Bride Of Vampire: The Revenge

Bride Of Vampire: The Revenge
Episode 82 Wolf


__ADS_3

Tamu undangan telah datang dan siap menyambut kedatangan pengantin. Zuya dan Tagao menunggu Takara dan diriku. Pintu gerbang di buka, lalu aku dan Takara berjalan bersamaan. Takara memakai gaun pengantin sedangkan aku memakai gaun biasa berwarna putih. Zuya menyambut Takara, dan Tagao menyambut diriku. Kemudian aku duduk disamping Tagao menyaksikan pernihakan mereka.


          Puluhan pasang mata memperhatikan


pengantin itu. “ Kamu akan ikut kan ke kastil Afela?” tanya Tagao.


          “  Ya aku ikut” jawabku.


          Tagao memegang tangan kananku,


tersenyum dan menyaksikan pernikahan itu. Setelah itu Zuya dan Tagao berjalan


masuk ke kereta kencana. Kereta itu pergi, kemudian aku dan Tagao masuk ke kereta


kencana berikutnya.  Kereta kencana pergi


ke kastil Afela. Setiba disana kami disambut baik dan diajak untuk melihat


kamar.


          Tagao melihat kamar barunya, saat


Tagao tak memperhatikan diriku. Aku pergi meninggalkannya, berjalan keluar dari


kastil Afela. Kulihat perpohonan lebat, pengunungan yang dipenuhi pohon.  Ketika diriku asik jalan-jalan sendirian,


tiba-tiba aku melihat seorang pria memperhatikan gerak-gerikku dari jauh. Aku


mulai berpura-pura tak melihatnya dan berjalan seperti biasanya menuju kastil.


          Tiba-tiba seseorang menutupi kedua


mataku dengan dua tangannya. “ Tebak siapa?” ucapnya. Kudengar suara itu adalah


suara Takara. “ Takara!” ucapku. Takara melepaskan tangannya, aku berpaling


kebelakang dan melihat Takara, Zuya dan Tagao.


          “ Kamu kenapa jalan-jalan sendirian?


Kita kemari kan berempat” ucap Takara.


          “ Aku pikir tak ada masalah jika aku


jalan sendirian di sini”


          “ Tapi kan lebih asik jika berempat”


          Kulihat Tagao didepanku, “ Hah,


jadi….”. Tagao berjalan mendekati dan memegang tanganku. Kami mulai jalan-jalan


bersama. Di danau, Zuya dan Takara naik perahu dan mendayungnya. Aku dan Tagao


mengikuti mereka juga. Tagao mendayung perahunya sementara aku bermain air.


Kuulurkan tanganku menyentuh air danau yang bergelombang. “ Dulu, disini pernah


hidup manusia serigala. Kami menyebutnya wolf. Tapi sekarang mereka menghilang


dan hanya meninggalkan legendanya” ucap Tagao.


          “ Wolf hidup puluhan tahun, sama


halnya dengan peri dan vampire. Hanya saja mereka tak pernah adil dalam


kehidupan”


          “ Aku percaya akan cerita itu hingga


sekarang. Apa dalam hidupmu yang kau percaya, Aresha?”


          “ Aku percaya kalau perbuatan baik


akan dibalas dengan kebaikan begitu juga sebalinya. Aku percaya akan mitos tapi


hanya dalam negeri dongeng”. Kulihat Tagao, namun aku melihat di belakang


Tagao. Di hutan, tepi sungai. Seseorang sedang memperhatikan kami berdua dari


kejauhan. “ Bisa kita kembali ke kastil? Aku lelah”.


          “ Baru saja jalan-jalan kamu meminta


kembali pulang. Tadi kamu ingin jalan-jalan kan?”


          “ Mereka pengantin baru, sedangkan


kita bukan”


          “ Sama saja, aku kemari mengajakmu kan


untuk bulan madu bersama mereka”


          “ Heh, ya baiklah. Masih mau mendayung?


Entar cape tau, kembalinya bagaimana kalau terus menjauh dari tepian danau?”


          “ Ya baiklah, sayang”


          Tiba di tepian, aku segera turun dari


perahu begitu juga dengan Tagao. Kupegang tangan Tago lalu jalan bersamanya. “


Em, kupikir tempat ini tidak terlalu buruk. Ada pengunungan dan pohon-pohon di


sekitar kastil” ucapku.


          “ Tempat ini cocok untuk kita berdua


dan tentu juga dengan mereka” jawab Tagao.


          Takara dan Zuya datang menghampiri


kami berdua.


          “ Kalian romantis banget” ucap Takara.


          “ Kalian juga, tapi sebaiknya kita


kekastil aja bicaranya. Tiba-tiba aku menjadi haus dan lapar” jawabku.


          “ Em, boleh” ucap Takara.


***


          Kastil Afela, di ruang makan. Duduk


berhadapan dengan Tago, begitu juga dengan Takara berhadapan dengan Zuya.


          “ Malam ini sepertinya kami bertiga


tidak bisa menemanimu, Aresha. Aku sungguh minta maaf. Aku, Zuya dan Tagao akan


pergi sebentar. Kami akan memberimu kejutan” ucap Takara.


          “ Kalian pergi meninggalkan aku


sendirian di sini?”


          “ Maafkan aku istriku, hanya satu


malam saja”


          “ Hah, baiklah. Tapi janji akan


kejutannya”


          “ Ya, tentu saja” ucap Takara.


Pembicaraan berhenti, mulai menyantap hidangan didepan kami.


          Sebelum menjelang malam, mereka

__ADS_1


bertiga telah meninggalkan diriku sendirian di kastil ini. Mereka benar-benar


pergi meninggalkanku. Hanya ada aku, pengawal dan pelayan disini. Mengantar


kepergian mereka dipintu gerbang. Setelah sirna dari pandangan, aku masuk


kekamar. Kukunci pintu, lalu berjalan mendekat ke jendela. Melihat keluar,


pemandangan yang menyeramkan. Kegelapan menyelimuti hutan dan pengunungan. Aku


merasa kepanasan, pikiran dan hatiku mulai panas. Aku keluar dari kamar dan


meminta pada seorang pelayan untuk menyiapkan air untuk diriku mandi dengan


taburan bunga mawar.


          Setelah siap, aku berjalan menuju


kamar mandi. Kulihat banyak sekali bunga mawar dalam bak. Sungguh menyenangkan


melihat warna merah yang membuatku kagum. Kulepaskan pakaianku dan


menenggelamkan diri dalam air bak mandi. Muncul kepermukaan, membersihkan diri.


Panas yang aku rasakan mulai menghilang, dan aku berdiri mengambil pakaianku,


mengenakannya. Melangkah keluar dari kamar mandi menuju kamar. Kukunci pintu


kamar dan mulai menganti pakaian. Duduk didepan cermin hias, melihat diriku


sendiri. “ Betapa murkanya ayahmu ketika melihat dirimu menikah dengan manusia


kotor, dia telah membunuh ibumu. Tapi itu ayahnya, yah. Bukan dirinya, ayah”


ucapku pada diriku sendiri.


          Tiba-tiba seorang laki-laki mencengkam


diriku, diarahkannya pisau keleherku dari belakang. “ Hay, ratu yang cantik.


Senang bertemu denganmu. Malam ini kau akan menjadi ratuku” ucapnya.


          “ Kau pikir aku sudi? Kau bukan


suamiku”


          “ Tapi malam ini aku adalah suamiku,


berjalan lah ke kasur dan baringkan dirimu disana”.


          Kulakukan perintahnya, berbaring


dikasur menghadap dirinya.


          “ Rentangkan tanganmu keatas, dan


diamlah. Lihatlah apa yang akan kulakukan padamu, kau akan menyukainya”.


          Kulakukan apa yang dia perintahkan,


merentangkan tangan keatas. Laki-laki itu berjalan mendekatiku, sangat dekat.


Pisau yang ada ditangannya mulai mendekati perutku, menusuknya lalu menyeretnya


keatas. Aku merasakan pakaianku tersobek. Tangan pria itu mulai menyentuh


diriku, membuka pakaianku perlahan-lahan. Dia tersenyum dalam ganasnya nafsu.


          “ Suamimu pasti sangat puas akan tidur


bersamamu, lihat lah dirimu yang begitu angun. Aku bahkan menginginkannya lebih


dari itu”.


          “ Jika begitu mengapa kau tak


meletakan pisau tajammu, melepaskan pakaianmu dan meniduriku?”


          Dia melakukannya, melakukan apa yang


kemudaanya. Dia menjadi tua. Dia menyentuh diriku seperti suamiku menyetuh


diriku. Kubuat kamar ini tak dapat dilihat dari luar dengan sihir, aku hanya


tidak ingin seorang pun tau siapa aku sebenarnya. Mencium leherku, membelai


diriku dan melakukannya. Namun alangkah terkejutnya dia ketika tubuhnya menjadi


debu perlahan-lahan. Saat dia menyadarinya, dia mulai menjauh dariku, mengambil


pisau dan mengarahkannya padaku.


          “ Kau siluman, siapa kau?”


          “ Aku adalah ratumu malam ini”


          Dia menyerang diriku namun kuarahkan


tanganku ke depan. Dia tak dapat bergerak, kuarahkan tanganku kedinding.


Tubuhnya ikut mengarah kedinding.


           “ Aku adalah ratumu sayang” ucapku.


          Kubuat dia menjadi debu. Dia berteriak


dengan keras, namun tidak bisa didengar oleh siapapun. Dia menjadi debu,


kudekati pakaian dan pisau yang dia letakan di samping kasurku. Kubuat menjadi


debu, kudekati jendela dan membukannya. Debu-debu itu beterbangan keluar dan menghilang


dibawa oleh angin pergi. “ Jangan katakan ratumu murahan, atau kau akan


merasakan itu dan lebih parah jika kau tersiksa dineraka” ucapku. Kututup


jendela, kugunakan sihir untuk membuat pakaianku yang sobek kembali seperti


semula. Lalu menghilangkan sihir dari ruangan ini. Membaringkan tubuh dikasur,


mencoba tertidur dimalam ini.


          Tiba-tiba seseorang mengetok pintu


kamarku dari luar. Kubuka pintu, dan melihat seorang laki-laki didepan pintu


kamarku.


          “ Siapa kamu? Sepertinya bukan penjaga


dan pelayan disini”


          Dia menerobos masuk kamar begitu saja,


lalu berucap “ Tutup pintunya, ada sesuatu yang sangat penting yang ingin aku


bicarakan padamu”. Kulakukan apa yang dia perintah. Berjalan mendekatinya, dan


berucap “ Apa yang ingin kamu bicarakan?”.


          “ Ini tentang suamimu, Tagao dan Zuya


atau Yuza”


          “ Ada apa dengannya?”


          “ Mereka telah menghianati dirimu,


Aresha. Yuza menghianati dirimu”


          “ Yuza menghianati diriku? Maksudmu


apa?”

__ADS_1


          “ Ikutlah denganku sekarang”.


Laki-laki itu keluar dari kamarku dan berjalan dengan tenang.


          “ Apa yang kau lakukan dengan mereka


yang ada disini?”


          “ Membuat mereka tidur, hanya itu.


Mereka akan baik-baik saja”.


          Keluar dari kastil Afela. Kulihat pria


ini tak sendirian, dia bersama empat temannya. Lalu kelima pria ini berubah menjadi


serigala yang besar. “ Naiklah kepunggungku” ucapnya. Kulakukan apa yang ia


perintahkan. Lalu dia membawa diriku pergi, berlari dengan kecepatan yang ia


miliki. Kami berhenti diseberang sungai. Dan ketika aku turun, aku melihat dua


pria yang tak lain adalah Pangeran Kazima dan Danes. Serigala besar berubah


menjadi manusia kembali. Pangeran Kazima dan Danes tersenyum, lalu memeluk erat


diriku dan melepasnya.


          “ Apa kabar Aresha?” tanya Kazima.


          “ Baik, kalian berdua selamat?


Bagaimana bisa? Bukankah Tagao dan dua temannya menghabisi kalian berdua?”


          “ Itu tidak benar, kami baik-baik


saja. Yang kamu lihat adalah anggur biru” jawab Danes.


          “ Apa yang sebenarnya terjadi?”


          “ Yuza merencanakan ini sejak lama.


Yuza mengajak kami untuk berdamai dengan Tagao, manusia. Kami menerimanya


dengan syarat harus merahasiakan semua ini darimu. Tagao mencintaimu hingga dia


lakukan ini, demi menikah denganmu. Sekarang Yuza, Takara dan Tagao sedang


berkumpul diistana membicarakan dirimu dengan ayah” jawab Kazima.


          “ Jadi Yuza sudah menghianatiku, dia


mengajakku untuk balas dendam tapi diam-diam menginginkanku untuk menikah


dengan Tagao”


          “ Ya seperti itu, tapi kami berdua


melakukan kesalahan besar. Kami sadar bahwa tak seharusnya ini dirahasiakan


dari dirimu. Ayah kami selalu melarang untuk bertemu denganmu namun berkat


bantuan Darel. Kami


bisa bertemu denganmu walau pun caranya seperti ini” ucap Danes.


          “ Tidak apa, aku senang bertemu dengan


kalian. Aku bersyukur kalian selamat dan baik-baik saja. Jadi namamu, Darel!”


          “ Ya, Putri Aresha” jawab Darel.


          “ Bagaimana caranya mereka bertiga


bisa tiba dengan cepat disana?”.


          “ Dengan sihir, Yuza penyihir bukan?”


jawab Danes.


          “ Ya dia penyihir dan pengabdi


dikerajaan”.


          “Lalu bagaimana wolf, peri dan vampire


bisa berdamai? Bukankah vampire sangat dibenci wolf?”.


          “ Sebuah perjanjian, wolf akan memburu


vampire yang bersalah dan sebaliknya vampire akan memburu wolf yang bersalah”


jelas Kazima.


          “ Darel, antar aku pulang. Aku tidak


ingin Tagao mengetahui aku bertemu dengan kalian berdua, dan terima kasih sudah


memberitahuku yang sebenarnya” pintaku.


          “ Baiklah, sampai jumpa Aresha” ucap


Kazima.


          Darel berubah menjadi serigala,


kemudian aku naik kepunggungnya.


          “ Sampai jumpa Aresha” ucap Danes.


Kulambaikan tangan pada mereka berdua. Darel kembali berlari membawaku ke


kastil Afela.


***


          Darel membawaku kekamar, kemudia aku


turun dan berucap “ Terima kasih Darel”.


          “ Sama-sama Aresha, panggil aku jika


memerlukan bantuan” jawab Darel. Kemudian Darel pergi meninggalkan tempat ini,


semua kembali pulih seperti sedia kala. Pelayan dan penjaga terbangun, semua


seperti tidak ada apapun yang terjadi. Jejak serigala besar atau wolf terhapus


oleh angin, semua kembali hening dan sepi. Kubaringkan tubuhku dikasur empuk,


mencoba tidur. Namun pikiranku selalu tertuju pada penghianatan Yuza dan Tagao


pada diriku.


          “ Jadi selama ini kejadian itu hanya


anggur biru. Jadi Yuza merencanakan semua ini sejak awal. Berpura-pura balas


dendam tapi ternyata mencintainya sepenuh hati. Berpura-pura berbalas budi tapi


dibalas dengan api. Mereka pergi ke istana Raja Oishima diam-diam dan membuat


perdamaian. Hanya demi cinta, semua ini terjadi. Apa kegagalanku selama ini


juga karena Yuza? Yuza mencegahnya diam-diam. Apa ini namanya balas budi dan


dendam? Hah…lihat saja besok apa aku masih direncana kalian berdua?”. Pikiranku


mulai lelah hingga akhirnya membuatku tertidur tanpa sadar. Hingga malam larut


barulah diriku tertidur. Malam yang benar-benar sepi dan hening.


          ** Tinggalkan jejakmu ya! Jangan lupa

__ADS_1


komentar, saran, kritik, fans dan martabaknya ya. Salam hangat, Author.


__ADS_2