Bride Of Vampire: The Revenge

Bride Of Vampire: The Revenge
Chapter 183


__ADS_3

Aku mengambil ancang- ancang, mengarahkan tanganku ke depan dan bersiap menghadapi serangannya dengan tangan kosong. Ya aku tak perlu air, tetapi aku akan mengendalikan air itu sebisa mungkin lalu membuatnya menyerang pengendalinya sendiri.


Ribuan anak panah segera mengarah padaku, mereka bagaikan air hujan yang membasahi bumi. Menyerang secara satu arah dan membuatnya serangannya seperti jatuhan air hujan.


Aku pun segera mengendalikan anak panah air ini sebisa mungkin untuk tidak mencelakai diriku. Mengarahkan tangan ke depan, lalu menghentikan serangan dengan pengendalian air dan menghancurkan ribuan anak panah itu kembali menjadi air biasa.


Air biasa itu jatuh ke tanah dan secepatnya di serap oleh tanah. Tetapi air dengan jumlah banyak ini terlalu sulit di resap oleh aspal. Ini mempersulit diriku, ya jika airnya masih ada di permukaan tentu saja Yunba masih bisa mengendalikan air dan menjadikannya senjata. Itu artinya aku harus mencegahnya itu terjadi atau aku akan mendapatkan serangan dengan ribuan anak panah lagi.


Aku berhasil membuat ribuan anak panah jatuh ke tanah menjadi air, tetapi tenagaku terkuras. Aku hanya memiliki sedikit tenaga sekarang. Tetapi gadis itu, ya Yunba sudah pasti ia masih memiliki tenaga yang banyak karna serangan ini sangat mudah. Tetapi jika menjadi sepertiku akan sangat sulit dan kewalahan.


Setelah semuanya lenyap, air – air itu masih tergenang di aspal. Yunba tersenyum manis dan penuh kesombongan melihat diriku yang kelelahan. Aku bernapa teregah- egah setelah menghentikan serangannya.

__ADS_1


“Hey, begitu saja kah kekuatanmu? Oh, apa kamu ingin terus seperti itu tanpa menyerangku! Jika memang, maka  sudah pasti kamu lah yang akan kalah” ucapnya padaku.


“Tidak! Aku tidak hanya akan melakukan ini tetapi aku juga bisa menyerang. Apa kamu ingin aku menyerangmu? Aku harap kamu tidak akan menyesal jika aku menyerangmu!”


“Ya ampun, kamu benar- benar gadis yang banyak bicara! Buktikan saja, apa memang kamu bisa menyerangku?”


Yunba selalu saja meremehkanku, tetapi kali ini aku tidak akan membiarkannya lolos meski ini adalah taruhan. Tetapi hari ini dia akan mengingat kejadian ini untuk selamanya. Aku pun mulai mengendalikan air yang ada di sekitar tempat ini. Tak peduli berapa banyak air yang tersisa, tetapi aku juga mengendalikan air yang berada di bawah tanah sementara di atasnya adalah tanaman perpohonan. Lalu aku menyerangnya secara bersamaan, mengubahkanya menjadi anak panah. Menjadikan serangan satu arah yakni ke arah Yunba. Yunba hanya tersenyum sinis penuh kesombongan setelah melihat dirinya akan di serangan seperti itu.


Yunba sibuk dengan anak panah yang terus mengejar dirinya, ia menangkis mencoba menjatuhkan anak panah ke tanah agar terserap oleh aspal dan berhenti menyerang dirinya. Ia berlindung dengan air menghindari serangan anak panah lainnya.


Saat dirinya penuh kesibukan itulah aku mengendalikan dirinya dengan pengendali darah. Tubuhnya saatlah lemah dan mudah dikuasi. Ia kudapatkan dan tidak bisa bergerak.

__ADS_1


Yunba menangis serangan anak panah, tetapi dirinya mendadak tidak bisa bergerak. Dirinya diam membisu seperti telah dikendalikan. Dia memang telah di kendalikan, namun dirinya tidak menyadari akan hal itu. Yunba pun terkena serangan anak panah, tubuhnya mulai tergores dan mengeluarkan darah.


Yunba sibuk dengan anak panah yang terus mengejar dirinya, ia menangkis mencoba menjatuhkan anak panah ke tanah agar terserap oleh aspal dan berhenti menyerang dirinya. Ia berlindung dengan air menghindari serangan anak panah lainnya.


Saat dirinya penuh kesibukan itulah aku mengendalikan dirinya dengan pengendali darah. Tubuhnya saatlah lemah dan mudah dikuasi. Ia kudapatkan dan tidak bisa bergerak.


Yunba menangis serangan anak panah, tetapi dirinya mendadak tidak bisa bergerak. Dirinya diam membisu seperti telah dikendalikan. Dia memang telah di kendalikan, namun dirinya tidak menyadari akan hal itu. Yunba pun terkena serangan anak panah, tubuhnya mulai tergores dan mengeluarkan darah.


Ketiga sahabatnya yang melihat Yunba dalam bahaya, mereka segera datang menyelamatkan Yunba.


“Yunba!” teriak mereka sembari mendekati dan menyelamarkan Yunba dari serangan anak panah.

__ADS_1


Melihat Yunba terluka, dan dalam kondisi yang lemah. Ketiga temannya tampak tidak menerima hasil pertandingan ini. Lalu secara bersamaan ketiga menyerang diriku. Mereka mengeluarkan kemampuan pengendalian yang mereka kuasi, dan saling melindungi satu sama lain.


__ADS_2