Bride Of Vampire: The Revenge

Bride Of Vampire: The Revenge
Episode 91 Antara Aira dan Tagao


__ADS_3

Pagi, kekuasaan telah diambil alih oleh wolf yang dipimpin Aira. Rakyat, pengawal dan semua keluarga kerajaan


dikumpulkan di depan istana. Kecuali Takara, dia sebagai jaminan untuk Tagao menyerahkan tahtanya pada Aira. Jika tidak, Takara akan dibunuh.


 Didepan rakyat, Tagao berucap “ Rakyatku sekalian, hari ini Aira yang ada disampingku akan mengantikan tahtaku


sebagai raja. Jika ada yang keberatan tinggalkan tempat ini!”.


Semua orang diam membisu, lalu Tagao memberikan mahkota yang dikenakannya pada Aira. Aira mengenakan mahkota. Begitu mengenakan dan telah diangkat menjadi raja, semua rakyat diminta untuk menghormatinya. Setelah menghormati Aira, rakyat pulang ke ruang masing-masing. Keluarga kerajaan kembali masuk ke istana, dan pengawal kembali berjaga.


Di ruang singgasana, tanganku masih terikat tali merah dengan Aira. Aira duduk di kursi sebagai raja, dan aku


selalu berada disampingnya.


            “ Tahan, dia seperti semula” ucap


Aira. Dua pasukan Aira mendekati Tagao, siap membawanya pergi ke tahanan.


            “ Aira, bukankah perjanjiannya bukan


seperti ini. Kamu akan membebaskan kami semua, termasuk Aresha setelah


kuberikan tahtaku padamu” jawab Tagao.


            “ Ya, tapi semua itu tidak selancar


yang kau harapkan. Aku belum mendapatkan semuanya darimu, bagaimana kalau sekarang


kamu menceraikan Aresha yang ada disampingku ini?”


            “ Tidak, aku tidak akan menceraikan


istriku karena ini”


            Aira memegang tali merah yang ada


ditangannya, hingga mengeluarkan kilauan.


            Seketika itu, tanganku yang terikat


tali merah terasa sakit dan keluar darah. Aku terlutut karena sakit, dan darah


yang menetas jatuh.


            Tagao, tak tega melihat istrinya


kesakitan dan berucap “ Baiklah, tapi aku harus bicara berdua dengannya”.


            “ Baiklah, silahkan saja”, Aira


kembali memegang tali merah, “ Aresha, pergilah mendekati suamimu itu. Ucapkan


kata-kata terakhir dalam perpisahan kalian ini”.


            Tali merah yang mengikat tanganku


dan Aira dapat memanjang hingga aku bisa berjalan mendekati Tagao. Memeluk erat


Tagao, meski tanganku masih terasa sakit dan darah yang terus menetes. Lalu


berucap “ Kamu tak apa, Aresha? Jangan sedih Aresha, semua akan baik-baik saja.


Jika kita berjodoh, suatu saat nanti kita akan dipertemukan kembali. Aku


terpaksa harus menceraikanmu demi keselamatanmu, Aresha”.


            “ Tapi kamu tak harus lakukan ini,


Tagao”


            Aira mendengar apa yang kami


bicarakan berdua, lalu berucap “ Dia harus lakukan itu jika ingin dirimu


selamat begitu juga dengan Takara”.


            “ Aku menceraikanmu, Aresha. Aku


sungguh minta maaf”


            Kupeluk Tagao untuk terakhir


kalinya, lalu melepasnya. Kemudian Tagao dibawa ke ruang tahanan. Aira menarik


tali merah hingga kembali berubah ke pajang tali semula. Aku kembali berdiri


disampingnya.


            “ Jangan katakan kamu sedih hanya


karena ini, bukankah kamu sangat membenci suamimu?” ucap Aira.


            “ Tapi aku tidak bisa jauh darinya,


aku telah memaafkannya”


            “ Benarkah? Kalau begitu aku punya


tawaran baik untukmu. Jadilah istriku, maka aku akan membebaskan mantan


suamimu, Takara dan Zuya”


            “ Jika aku menolak!”

__ADS_1


            “ Jika kamu menolak, maka mereka


akan ada di tiang gantung atau aku akan memotong kepala mereka sendiri. Jika


kamu menerima, aku akan mengasingkan mereka setidaknya mereka masih hidup”


            “ Apa aku harus menjawabnya


sekarang?”


            “ Ya, sebaiknya begitu lebih baik”


            “ Kamu tahu, Aira!. Aku benar-benar


tidak bisa, tapi apa yang akan kau tawarkan jika aku jadi istrimu? Aku tidak


tertarik akan tahta”.


            “ Aku akan menawarkan cinta tanpa


kebohongan untukmu, dan menjadikanmu ratu di istanaku. Bagaimana?”


            “ Baiklah, tapi aku ingin bicara


dengan mantan suamiku dulu. Ada banyak hal yang ingin aku bicarakan dengannya”


            Kemudian Aira melepaskan ikatan tali


merah dari tanganku lalu berucap “ Pergilah menemui suamimu itu”.


            Aku cepat berlari menemui Tagao di


ruang tahanan. Kulihat dia duduk dengan menundukan kepala.


            “ Tagao, aku ingin bicara padamu!”


            Begitu mendengar suara Aresha, Tagao


menoleh ke depan. Berjalan mendekati Aresha dan berucap “ Aku minta maaf karena


tak bisa melindungimu dan menjadi suami yang baik bagimu”.


            “ Tidak, kamu tak harus minta maaf


padaku. Aku akan menjadi istri Aira, tapi ada hal yang harus kamu ketahaui.


Jika kita memang berjodoh dan ditakdirkan untuk bersama. Mungkin suatu saat


nanti kita akan dikumpulkan kembali. Aku lakukan ini demi kamu, Takara dan Zuya.


Jika aku tak menikah dengannya, dia akan membunuh kalian. Aku tidak mau


kehilanganmu, Tagao”.


besi, Tagao memegang tanganku lalu berucap “ Ya, aku akan selalu menunggu. Aku


akan tetap mencintaimu sampai kapanpun, Aresha”


            Kuberikan senyum manisku untuk


terakhir kalinya, “ Setelah ini, pergilah. Jangan kembali, aku tidak mau


kehilanganmu”, lalu kulepaskan tangan dari Tagao dan pergi.  Kutemui kembali Aira diruang singgasana. Aira


masih duduk di kursi.


            “ Ikat tanganku dengan tali merah”


perintahku, Aira mengikat tali merah ditanganku.


            “ Jadi apa keputusanmu?” tanya Aira.


            “ Ya aku akan menjadi istrimu, tapi


kamu harus janji tidak akan membunuh mereka”


            Aira berdiri, memegang tanganku. “


Ya tenang saja, aku akan tepati janjiku”, Aira memeluk erat diriku. Kulepaskan


pelukan Aira, “ Jadi, aku ingin kamu bebaskan mereka dulu. Aku ingin kamu


lakukan itu sebagai bukti bahwa kamu tak akan mengingkari janjimu padaku”.


            “ Baiklah, mudah saja”, Aira


berjalan mendekati seorang penyihir. Membisikan sesuatu ditelinga penyihir,


lalu penyihir itu pergi. Aira mendekat, “ Mari kita lihat kehpergian mereka!”.


            “ Aku tak ingin melihatnya, aku


percaya padamu bahwa kamu tidak akan mengingakari janjimu padaku”.


            “ Ya baiklah. Bisa kah kamu menghiasi


dirimu untukku?”


            “ Jangan mulai genit,  akan kulakukan”, pergi meninggalkan Aira.


***


            Tagao, Takara dan Zuya dibawa

__ADS_1


penyihir dan wolf ke hutan tanpa penghuni jauh dari kehidupan manusia. Mereka


diasingkan, ada rasa tidak terima dalam diri mereka. Namun Takara menganggap


semua ini adalah balasan dari kebohongan yang telah mereka lakukan pada Aresha.


Dalam pengasingkan, Takara mengalami keguguran dan bayinya meninggal. Takara


mengalami pendarahan dan meninggal, dimakamkan dalam pengasingan. Zuya sangat


berduka atas kepergian Takara. Entah mengapa Tagao dan Zuya kembali diburu


penyihir dan wolf. Zuya dibunuh oleh  penyihir. Anehnya dalam penyerangan ini ketika Zuya tewas, penyihir dan


wolf tak memburu  Tagao. Mereka hanya


mengincar Zuya.  Dalam duka, Tagao sangat


bersedih.


            Dalam diri Tagao, ada darah peri dan


vampire yang bercampur dalam darah manusia. Tagao tidak mau terlalu larut dalam


kesedihan, Tagao mencoba bangkit kembali. Tagao membuat rencana besar-besaran


untuk menyerang wolf, mengumpulkan orang-orang yang setia mengabdi padanya.


Menjadikan vampire, dan mengajari menyesuaikan diri. Menemui teman-temannya


yang bersedia membantu dirinya, mengumpukkan semua pasukan.


***


            Kulihat dari jendela dibawah Aira


sedang berbicara dengan penyihir di halaman istana. “ Penyihir, yang salah


membuat keputusan besarnya. Menghianati ratunya, jadi selama ini telah banyak


penyihir jahat dibalik kejayaan ibuku? Baiklah, darah murni penyihir bangsawan


lebih kuat dari pada penyihir berdarah murni biasa. Lihat saja akibat apa yang


telah kalian lakukan” gumanku. Berjalan keluar kamar menuju Aira yang sedang


berbicara dengan penyihir. Begitu melihat diriku, para penyihir pergi.


            “ Aira, aku ingin pergi ke air


terjun untuk menenangkan diriku. Kamu mau ikut?”


            “ Ya, boleh juga. Aku ikut”.


            Kemudian Aira mengambil kuda


kesayangannya. Aira  mempersilahkan


diriku naik lebih dulu, baru lah Aira naik setelah aku. Aira memegang erat


tubuhku, “ Aku tidak mau kamu sampai terjatuh dan terluka”. Aku hanya diam tak


menangapi ucapannya, kemudian kami pergi menuju air terjun dengan diiringi


pasukan wolf.


            Begitu sampai di air terjun Aira


langsung turun dari kuda begitu juga denganku. Berjalan menuju jatuhnya air,


masuk ke dalam. Ya tepat dimana air itu jatuh menjadi air terjun didalamnya ada


goa. Goa untuk pemandian, membentuk sebuah kolam yang kedalamannya sedada orang


dewasa. Goa ini selain membentuk sebuah kolam juga ada tepian, dimana kita bisa


menginjakkan kaki untuk melepaskan pakaian atau sembunyi dari kejaraan


orang-orang. Kulepaskan pakaianku, lalu menyeburkan diri ke kolam. Airnya sejuk


sekali. Berenang menuju tengah-tengahnya, dan kembali ketepian. Berulang kali


melakukannya, hingga aku dikejutkan dengan kehadiran Aira yang mendadak ada


didepanku.


            “ Nyamanya berenang sendirian, kamu


mengajakku kemari hanya karena ingin bersantai sendiri”


            “ Tidak, maaf aku lupa mengajakmu


berenang”


            “Sebagai akibatnya kamu akan


kutangkap”, Aira hendak menangkap diriku, aku cepat menghindar darinya. Dia


mengejarku, dan berhasil menangkapku. Memeluk erat diriku, kutatap wajahnya.


Dia dekatkan wajahnya padaku dengan sangat dekat, dia menciumku. Kupeluk erat


dirinya, aku mengerti besar cintanya padaku.

__ADS_1


__ADS_2