Bride Of Vampire: The Revenge

Bride Of Vampire: The Revenge
Episode 229


__ADS_3

“Yah, lebih baik begini kan? Hah... sayang sekali aku harus mengulur waktu lagi! Aku tidak bisa diam saja. Apa aku harus mempercepatnya? Tapi memanfaatkan satu orang yang juga memperlukan benda itu untuk memperbaiki kehidupanya tidaklah cukup. Kemungkinan ada banyak orang melindungi benda yang memiliki kekuatan itu. Hah.... menyebalkan!” gumanku dalam hati hingga aku tidak sadar sebuah mobil hampir menabrakku.


“Aaaaa.....” teriakku dengan menghalangkan kedua tanganku ke depan dan kupejamkan mataku.


Entah apa yang terjadi, tetapi aku merasa ada yang aneh. Aku pun memberanikan diri membuka mata. Perlahan- lahan aku melihat, dan aku di buat kaget dengan kehadiran Ethan yang ada di depanku. Aku berada di pangkuannya, aku kaget dan langsung mendorong tubuhnya tetapi ia tidak mau melepaskanku.


“Hei! Lepaskan aku! Lepaskan!” ucapku memukul tubuhnya.


“Ah, ya ampun! Memang pukulan manusia itu tidak kuat ya? Ya baiklah, aku akan melepaskanmu jika kamu diam!”


“Lepaskan aku! Lepaskan!”


“Diamlah! Atau aku tidak akan melepaskanmu sebelum kamu diam atau kamu, aku bunuh!” ucap Ethan padaku.


Mendengar ucapan dan tatapannya yangs serius padaku, aku pun hanya bisa diam saja. Dia memeluk erat diriku, dan aku tidak mengerti akan tingkahnya. Pelukan itu mulai terasa hangat yang membuatku tiba- tiba mengingat hal buruk. Karna Ethan tak kunjung melepaskan pelukannya padaku, dengan terpaksa aku pun langsung mengigitnya di leher.


“Awwww.... sakit! Apa yang kamu lakukan? Lepaskan!” ucap Ethan.


“Lepaskan aku dulu!”

__ADS_1


Tanpa menunggu lama Ethan segera melepaskan pelukannya padaku, dan aku segera melepaskan gigitan di lehernya.


Aku pun terbebas dari pelukan Ethan, pria yang kuanggap mesum itu.


“Sakit! Kamu menggigit leherku? Akrhh...kenapa? Aku sudah menyelamatkanmu, apa ini balasannya?”


Aku terkejut, dan ingat apa yang baru saja terjadi. Aku pun mulai menduga pria ini menyelamatkanku dari kecelakaan dengan kemampuannya sebagai bagian dari vampir.


“Ah, begitu ya? Maaf, maafkan aku!” ucapku sembari menundukan kepala padanya.


“Ini tidak bisa di maafkan begitu saja! Ini sakit tau, kamu melukai leherku!” jawab Ethan menolak permintaan maafku. Ethan tersenyum manis, ia berpura- pura masih merasa kesakitan. Ethan telah mengetahui lukanya pasti lah sudah sembuh sekarang, untuk tidak kehilangan perhatian gadis ini, ia menutupi lehernya dengan tangan agar masih terlihat kesakitan.


Aku pun segera berhenti menundukan kepala, dan melihat ke arahnya. Ia masih mengaduh kesakitan, aku pun mulai merasa bersalah. Dia sudah menyelamatkanku, tetapi aku malah membalasnya dengan luka.


Aku pun terbebas dari pelukan Ethan, pria yang kuanggap mesum itu.


“Sakit! Kamu menggigit leherku? Akrhh...kenapa? Aku sudah menyelamatkanmu, apa ini balasannya?”


Aku terkejut, dan ingat apa yang baru saja terjadi. Aku pun mulai menduga pria ini menyelamatkanku dari kecelakaan dengan kemampuannya sebagai bagian dari vampir.

__ADS_1


“Ah, begitu ya? Maaf, maafkan aku!” ucapku sembari menundukan kepala padanya.


“Ini tidak bisa di maafkan begitu saja! Ini sakit tau, kamu melukai leherku!” jawab Ethan menolak permintaan maafku. Ethan tersenyum manis, ia berpura- pura masih merasa kesakitan. Ethan telah mengetahui lukanya pasti lah sudah sembuh sekarang, untuk tidak kehilangan perhatian gadis ini, ia menutupi lehernya dengan tangan agar masih terlihat kesakitan.


Aku pun segera berhenti menundukan kepala, dan melihat ke arahnya. Ia masih mengaduh kesakitan, aku pun mulai merasa bersalah. Dia sudah menyelamatkanku, tetapi aku malah membalasnya dengan luka.


“Maaf, aku sungguh minta maaf. Terima kasih sudah menyelamatkanku! Aku akan bertanggung jawab, aku bersedia merawatmu hingga sembuh!”


“Benarkah? Sungguh?”


“Ya aku sungguh- sungguh. Anggap saja ini sebagai tanda terima kasihku karna kamu sudah menyelamatkanku!”


“Baiklah, kalau begitu kamu ikut denganku! Kebetulan hari ini aku harus pulang ke rumah”


“Ya baiklah”


Kemudian Ethan berjalan lebih dulu dan aku mengikutinya dari belakang. Diam- diam pria itu memperhatikan gadis ini, ia berjalan dengan hati yang tersenyum. Sementara gadis itu berjalan mengikutinya dari belakang tanpa ekspresi apapun.


Keberadaan Aresha.

__ADS_1


Mengikuti tiap langkah Ethan, hingga Ethan menemui orangnya. Dan, aku terus saja harus ada di dekatnya. Ethan pun menemui dokternya, ia memeriksakan diri tetapi aku tidak boleh masuk untuk melihatnya. Aku hanya bisa menunggu di lobby. Ini membosankan dan menyebalkan bagiku. Apalagi tempat ini, tempat ini adalah kantor perusahaan miliknya. Aku benar- benar harus menyimpan rasa malu, datang di pagi hari bersama Ethan. Diriku bisa- bisa di katakan sebagai pelayan, itu sangat membuatku kesal.


__ADS_2