
Roman pun segera bergabung dengan mereka, namun Roman hanya duduk di sofa. Ia tidak mengambil makanan dan minuman, hanya mengamati teman- teman yang sibuk makan. Ia melihat Violin, Hani dan Gisel makan dengan semangatnya, begitu juga dengan yang lain.
Ia juga melihat ke arah empat orang yang jatuh ke lubang dan bertemu disini, mereka berempat tak pernah meranjak pergi dari tempat mereka duduk.
Roman mengamati seluruh tempat ini yang nyaman dan penuh makanan yang lezat tetapi hal seperti ini lah yang membuat Roman curiga. Ia merasa ada yang aneh dengan tempat ini.
Ia memperhatikan Violin dan dua sahabatnya makan, memperhatikan makanan yang cepat sekali habis. Lalu melihat ke arah empat orang yang telah mereka temukan. Hal aneh pun terlihat olehnya. Makanan yang mereka makan tidak lah cepat habis. Padahal jelas- jelas Roman melihat mereka semua makan dengan lahap, tetapi hanya mereka yang makananya yang pernah habis.
Saat Roman memperhatikan ke empat orang itu, tiba- tiba salah satu dari mereka menatap ke arahnya. Orang itu pun mendekati dirinya sembari membawa minuman di tangannya. Ia meletakan minuman di meja, di depan Roman. Orang itu pun duduk di sofa berhadapan dengannya.
Ia tersenyum manis, lalu berucap “Hah, ya ampun! Ada apa? Mengapa kamu tidak makan? Apa kamu tidak lapar setelah perjalanan ini?.”
“Tidak, aku hanya ingin beristirahat saja!”
“Ya kalau begitu kebetulan sekali aku membawa minuman, silahkan minum! Jangan malu- malu!”
__ADS_1
Roman menatap wajahnya sesaat, ia ramah penuh senyum. Tetapi Roman tidak mengambil minuman di atas meja itu. Minuman itu terlihat sangat enak, dan dapat melepaskan rasa hausnya.
“Oh, apa kamu tidak suka? Disini banyak minuman yang lain loh, mau aku ambilkan?”
“Tidak perlu, tidak perlu repot- repot. Nanti akan aku ambil sendiri!”
“Oh begitu ya! Baiklah kalau begitu aku akan kembali ke mereka. Sebaiknya cepatlah makan atau minum, nanti waktu istirahat kita keburu habis!”
“Ya, terima kasih atas peringatannya!”
Roman pun kembali mengamati seluruh tempat ini, tempat ini sangat mencurigakan baginya.
Tidak ada seorang pun yang menyadari tempat aneh ini, tetapi sesuatu telah terjadi disini. Ada beberapa orang diantara mereka yang mendadak menghilang. Perlahan- lahan jumlah mereka menghilang satu demi satu tanpa ada yang menyadari.
Seorang yang telah kembali bergabung dengan ketiga temannya mulai memperhatikan Roman diam- diam.
__ADS_1
“Bagaimana, apa ia meminumnya?”
“Tidak! Dia tidak meminumnya.”
“Hah, bagaimana bisa? Bukankah dia telah haus? Perjalanan yang mereka tempuh bukankah sangat lama?”
“Ya, tapi pria itu keras kepala. Apa mungkin dia telah menyadari tempat ini?”
“Itu tidak mungkin! Tempat ini sangat nyaman.”
“Ya, benar sekali tapi pria itu menolaknya. Lalu apa yang harus kita lakukan?”
*Terima kasih sudah membaca, komentar dan share. jangan lupa rate. Mohon untuk tidak plagiat karya orang lain dan silahkan berkomentar di bab. karena saya jika ada waktu luang akan mampir. terima kasih. setiap bab akan saya revisi sedikit demi sedikit. jangan lupa baca Vampire Lovers ya, terima kasih banyak sudah mampir. Mohon untuk berkomentar sepantasnya. Kamu menghargai orang lain maka orang lain juga menghargaimu, boleh beri kritik dan saran tetapi menggunakan bahasa yang baik dan sopan serta gunakanlah bahasamu sebagai manusia.
__ADS_1