
Sebelumnya…
“Buang aja! Gak apa-apa jika kamu gak suka nanti aku beliin lagi yang kamu suka. Kamu tinggal bilang aja yang mana”,
“Gak ngerti juga nih cowok”gumamku dalam hati, “Hah, anak konglomerat yang sedang digosipkan. Kamu tinggal di apartemen Orchid. Menyebalkan jika terus memandangiku dari sana”,
“Kamu tahu ya? Tapi kamu senangkan aku terus memperhatikanmu?”
Aku hanya tersenyum manis mendengar ucapannya, ya ucapannya hampir benar aku senang seseorang menaruh perhatian kecil padaku. “ Ambil lagi barangnya!”,
“Tuh kan mengubah topic pembicaraan kita? Aku gak akan ambil barang-barang itu, terserah kamu mau diapakan barang-barang itu, simpan atau buang!”,
“Aku gak ngubah topic pembicaraan kita, Roman! Aku gak bisa datang”,
“Aku akan menjemputmu siap atau tidak” Roman menutup telponnya yang semakin membuatku jengkel.
“Hah ya begitulah seperti dulu keras kepala. Memang! Hem, acaranya nanti malam kan? Aku mungkin bisa mencari kesibukan sekarang. Tidak mengangkat telpon darinya atau pun bertemu dengannya. Menjauh”gumanku.
Aku pun segera mungkin merapikan kamar, meletakan barang-barang itu ke dalam lemari lalu pergi ke luar. Tapi di luar kamar aku malah bertemu dengan pemburu vampir. Miguel dan Zimma nampak memperhatikan diriku yang melangkah menuruni tangga.
“Miguel, menurutmu apa dia baik-baik saja setelah kejadian itu?”,
“Entahlah, menurutku dia memang berada di tempat dan waktu yang salah saat itu”,
“Ya tapi Yoong marah sekali padanya, padahal ia juga berusaha melindungi kita”,
“Em, sudahlah semoga saja dia tak lagi berada di tempat dan waktu yang salah”
***
Sementara itu di VA, Alecia mencurigai Romeo yang berubah sifatnya mengetahui siapa dirinya yang sebenarnya dan memilih Alika. Alecia tidak tinggal diam, dia membangkitkan vampir jahat yang terkutuk seumur hidupnya. Begitu berhasil, dia mengutus vampir-vampir itu untuk memburu Alika.
Sementara itu di tempat rahasia Ethan dan pasukannya serta Rey sedang membicarakan sesuatu.
“Dia tak akan bisa lagi di tipu, tapi aku ingin kalian semua menghabisi pemburu vampire itu agar tidak ada penghalang lagi. Aku ingin kalian merekrut vampir baru,”ucap Ethan.
“Tuan, kudengar sebuah ramalan telah terjadi. Ada seorang perempuan yang dibangkitkan
kembali, masa lalunya wanita itu adalah penyihir biru. Jika tuan mendapatkan kekuatan yang ia miliki maka tidak ada yang dapat menghalangi langkah tuan,”ucap salah satu pasukannya.
“Hem, aku pernah mendengar dan tahu siapa dia. Akan kudapatkan dia dengan mudah. Aku akan pergi sendirian, selama aku pergi aku harap saat kembali kalian telah merekrut vampir baru disini”,
“Baik Tuan!”, Ethan pun pergi menuju VA sendirian untuk menemui Alecia.
***
__ADS_1
Alecia duduk termenung melihat ke arah kastil drakula. Dia tak mengerti akan hubungannya sekarang ini dengan Romeo. Romeo sering kali membiarkannya dan cincin pertunangan ini seakan-akan tak ada harganya lagi.
Ia mulai berpikir ini semua memang karena Alika, “ Andai saja anak itu tak pernah datang kemari, semua tidak akan seperti ini. Anak itu telah menghancurkan semua rencana besarku,”guman Alecia.
Tiba-tiba dirinya dihampiri oleh Ethan,
“Hay, Alecia. Bagaimana kabarmu?,”sapanya,
“Baik, kapan kamu tiba disini?”,
“Baru saja, aku datang untuk menemuimu. Aku mau mengajakmu jalan-jalan keluar VA. Hanya kita”,
“Baiklah, tak masalah. Aku akan bersiap-siap sebentar,”ucap Alecia masuk ke kamar. Tak beberapa lama kemudian Alecia keluar dan pergi jalan-jalan bersama Ethan.
Alecia tak pernah sadar akan rencana busuk Ethan pada dirinya. Romeo yang melihat Alecia pergi bersama Ethan dari kejauhan hanya diam saja. Romeo berharap Alecia akan menyukai orang lain dan melupakan dirinya meski mereka telah bertunangan.
Ethan dan Elecia pergi ke atas tebing tinggi, disanalah Ethan dan Elecia menghabiskan waktu. Ethan menggunakan kekuatannya untuk membuat kegelapan di atas tebing tinggi. Kegelapan datang dengan kabut hingga tak terlihat pemandangan sekitar mereka.
Saat itu lah Ethan membuat tubuh Elecia melayang dan mengambil kekuatannya. Alecia berupaya menjatuhkan dirinya tetapi tidak bisa.
Elecia menjerit dan berteriak tapi tak ada yang dapat mendengarnya. Kekuatan Alecia telah diserap oleh Ethan. Alecia terjatuh dan tubuhnya lemas tak berdaya.
“Kupikir penyihir yang diramalkan itu pintar ternyata mudah tertipu! Hah, tak lama lagi kau akan mati, jadi kusarankan silahkan melompat dari tebing Alecia sayang!,”ucap Ethan.
“Hah, teman baik? Kau pikir kedatanganmu selama ini apa? Kau melihat kami sebagai orang baik? Bodoh! Haha, kami tidak seperti apa yang kau lihat Alecia. Kami memiliki masa lalu yang harus dibalaskan. Tak ada perdamaian Alecia, dunia kami penuh kehancuran. Apa yang kau lihat itu hanya kebohongan seperti dirimu yang telah memfitnah Netta. Kau puas sekarang bukan? Tidak akan ada orang yang akan menolongmu disini. Jadi nikmati saja kematianmu,” jawab Ethan sambil pergi meninggalkan Alecia.
Alecia mencoba menyimpan sisa tenaganya, dan mulai menyadari akan sikapnya yang tidak baik pada Netta yang selalu membelanya selama ini. Hanya ada kesadaran akan
sikapnya selama ini, Alecia menyesali semuanya dan baru mengetahui akan hal yang sebenarnya di balik VA. Ethan pergi dengan rasa puas akan telah menghabisi penyihir biru. Awan gelap dan kabut yang menyelimuti pun pergi seiring kepergian Ethan.
***
*Alika
Duduk di taman beberapa jam pikiranku malah menjadi kacau, aku tiba-tiba saja terpikir Alecia. “ Alecia, dia sedang apa? Kenapa aku tiba-tiba terpikir gadis menyebalkan itu? Dia bahkan telah bertunangan dengan Romeo, dia pasti akan bahagia. Jadi untuk apa mencemaskan dirinya,”gumanku.
Tapi semakin aku tak peduli kepalaku semakin memikirkannya, akhirnya dengan terpaksa aku menghubungi Roman kembali.
“Ya cantik, ada yang bisa kubantu? Tuh kan kamu kangen sama aku baru saja”,
“Heh, bawel loh! Aku mau minta bantuanmu sekarang. Kamu bisa hubungi Alecia gak? Tanyain kabarnya gimana, pikiranku terus memikirkan gadis itu”,
“Kenapa gak mikirin aku sih?”,
“Mau apa gak? Kalau gak aku bisa saja datang ke VA sendirian dan batal makan malam kita”,
__ADS_1
“Kamu serius akan malam denganku jika aku menghubungi Alecia dan menanyakan kabarnya?”,
“Iya, aku serius”,
“Oke, aku akan menghubunginya”.
Aku pun segera menutup telpon dan mencoba menenangkan diri.
Sementara itu Roman menghubungi Alecia, Alecia mengangkat teleponnya.
“Hay Alecia, bagaimana kabarmu di VA?”,
“Tolong aku Roman, aku di atas tebing sendirian. Aku tak bisa bertahan lama disini”,
“Aku akan segera datang Alecia, tunggu aku!”, dengan tergesa-gesa Roman pergi dengan motornya ke tebing dengan kecepatan tinggi.
Begitu tiba di atas tebing, Roman melihat Alecia yang tak berdaya. Tubuhnya lemas.
Secepat mungkin Roman membawa Alecia ke VA. Kedatangan mereka berdua telah membuat buruk sangka Romeo. Roman dan Romeo sempat bertengkar tetapi Alecia menjelaskan apa yang telah terjadi pada dirinya.
“Ini bukan salah Roman, Romeo. Ethan yang telah melakukan semua ini padaku, dia mengambil kekuatan yang kumiliki. Aku minta maaf telah memisahkanmu dengan Alika, Romeo. Dialah gadis yang sebenarnya kamu cari! Ethan akan datang mencarinya dan mengambil kekuatannya sama sepertiku karena Ethan pikir aku adalah gadis penyihir biru itu”
“Alecia, tolong jangan pergi! Aku memerlukan dirimu disini, aku memaafkanmu. Siapapun dirimu kamu tetap diperlukan disini”,
Tetapi semua itu telah terlambat, Alecia telah pergi selamanya. Dia tak dapat menahan rasa sakit yang menusuk dirinya perlahan-lahan. Romeo pun menyimpan dendam pada Ethan karena Ethan telah membunuh Alecia meski dirinya tak mencintai Alecia bukan berarti harus membunuh gadis ini.
***
Beberapa jam menunggu kabar dari Roman, akhirnya di menghubungiku juga.
“Alika, aku sungguh minta maaf. Aku tak bisa menolongnya, maafkan aku!”,
“Apa yang telah terjadi Roman, ada apa?”,
“Alecia tewas dibunuh Ethan, dia mengambil kekuatan miliknya. Alecia bilang Ethan juga akan melakukan hal yang sama padamu, sebaiknya kamu hati-hati sekarang”,
“Ya, aku ingin melihat Alecia sekarang. Aku akan ke sana”,
“Akan kutunggu kedatanganmu, kuharap selama perjalananmu menuju kemari jauhi siapa saja karena mungkin saja itu pasukan Ethan”,
“Ya, sampai jumpa disana Roman”, menutup telpon dan segera mencari taksi untuk mengantarku ke Buniv.
__ADS_1