
Kembali ke Violin dan Roman >>> Bride Of Vampir.
Terima kasih atas penantiannya.
Perpustakaan Kota Malvado.
Pagi hari yang cerah, di mana matahari telah
bersinar terang menerangi negeri ini. Sebuah orang telah beraktifitas. Ada yang
berolah raga, berangkat ke sekolah, mulai membuka dagangannya bahkan pergi
bekerja.
Di sebuah tempat, perpustakaan Kota Malvado. Terlihat
seorang gadis mengenakan dress telah duduk membaca buku di kursi, ruang pojok
perpustakaan. Ia tampak membuka halaman demi halaman buku.
Keningnya kadang mengerut, menatap tajam buku di
depannya. Buku yang di bacanya bersampul unik, seperti buku telah lama dan
usang. Tetapi masih terlihat kokoh dan bersih.
“Tidak apa, selama aku masih bisa melakukan reinkarnasi.
Aku akan membuat hidupku menjadi lebih baik. Aku tidak boleh melakukan
kesalahan lagi. Tapi apa mungkin pangeran itu masih ada? Yah meski buku ini
adalah jejak dan tanda bahwa dia masih ada. Tapi aku belum tentu bisa
menemukannya di bumi yang luas ini” ucapku mengeluh dan hampir menyerah.
Tiba- tiba seorang pria duduk di sebelahku. Ia memperhatikanku
sesaat. Ia memperhatikan buku yang kubaca. Seorang pria yang tak asing bagiku
sebelum aku berreinkarnasi menjadi orang lain.
Ya, dia adalah Ethan. Laki- laki dari klan vampir.
Ya tentu saja aku masih memiliki ingatan yang jelas meski telah berreinkarnasi.
Pria itu berdeham, dan mulai bicara padaku.
“Eheem.... nona cantik! Pagi- pagi sudah di sini. Membaca
buku apa? Apa kamu tertarik dengan vampir hingga membaca buku itu?”
Aku pun menoleh ke arahnya, aku rasa pria ini tahu
buku apa yang sedang aku baca.
“Menurutmu, bagaimana?” tanyaku balik.
“Menutku ya, nona tertarik dengan vampir. Tapi kenapa?”
“Uh... saya hanya mencari seseorang. Siapa namamu?”
“Oh ya, saya lupa memperkenalkan diri. Perkenalkan nama
saya Ethan!” ucapnya sambil mengulurkan tangan padaku.
Aku pun menjabat tangannya, seraya berucap tanpa
__ADS_1
menjebutkan nama “Salam kenal Ethan! Selamat datang di perpustakaan Kota
Malvado”.
“Ah ya terima kasih. Apa kamu tertarik dengan vampir?
Saya punya banyak bacaan tentang itu!”
“Ah ya terima kasih, saya harus pergi. Selamat
pagi, Ethan!” ucapku segera membaca buku dan pergi meninggalkannya.
Aku segera menuju nyonya penjaga perpustakaan ini, meletakan
buku yang kubaca di atas meja. Di depan nyonya penjaga perpustakaan.
“Nyonya, terima kasih atas bukunya. Isinya menarik
sekali” ucapku memuji.
“Benarkah? Itu bagus jika kamu bisa membacanya. Saya
yakin kamu bukan berasal dari kota ini dan kamu bukan hanya sekedar gadis
biasa!”
“Nyonya, jangan berlebihan memuji saya. Saya hanya
seorang gadis biasa. Saya tinggal seorang diri di kota ini”
“Ya maafkan saya, saya baru pertama kali melihat gadis
sepertimu dapat membaca buku ini. Kamu mirip sekali dengan Violin, istri Roman”
“Maksud nyonya?”
“Ya maksud saya wajahmu sangat mirip dengan Violin,
Aku menggelengkan kepala sebagai bahasa isyarat
bahwa aku tidak mengenalnya.
“Oh baiklah saya akan memberitahumu. Violin adalah
istri Roman, Roman adalah seorang pria pemilik perusahaan besar di kota ini.
Perusahaan Vampir Love. Dia pria yang sangat sukses dan menikah muda dengan
gadis yang muda pula. Huh... betapa beruntungnya hidup pria itu!”
“Ya jika begitu saya turut senang, dia memiliki
keluarga yang bahagia”
“Ya, tapi sayangnya ibunya menceraikan pria yang
baru saja di nikahinya!”
“Apa? Kenapa?”
“Ya, kau tahu. Itu karna ayahnya hanya memanfaatkan
ibu Violin. Ya beruntung ibunya segera mengetahuinya. Meski terluka, itu jauh
lebih baik kan?”
“Entahlah. Nyonya, saya pergi dulu. Selamat pagi!”
__ADS_1
“Pagi, nona cantik!”
Setelah itu aku pergi meninggalkan perpustakaan
ini.
Ethan yang duduk telah memperhatikan gadis itu
sejak awal. Lalu ia mendekati nyonya penjaga perpustakaan kota dan mulai bicara
padanya. Mereka tampak akrab dan saling menjaga rahasia.
Menjelang siang hari di sebuah kota yang bernama
Kota Malvado. Kehidupan warga Kota Malvado yang aman dan tenteram. Seorang
gadis berjalan seorang diri entah kemana. Gadis yang memakai dress dengan tas
di punggungnya. Rambutnya yang terurai dan wajah yang cantik menawan dengan
senyum yang mempesona.
Angin berhembus menjatuhkan dedaunan lalu
membawanya pergi entah kemana. Daun itu jatuh ke tanah tepat di hadapan seorang
perempuan yang mirip dengan gadis yang berjalan seorang diri. Bahkan senyumnya,
mereka berdua jelas terlihat sama ketika di pandang dengan mata. Tetapi sebenarnya
mereka adalah dua gadis yang berbeda.
Dua gadis itu pun saling bertemu di taman Kota
Malvado, senyum manis di wajah keduanya tampak terlihat. Tetapi keduanya tidak
saling menyapa dan hanya berlalu saja.
Di taman ini aku melihat seorang gadis mirip
denganku, dari wajahnya hingga senyumnya. Dia benar- benar mirip denganku.
Tetapi ini bukanlah hal yang aneh, dan bukan pula kebetulan. Dia memanglah
kembaranku, hanya saja reinkarnasi itu telah mengubah kehidupan kami. Siapa
namku? Aresha.
Berjalan seorang diri menuju sebuah sekolah yang
berdiri dengan megah. Sekolah dengan nama Akademi Yexiao. Akademi yang kudengar
memiliki sebuah rahasia untuk muridnya. Akademi yang berdiri sama dengan Universitas
Borneo atau Buniv. Tetapi disini mereka di latih untuk memperlajari keahlian
yang mereka bawa sejak lahir. Benar- benar akademi yang menarik bukan?. Aku pun
segera masuk ke akademi yang berdiri dengan megah. Akademi yang berdiri dengan
beberapa lantai, memiliki asrama dan tentu saja tidak sembarang orang di terima
di tempat seperti ini.
Kedatanganku di tempat ini membuat perhatian beberapa
siswa- siswi. Penampilan mereka semua disini adalah berpakaian bebas. Entah mereka
__ADS_1
terlahir dari kalangan mana, yang jelas mereka hanyalah murid biasa. Bukan
akademi seperti ini yang ingin aku masuki, tetapi Akademi Yexiao ( Akademi malam