Bride Of Vampire: The Revenge

Bride Of Vampire: The Revenge
Episode 53


__ADS_3

Roman langsung masuk ke rumah, dan aku segera memberi jalan, duduk di sofa sambil melihat pelayan-pelayan itu membersihkan dapur, meletakan bahan makanan dan membersihkan rumah, kecuali kamarku.


Tanpa di duga, Roman memandangiku.


“Sekarang, kamu bisa memasak untukku kan?”ucapnya dengan senyum sinis.


“Oh my gods, baiklah tak masalah”ucapku


***


Setelah semua selesai, semua pelayan itu pergi. Roman kembali menatapku dengan senyum sinisnya.


“Sekarang giliranmu, sana pergi memasak”,


“Hah, aku bukan istrimu jadi jangan perintah aku. Dasar CEO sombong!”


“Apa? Gadis bodoh!”


Tatapan tajam pun terjadi, namun hanya bagai angin lalu. Aku segera berjalan ke dapur, memotong sayur-sayuran, mencucinya, menyiapkan bumbu dan memasaknya.


Aroma lezatnya masakan tercium hingga ruang tamu, dimana Roman berada.


“Ya tinggal tambahkan garam dan penyedap masakan sedikit”ucapku setelah mencicipi sayur goreng, “Masak apa lagi ya? Ya sudah menu apa saja, dia juga ngak ngasih tau mau dimasakan apa”.


***


1 jam kemudian,


Berbagai hidangan telah tersaji di meja makan, dengan aroma yang lezat mengoda selera. Mie goreng, sayur goreng, sayur lodeh, ayam goreng, ayam sambil balado, ayam penyet, ayam geprek, capcay, sayur urab, sayur bening, ikan bakar, pete goreng, sambal balado, dan masih banyak lain. Semua adalah menu masakan Indonesia.


Roman berjalan mendekati meja makan lalu duduk di kursi.


“Hem, ini baru makan malam besar”ucapnya


“Hah, capek sekali. Aku ke kamar dulu”,


“Eh mau kemana? Kita makan bareng”,


“Ya ampun, aku perlu istirahat beberapa saat. Aku juga harus mandi”,


“Ya pergilah, dan cepatlah kembali”,


‘Iya bawel, diam aja kenapa? Makan aja tuh duluan nanti aku nyusul”ucapku. Berjalan masuk kamar, dan bergegas ke kamar mandi.


Roman melihat semua hidangan di depan, “Hah, semua ini terlihat enak. Tapi aku juga tak sabar untuk bertemu dengan temanmu itu”gumannya.


***


15 menit kemudian aku kembali, aku melihat Roman tidak makan. Ia masih menunggu, dan aku segera duduk di kursi berhadapan dengannya.


“Roman, kamu belum makan juga? Hah, oh iya aku lupa kamu kan vampire. Apa vampire juga bisa makan?”,


“Ya aku menunggu kamu, memang tak boleh ya? Atau kamu masih marah ya sama aku?”,


“Marah, kenapa aku harus marah padamu? Kamu kan sudah membeli bahan makanan untuk di makan jadi buat apa marah? Soal temanku itu, aku hanya tidak mau mereka terluka seperti vampire lainnya, ya seperti cerita vampire dalam buku”,


“Haha, ya kau benar. Tapi aku rasa Eren dan Akira telah menyegel kekuatan vampire mereka”,


“Benarkah itu?”,


“Em, aku rasa begitu”,

__ADS_1


“Sebenarnya apa sih tujuanmu hingga menyewa rumahku ini? Rumah ini kan ngak bagus-bangus banget”,


“Itu ya, aku hanya perlu ketenangan”ucap Roman berbohong


“Jadi begitu, ayo kita makan! Semua ini pasti enak”ucapku sambil membalik piring dan mulai makan bersama.


Menikmati hidangan di atas meja bersamanya, makan makan berdua. Ya hanya berdua.


***


Kamar Violin,


Duduk di kasur sambil membuka laptop.


“Huh, makan malam yang enak banget. Eh, tapi aku harus cek email dan pengemar juga. Eh, ada email”,


“Kepada:  Violin


Dari:  Gisel


Violin, aku minta maaf. Aku tidak bermaksud mencelakaimu. Aku dan Eren saling mencintai. Eren berjanji padaku untuk saling melindungi. Kamu tak perlu khawatir, aku tak ingin persahabatan kita hancur. Aku tidak mau”


“Dari: Violin


Kepada : Gisel


Gisel, bagaimana aku tak khawatir padamu dan Hani. Aku adalah teman kalian, aku sahabat kalian. Aku tidak mau kamu dan Hani berakhir seperti vampire lainnya. Aku tidak percaya pada Eren dan Akira. Kalian baru saja mengenal mereka”,


“Kepada:  Violin


Dari :  Gisel


“Kepada:  Gisel


Dari:  Violin


Apa buktinya jika kisahmu tak berakhir seperti vampire lainnya?”


“Kepada:  Violin


Dari:  Gise


Karna kami bisa mengubah takdir, kami akan mengubah cerita kami untuk tidak seperti akhir kisahmu atau vampire lainnya”,


Aku berhenti mengirim pesan pada Gisel, berpikir sejenak apa yang dituliskan Gisel dalam pesan.


“Mengubah kisah hidup, mengubah jalan cerita dalam takdir? Bagaimana caranya?”pikirku.


“Tok…tokk…”suara ketukan pintu yang membuatku kaget.


“Apa?”ucapku berteriak


“Keluar sebentar, aku ingin bicara denganmu”jawab Roman dari luar.


Aku pun segera menutup laptop, lalu berjalan membuka pintu. Roman telah menungguku di depan pintu.


“Ada apa?”tanyaku di tengah pintu


“Aku ingin bertanya, siapa temanmu yang memintamu mengambil barang di kastil drakula itu?”tanya Roman dengan tatapan tajam. Roman mencoba mengali informasi dari tatapan mata yang dilakukannya untuk melihat kebenaran.


“Aku tidak tahu siapa namanya, aku lupa. Dan ia tak pernah memberitahu siapa dia. Saat ingatanku kembali, aku merasa aku harus segera mengambil barang itu”

__ADS_1


Roman telah mendapatkan jawaban yang sebenarnya, ia pun segera menghentikan tatapan itu.


“Baiklah, aku percaya padamu. Terima kasih”jawab Roman segera masuk ke kamarnya yang berseberangan dengan kamarku.


Aku menutup pintu, dengan kebingungan yang menyelimuti diriku.


“Ah, dasar pria aneh. Apa sih maunya? Mau tau aja siapa yang mengirim pesan”geruntuku.


Aku segera kembali duduk di kasur, menompang laptop dipangkuan.


***


Kamar Roman,


Duduk di kursi belajar, dengan jendela terbuka sehingga angin malam masuk membuat dingin ruangan.


“Tatapan yang indah, jadi dia tidak berbohong. Aku akan mengikutinya, tidak ada pilihan lain”ucapnya.


Roman mulai mengirim pesan pada Martha, “Martha, jika Alika masih hidup mungkinkah dia mengambil raga orang lain? Gadis itu berkata jujur”,


Balasan dari Martha, “Hem, tapi jika ia mengambil raga orang lain maka gadis itu sebenarnya sudah mati. Tapi bagaimana dia tahu? Risiko mengambil raga orang lain adalah lupa, tapi ia akan ingat kembali. Kau baru saja melakukan tatapan itu?”,


“Iya benar, kulihat ia berkata jujur dan pernah bertemu dengan Alika”,


“Apa itu artinya Alika masih ada? Kapan terakhir mereka bertemu, kita harus tahu itu. Jika dihitung dengan waktu perginya Alika. Jika waktunya sesudah Alika pergi maka Alika tidak mengambil raga gadis itu. Tapi jika sebelum Alika pergi maka Alika melakukannya. Pasti ada suatu penjelasan”,


“Aku akan mengikutinya”,


“Baiklah, tenang saja aku juga tak akan menghalangimu. Aku akan memastikan Alecia tidak tahu, aku takut dia kembali mengacaukan semua ini”,


“Alecia? Mengacaukan?”,


“Hah, dia memang telah bahagia tapi jika ia tahu itu Alika apa jadinya?”,


***


Pagi yang cerah, bergegas mempersiapkan diri untuk berangkat ke sekolah. Berjalan keluar kamar, mendekati kamar Roman dan mengetok pintunya.


“Roman, kamu sudah siap berangkat belum? Aku berangkat ke sekolah duluan ya?”tanyaku


Tak ada jawaban darinya, aku kembali berucap “Roman, kamu di dalam kan? Aku duluan ya?”,


Tak ada jawaban, akhirnya aku memutuskan pergi duluan. Tapi langkahku terhenti ketika melihat mobil Roman masih di halaman rumah. Aku segera kembali ke dalam, lalu bertanya lagi.


“Roman, aku serius. Apa kamu baik-baik saja di dalam?”


Tak ada jawaban, aku pun mengetok pintu dan masuk ke kamarnya. Suasana gelap dan hening. Tirai jendela masih tertutup rapat hingga matahari tak bisa masuk kamar. Kunyalakan lampu tidur dan melihat Roman terbaring lemas di kasur.


Kudekati dia, memegang keningnya.


“Hah, syukurlah kamu ngak sakit. Yaudah, aku duluan ya sekolah. Jangan sampai terlambat”ucapku,


Tetapi tiba-tiba Roman memegang tanganku, dengan wajah pucat.


“Roman, kamu sakit? Kita ke dokter ya? Matamu juga memerah”kataku segera meleskan tanganku dari Roman, lalu meletakan tas di lantai. Mencoba membantu Roman duduk, tapi Roman malah menarik tubuhku.


Sangat dekat dengannya, matanya memerah dan memeluk erat diriku. Aku tak mungkin bisa lepas darinya, pelukan erat ini sangat kuat.


Dalam sekejab aku mulai merasa Roman telah mengigit leherku, mengisap darahku. Aku baru sadar Roman sesungguhnya benar-benar vampire, ia tak pernah bercanda selama ini. Aku menahan rasa sakit.


Mata merah memudar menjadi hitam, wajah pucat kembali cerah perlahan-lahan Roman kembali sadar. Ia tetap memeluk erat gadis di dekatnya ini. Gadis yang tak sadar meneteskan air mata. Roman akan terus memeluknya hingga ia berhenti menangis.

__ADS_1


__ADS_2