Bride Of Vampire: The Revenge

Bride Of Vampire: The Revenge
Episode 137


__ADS_3

Kembali ke Violin dan Roman >>> Bride Of Vampir.


Terima kasih atas penantiannya.


Perpustakaan Kota Malvado.


Pagi hari yang cerah, di mana matahari telah


bersinar terang menerangi negeri ini. Sebuah orang telah beraktifitas. Ada yang


berolah raga, berangkat ke sekolah, mulai membuka dagangannya bahkan pergi


bekerja.


Di sebuah tempat, perpustakaan Kota Malvado. Terlihat


seorang gadis mengenakan dress telah duduk membaca buku di kursi, ruang pojok


perpustakaan. Ia tampak membuka halaman demi halaman buku.


Keningnya kadang mengerut, menatap tajam buku di


depannya. Buku yang di bacanya bersampul unik, seperti buku telah lama dan


usang. Tetapi masih terlihat kokoh dan bersih.


“Tidak apa, selama aku masih bisa melakukan reinkarnasi.


Aku akan membuat hidupku menjadi lebih baik. Aku tidak boleh melakukan


kesalahan lagi. Tapi apa mungkin pangeran itu masih ada? Yah meski buku ini


adalah jejak dan tanda bahwa dia masih ada. Tapi aku belum tentu bisa


menemukannya di bumi yang luas ini” ucapku mengeluh dan hampir menyerah.


Tiba- tiba seorang pria duduk di sebelahku. Ia memperhatikanku


sesaat. Ia memperhatikan buku yang kubaca. Seorang pria yang tak asing bagiku


sebelum aku berreinkarnasi menjadi orang lain.


Ya, dia adalah Ethan. Laki- laki dari klan vampir.


Ya tentu saja aku masih memiliki ingatan yang jelas meski telah berreinkarnasi.


Pria itu berdeham, dan mulai bicara padaku.


“Eheem.... nona cantik! Pagi- pagi sudah di sini. Membaca


buku apa? Apa kamu tertarik dengan vampir hingga membaca buku itu?”


Aku pun menoleh ke arahnya, aku rasa pria ini tahu


buku apa yang sedang aku baca.


“Menurutmu, bagaimana?” tanyaku balik.


“Menutku ya, nona tertarik dengan vampir. Tapi kenapa?”


“Uh... saya hanya mencari seseorang. Siapa namamu?”


“Oh ya, saya lupa memperkenalkan diri. Perkenalkan nama


saya Ethan!” ucapnya sambil mengulurkan tangan padaku.


Aku pun menjabat tangannya, seraya berucap tanpa

__ADS_1


menjebutkan nama “Salam kenal Ethan! Selamat datang di perpustakaan Kota


Malvado”.


“Ah ya terima kasih. Apa kamu tertarik dengan vampir?


Saya punya banyak bacaan tentang itu!”


“Ah ya terima kasih, saya harus pergi. Selamat


pagi, Ethan!” ucapku segera membaca buku dan pergi meninggalkannya.


Aku segera menuju nyonya penjaga perpustakaan ini, meletakan


buku yang kubaca di atas meja. Di depan nyonya penjaga perpustakaan.


“Nyonya, terima kasih atas bukunya. Isinya menarik


sekali” ucapku memuji.


“Benarkah? Itu bagus jika kamu bisa membacanya. Saya


yakin kamu bukan berasal dari kota ini dan kamu bukan hanya sekedar gadis


biasa!”


“Nyonya, jangan berlebihan memuji saya. Saya hanya


seorang gadis biasa. Saya tinggal seorang diri di kota ini”


“Ya maafkan saya, saya baru pertama kali melihat gadis


sepertimu dapat membaca buku ini. Kamu mirip sekali dengan Violin, istri Roman”


“Maksud nyonya?”


“Ya maksud saya wajahmu sangat mirip dengan Violin,


Aku menggelengkan kepala sebagai bahasa isyarat


bahwa aku tidak mengenalnya.


“Oh baiklah saya akan memberitahumu. Violin adalah


istri Roman, Roman adalah seorang pria pemilik perusahaan besar di kota ini.


Perusahaan Vampir Love. Dia pria yang sangat sukses dan menikah muda dengan


gadis yang muda pula. Huh... betapa beruntungnya hidup pria itu!”


“Ya jika begitu saya turut senang, dia memiliki


keluarga yang bahagia”


“Ya, tapi sayangnya ibunya menceraikan pria yang


baru saja di nikahinya!”


“Apa? Kenapa?”


“Ya, kau tahu. Itu karna ayahnya hanya memanfaatkan


ibu Violin. Ya beruntung ibunya segera mengetahuinya. Meski terluka, itu jauh


lebih baik kan?”


“Entahlah. Nyonya, saya pergi dulu. Selamat pagi!”

__ADS_1


“Pagi, nona cantik!”


Setelah itu aku pergi meninggalkan perpustakaan


ini.


Ethan yang duduk telah memperhatikan gadis itu


sejak awal. Lalu ia mendekati nyonya penjaga perpustakaan kota dan mulai bicara


padanya. Mereka tampak akrab dan saling menjaga rahasia.


Menjelang siang hari di sebuah kota yang bernama


Kota Malvado. Kehidupan warga Kota Malvado yang aman dan tenteram. Seorang


gadis berjalan seorang diri entah kemana. Gadis yang memakai dress dengan tas


di punggungnya. Rambutnya yang terurai dan wajah yang cantik menawan dengan


senyum yang mempesona.


Angin berhembus menjatuhkan dedaunan lalu


membawanya pergi entah kemana. Daun itu jatuh ke tanah tepat di hadapan seorang


perempuan yang mirip dengan gadis yang berjalan seorang diri. Bahkan senyumnya,


mereka berdua jelas terlihat sama ketika di pandang dengan mata. Tetapi sebenarnya


mereka adalah dua gadis yang berbeda.


Dua gadis itu pun saling bertemu di taman Kota


Malvado, senyum manis di wajah keduanya tampak terlihat. Tetapi keduanya tidak


saling menyapa dan hanya berlalu saja.


Di taman ini aku melihat seorang gadis mirip


denganku, dari wajahnya hingga senyumnya. Dia benar- benar mirip denganku.


Tetapi ini bukanlah hal yang aneh, dan bukan pula kebetulan. Dia memanglah


kembaranku, hanya saja reinkarnasi itu telah mengubah kehidupan kami. Siapa


namku? Aresha.


Berjalan seorang diri menuju sebuah sekolah yang


berdiri dengan megah. Sekolah dengan nama Akademi Yexiao. Akademi yang kudengar


memiliki sebuah rahasia untuk muridnya. Akademi yang berdiri sama dengan Universitas


Borneo atau Buniv. Tetapi disini mereka di latih untuk memperlajari keahlian


yang mereka bawa sejak lahir. Benar- benar akademi yang menarik bukan?. Aku pun


segera masuk ke akademi yang berdiri dengan megah. Akademi yang berdiri dengan


beberapa lantai, memiliki asrama dan tentu saja tidak sembarang orang di terima


di tempat seperti ini.


Kedatanganku di tempat ini membuat perhatian beberapa


siswa- siswi. Penampilan mereka semua disini adalah berpakaian bebas. Entah mereka

__ADS_1


terlahir dari kalangan mana, yang jelas mereka hanyalah murid biasa. Bukan


akademi seperti ini yang ingin aku masuki, tetapi Akademi Yexiao ( Akademi malam


__ADS_2