
Tamu undangan telah datang dan siap menyambut kedatangan pengantin. Zuya dan Tagao menunggu Takara dan diriku. Pintu gerbang di buka, lalu aku dan Takara berjalan bersamaan. Takara memakai gaun pengantin sedangkan aku memakai gaun biasa berwarna putih. Zuya menyambut Takara, dan Tagao menyambut diriku. Kemudian aku duduk disamping Tagao menyaksikan pernihakan mereka.
Puluhan pasang mata memperhatikan
pengantin itu. “ Kamu akan ikut kan ke kastil Afela?” tanya Tagao.
“ Ya aku ikut” jawabku.
Tagao memegang tangan kananku,
tersenyum dan menyaksikan pernikahan itu. Setelah itu Zuya dan Tagao berjalan
masuk ke kereta kencana. Kereta itu pergi, kemudian aku dan Tagao masuk ke kereta
kencana berikutnya. Kereta kencana pergi
ke kastil Afela. Setiba disana kami disambut baik dan diajak untuk melihat
kamar.
Tagao melihat kamar barunya, saat
Tagao tak memperhatikan diriku. Aku pergi meninggalkannya, berjalan keluar dari
kastil Afela. Kulihat perpohonan lebat, pengunungan yang dipenuhi pohon. Ketika diriku asik jalan-jalan sendirian,
tiba-tiba aku melihat seorang pria memperhatikan gerak-gerikku dari jauh. Aku
mulai berpura-pura tak melihatnya dan berjalan seperti biasanya menuju kastil.
Tiba-tiba seseorang menutupi kedua
mataku dengan dua tangannya. “ Tebak siapa?” ucapnya. Kudengar suara itu adalah
suara Takara. “ Takara!” ucapku. Takara melepaskan tangannya, aku berpaling
kebelakang dan melihat Takara, Zuya dan Tagao.
“ Kamu kenapa jalan-jalan sendirian?
Kita kemari kan berempat” ucap Takara.
“ Aku pikir tak ada masalah jika aku
jalan sendirian di sini”
“ Tapi kan lebih asik jika berempat”
Kulihat Tagao didepanku, “ Hah,
jadi….”. Tagao berjalan mendekati dan memegang tanganku. Kami mulai jalan-jalan
bersama. Di danau, Zuya dan Takara naik perahu dan mendayungnya. Aku dan Tagao
mengikuti mereka juga. Tagao mendayung perahunya sementara aku bermain air.
Kuulurkan tanganku menyentuh air danau yang bergelombang. “ Dulu, disini pernah
hidup manusia serigala. Kami menyebutnya wolf. Tapi sekarang mereka menghilang
dan hanya meninggalkan legendanya” ucap Tagao.
“ Wolf hidup puluhan tahun, sama
halnya dengan peri dan vampire. Hanya saja mereka tak pernah adil dalam
kehidupan”
“ Aku percaya akan cerita itu hingga
sekarang. Apa dalam hidupmu yang kau percaya, Aresha?”
“ Aku percaya kalau perbuatan baik
akan dibalas dengan kebaikan begitu juga sebalinya. Aku percaya akan mitos tapi
hanya dalam negeri dongeng”. Kulihat Tagao, namun aku melihat di belakang
Tagao. Di hutan, tepi sungai. Seseorang sedang memperhatikan kami berdua dari
kejauhan. “ Bisa kita kembali ke kastil? Aku lelah”.
“ Baru saja jalan-jalan kamu meminta
kembali pulang. Tadi kamu ingin jalan-jalan kan?”
“ Mereka pengantin baru, sedangkan
kita bukan”
“ Sama saja, aku kemari mengajakmu kan
untuk bulan madu bersama mereka”
“ Heh, ya baiklah. Masih mau mendayung?
Entar cape tau, kembalinya bagaimana kalau terus menjauh dari tepian danau?”
“ Ya baiklah, sayang”
Tiba di tepian, aku segera turun dari
perahu begitu juga dengan Tagao. Kupegang tangan Tago lalu jalan bersamanya. “
Em, kupikir tempat ini tidak terlalu buruk. Ada pengunungan dan pohon-pohon di
sekitar kastil” ucapku.
“ Tempat ini cocok untuk kita berdua
dan tentu juga dengan mereka” jawab Tagao.
Takara dan Zuya datang menghampiri
kami berdua.
“ Kalian romantis banget” ucap Takara.
“ Kalian juga, tapi sebaiknya kita
kekastil aja bicaranya. Tiba-tiba aku menjadi haus dan lapar” jawabku.
“ Em, boleh” ucap Takara.
***
Kastil Afela, di ruang makan. Duduk
berhadapan dengan Tago, begitu juga dengan Takara berhadapan dengan Zuya.
“ Malam ini sepertinya kami bertiga
tidak bisa menemanimu, Aresha. Aku sungguh minta maaf. Aku, Zuya dan Tagao akan
pergi sebentar. Kami akan memberimu kejutan” ucap Takara.
“ Kalian pergi meninggalkan aku
sendirian di sini?”
“ Maafkan aku istriku, hanya satu
malam saja”
“ Hah, baiklah. Tapi janji akan
kejutannya”
“ Ya, tentu saja” ucap Takara.
Pembicaraan berhenti, mulai menyantap hidangan didepan kami.
Sebelum menjelang malam, mereka
__ADS_1
bertiga telah meninggalkan diriku sendirian di kastil ini. Mereka benar-benar
pergi meninggalkanku. Hanya ada aku, pengawal dan pelayan disini. Mengantar
kepergian mereka dipintu gerbang. Setelah sirna dari pandangan, aku masuk
kekamar. Kukunci pintu, lalu berjalan mendekat ke jendela. Melihat keluar,
pemandangan yang menyeramkan. Kegelapan menyelimuti hutan dan pengunungan. Aku
merasa kepanasan, pikiran dan hatiku mulai panas. Aku keluar dari kamar dan
meminta pada seorang pelayan untuk menyiapkan air untuk diriku mandi dengan
taburan bunga mawar.
Setelah siap, aku berjalan menuju
kamar mandi. Kulihat banyak sekali bunga mawar dalam bak. Sungguh menyenangkan
melihat warna merah yang membuatku kagum. Kulepaskan pakaianku dan
menenggelamkan diri dalam air bak mandi. Muncul kepermukaan, membersihkan diri.
Panas yang aku rasakan mulai menghilang, dan aku berdiri mengambil pakaianku,
mengenakannya. Melangkah keluar dari kamar mandi menuju kamar. Kukunci pintu
kamar dan mulai menganti pakaian. Duduk didepan cermin hias, melihat diriku
sendiri. “ Betapa murkanya ayahmu ketika melihat dirimu menikah dengan manusia
kotor, dia telah membunuh ibumu. Tapi itu ayahnya, yah. Bukan dirinya, ayah”
ucapku pada diriku sendiri.
Tiba-tiba seorang laki-laki mencengkam
diriku, diarahkannya pisau keleherku dari belakang. “ Hay, ratu yang cantik.
Senang bertemu denganmu. Malam ini kau akan menjadi ratuku” ucapnya.
“ Kau pikir aku sudi? Kau bukan
suamiku”
“ Tapi malam ini aku adalah suamiku,
berjalan lah ke kasur dan baringkan dirimu disana”.
Kulakukan perintahnya, berbaring
dikasur menghadap dirinya.
“ Rentangkan tanganmu keatas, dan
diamlah. Lihatlah apa yang akan kulakukan padamu, kau akan menyukainya”.
Kulakukan apa yang dia perintahkan,
merentangkan tangan keatas. Laki-laki itu berjalan mendekatiku, sangat dekat.
Pisau yang ada ditangannya mulai mendekati perutku, menusuknya lalu menyeretnya
keatas. Aku merasakan pakaianku tersobek. Tangan pria itu mulai menyentuh
diriku, membuka pakaianku perlahan-lahan. Dia tersenyum dalam ganasnya nafsu.
“ Suamimu pasti sangat puas akan tidur
bersamamu, lihat lah dirimu yang begitu angun. Aku bahkan menginginkannya lebih
dari itu”.
“ Jika begitu mengapa kau tak
meletakan pisau tajammu, melepaskan pakaianmu dan meniduriku?”
Dia melakukannya, melakukan apa yang
kemudaanya. Dia menjadi tua. Dia menyentuh diriku seperti suamiku menyetuh
diriku. Kubuat kamar ini tak dapat dilihat dari luar dengan sihir, aku hanya
tidak ingin seorang pun tau siapa aku sebenarnya. Mencium leherku, membelai
diriku dan melakukannya. Namun alangkah terkejutnya dia ketika tubuhnya menjadi
debu perlahan-lahan. Saat dia menyadarinya, dia mulai menjauh dariku, mengambil
pisau dan mengarahkannya padaku.
“ Kau siluman, siapa kau?”
“ Aku adalah ratumu malam ini”
Dia menyerang diriku namun kuarahkan
tanganku ke depan. Dia tak dapat bergerak, kuarahkan tanganku kedinding.
Tubuhnya ikut mengarah kedinding.
“ Aku adalah ratumu sayang” ucapku.
Kubuat dia menjadi debu. Dia berteriak
dengan keras, namun tidak bisa didengar oleh siapapun. Dia menjadi debu,
kudekati pakaian dan pisau yang dia letakan di samping kasurku. Kubuat menjadi
debu, kudekati jendela dan membukannya. Debu-debu itu beterbangan keluar dan menghilang
dibawa oleh angin pergi. “ Jangan katakan ratumu murahan, atau kau akan
merasakan itu dan lebih parah jika kau tersiksa dineraka” ucapku. Kututup
jendela, kugunakan sihir untuk membuat pakaianku yang sobek kembali seperti
semula. Lalu menghilangkan sihir dari ruangan ini. Membaringkan tubuh dikasur,
mencoba tertidur dimalam ini.
Tiba-tiba seseorang mengetok pintu
kamarku dari luar. Kubuka pintu, dan melihat seorang laki-laki didepan pintu
kamarku.
“ Siapa kamu? Sepertinya bukan penjaga
dan pelayan disini”
Dia menerobos masuk kamar begitu saja,
lalu berucap “ Tutup pintunya, ada sesuatu yang sangat penting yang ingin aku
bicarakan padamu”. Kulakukan apa yang dia perintah. Berjalan mendekatinya, dan
berucap “ Apa yang ingin kamu bicarakan?”.
“ Ini tentang suamimu, Tagao dan Zuya
atau Yuza”
“ Ada apa dengannya?”
“ Mereka telah menghianati dirimu,
Aresha. Yuza menghianati dirimu”
“ Yuza menghianati diriku? Maksudmu
apa?”
__ADS_1
“ Ikutlah denganku sekarang”.
Laki-laki itu keluar dari kamarku dan berjalan dengan tenang.
“ Apa yang kau lakukan dengan mereka
yang ada disini?”
“ Membuat mereka tidur, hanya itu.
Mereka akan baik-baik saja”.
Keluar dari kastil Afela. Kulihat pria
ini tak sendirian, dia bersama empat temannya. Lalu kelima pria ini berubah menjadi
serigala yang besar. “ Naiklah kepunggungku” ucapnya. Kulakukan apa yang ia
perintahkan. Lalu dia membawa diriku pergi, berlari dengan kecepatan yang ia
miliki. Kami berhenti diseberang sungai. Dan ketika aku turun, aku melihat dua
pria yang tak lain adalah Pangeran Kazima dan Danes. Serigala besar berubah
menjadi manusia kembali. Pangeran Kazima dan Danes tersenyum, lalu memeluk erat
diriku dan melepasnya.
“ Apa kabar Aresha?” tanya Kazima.
“ Baik, kalian berdua selamat?
Bagaimana bisa? Bukankah Tagao dan dua temannya menghabisi kalian berdua?”
“ Itu tidak benar, kami baik-baik
saja. Yang kamu lihat adalah anggur biru” jawab Danes.
“ Apa yang sebenarnya terjadi?”
“ Yuza merencanakan ini sejak lama.
Yuza mengajak kami untuk berdamai dengan Tagao, manusia. Kami menerimanya
dengan syarat harus merahasiakan semua ini darimu. Tagao mencintaimu hingga dia
lakukan ini, demi menikah denganmu. Sekarang Yuza, Takara dan Tagao sedang
berkumpul diistana membicarakan dirimu dengan ayah” jawab Kazima.
“ Jadi Yuza sudah menghianatiku, dia
mengajakku untuk balas dendam tapi diam-diam menginginkanku untuk menikah
dengan Tagao”
“ Ya seperti itu, tapi kami berdua
melakukan kesalahan besar. Kami sadar bahwa tak seharusnya ini dirahasiakan
dari dirimu. Ayah kami selalu melarang untuk bertemu denganmu namun berkat
bantuan Darel. Kami
bisa bertemu denganmu walau pun caranya seperti ini” ucap Danes.
“ Tidak apa, aku senang bertemu dengan
kalian. Aku bersyukur kalian selamat dan baik-baik saja. Jadi namamu, Darel!”
“ Ya, Putri Aresha” jawab Darel.
“ Bagaimana caranya mereka bertiga
bisa tiba dengan cepat disana?”.
“ Dengan sihir, Yuza penyihir bukan?”
jawab Danes.
“ Ya dia penyihir dan pengabdi
dikerajaan”.
“Lalu bagaimana wolf, peri dan vampire
bisa berdamai? Bukankah vampire sangat dibenci wolf?”.
“ Sebuah perjanjian, wolf akan memburu
vampire yang bersalah dan sebaliknya vampire akan memburu wolf yang bersalah”
jelas Kazima.
“ Darel, antar aku pulang. Aku tidak
ingin Tagao mengetahui aku bertemu dengan kalian berdua, dan terima kasih sudah
memberitahuku yang sebenarnya” pintaku.
“ Baiklah, sampai jumpa Aresha” ucap
Kazima.
Darel berubah menjadi serigala,
kemudian aku naik kepunggungnya.
“ Sampai jumpa Aresha” ucap Danes.
Kulambaikan tangan pada mereka berdua. Darel kembali berlari membawaku ke
kastil Afela.
***
Darel membawaku kekamar, kemudia aku
turun dan berucap “ Terima kasih Darel”.
“ Sama-sama Aresha, panggil aku jika
memerlukan bantuan” jawab Darel. Kemudian Darel pergi meninggalkan tempat ini,
semua kembali pulih seperti sedia kala. Pelayan dan penjaga terbangun, semua
seperti tidak ada apapun yang terjadi. Jejak serigala besar atau wolf terhapus
oleh angin, semua kembali hening dan sepi. Kubaringkan tubuhku dikasur empuk,
mencoba tidur. Namun pikiranku selalu tertuju pada penghianatan Yuza dan Tagao
pada diriku.
“ Jadi selama ini kejadian itu hanya
anggur biru. Jadi Yuza merencanakan semua ini sejak awal. Berpura-pura balas
dendam tapi ternyata mencintainya sepenuh hati. Berpura-pura berbalas budi tapi
dibalas dengan api. Mereka pergi ke istana Raja Oishima diam-diam dan membuat
perdamaian. Hanya demi cinta, semua ini terjadi. Apa kegagalanku selama ini
juga karena Yuza? Yuza mencegahnya diam-diam. Apa ini namanya balas budi dan
dendam? Hah…lihat saja besok apa aku masih direncana kalian berdua?”. Pikiranku
mulai lelah hingga akhirnya membuatku tertidur tanpa sadar. Hingga malam larut
barulah diriku tertidur. Malam yang benar-benar sepi dan hening.
** Tinggalkan jejakmu ya! Jangan lupa
__ADS_1
komentar, saran, kritik, fans dan martabaknya ya. Salam hangat, Author.