menemukan raga seperti itu?”
“Hah, kenapa kamu bertanya padaku? Aku tidak tahu soal itu, tetapi seingatku hanya jika kamu memiliki raga yang sama, maksudku kembaran maka kamu bisa mengambil raganya.”
“Apakah kamu ingat jika Alika memiliki kembaran? Bayi yang bersama yang mulia ratu!”
Martha menganggukan kepala, “Ya aku ingat. Tetapi tidak ditemukan petunjuk mengenai bahwa ia bereinkarnasi. Semuanya lenyap, mungkin ia telah mati.”
Marta menggelengkan kepala, “Tidak, memang apa yang kamu takutkan? Bukankah sekarang semuanya aman?”
“Tidak, selagi dua kristal itu menghilang. Semuanya tidaklah aman.”
“Hah, tapi bukankah ketua klan pengendali air masih memiliki satu kristal?”
“Benarkah? Tapi tanpa dua kristal itu semuanya juga tidak berfungsi dengan baik.”
“Ya, benar. Tapi tidak perlu khawatir, jika gerhana matahari datang dan klan vampire di luar kendali, kamu tenang saja. Aku yakin akan ada yang menyelamatkan kita bahkan manusia sekalipun.”
__ADS_1
“Siapa yang kamu maksud?”
“Pemburu vampire, bukankah mereka akan memanfaatkan hal ini karena itu lah VA dibentuk dan seseorang yang berada di mimpi kita. Kamu mengalaminya kan?”
Rasi tersenyum, “Ya benar, jadi kamu juga?”
“Ya, aku dibuat mengkhawatirkanmu” jawab Martha.
“Ya aku juga, kamu sadar itu bukan hanya sekedar mimpi?” jawab Rasi.
“Ya tentu, tapi untuk apa ia datang ke dunia ini?” jawab Martha.
“Aku rasa kita telah menghancurkan keluarganya tanpa kita sadari. Mungkin hari ini juga hari terakhir kita. Apakah kamu takut?” jawab Rasi.
Martha menarik nafas panjang, lalu berucap “Dugaan kita sama ya? Aku tidak takut. Tapi siapa pelindung dirinya? Ia mungkin memiliki seseorang atau beberapa orang seperti kita.”
Sontak Rasi tertawa, “Hahaha...jika memang benar begitu, aku tidak takut mati. Aku merasa lebih baik mati daripada di dunia ini. Bukankah dengan begitu tanggung jawab kita telah selesai?”
Martha mulai kesal mendengar ucapan Rasi yang siap untuk mati, Martha pun memukul kepala Rasi. Hingga Rasi kesakitan. Dengan rasa kesal Marta berucap “Jaga ucapanmu, memang siapa yang mau mati dengan cepat?!”
“Hahaha...ya kamu dan aku!” jawab Rasi.
Martha kembali memukul Rasi, dan berucap dengan nada kesal “Jika ia kembali, tentu aku senang. Tetapi jika ia berbuat onar, semuanya akan hancur dan tidak ada masa depan. Apa kamu mau itu terjadi?”
__ADS_1
Rasi menggelengkan kepala dan Martha beranjak dari tempat duduknya. Ia pergi meninggalkan Rasi sendirian. Saat Rasi sendirian dan keheningan itu datang, Rasi berucap “Kita juga tidak bisa lari dari dunia ini, tetapi aku ingin tahu siapa yang telah kita sakiti hingga membuatnya datang kemari?.”