Bride Of Vampire: The Revenge

Bride Of Vampire: The Revenge
Episode 329


__ADS_3

Rapat antar pimpinan dan ketua klan itu terus berlanjut. Ethan yang menyembunyikan sesuatu hanya tersenyum manis, Ethan berpikir ini hanya membuang waktu saja. Tidak ada waktu untuk mempelajari sejarah yang telah hilang, yang jelas bagi Ethan adalah menemukan kristal itu dan memanfaatkan waktunya sebaik mungkin.


Usai rapat, Ethan bergegas pergi. Ia segera menuju akademi Yexiao. Ia merasa baru saja mendengarkan ceramah yang membosankan.


“Hah, sial! Ketua klan macam apa ia itu? Membawa orangnya yang dia pikir dirinya lah yang mengetahui semuanya. Tidak ada salahnya mendengarkan orang yang tanpa klan. Gadis itu, kenapa ia bisa mengetahui tentang ratu penyihir matahari? Apa ia selama ini melakukan perjalanan? Tidak ada yang tersisa dari sejarah itu. Bodoh!” ucap Ethan sembari mengemudikan mobil melaju menuju akademi Yexiao.


Sementara itu Akademi Yexiao.


Ruang kepala akademi Yexiao. Guru-guru yang diberikan tugas untuk mengawasi ujian ability magie kembali. Mereka melaporkan halil kerja mereka kepada kepala akademi Yexiao. Begitu guru-guru pergi, ibu Oshabery masih bertahan di ruangan ini. Ia duduk di kursi berhadapan dengan kepala akademi Yexiao.


“Pak, yang tersisa adalah Yunba, Micy, Ninga, Vera dan Xia” ucap ibu Oshabery.


“Bagus, segera buat penyambutan untuk kedatangan mereka. Bagaimana dengan Buniv?”


"Baik Pak, Buniv tidak menyisakan satu orang pun.”


“Bagus, artinya dari akademi kita lah mewakili pencarian dua kristal yang hilang. Pergilah!”


Ibu Oshabery menundukan kepala lalu pergi keluar dari ruangan ini. Ibu Oshabery bergegas melaksanakan perintah dari kepala akademi Yexiao. Memberitahu kepada guru lainnya lalu membuat penyambutan bersama-sama.


Sementara keberadaan Aresha dan Alecia. Aku mengantar Alecia kedepan pintu gerbang akademi Yexiao. Lady Dandelion telah menunggu di dalam mobil.

__ADS_1


“Ikuti Lady, waktunya pembalasan. Kamu akan menemui pria itu menjadi Alecia yang lain. Jangan pernah melihat ke belakang lagi. Kita akan bertemu beberapa hari lagi. Selesaikan urusanmu, dan Lady akan membantumu” ucapku.


“Bagaimana denganmu?” tanya Alecia padaku.


“Aku selalu memiliki banyak waktu, tapi tidak denganmu.”


“Terima kasih atas bantuannya, Aresha. Aku tidak akan melupakan kebaikanmu.”


Aku tersenyum dan menepuk pundaknya, “Sebaiknya kamu melupakanku!”


Sontak Alecia kaget, dirinya tidak mengerti mengapa Aresha malah meminta dirinya untuk melupakan kebaikan ini.


Aku hanya tersenyum, hingga Alecia pun pergi. Ia masuk ke dalam mobil, dan pergi bersama Lady Dandelion.


“Dia sudah pergi, setidaknya kamu sudah bertemu dengannya. Sekarang siapa yang tersisa?” jawabku.


“Hah, sial! Mengapa kamu tidak menungguku? Aku juga ingin.....!” ucap Chinsinsi yang belum selesai aku berucap, “Ia tidak akan percaya padamu, saat ini ia sungguh jadi anak yang malang. Tapi jangan khawatir, saat waktunya tiba kamu pasti punya kesempatan untuk bicara padanya.”


Chinsinsi melihat ke arahku, ia tampak kesal. Menarik nafas panjang dan menghembuskannya.


“Yang tersisa empat gadis dan Xia. Seperti maumu!”

__ADS_1


“Bagus!” ucapku segera berpaling dan meninggalkan tempat ini. Chinsinsi menyusul diriku, dan berjalan disampingku.


Guru-guru dan murid yang tersingkir dari ujian ability magie segera membuat penyambutan untuk mereka yang berhasil. Bahkan Eun dan Zanko. Mereka berdua sangat senang melihat Xia berhasil bertahan. Semua orang membuat penyambutan di ruang aula  yang dulunya di ruangan ini adalah jalan satu-satunya menuju dunia glasland. Tapi sekarang itu menjadi kenangan yang indah.


Sebuah mobil memasuki akademi ini, kepala akademi Yexiao mengenal mobil itu hingga ia berucap dengan suara pelan, “Aresha, Ethan datang!.”


Mendengar hal itu aku terkejut, mengerutkan kening dan tersenyum. Aku secepatnya menarik tangan Chinsinsi untuk pergi meninggalkan halaman ini sebelum Ethan datang. Orang-orang melihat apa yang aku lakukan membuat mereka berpikir aneh tentang diriku dengan pak Chinsinsi.


“Hai, siapa gadis itu? Apakah pak Chin dan gadis itu sedang.....”


“Oh mungkin saja! Bukannya pak Chins itu belum punya istri ya!”


“Tetapi usia mereka beda jauh banget!”


“Hah, mungkin saja itu gadis jalang!”


“Plakkk!” penghapus papan tulis mengarah pada seorang gadis yang mulutnya tidak bisa dijaga dan orang yang melempar penghapus itu adalah ibu Oshabery. Ibu Oshabery mengawasi akademi ini dan tidak sengaja melihat kejadian itu serta perkataan gadis yang tidak pantas.


Gadis yang mendapatkan lemparan penghapus papan tulis itu terdiam, pipinya menghitam terkena penghapus papan tulis. Ia terlihat sangat jelek dan pantas mendapatkan lemparan penghapus itu.


“Jaga ucapanmu! Itu adalah Aresha, keponakan pak Chinsinsi. Sebaiknya kalian memperhatikan mobil yang baru datang saja, mobil itu adalah mobil Tuan Ethan. Kalian akan menyukainya!” ucap Ibu Oshabery yang kemudian berlalu saja meninggalkan gadis yang dilemparkannya penghapus. Ibu Oshabery menyembunyikan tawa kecil, “Hufff, lain kali jaga ucapanmu!.”

__ADS_1


Begitu ibu Oshabery pergi, gadis yang mendapatkan lemparan penghapus papan tulis menjadi bahan tertawaan teman-temannya. Mereka tidak menyangka ibu Oshabery berani melakukan ini pada temannya yang memang pantas untuk mendapatkan lemparan penghapus papan tulis karena mulutnya tidak bisa dijaga.


__ADS_2