
Saat itu lah terdengar suara ketokan pintu di luar berulang kali, aku pun segera menghilangkan sihir yang mengunci pintu. Begitu hilang, aku segera membuka pintu dan pergi dari sini.
Beberapa orang telah mengantri, dan orang yang mengetok pintu itu adalah salah satu karyawan tempat ini. Aku hanya tersenyum manis begitu mereka memperhatikan diriku.
Aku segera duduk di kursiku, dan di depanku adalah Xia. Kulihat ia telah menghabiskan makanan dan minuman yang dia pesan.
“Aresha, kamu kemana saja? Mengapa lama sekali?” tanyanya padaku.
“Ah, ya maaf! Kamu boleh makan makananku, nanti aku yang bayar. Aku hanya haus!” jawabku segera minum minumanku.
Xia setuju dengan ucapanku, ia mengambil makanan yang kupesan.
Xia makan dengan lahan, ia menghabiskan makanan di mulutnya lalu berucap “Aresha!”
“Ya ada apa?”
“Maaf, aku mulai besok tidak bisa menemani kamu!”
“Loh, kenapa? Ada apa?”
“Aku baru saja menerima pesan dari keluarga. Katanya klan sedang menghadapi masalah, ya maksudku keluargaku. Jadi aku harus pulang”
“Oh, begitu. Apa yang terjadi? Kamu akan kembali kan? Kamu akan ikut ujian ability magie kan?”
__ADS_1
“Itu, aku tidak tahu apa yang telah terjadi. Tapi ibuku memintaku untuk pulang, dia hanya bilang kalau keadaan keluarga sedang dalam masalah. Soal ujian ability magie, aku pasti akan datang!”
“Ya, jika keadaanya begitu aku tidak bisa berbuat apa- apa. Ya aku harap masalahnya cepat selesai dan kamu bisa cepat kembali kemari”
“Ya tentu saja!”
Tidak lama kemudian, kami pergi meninggalkan tempat ini. Berjalan berdua menuju asrama yang keberadaannya jauh. Berjalan beriringan dengan Xia, dan lagi- lagi aku merasa ada seseorang yang memperhatikanku dari kejauhan. Aku semakin yakin bahwa memang ada seseorang yang memata- mataiku disini. Aku pun berhenti berjalan dan melihat ke seluruh area di sekitarku. Memperhatikan orang- orang yang sibuk berjalan kaki dan berbincang di cafe- cafe. Memang tak tampak memata- mataiku tetapi aku menemukan orang yang memata- mataiku itu. Aku melihatnya, ia mengubah pandangannya ke arah lain begitu aku curiga.
Aku mengembalikan pandanganku ke depan, dan aku sudah tidak melihat Xia di sampingku.
“Hah, mungkin dia jalan lebih dulu! Ya aku harap dia baik- baik saja” ucapku segera berjalan dan menyusul Xia.
Berjalan melalui gerumbunan orang yang berjalan, hingga akhirnya aku melihat Xia yang berdiri seorang diri dan mengarah padaku. Xia tersenyum manis, dan mulai menghampiriku.
“Kamu kemana saja?” tanyanya padaku.
“Ah, ya maaf! Aku tidak bermaksud meninggalkanmu, tadi kamu kemana?”
“Aku tidak kemana- mana, aku hanya berhenti berjalan. Apa kita akan ke asrama sekarang?”
“Ya tentu saja, memang kita mau kemana lagi?”
“Entahlah, tapi baiklah kita ke asrama sekarang!”
__ADS_1
Kemudian aku dan Xia segera pergi ke asrama, meski aku sendiri semakin menyadari memang benar orang bertopi itulah yang memata- mataiku.
Aku dan Xia segera mencari taksi, begitu menemukannya kami segera masuk dan meminta sopir taksi mengantarkan kami menuju tempat tujuan. Mobil ini mulai melaju di jalanan.
Di dalam mobil ini, aku merasa legah karna orang yang memata- mataiku itu akhirnya berhenti mengikutiku.
“Aresha, aku benar- benar minta maaf! Aku tidak bisa menemanimu” ucap Xia.
Lagi- lagi gadis ini meminta maaf padaku, ucapannya terdengar menyebalkan tetapi aku menyadari bahwa dirinya merasa bersalah.
“Ya, tidak apa. Aku akan baik- baik saja tanpamu, hanya kamu sekarang! Kamu harus terus berlatih untuk ujian ability magie. Kamu harus membuat klanmu merasa bangga pada dirimu, setidaknya satu ronde ujian ability itu sudah cukup!”
“Ya, tentu. Aku pasti akan berlatih dan memenangkan ujian ability magie!”
Perjalanan kami akhirnya tiba di Akademi Yexiao. Kami segera membayar taksi dan keluar dari mobil. Berjalan mendekati akademi. Pagar yang tinggi ini menghalangi jalan kami berdua, tetapi kami masih bisa melihat aktivitas orang- orang di dalamnya dari sela- sela pagar.
Saat kami hendak masuk ke akademi, tiba- tiba seseorang bicara pada kami berdua.
“Ehem.... dari mana saja kalian? Kalian punya urusan yang penting loh dengan Ibu Oshaberi!” ucapnya.
Perjalanan kami akhirnya tiba di Akademi Yexiao. Kami segera membayar taksi dan keluar dari mobil. Berjalan mendekati akademi. Pagar yang tinggi ini menghalangi jalan kami berdua, tetapi kami masih bisa melihat aktivitas orang- orang di dalamnya dari sela- sela pagar.
Saat kami hendak masuk ke akademi, tiba- tiba seseorang bicara pada kami berdua.
__ADS_1
“Ehem.... dari mana saja kalian? Kalian punya urusan yang penting loh dengan Ibu Oshaberi!” ucapnya.
Kehadiran orang itu membuat kami terkejut. Kami segera mencari sumber suaranya yang berada di samping pagar. Aku dan Xia melihat pria itu yang menyandarkan dirinya di tembok pagar. Aku hanya tersenyum manis, sementara Xia tampak malu- malu. Ya dia telah di tunggu oleh pengawas yang di idolakannya sehingga hal seperti ini membuat jantungnya berdebar lebih cepat. Ya, Xia jatuh cinta padanya.