Bride Of Vampire: The Revenge

Bride Of Vampire: The Revenge
Episode 194


__ADS_3

Eskrim milik Gisel jatuh ke tanah, seketika itu juga Gisel marah dan menatap Hani dengan tajam. Hani yang mendapat balasan seperti itu ia pun segara meminta maaf.


“Maaf, maaf. Nanti aku ganti deh eskrimnya!”


Gisel masih memasang wajah kesalnya, ia pun segera mengambil sesuatu di dalam tasnya. Ucapan Hani yang tidak di respon Gisel membuat Hani semakin khawatir, Hani takut kalau Gisel benar- benar marah padanya.


Gisel mengambil sesuatu di dalam tasnya yang membuat Hani takut, Hani berpikir kalau Gisel mengambil benda yang mengerikan dari dalam tasnya untuk membalas tindakannya tadi.


Tetapi tanpa di duga, Gisel mengeluarkan eskrim dengan ukuran jumbo dan ia kembali memakan eskrim itu dengan lahap. Hani yang tadinya ketakutan kini malah jadi gemas pada tingkah Gisel.


“Ya ampun Gisel! Kamu, kamu makan eskrim lagi? Nanti kamu sakit gimana!”


“Bodo amat!” ucap Gisel yang kemudian dia pergi meninggalkan dua temannya.


Ya beberapa hari ini Gisel makan banyak hingga membuat tubuhnya menjadi sedikit gemuk, untuk itu lah ia lebih memilih makan eskrim ketimbang makanan berat. Gisel berjalan seorang diri menuju ruang kelas klan vampir. Di perjalanan dirinya bertemu dengan Roman, Eren dan Akira.


Eren yang melihat kekasihnya makan eskrim dengan ukuran jumbo sambil berjalan itu pun menghalangi jalannya.


Gisel berhenti melangkah begitu di halangi oleh Eren.


“Ada apa? Tumben sekali kemari!” ucap Gisel ketus.


“Ah, apa kamu tidak rindu denganku? Aku pulang saja jika kamu.....!” ucap Eren yang belum selesai bicara hingga Gisel memotong ucapannya.

__ADS_1


“Pulang saja, aku juga tidak peduli dengan vampir sepertimu yang menginginkan tulang!” ucap Gisel kesal. Gisel pun pergi begitu saja, Gisel memasuki ruang kelasnya dan duduk di kursinya.


Roman dan Akira yang mendengar ucapan Gisel pada Eren seperti itu segera mendekati temannya itu.


“Apa diantara kalian ada masalah? Dia marah padamu!” ucap Akira.


“Ya aku tahu, dia selalu saja begitu! Memang apa salahku?” ucap Eren menangis seperti anak perempuan hingga tingkahnya menjadi pusat perhatian kelas klan vampir.


“Eren, berhentilah! Ada puluhan pasang mata memperhatikanmu!” bisik Roman pada Eren.


Seketika itu juga Eren berhenti bersikap konyol, ia kembali ke Eren yang biasa.


Eren bersikap seolah- olah tidak ada sesuatu yang terjadi tadi, ia pun menyimpan perasaan malunya.


“Aa... aku tidak mungkin begitu! Aku tidak selingkuh, ah... apa karna...( mengingat beberapa hari yang lalu saat Gisel mempergoki Eren bersama gadis lain) ya ampun, dia masih marah padaku!” ucap Eren kecewa.


“Soal apa? Kalian bertengkar karna apa?”


“Ya, soal kemarin!”


“Oh, ya itu salahmu bodoh!” ucap Akira langsung memukul kepala Eren hingga menimbulkan benjolan.


“Aaawww... sakit tau! Kenapa memukulku?”

__ADS_1


“Masih ingin membela diri? Mau aku pukul lagi?” ucap Akira dengan emosi yang memuncal, Akira sangat kesal pada tingkah Eren yang selalu menjawab dan tidak mau mengalah.


Dengan mudahnya Eren berucap “Ya, iya aku yang salah! Aku salah!” mulutnya yang berucap seperti itu tetapi dirinya sama sekali tidak menunjukan adanya penyesalan.


Tanpa menunggu lama, Akira langsung memukul kepala Eren lagi hingga benjolan di kepala kembali terlihat dan kini benjolan itu telah menjadi dua.


Sementara Roman hanya diam saja, ia menganggap tingkah Eren dan Akira itu lucu. Ya seperti inilah kehidupan vampir. Vampir juga makhluk bumi tidak luput dari kesalahan.


“Diam! Pokonya kamu harus minta maaf sama dia, atau aku menyeretmu hingga ke lubang neraka!” ucap Akira dengan kasar. Ia tidak main- main dengan ucapannya, ia akan melemparkan temannya ke lubang neraka dengan harapan Eren akan berubah.


“Ya, aku tahu. Aku salah, tolong jangan pukul aku lagi! Aku sudah berusaha minta maaf padanya, tapi dia tidak mendengarkanku. Dia bahkan tidak menjawab panggilan telpon dariku. Aku harus bagaimana? Dia selalu menghindariku. Aku dan gadis itu tidak memiliki hubungan apapun!”


“Bodoh amat! Pikirkan sendiri, itu semua salahmu!” ucap Akira langsung pergi meninggalkan Eren begitu saja.


“Roman?!” ucap Eren memohon bantuan.


“Selesaikan sendiri, ulahmu kan? Jadi tanggung jawab sendiri, berani berbuat berani tanggung jawab!” jawab Roman dengan santai. Roman pun pergi menyusul Akira.


Melihat respon dua sahabatnya yang tidak mau membantu, Eren hanya bisa pasrah. Ia pun tidak bisa berbuat apa-apa.


Cahaya bulan bersinar terang di Akademi Yexiao bersama bintang malam yang indah. Akademi Yexiao pun menjadi sepi ketika pelajaran jam pertama telah di mulai. Semua orang memasuki ruang kelasnya masing- masing kecuali para pengawas akademi ini.


Salah satu pengawas yang masih berada di halaman akademi adalah Zanko. Ia mengamati jauh tempat ini, suasana hening dan sepi itu membuat tatapannya semakin tajam. Tetapi ia merasa ada sesuatu yang aneh disini, sesuatu yang telah hilang darinya.

__ADS_1


“Ah, dia ya? Sejak tadi, aku tidak melihatnya. Apa dia pergi? Ya mungkin benar yang di katakan teman- teman. Dia pergi! Hah, sayang sekali ya sekarang! Sekarang tidak akan ada orang yang sepertimu” ucapnya sembari melihat ke bulan yang bersinar terang.


__ADS_2