
Kini semua orang benar- benar telah tidur dengan lelap. Kini suasana benar- benar hening dan sepi kecuali suara ngorok mereka yang tertidur. Saat itu lah, sesuatu terjadi. Mereka tertidur dengan lelap dan mimpi segera menghampiri mereka.
Sebuah kabut datang menyelimuti tempat mereka tidur, dan membalut mereka ke dalam dunia mimpi. Kini tanpa mereka sadari, mereka semua telah terjebak ke dalam dunia mimpi mereka masing- masing bahkan Erega dan Rasi.
Keberadaan Xia, gadis ini tertidur lelap dan dirinya telah diselimuti oleh kabut, ia dibawa oleh mimpi.
Dunia mimpi Xia.
Ia berada dalam dunia mimpi, Xia berjalan seorang diri di dalam kabut. Ia kebingungan dengan dirinya yang dikelilingi oleh kabut.
“Hallo, apakah ada orang? Halo!” teriak Xia kembali terus berjalan ke depan tanpa tahu arah. Ia terus berjalan dengan perasaan bingung yang terus menghampiri.
Jalan, jalan, jalan dan terus jalan tanpa henti hingga membuat dirinya merasa lelah dan berhenti.
“Ini, ini sebenarnya dimana? Kenapa kabut ini tak pernah berakhir? Tempat apa ini?” tanya Xia sembari melepas lelah.
Tiba- tiba saat itulah terdengar suara Eun dan Zanko. Entah berasal darimana suara itu, tetapi suara mereka terdengar jelas di telinga Xia. Tetapi Xia tidak dapat menemukan mereka berdua karena di sekelilingnya adalah kabut yang telah menghalangi penglihatan.
Suara Eun terdengar memanggil Xia, “Xia... Xia? Itukah kamu? Xia, kamu dimana?.”
Lalu suara Zanko menanggilnya, “Xia, Xia. Kamu dimana? Xia, Xia cepat lah kemari?.”
“Roman? Zanko? Kalian kah itu? Kalian dimana?” jawab Xia dengan suara keras.
__ADS_1
Tidak lama Xia berteriak, membalas panggilan Zanko dan Eun. Kembali terdengar suara Zanko dan Eun dengan suara yang sama memanggil Xia.
Suara Eun terdengar memanggil Xia, “Xia... Xia? Itukah kamu? Xia, kamu dimana?.”
Lalu suara Zanko menanggilnya, “Xia, Xia. Kamu dimana? Xia, Xia cepat lah kemari?.”
Suara Eun dan Zanko yang terus memanggil Xia. Xia yang mendengar panggilan itu ingin sekali segera mencari mereka. Tetapi kabut tebal ini menghalangi langkahnya. Hingga Xia hanya bisa berdiam diri di tempat dan menjawab panggilan mereka, “Eun, Zanko. Kalian dimana? Eun, Zanko. Aku tidak bisa mencari kalian, kabut ini menghalangi pandanganku. Aku tidak bisa menemukan kalian!.”
Tiba- tiba tanpa diduga kabut tebal ini segera lenyap, Xia dapat melihat Eun dan Zanko yang terjadi berada tak jauh darinya. Tetapi secara mendadak Xia mendapat serangan dari tanaman merambat. Spontan Eun segera melindunginya hingga tanaman rambat itu tidak menarik kaki Xia.
“Apa kamu baik- baik saja Xia? Kamu kemana saja? Kita dalam bahaya sekarang!” ucap Eun.
Xia terkejut, ia kembali bingung.
“Ah, tidak ada! Tidak ada kok!” jawab Xia berupaya menyadarkan dirinya dalam situasi ini. Xia pun membantu Eun dan Zanko melawan tanaman rambat yang menyerang mereka tanpa henti.
Di situasi ini, Xia dibuat terkejut dengan kehadiran teman- teman satu akademi dengan Xia. Meski tidak saling mengenal, mereka adalah peserta ujian ability magie dari Akademi Yexiao dan Buniv yang sama -sama berjuang melawan tanaman rambat.
Mereka saling membantu satu sama lain. Tiba- tiba tanaman rambat menjalar dengan ukuran yang besar menyerang Eun dan melilit tubuhnya.
“Aaaa.... tolong aku!” teriak Eun sembari berupaya menahan dirinya dibawa oleh tanaman rambat itu.
Xia yang melihat Eun hampir dibawa pun segera datang menyelamatkannya. Xia menggunakan seluruh kemampuannya untuk memotong tanaman rambat yang besar itu dengan pengendalian air yang dia kuasai. Ia berhasil memotong tanaman rambat yang besar dengan mudah dan tepat waktu hingga Eun pun terbebas.
__ADS_1
Eun segera menghampiri Xia, dan berucap “Terima kasih, untung saja ada kamu. Aku terselamatkan!”
“Ya tidak masalah” jawab Xia merasa malu karena dipuji.
Zanko pun segera mendekati keduanya, lalu berucap “Apa kalian baik- baik saja? Apa ada yang terluka?”
“Tidak, tidak ada yang terluka disini. Aku baik- baik saja!” jawab Eun.
“Ya syukurlah, mari kita selesaikan semua ini?”
“Ya!”
“Ngomong- ngomong, Xia yang baru saja tadi itu kamu sangat hebat!” puji Zanko sembari tersenyum manis.
“Ya, kalian juga!”
Tanaman rambat kembali menyerang, kali ini jumlah serangan semakin banyak. Xia dan yang lain pun mengeluarkan kemampuan yang mereka miliki. Tanaman rambat ini seakan- akan tidak ada habisnya.
**Pembaca yang terhormat, saya memperbaiki bab-bab yang dulu sehingga meninggalkan kesan bab pendek dan ada bab terulang sepenuhnya. telah saya berikan keterangan di setiap bab. Terima kasih.
__ADS_1