
Kastil drakula,
Orang- orang tertidur lelap, bahkan Rasi. Ia kembali tertidur setelah mimpi buruknya. Ruangan lain dalam kastil ini, ruangan tidur tempat peserta ujian ability magie beristirahat.
Ruangan itu terlihat lah Macy dan ketiga temannya. Mereka tidak tidur malam ini, mereka tetap berjaga.
“Yunba, apa kamu yakin untuk melakukan ini?”
“Ya tentu saja, kalian sudah dengar kan akan ada ujian malam ini. Nah, untuk itu kita harus terjaga!” jawab Yunba.
“Tapi Yun ( menguap) hah, ini sudah larut malam. Aku ngantuk!”
“Hei, tetaplah terjaga. Jika kamu tidur, kamu tidak akan bisa lolos.”
“Ya, tapi... hah, aku keluar dulu. Disini membosankan!” ucap Vera yang kemudian segera beranjak dari tempat tidur. Vera pergi menuju ruang tamu, ruang depan kastil yang disusul oleh ketiga temannya.
Sembari berjalan menuju ruang depan, Vera berucap “Katanya gak mau ikut!” kesalnya.
“Siapa yang mengatakan tidak mau ikut? Kami ikut!” jawab Ninga.
“Ya benar, kami ikut. Kami juga bosan terus di tempat tidur, kalau terus disana dan menunggu itu membosankan tau!” ucap Micy.
“Ah, ya benar juga!” jawab Vera.
Tidak lama kemudian mereka tiba di ruang depan yang terhubung dengan ruang tamu. Ruangan ini sepi dan hanya ada mereka berempat disini. Kedatangan mereka dikejutkan dengan adanya kabut yang menyelimuti ruangan ini.
__ADS_1
Mereka tidak bisa melihat dengan jelas karena kabut yang menghalangi pandangan, tetapi cahaya lampu ini sedikit membantu.
“Ruangan ini kenapa buram?” tanya Micy.
“Apa maksudmu?” Vera
“Apa kamu tidak lihat? Ruangan ini tu buram!”
“Ah ya, ini seperti kabut dan disini dingin juga!”
“Ya benar, apa yang dikatakan Vera. Disini ada air yang menjadi kabut tebal!” jelas Yunba.
Tanpa pikir panjang ke empatnya segera duduk di sofa, dan memulai perbincangan.
“Hah, kastil ini memang payah dan tua. Kabut saja bisa sampai masuk kemari!” kesal Vera.
“Ya, eh.. Yunba. Bagaimana dengan rencana kita? Apa ini masih berjalan dengan baik?”
“Ya tentu saja. Ayahku katakan kita hanya perlu diam saja tanpa melakukan apapun. Berjaga sepanjang malam, kata ayahku ini adalah ujian kita di dalam dunia mimpi”
“Dunia mimpi?”
“Ya benar, dunia mimpi. Di dalam dunia mimpi hal tak terduga akan terjadi, apapun itu”
“Begitu ya? Lalu apa kau tahu soal rencana ini, ya maksudku yang lainnya? Aku benar- benar tidak suka kepala akademi kita memerintah seenaknya. Bahkan ia menganti ujian ability magie seenaknya saja tanpa persetujuan dari muridnya, menyebalkan!”
__ADS_1
“Hahaha...., kamu benar. Aku bahkan di buat bingung, jika kepala sekolah meminta kita untuk mencari kristal yang hilang lalu untuk apa ujian ability magie? Ya maksudku dua hal ini dilakukan secara bersamaan. Apa kalian tidak mencurigai hal ini? Mungkin saja ada orang yang memanfaatkan rencana ini!” ucap Ninga.
“Maksudmu apa?”
“Ya maksudku, mungkin saja kepala akademi kita merencanakan sesuatu di luar dugaan kita!”
“Hei, Ninga! Itu memang sudah kenyataan! Bukankah kita ujian ability sembari mencari kristal yang hilang?”
“Ya benar, tapi bukan itu maksudku. Maksudku ada sisi lain dari kegiatan ini.”
“Sisi lain?”
“Ya sisi lain.”
“Misalnya apa?”
“Ah ya, kamu memikirkan itu ya? Ya benar juga sih. Kita bahkan tidak bisa membedakan antara ujian dengan serangan langsung. Apa lagi setahuku, dua kristal yang hilang ini adalah kristal yang sangat berharga. Seharusnya sih kepala akademi atau pemimpin klan mengirimkan orang- orang yang lebih hebat bukan orang- orang yang menghadapi ujian ability. Apa lagi tidak semua peserta ujian itu memiliki kekuatan yang hebat!” jelas Vera.
“Hem, ya aku setuju dengan pendapatmu. Mungkin memang benar ada sisi lain dari semua ini, mungkin ada yang terlibat dalam pencurian kristal hingga mengutus seluruh peserta ujian ability. Kudengar juga orang yang melakukan pencurian ini bukan orang biasa. Jika kita menghadapi mereka, pasti lah kita sudah kalah dan sampai kapan pun kita tidak akan bisa merebut kembali kristal itu!”
“Ah ya benar juga, apa kita perlu menyelidiki kecurigaan kita ini?”
“Ya sepertinya!”
“Tapi kita tak bisa meninggalkan tempat ini, jika kita pergi tentu saja akan ketahuan. Kita juga nggak tahu siapa yang terlibat!”
__ADS_1
“Ya, benar. Apa yang harus kita lakukan sekarang?”