Bride Of Vampire: The Revenge

Bride Of Vampire: The Revenge
Episode 83


__ADS_3

Seseorang membangunkanku dengan mengerak-gerakan tubuh. “ Sayang, ayo bangun” ucapnya.


Kubuka mataku perlahan-lahan, terlihat cahaya matahari masuk kekamar. Aku melihat ibuku berada disamping, aku langsung memeluk erat dirinya. “ Ada apa sayang?”.


          “Aku sedih ibu pergi meninggalkanku, ibu jangan pergi lagi ya”


          “Aku bukan ibumu, Aresha. Aku suamimu, Tagao”. Seketika itu ibuku langsung berubah menjadi Tagao, aku baru menyadarinya seketika. Ibuku telah pergi meninggalkanku, dan aku memeluk erat suamiku. “ Hah, aku pikir ibuku. Aku sangat merindukannya, sayang dia sudah pergi meninggalkanku untuk selama-lamanya”.


          “ Aku turut berduka. Kamu tidur sangat lalap ya, ketika aku pergi?”


          “Tidak, aku tidur kemalaman. Terus memikirkanmu hingga larut malam. Aku


bermimpi, aku naik kepunggung wolf. Berlari bersamanya dengan cepat, andai kamu


bisa seperti wolf. Tapi itu tak akan mungkin”


          “


Hanya mimpi kan? Ayo bangun, kita sarapan pagi bersama”


          “


Kalian semalaman pergi ya? Lalu kita akan pergi kemana hari ini?”


          “


Ya maafkan aku, Aresha. Aku tidak menemani malammu. Tapi hari ini kita akan


pergi jalan-jalan disekitar kastil Afela. Kebetulan di dekat sini ada desa yang


bisa kita kunjungi”


          “


Baiklah kita akan pergi mengunjungi desa itu”


          “


Oke, aku tunggu kamu diruang makan ya”


          “


Ya”


          Tagao


mulai pergi meninggalkanku. Aku melangkah berjalan menuju kamar mandi. Membuka


pintu lalu menutupnya. “ Kamu tak pernah tau apa yang aku rasakan ya? Aku


begitu sakit di hati ini, kamu membohongiku. Jika karena cinta kamu lakukan


ini, maka kamu salah. Memisahkanku dengan mereka” ucapku. Kemudian kulepaskan


pakaianku dan merendamkan diri dalam bak. Pikiranku selalu tertuju pada Yuza


dan Tagao serta Takara yang menghianati diriku. Sambil membersihkan diri dengan


air, aku berucap “ Bagaimana aku bisa hidup bahagia dengan suamiku, bila saja


dia berbohong kepadaku. Dia bahkan menyembunyikan semua ini dariku. Baiklah,


Yuza. Kamu harus menerima akibatnya karena telah membohongi diriku. Kamu


mengingkari janji-janjimu atas pengabdian pada kerajaan” memejamkan mata, “


Hari ini aku putuskan hubungan dengan Yuza, dia bukan lagi dari negeri sihir.


Penyihir dari negeri sihir, dimana pun kalian berada siapapun kalian.  Hari ini kalian berhak memusuhi Yuza, hanya


Yuza yang kalian musuhi”.


          Maka


dengan secepat kilat perkataan itu didengar oleh para penyihir dari berbagai


wilayah. Mereka mulai bergerak, mencari dan membuat rencana untuk Yuza.


          Setelah


bersih, aku keluar dari bak mandi.  Memakai gaun dan duduk di depan cermin hias. Kemudian aku mulai merias


diri, menata rambut dan memakai mahkota. Setelah terlihat cantik, barulah aku


keluar dari kamar menuju ruang makan. Kulihat Takara, Zuyaa dan Tagao sedang


menungguku.


          “Wah


cantik banget, kamu cocok memakai gaun itu” puji Takara. Kubalas pujiannya


dengan senyuman. Aku duduk didepan Tagao.


          “


Jadi kamu ikut kan jalan-jalan kedesa?” tanya Takara padaku.


          “


Ya, tentu saja. Bagaimana dengan perjalanan kalian tadi malam?”


          “


Sangat baik. Kamu baik-baik saja kan saat kami tinggalkan?”


          “


Ya baik, aku bermimpi pergi dengan wolf. Dia berlari dengan cepat, aku tak akan


menyangka akan pergi seperti itu. Tapi itu hanya mimpi, andai saja kenyataan.


Aku pergi dengan suamiku”


          “Ya


kamu akan pergi dengan cepat hari ini, dengan kuda”


          “


Ya sudahlah, kita makan” kuakhiri pembicaraan. Kami mulai sarapan pagi bersama.


***


          Setelah


sarapan pagi, aku mulai bersiap-siap untuk pergi. Tiba-tiba Zuya masuk kekamar


ini dan berucap “ Aresha, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan padamu” .


          “


Apa, Zuya?”


          “


Mengapa kamu mengatakan bermimpi pergi dengan wolf dengan cepat. Dan


menginginkan suamimu menjadi seperti mereka? Maksud kamu apa?”


          “


Aku pikir pikiranmu denganku sama. Aku ingin suamiku menjadi vampire, dia bisa


berlari dengan cepat dan memiliki umur yang panjang sepertiku. Memang ada


masalah dengan keinginanku? Jika dia memang mencintaiku, dia harus lakukan itu


untukku”


          “Lalu


rencana jahat apa lagi yang akan kamu lakukan untuk mereka?”


          “


Rencananya aku akan menghancurkan desa yang akan aku kunjungi. Menghancurkan


mereka”


          “Kamu

__ADS_1


akan membunuh orang tak bersalah kalau kamu lakukan itu, Aresha. Kita hanya


dendam pada keluarga ini. Ayolah Aresha jangan lakukan itu. Cobalah untuk mencintai


Tagao, bukankah sekarang dia suamimu. Simpanlah dendammu”


          “


Kenapa kamu menasihatiku? Apa kerena kamu sudah menikah dengan Takara dan


saling mencintai?”


          “


Tidak, tapi justru sebaliknya karena kamu. Aku tidak ingin kamu terluka”


          “


Kalau memang begitu, katakan pada suamiku untuk menjadi vampire”


          “


Untuk apa? Bukankah kamu bisa terbang dengan sapu ajaib”


          “


Kata siapa aku bisa? Aku tidak bisa, ibuku selalu melarangku untuk terbang


bahkan pergi cepat. Aku ingin suamiku seperti wolf tapi itu tak akan mungkin.


Akan lebih mungkin jika dia menjadi vampire”


          “


Lalu setelah permintaanmu ini, kamu berjanji akan melupakan masalah masa lalu


itu?”


          “


Ya tentu saja akan kulupakan”


          “


Baiklah akan kukatakan padanya” Zuya keluar dari kamarku.


***


          Berjalan


keluar dari kamar menuju halaman kastil. Kulihat Tagao sedang menungguku. Tagao


naik kekudanya kemudian dia mengulurkan tangannya padaku. Aku naik kekuda.


kuberpegang pada dirinya dengan erat menyandarkan kepalaku dipundaknya.


Kemudian kami berangkat bersama diiringi dengan pengawal dibelakang. Hanya


berdiam diri disepanjang perjalanan, terus memeluk erat dirinya seolah-olah


diriku merindukannya.


          Setiba


di desa, kami disambut dengan suka cita. Tagao sangat dikagumi dan disegani


rakyatnya. Sementara aku hanya cuek melihat mereka yang begitu menghormati


kedatangan kami. Kami juga diajak kepenginapan. Kulihat kamar yang disediakan


untuk kami. Berpura-pura seolah-olah memuji kamar ini didepan mereka.


          “


Ini sangat baik, siapa yang menyiapkan semua ini? Aku sungguh berterima kasih.


Kamarnya sangat bagus”.


          Tersenyum


manis disetiap pujian mereka. Putri dari kepala desa mengajak diriku


jalan-jalan bersamanya.  Menangapi setiap


          Sementara


itu Takara, Tagao dan Zuya sibuk menetapkan keputusan atas permintaan Aresha.


          “


Apa yang diinginkan Aresha sekarang?” tanya Tagao.


          “


Dia ingin kamu menjadi vampire sebagai permintaan terakhirnya maka dia akan


melupakan masalah masa lalunya”


          “


Tak mungkin kakak harus menjadi vampire? Ayolah pasti ada jalan lain” ucap


Takara.


          “


Tapi Aresha hanya menginginkan itu”


          “


Baiklah jika begitu aku akan datang ke Raja Oishima dan Arkares untuk menjadi


vampire. Kalian ajak Aresha bersenang-senang”


          Tagao


dan Zuya berpamitan dengan Takara untuk pergi memenuhi permintaan Aresha dengan


kudanya. Takara mulai mencari ide untuk membuat Aresha bersenang-senang disini.


***


          Takara


dan Zuya datang menghampiri diriku.


          “


Bagaimana jalan-jalannya kakak?” tanya Takara.


          “


Menyenangkan”


          “


Mau makan bersama?”


          “


Tidak, baru saja makan di kastil bukan?”


          “


Ya…”


          “


Dimana Tagao dan Zuya? Bukankah bersama kalian tadi?”


          “


Oh, dia. Dia lagi mencari sesuatu, kejutan”


          “


Em…”


          Kemudian


kami kembali jalan-jalan bersama.

__ADS_1


***


          Dengan


bantuan sihir yang dimiliki oleh Zuya ( Yuza ), Zuya dan Tagao dapat dengan


cepat sampai di istana Raja Arkares. Mereka berdua disambu dengan baik oleh


Raja Oishima dan Arkares.


          “


Yang mulia, Raja Arkares. Saya memohon untuk dijadikan seperti mulia” ucap


Tagao.


          “


Sepertiku?” Maksudmu?”


          “


Aresha meminta Tagao untuk menjadi vampire. Permintaan terakhirnya” jelas


Tagao.


          “


Aku ragu sekali jika menjadikanmu seperti kami. Banyak rintangan yang harus


dilewati. Kamu tahu bahwa kami menyukai darah, itu adalah salah satunya” jawab


Raja Arkares.


          “


Aku bersedia menerima segala risikonya”


          Kemudian


Raja Arkares berjalan mendekati Tagao, sangat dekat. Raja Arkares mulai


mengigit leher dan menghisap darahnya. Setelah itu Raja Arkares melepaskan


Tagao. Tagao terjatuh berlutut dilantai. Lalu Tagao membantu Tagao berdiri.


Tagao nampak lesu karena kehabisan darah.


          “


Ajak dia kekamar untuk beristirahat, dia sepenuhnya seperti anakku” ucap Raja


Arkares.


          “


Baik, yang mulia” jawab Yuza ( Zuya ).


          Kemudian


Zuya mengantarkan Tagao kekamar untuk beristirahat. Raja Oishima yang diam


membisu mulai bicara dan berjalan mendekati Arkares.


          “


Arkares, aku tak yakin Aresha meminta ini. Jika dia mencintai suaminya tak


seharusnya dia meminta permintaan seperti ini. Bukankah dia mengetahuinya


akibat dari menjadi vampire?” ucap Oishima.


          “


Ya, harus bagaimana lagi. Perdamaian yang kita lakukan juga bersembunyi


diantara manusia yang lain dan Aresha. Demi cintanya pada Aresha, Tagao akan


lakukan apapun untuknya. Dia sangat berbeda dengan ayahnya yang kita kenal


dengan penghianatan” jawab Arkares.


          “


Bagaimana kalau Aresha menyimpan dendam atas kematian ibunya belum juga padam?


Apa lagi kita, kita yang dia lihat telah mati dibunuh oleh suaminya sendiri”


          “


Aku hanya bisa berharap kalau Tagao cepat-cepat memberitahu hal ini pada


istrinya. Jangan sampai pula istrinya mengetahui kita masih hidup sebelum Tagao


yang memberitahunya”.


                                                                   ***


          Malam


telah datang, aku dan Takara sedang makan malam bersama ketua desa dan


keluarganya. Takara selalu menciptakan suasana yang ceria. Namun pikiranku


selalu tertuju pada Tagao dan Zuya.


          “


Aresha” panggil Takara hingga 3 kali barulah diriku sadar.


          “


Ya ada apa?”


          “


Kamu memikirkan apa? Aku memanggilmu hingga 3 kali tak kamu jawab”


          Aku


hanya tersenyum manis dan menundukan kepala, lalu kembali memandang Takara.


          “


Oh, ya aku mengerti. Pastinya suamimu kan? Dia baik-baik saja kok, kamu tenang


aja. Mereka sedang membuat kejutan besar buat kamu”


          “


Kejutan terus, kemarin juga tapi ngak ada. Hah…aku cuman khawatir dengannya.


Kemarin aku ditinggal sendirian, apa sekarang juga? Haha…percuma kan kalau


jalan-jalannya hanya aku dan kamu. Sedangkan mereka pergi, huh…aku mau pulang


saja besok”


          “


Eh, jangan-jangan Aresha. Kita ngak boleh pulang sebelum Tagao dan Zuya datang,


nanti mereka mencari kita”


          “


Jika besok mereka tidak datang, aku pulang!”berdiri mengakhiri pembicaraan, “


Aku sudah kenyang, terima kasih atas makananya”. Melangkah pergi meninggalkan


ruang makan ke kamar, menutup pintu dan menguncinya. Takara berupaya mengubah


keadaan tak enak ini kembali menjadi nyaman. “ Dia hanya rindu pada suaminya.


Dia biasa bersikap seperti itu, jangan khawatir” ucap Takara.


          Kudekati jendela dan memandang keluar. Kulihat perpohonan yang lebat dan berucap “ Jika


kamu melakukan permintaanku, kamu sama saja seperti ayahmu. Penghianat! Darah


akan dibalas dengan darah dan kebohongan akan dibalas kebohongan”.

__ADS_1


          Kegelapan dari luar rumah ketua desa terlihat menyeramkan. Cahaya bintang dan bulan tak


dapat menembus lebatnya daun-daun yang menyelimuti jalan.


__ADS_2