
Malam hari di kamar, sebuah pesan singat masuk dari Pangeran Rahasia.
“Hay, aku penasaran denganmu! Maukah kamu bertemu denganku? Apa kamu tinggal dikota ini?”,
Aku yang sedang asik belajar dan melihat pesan itu secepatnya membalas, “ Ya, taman danau bagaimana? Sore hari!”,
“ Boleh, aku tunggu jam 05.00 sore”,
“Smile!”,
Setelah itu aku melanjutkan belajar, usai mengejerkan tugas sekolah aku keluar kamar dan mendapati mama sedang menerima tamu. Tamu itu tak lain adalah Briand. Mama tak hanya ngorbol dengan Briand tapi juga dengan Roman dan Akira. Aku hanya menatap mereka dengan kekosongan, lalu pergi ke ruang dapur mengambil air minum.
Mama datang, dan memperhatikan putrinya yang sedang minum.
“Violin, kita ngobrol dulu yuk sama Briand dan yang lain. Mereka menunggu kamu loh?’,
“Menungguku? Yang benar saja! Buat apa? Aku tidak suka mereka ada disini. Tamu itu adalah tamu mama bukan tamuku”,
“Tidak baik ucapanmu seperti itu, ayolah!”,
“Tidak, aku banyak tugas sekolah. Aku juga tidak suka sepanjang hari ikuti oleh Roman. Apa mama juga yang meminta kepala sekolah agar aku menjaga Roman di sekolah? Apa mama juga yang meminta Briand menjemputku di sekolah setiap hari?”,
“Ya mama meminta Briand menjemputmu. Mama hanya ingin kamu menerimanya dalam kehidupanmu”,
“Aku bisa menerimanya, tapi ketika mama menikah dengannya akan lebih baik jika mama tidak satu rumah denganku lagi. Aku ingin tinggal sendiri”,
“Tapi sayang!...”,
“Aku akan merasa lebih baik jika begitu, semenjak ayah pergi mama baru ada kan untukku jadi mama pergilah bersama pria itu,”senyumku yang kemudian pergi meninggalkan mama.
Mama menyadari dan sedih atas perbuatannya dimasa lalu yang belum termaafkan oleh putrinya sendiri. Ia kecewa sekali.
***
Aku segera masuk ke kamar setelah mama ingin aku menerima Briand sebagai ayahku. Mama akan menikah dengan Briand, itu sudah jelas diperbincangan antara mama dengan diriku.
Duduk di meja belajar dan memandangi foto diriku dengan ayah, “ Ayah, seandainya waktu itu mama ada. Aku tidak akan marah pada mama, sekarang aku harus bagaimana Yah?,”gumanku.
Tiba-tiba sebuah pesan masuk dari Pangeran Rahasia, “ Hay, selamat malam. Maaf jika aku lancang tetapi aku merasa kamu sedang sedih sekarang? Ceritakan semuanya padaku!”,
Aku pun membalas pesan dari Pangeran Rahasia, “ Bagaimana kamu tahu jika aku sedang sedih? Hah, menurutku tidak perlu. Bagaimana kabarmu hari ini?”,
Pangeran Rahasia, “ Baik, ya tak apa jika kamu tak mau berbagi. Tapi kamu harus tau aku bukanlah pangeran yang suka membongkar aib orang lain. Senyum!”,
Aku, “ Ya aku percaya”,
Pangeran Rahasia, “ Hey, aku mau minta pendapatmu. Ada seorang pria, pria ini sudah lama mencari seorang wanita di masa lalunya. Nah, sekarang ia bertemu dengan wanita itu tetapi si pria merasa ini bukan waktunya untuk mengatakan yang sebenarnya. Jadi pria itu pun mencoba menjaga perasaan dan diri wanita itu. Menurutmu bagaimana?”,
Aku, “ Kalau aku sih, ya oke lah! Tapi apa pria itu dekat dengan si wanita? Aku harap ya karna bisa saja cara itu bisa membuat si wanita mengingat kembali si pria”,
Pangeran Rahasia, “ Ya si pria melakukan itu. Em, sisi lain. Beberapa hari ini ada seorang wanita yang mencoba mendekati si pria. Si pria menjauh, lalu si wanita di dekati wanita lain. Wanita lain memukul si wanita, dan hampir itu terjadi tapi si pria datang dan menghalangi kejadian itu”,
Seketika aku membaca pesan dari Pangeran Rahasia, aku mulai merasa kejadian itu persis dengan kejadian di sekolah. “ Kenapa kejadiannya sama? Apa mungkin? Ah tidak, itu tidak mungkin. Mungkin saja ini hanya kebetulan sama,”gumanku dalam hati.
Aku, “ Itu cara terbaik, mungkin hati si wanita perlahan-lahan akan membuka hatinya untuk si pria!”,
Pangeran Rahasia, “ Terima kasih atas jawabnya. Sampai jumpa besok lagi!”,
Aku, “ Sampai jumpa!”.
***
__ADS_1
Jam 10.00 malam Roman dan teman-temannya berkumpul di rumah Roman yang berdiri megah. Di ruang tamu percakapan dimulai.
Roman terlihat tersenyum-senyum sendiri mendapat jawaban dari seseorang yang dianggapnya jawaban orang itu benar. Hal itu tentu menari perhatian teman-temannya.
“Roman, kamu kenapa tersenyum sendiri?,”tanya Netta
“Ngak apa-apa!”,
“Hah, Roman. Kamu itu sebenarnya cinta ngak sih sama Alika?”,
“Cinta! Aku bahkan sangat merindukan dirinya”,
“Hah, sekarang aku ngak percaya setelah kamu tersenyum sendiri”,
“Tidak, ini hanyalah sms dari blog. Ia penulis tentang vampir, aku meminta saran darinya. Dia manusia kan? Jadi ia pasti tahu tentang perasaan manusia itu bagaimana”,
“Oh begitu, kamu sudah dengar jelas kan di toko Gisel tadi?”,
“Emm..”,
“Jadi jaga Violin baik-baik”,
“Ya, eh pria yang bersama mama Violin tadi itu. Apa ia calon ayah Violin?”,
“Nampaknya begitu”,
***
Kamar Violin,
Aku mulai menulis sebuah cerita kembali, tapi kali ini aku menulis dengan hati yang kurasakan. “ Dulu, saat seorang gadis koma. Saat semua itu terjadi, ada dunia lain dibalik itu semua. Raga dengan jiwa lain, jiwa yang menangisi penghianatan. Rasa kebencian pada seseorang dan rasa sedih itu, itu semua yang membuatku pergi. Tapi kini aku tenang, aku legah. Aku akan mencoba melupakan itu semua meski di raga ini ia memiliki masalah lain. Jiwa ini adalah jiwa pilihanku. Tapi aku merasa yang kutinggalkan telah menemukanku kembali, atau mungkin ada seseorang menemukan sesuatu yang kusembunyikan. Tak ada pilihan lain selain menyetujui pernikahan itu, dan aku akan memulai hidup baru sendirian. Ya, jujur kalian benar pemburu vampir! Aku tahu akibat jika aku ingin mengetahui lebih banyak lagi tentang vampir. Tapi aku akan melakukan apapun yang terbaik untukku. Sampai jumpa lagi dunia”, segera saja kuposting cerita singkat ini di blog.
Beberapa menit kemudian Hani dan Gisel men-chat diriku.
“Iya ada apa? Cerita dong sama kita?,”sambung Gisel
“Ibuku akan menikah dengan Briand, menurut kalian bagaimana? Aku sih inginnya tak satu rumah dengan Briand dan ibuku. Aku setuju saja tapi tak boleh satu rumah”,
“Eh begitu, ya tak apa. Jika itu yang terbaik bagimu oke lah. Nanti kami akan sering-sering mengunjungimu”,
“Tak usah Gis, aku baik-baik saja!”,
“Oya, nanti post lagi dong cerita vampir?”,
“Oke, Hani.”,
“Roman mana?”,
“Ngak tau, dia belum pulang. Emang kenapa?”,
“Kangen!”,
“Uh dasar!”,
“Habisnya mau gimana lagi, aku kangennya sama Akira. Ia tampan banget, baik dan perhatian”,
“Terus apa hubungannya sama Roman?”,
“Hubungannya ya Roman teman Akira”,
“Haleh…nyebelin!”,
__ADS_1
“Eh, tadi kamu kenapa ngambek sama Roman? Dan kenapa kamu pergi ninggalin kita?”,
“Apa eskrim aku ngak enak?”,
“Enak kok Gisel, ya aku cuman merasa…”,
“A.. kenapa?”,
“Ada yang aneh aja, dan aku udah tau kok tujuan Briand membawa aku dan ibuku ke toko kamu”,
“Em, itu ya. Lalu kenapa marah sama Roman?”,
“Sebab Roman bakalan buat masalah baru bagi kita bertiga. Angel ngak hanya akan lakuin itu ke aku, ia bila lebih nekat lagi”,
“Iya sih kamu benar, setelah Roman pergi semuanya akan berubah”,
Hingga larut malam aku masih chat dengan dua sahabatku, begitu tak lagi balasan pesan aku pergi keluar kamar.
***
Sisi lain Roman sengaja pulang berjalan kaki sendirian menikmati indahnya malam. Tepat jam 12 malam, ia masih berada di jalanan. Tiba-tiba dari belakang dirinya telah ada tiga vampir. Maka secepatnya Roman berlari, ia berlari selayaknya vampir dan Roman memang lah vampir. Ia berlari menuju rumah Violin. Begitu tiba di rumah dirinya dengan cepat mengetok pintu.
Bersamaan dengan itu, hingga larut malam aku masih chat dengan dua sahabatku, begitu tak lagi balasan pesan aku pergi keluar kamar. Tiba-tiba seseorang mengetok pintu dan aku rasa itu adalah Roman. Aku pun secepatnya membuka pintu.
Begitu pintu terbuka Roman secepatnya masuk dan mengunci pintu. Ia melihat ke luar melalui jendela kaca.
Aku yang melihat Roman yang mengintip lewat jendela berucap “ Ada apa? Kamu bikin masalah di luar ya?”,
“Ssstt…”,
Aku begitu penasaran hingga mengintip di jendela juga seperti yang dilakukan Roman. Aku kaget bukan main melihat ada tiga vampir berkeliaran di luar.
“Vampir!”,
“Sssttt…”,
Aku puun diam, setelah vampir itu berlalu Roman melihat ke arahku.
“ Itu benar-benar vampir?”,
“Lalu kamu sebut apa itu jika bukan vampir?”,
“Jadi vampir benar-benar ada ya?”,
“Ya!”,
“ Hah ini karena aku belum tidur dan telah larut malam atau ini mimpi ya?”,
“Ini bukan mimpi, aku bisa menunjukanmu vampir itu nyata!”,
“ Benarkah? Kapan kamu akan menunjukan semua itu padaku?”,
“Ada waktunya nanti”,
“Baiklah aku pegang janjimu!”, aku pun segera pergi meninggalkan Roman dan masuk ke kamar.
***
Di gelapnya malam, taburan bintang yang begitu sempurna dan bulan sabit yang menawan. Ethan, seorang vampir dari Royal Blood. Ia menatap bulan dari dalam mobil yang dikemudikannya. Melihat bulan sabit yang menawan hatinya, tentu membuat pria ini teringat pada gadis yang pernah menatapnya dengan sangat dekat. Tapi sekarang ia tahu bahwa gadis itu telah pergi entah kemana.
__ADS_1