Bride Of Vampire: The Revenge

Bride Of Vampire: The Revenge
Episode 233


__ADS_3

“Kamu pikir karna aku tidak ke rumah sakit, kamu menganggap lukaku tidak serius?”


“Hah, akhirnya kamu sadar juga! Tapi jangan pedulikan itu, aku senang kamu membawaku jalan- jalan hari ini. Aku pulang dulu untuk membuat obat yang lebih baik untukmu. Kita akan bertemu lagi nanti”


“Oh begitu, ya baiklah. Kapan kamu akan kembali?”


“Sore nanti, aku harus membeli beberapa bahannya lalu membuatnya. Itu perlu konsentrasi yang tinggi. Jangan khawatir, aku tidak akan gagal membuat obatnya untukmu. Oh ya, aku membawa cermin. Kupikir akan kamu perlukan untuk melihat lukamu. Kata dokter kamu jangan lupa ganti perbannya. Oke?” ucapku sembari memberikan cermin kecil padanya.


Ethan mengambil cermin dari tanganku, ia melihat ke arahku dan berucap “Ya baiklah, tapi aku ingin kamu segera kembali dan menganti perban lukaku!”


“Ya, jangan khawatir. Sebelum sore datang aku pasti sudah bertemu denganmu!”


“Ya, aku pegang katamu!”


Setelah aku rasa semua ini beres, aku pun segera pergi meninggalkan Ethan.


Bergegas meninggalkan kantor perusahaan Ethan, aku segera mencari taksi. Begitu mendapat taksi, aku segera masuk dan meminta sopir mengantarkanku ke Akademi Yexiao. Dalam perjalanan pulang, aku sempat mendengarkan berita di radio. Sopir taksi ini menyalakan radionya, dan mendengarkan berita.

__ADS_1


“Telah terjadi pembunuhan di apartemen,  korban adalah seorang perempuan muda berusia dua puluh lima tahun. Dia dibunuh di apartemennya sendiri. Polisi terus melakukan penyelidikan terhadap khasus pembunuhan misterius ini. Pembunuhan perempuan muda ini sangat sadis, korban tampak kehabisan darah dan ada bekas gigitan di leher korban.”


Aku mendengar berita itu dengan jelas, bahkan sopir taksi ini mengajakku bicara membahas berita itu.


“Mengerikan! Sungguh mengerikan! Aku tidak bisa membayangkannya, korbannya adalah perempuan muda, dan ia kehabisan darah” ucap sopir taksi.


Aku tidak berekspresi apa- apa, aku hanya diam dengan wajah yang datar. Lalu menjawab “Yah, itu mengerikan! Mungkin saja orangnya bukan manusia biasa. Gigitan di leher dan korban kehabisan darah. Mungkinkah pembunuhnya seorang psikopat?”


“Hah, begitu ya? Hem... ini berbahaya jika begitu. Apakah nona punya keluarga? Adik dan kakak?”


“Ya aku punya, dulu”


“Nona, maafkan saya. Saya tidak.....”


Terpotong olehku yang segera berucap, “Untuk apa meminta maaf? Tidak ada yang tersakiti disini. Keluargaku baik- baik saja. Aku berharap pelakunya segera di tangkap, menurutku orang yang melakukan ini bukanlah seorang pembunuh biasa. Aku yakin pelakunya lebih dari itu” ucapku.


Tidak lama kemudian aku telah tiba di Akademi Yexiao. Aku pun segera membayar biaya taksi dan keluar dari mobil. Berjalan menuju asrama. Memasuki area asrama, aku melihat banyak orang sibuk membicarakan ujian ability magie. Mereka mengkhawatirkan klan vampir, dan tidak membicarakan Xia. Aku legah tidak ada yang meremehkan diriku dan Xia sekarang meski kami bukan orang yang terkuat.

__ADS_1


Perbincangan yang kudengar dari teman- teman se- asrama.


“Hah, aku mulai khawatir sekarang! Sial, sial! Kenapa ujiannya sudah sangat dekat?” keluhnya dengan wajah sedih.


“Hahaha... ya ampun! Bukannya kamu sudah berlatih ya? Lagi pula aku yakin kamu bisa lebih baik. Tadi pagi aku lihat Xia sudah datang loh! Dan dia datang dengan penampilan yang berbeda banget. Aku rasa Xia sudah mempersiapkan dirinya dengan baik, nah apa sekarang kamu mau kalah darinya? Kamu harus menang kan? Bukankah gadis itu pendiam tetapi dia bukan berarti sombong dan angkuh seperti Vera. Temanku ini juga harus seperti Xia, dia berkembang. Apa kamu akan menyerah, bodoh?!” jawabnya langsung memukul kepala temannya itu.


“Awwww.... sakit tau! Bisa tidak, tidak perlu memukul kepalaku? Ini sakit!” keluhnya sembari mengelus- elus kepalanya.


“Yah, aku pikir lebih baik aku memukul kepalamu dari pada mematahkan semangatmu. Aku pikir kamu harus di pukul, kalau tidak kamu hanya akan bisa mengeluh! Yang lama- lama akan menjadi Vera yang sombong. Mau begitu?”


Temannya yang di pukul tertawa, “Hahaha.... ya aku mengerti! Kamu memukulku untuk mengingatkanku kan? Di dunia ini bagaimana pun juga pasti ada yang terkuat dan terlemah. Tetapi tidak selamanya orang itu akan di atas dan di bawah. Terima kasih temanku, aku merasa lebih baik. Mungkin saja nanti keberuntungan ada di tanganku! Yosh, ayo kita memenangkan ujian ability magie!”


“Yo!”


Teriak keduanya penuh semangat.


Aku pun bergegas melajutkan langkahku hingga tiba di depan kamarku, aku segera membuka pintu dan masuk ke dalam. Menutup pintu kembali tanpa menguncinya.

__ADS_1


Duduk di kasur seorang diri dan mengamati seluruh ruangan ini, ruangan ini sepi dan itu artinya Xia belum juga kembali. Aku pun teringat akan kejadian tadi pagi yang menimpaku, aku segera mendekati cermin dan mengubahnya menjadi sesuatu yang cukup menarik. Dengan kemampuan yang aku miliki, aku membuat cermin ini terhubung dengan cermin yang kuberikan pada Ethan.


__ADS_2