Bride Of Vampire: The Revenge

Bride Of Vampire: The Revenge
Episode 248


__ADS_3

Tak pernah disangka olehku, aku akan bertemu dengan pria itu lagi. Entah kebetulan atau memang dia sudah mencurigai kedatanganku disini. Tetapi kedekatannya padaku itulah harus kuwaspadai.


Ethan, pria itu datang mendekatiku. Ia datang dengan penampilan super keren dan coolnya. Ya ampun dia memang pantas untuk diperebutkan oleh gadis- gadis, tapi aku tidak tertarik dengannya.


“Hem.... berhentilah memasang wajah sedih begitu! Masih ada waktu untuk menjadi yang terbaik kan?” ucapnya sembari mendekat.


Aku yang mendengar ucapannya pun membalas dengan senyuman manis, lalu berucap “Bodo amat! Aku tidak mau menjadi yang terrendah, aku sudah berlatih dan ya.....baiklah hari ini memang bukan hari keberuntunganku. Embernya pecah dan airnya mengalir keluar dengan cepat!” ucapku protes.


“Ya ampun! Apa ada ember pecah? Itu tidak mungkin terjadi kan? Semuanya sudah di persiapkan. Mungkin saja airmu itu mengalir ke luar saat kamu mengendalikan air dan tidak sengaja membuat embernya pecah lalu dengan cepat airnya keluar” jelas Ethan.


“Hah, begitu ya?” jawabku menatapnya sementara pikiranku berkata lain “Ya begitulah jika orang lain berpikir aku pemula, aku merasa tidak memecahkannya. Aku melakukan sesuatu dengan benar.”


“Tidak perlu marah, bukankah nanti akan ada ujian ability magie lagi? Ya maksudku ada ujian lainnya dalam beberapa tahap”


“Ya, tapi aku akan gugur dengan cepat sebelum ujian ability magie duel itu!”

__ADS_1


“Hahaha.... jangan berpikir seperti itu. Mungkin saja nanti ada yang nilainya sama denganmu, maka itu lah keberuntunganmu”


“Oh begitu ya? Aku baru tahu!. Pengawas Akademi Yexiao dan VA berjaga- jaga ya? Apa ada masalah?”


“Oh, itu. Tidak ada. Tidak ada yang perlu di khawatirkan. Semuanya baik- baik saja, semua ini hanya demi keamanan saja”


“Keamanan? Oh, apa karna ada penyerang yang menghancurkan lapangan ujian ability magie ya? Hah, aku rasa orang itu tidak akan berani menyerang banyak orang disini”


“Ya kamu benar, kamu menebak dengan sangat baik. Tapi berjaga- jaga itu lebih baik kan?”


Entah kenapa Ethan malah tertawa kecil padaku, ia pun tersenyum manis dan membuatku penasaran. Ia tidak menjawab pertanyaanku itu.


Tawa kecilnya itu membuatku teringat siapa Ethan, ya aku sedikit lupa mengenai dirinya tapi kini aku mengingat sesuatu tentangnya.


“Ah ya aku ingat, lalu kenapa kamu disini? Aku sedang sibuk mengikuti ujian ability magie!” ucapku menatapnya.

__ADS_1


Ethan pun menghentikan tawanya itu, ia melihat ke arahku dengan senyuman sinis.


“Ya ampun! Apa aku tidak boleh disini? Apa kamu lupa sesuatu, Aresha? Kamu melukaiku loh! Mana obat yang kamu janjikan? Kamu bahkan tidak datang. Apa kamu mau melarikan diri dari tanggung jawabmu?!”


Aku terkejut dan teringat akan janjiku dengannya bahwa diriku akan kembali sore hari menemuinya.


“Oh soal itu! Aku tidak lari kok. Bagaimana menjelaskannya ya? Ya aku rasa bukan aku yang berbohong. Dan aku juga tidak perlu bertanggung jawab”


“Hah, apa maksudmu tidak perlu bertanggung jawab? Kamu sudah melukai leherku, apa kamu lupa apa yang telah kamu lakukan?”


“Tentu saja tidak, apa yang kulakukan itu juga karna ulahmu sendiri!.”


“Aarrkkhh....” ucap Ethan mulai berputus asa, dan ia pun memikirkan sesuatu tentang rencananya. Dalam hatinya ia berucap, “Kenapa? Kenapa kamu seperti itu? Apakah rencanaku telah kamu ketahui? Oh, atau jangan- jangan kamu cemburu ya melihatku dengan sekretaris bodoh itu!.”


Aku yang melihat Ethan memasang wajah kecewa hanya bisa membiarkan dia begitu saja hingga Zanko datang mendekat.

__ADS_1


__ADS_2