Bride Of Vampire: The Revenge

Bride Of Vampire: The Revenge
Episode 253


__ADS_3

“Dia tidak pergi, dia hanya pindah kamar asrama. Tapi karna kamu keluar dari asrama ini saya rasa, dia akan tetap disana.”


“Oh begitu ya, syukurlah. Saya sangat berharap Xia masih disana tanpa saya, saya harap dia berjuang lebih keras lagi demi kebaikannya. Saya tidak akan sedih meski persahabatan kami berakhir. Terima kasih atas semuanya, kepala Akademi Yexiao. Saya harus berkemas dan pergi selagi matahari masih ada. Perjalanan hari ini akan menjadi perjalanan yang panjang.”


“Ya, tidak perlu berterima kasih pada saya justru saya lah yang harus berterima kasih padamu karna kamu membuat semuanya menjadi mudah. Jadi kamu akan pergi kemana?”


“Saya tidak tahu, tapi saya akan ikut dengan keluarga saya”


“Ya, kalau begitu selamat jalan dan berhati- hati ya? Jangan sampai terluka!”


“Ya tentu, hahaha....aku akan menjaga diriku dengan baik, itu sudah pasti!”


Tidak lama kemudian, aku keluar dari ruangan ini setelah mendapatkan surat keluar dari Akademi Yexiao. Aku pun bergegas pergi menuju asrama, tetapi sebelum tiba di asrama aku melewati ruang aula utama yang masih di jaga oleh pengawas Akademi Yexiao.


Ada beberapa orang disini yang juga ikut mengamati tempat ini, dan aku sempat mendengarkan perbincangan mereka.


“Ya sepertinya kita tidak akan bisa ke Glasland lagi untuk berlatih. Ini area yang benar- benar menyebalkan dan kita akan bergabung dengan kelas biasa”

__ADS_1


“Ya sepertinya, ini semua karna orang jahat itu! Jika aku bertemu dengannya, akan kuberi dia pelajaran tanpa ampun!”


“Hei, kenapa kamu jadi bersemangat begitu? Memang kamu tahu siapa yang kamu hadapi? Kudengar- dengar orang yang melakukan ini bukan lah orang biasa. Mereka juga memiliki kemampuan!”


“Ya, aku tidak peduli siapa yang kuhadapi. Aku akan tetap memukulnya dengan tanganku sendiri!”


“Kamu percaya diri sekali! Tapi bagaimana dengan ujian kita? Kita juga harus berbaur dengan manusia sekarang. Ini menyebalkan!”


“Ya, ya benar. Aku juga tidak suka. Mereka......” terhenti berucap melihat suasana yang berubah menjadi ramai. Terdengar dari kejauhan suara keributan dari gadis- gadis yang berjalan menuju kemari. Secepatnya kedua orang itu segera menggunakan kemampuan mereka untuk pergi dengan cepat. Mereka tidak mau terlihat oleh gadis- gadis dari manusia biasa. Seorang yang terhenti ucapannya menatap gadis- gadis itu ketika pergi. Ia menaruh wajah datar dengan perasaan kesal.


Sekumpulan gadis- gadis, manusia biasa berdatangan ke tempat ini. Mereka memperhatikan aula utama ini dengan seksama.


“Ya ampun! Apa kamu lupa kepala sekolah katakan aula utamanya akan dibenah menjadi aula yang lebih baik!”


“Hah, menyebalkan! Tapi ini menguntungkan kita, kita jadi bisa bertemu dengan kelas malam. Aku akan bertemu dengan pengawas Akademi Yexiao yang tampan itu!” jawabnya dengan penuh cinta.


“Ya ampun! Tapi kemana perginya mereka? Hah, lebih baik kita ke taman saja! Aku yakin mereka semua berkumpul disana!”

__ADS_1


“Ya baiklah, ayo pergi! Aku tidak sabaran untuk melihat mereka”


“Ya!”


Sekumpulan gadis itu pun pergi meninggalkan tempat ini. Mendengar perbincangan mereka, aku mendapatkan informasi yang menarik. Aku pikir kepala Akademi Yexiao akan berkata jujur pada semua orang disini, ternyata itu di luar dugaanku. Benar- benar tak terduga olehku, kepala Akademi Yexiao membohongi semua orang dengan mengatakan aula utama ini sedang di renovasi pada manusia biasa yang mudah dibodohi. Sebenarnya bukan itu penyebabnya, melainkan para pengawas Akademi Yexiao telah diberi perintah untuk menghancurkan seluruh cermin dalam ruangan itu dan membuatnya seperti sedang dalam tahap renovasi. Benar- benar rencana yang bagus, tetapi aku melihatnya jadi tidak perlu di tutupi lagi dariku.


Tak lama kemudian, aku melihat Roman dan Violin berjalan menuju kemari. Dua orang itu tampak bicara dengan akrab dan sangat dekat. Aku tersenyum manis, dan segera melanjutkan langkahku menuju asrama.


Tiba di asrama, kamar nomor 25.


Aku melihat Xia masih duduk termenung di kasurnya. Aku tidak punya urusan apapun lagi dengannya, aku pun bergegas mengemasi barangku. Tak perlu waktu yang lama, aku telah selesai mengemasi barangku. Aku siap untuk pergi, tetapi sebelum itu aku harus menyelesaikan sesuatu yang masih terbayang di kepalaku.


Aku mendekati Xia, berdiri di depannya dengan tas dan koper ada di tanganku.


Aku tersenyum manis, lalu menarik napas panjang. Aku harus membuat diriku selega mungkin untuk perpisahan ini. Xia pun telah mengalihkan pandangannya ke arahku. Ia memasang wajah datar dan perasaan sedih yang dibenamnya dalam diri.


“Xia, aku sungguh minta maaf telah menjadi beban untukmu. Tapi kamu tidak perlu mengkhawatirkanku. Aku ingin mengucapkan terima kasih atas semuanya, aku ingin berpamitan denganmu. Aku akan pergi, jadi aku hanya ingin mengucapkan terima kasih atas semuanya” ucapku.

__ADS_1


Xia yang mendengar ucapan itu terkejut, hingga membuat matanya membulat. Ia seperti tidak percaya Aresha akan pergi, tapi ia telah melihatnya sekarang dan ini bukan mimpi.


“Pergi? Kamu akan pergi?”


__ADS_2