
Seseorang membangunkanku dengan mengerak-gerakan tubuh. “ Sayang, ayo bangun” ucapnya.
Kubuka mataku perlahan-lahan, terlihat cahaya matahari masuk kekamar. Aku melihat ibuku berada disamping, aku langsung memeluk erat dirinya. “ Ada apa sayang?”.
“Aku sedih ibu pergi meninggalkanku, ibu jangan pergi lagi ya”
“Aku bukan ibumu, Aresha. Aku suamimu, Tagao”. Seketika itu ibuku langsung berubah menjadi Tagao, aku baru menyadarinya seketika. Ibuku telah pergi meninggalkanku, dan aku memeluk erat suamiku. “ Hah, aku pikir ibuku. Aku sangat merindukannya, sayang dia sudah pergi meninggalkanku untuk selama-lamanya”.
“ Aku turut berduka. Kamu tidur sangat lalap ya, ketika aku pergi?”
“Tidak, aku tidur kemalaman. Terus memikirkanmu hingga larut malam. Aku
bermimpi, aku naik kepunggung wolf. Berlari bersamanya dengan cepat, andai kamu
bisa seperti wolf. Tapi itu tak akan mungkin”
“
Hanya mimpi kan? Ayo bangun, kita sarapan pagi bersama”
“
Kalian semalaman pergi ya? Lalu kita akan pergi kemana hari ini?”
“
Ya maafkan aku, Aresha. Aku tidak menemani malammu. Tapi hari ini kita akan
pergi jalan-jalan disekitar kastil Afela. Kebetulan di dekat sini ada desa yang
bisa kita kunjungi”
“
Baiklah kita akan pergi mengunjungi desa itu”
“
Oke, aku tunggu kamu diruang makan ya”
“
Ya”
Tagao
mulai pergi meninggalkanku. Aku melangkah berjalan menuju kamar mandi. Membuka
pintu lalu menutupnya. “ Kamu tak pernah tau apa yang aku rasakan ya? Aku
begitu sakit di hati ini, kamu membohongiku. Jika karena cinta kamu lakukan
ini, maka kamu salah. Memisahkanku dengan mereka” ucapku. Kemudian kulepaskan
pakaianku dan merendamkan diri dalam bak. Pikiranku selalu tertuju pada Yuza
dan Tagao serta Takara yang menghianati diriku. Sambil membersihkan diri dengan
air, aku berucap “ Bagaimana aku bisa hidup bahagia dengan suamiku, bila saja
dia berbohong kepadaku. Dia bahkan menyembunyikan semua ini dariku. Baiklah,
Yuza. Kamu harus menerima akibatnya karena telah membohongi diriku. Kamu
mengingkari janji-janjimu atas pengabdian pada kerajaan” memejamkan mata, “
Hari ini aku putuskan hubungan dengan Yuza, dia bukan lagi dari negeri sihir.
Penyihir dari negeri sihir, dimana pun kalian berada siapapun kalian. Hari ini kalian berhak memusuhi Yuza, hanya
Yuza yang kalian musuhi”.
Maka
dengan secepat kilat perkataan itu didengar oleh para penyihir dari berbagai
wilayah. Mereka mulai bergerak, mencari dan membuat rencana untuk Yuza.
Setelah
bersih, aku keluar dari bak mandi. Memakai gaun dan duduk di depan cermin hias. Kemudian aku mulai merias
diri, menata rambut dan memakai mahkota. Setelah terlihat cantik, barulah aku
keluar dari kamar menuju ruang makan. Kulihat Takara, Zuyaa dan Tagao sedang
menungguku.
“Wah
cantik banget, kamu cocok memakai gaun itu” puji Takara. Kubalas pujiannya
dengan senyuman. Aku duduk didepan Tagao.
“
Jadi kamu ikut kan jalan-jalan kedesa?” tanya Takara padaku.
“
Ya, tentu saja. Bagaimana dengan perjalanan kalian tadi malam?”
“
Sangat baik. Kamu baik-baik saja kan saat kami tinggalkan?”
“
Ya baik, aku bermimpi pergi dengan wolf. Dia berlari dengan cepat, aku tak akan
menyangka akan pergi seperti itu. Tapi itu hanya mimpi, andai saja kenyataan.
Aku pergi dengan suamiku”
“Ya
kamu akan pergi dengan cepat hari ini, dengan kuda”
“
Ya sudahlah, kita makan” kuakhiri pembicaraan. Kami mulai sarapan pagi bersama.
***
Setelah
sarapan pagi, aku mulai bersiap-siap untuk pergi. Tiba-tiba Zuya masuk kekamar
ini dan berucap “ Aresha, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan padamu” .
“
Apa, Zuya?”
“
Mengapa kamu mengatakan bermimpi pergi dengan wolf dengan cepat. Dan
menginginkan suamimu menjadi seperti mereka? Maksud kamu apa?”
“
Aku pikir pikiranmu denganku sama. Aku ingin suamiku menjadi vampire, dia bisa
berlari dengan cepat dan memiliki umur yang panjang sepertiku. Memang ada
masalah dengan keinginanku? Jika dia memang mencintaiku, dia harus lakukan itu
untukku”
“Lalu
rencana jahat apa lagi yang akan kamu lakukan untuk mereka?”
“
Rencananya aku akan menghancurkan desa yang akan aku kunjungi. Menghancurkan
mereka”
“Kamu
__ADS_1
akan membunuh orang tak bersalah kalau kamu lakukan itu, Aresha. Kita hanya
dendam pada keluarga ini. Ayolah Aresha jangan lakukan itu. Cobalah untuk mencintai
Tagao, bukankah sekarang dia suamimu. Simpanlah dendammu”
“
Kenapa kamu menasihatiku? Apa kerena kamu sudah menikah dengan Takara dan
saling mencintai?”
“
Tidak, tapi justru sebaliknya karena kamu. Aku tidak ingin kamu terluka”
“
Kalau memang begitu, katakan pada suamiku untuk menjadi vampire”
“
Untuk apa? Bukankah kamu bisa terbang dengan sapu ajaib”
“
Kata siapa aku bisa? Aku tidak bisa, ibuku selalu melarangku untuk terbang
bahkan pergi cepat. Aku ingin suamiku seperti wolf tapi itu tak akan mungkin.
Akan lebih mungkin jika dia menjadi vampire”
“
Lalu setelah permintaanmu ini, kamu berjanji akan melupakan masalah masa lalu
itu?”
“
Ya tentu saja akan kulupakan”
“
Baiklah akan kukatakan padanya” Zuya keluar dari kamarku.
***
Berjalan
keluar dari kamar menuju halaman kastil. Kulihat Tagao sedang menungguku. Tagao
naik kekudanya kemudian dia mengulurkan tangannya padaku. Aku naik kekuda.
kuberpegang pada dirinya dengan erat menyandarkan kepalaku dipundaknya.
Kemudian kami berangkat bersama diiringi dengan pengawal dibelakang. Hanya
berdiam diri disepanjang perjalanan, terus memeluk erat dirinya seolah-olah
diriku merindukannya.
Setiba
di desa, kami disambut dengan suka cita. Tagao sangat dikagumi dan disegani
rakyatnya. Sementara aku hanya cuek melihat mereka yang begitu menghormati
kedatangan kami. Kami juga diajak kepenginapan. Kulihat kamar yang disediakan
untuk kami. Berpura-pura seolah-olah memuji kamar ini didepan mereka.
“
Ini sangat baik, siapa yang menyiapkan semua ini? Aku sungguh berterima kasih.
Kamarnya sangat bagus”.
Tersenyum
manis disetiap pujian mereka. Putri dari kepala desa mengajak diriku
jalan-jalan bersamanya. Menangapi setiap
Sementara
itu Takara, Tagao dan Zuya sibuk menetapkan keputusan atas permintaan Aresha.
“
Apa yang diinginkan Aresha sekarang?” tanya Tagao.
“
Dia ingin kamu menjadi vampire sebagai permintaan terakhirnya maka dia akan
melupakan masalah masa lalunya”
“
Tak mungkin kakak harus menjadi vampire? Ayolah pasti ada jalan lain” ucap
Takara.
“
Tapi Aresha hanya menginginkan itu”
“
Baiklah jika begitu aku akan datang ke Raja Oishima dan Arkares untuk menjadi
vampire. Kalian ajak Aresha bersenang-senang”
Tagao
dan Zuya berpamitan dengan Takara untuk pergi memenuhi permintaan Aresha dengan
kudanya. Takara mulai mencari ide untuk membuat Aresha bersenang-senang disini.
***
Takara
dan Zuya datang menghampiri diriku.
“
Bagaimana jalan-jalannya kakak?” tanya Takara.
“
Menyenangkan”
“
Mau makan bersama?”
“
Tidak, baru saja makan di kastil bukan?”
“
Ya…”
“
Dimana Tagao dan Zuya? Bukankah bersama kalian tadi?”
“
Oh, dia. Dia lagi mencari sesuatu, kejutan”
“
Em…”
Kemudian
kami kembali jalan-jalan bersama.
__ADS_1
***
Dengan
bantuan sihir yang dimiliki oleh Zuya ( Yuza ), Zuya dan Tagao dapat dengan
cepat sampai di istana Raja Arkares. Mereka berdua disambu dengan baik oleh
Raja Oishima dan Arkares.
“
Yang mulia, Raja Arkares. Saya memohon untuk dijadikan seperti mulia” ucap
Tagao.
“
Sepertiku?” Maksudmu?”
“
Aresha meminta Tagao untuk menjadi vampire. Permintaan terakhirnya” jelas
Tagao.
“
Aku ragu sekali jika menjadikanmu seperti kami. Banyak rintangan yang harus
dilewati. Kamu tahu bahwa kami menyukai darah, itu adalah salah satunya” jawab
Raja Arkares.
“
Aku bersedia menerima segala risikonya”
Kemudian
Raja Arkares berjalan mendekati Tagao, sangat dekat. Raja Arkares mulai
mengigit leher dan menghisap darahnya. Setelah itu Raja Arkares melepaskan
Tagao. Tagao terjatuh berlutut dilantai. Lalu Tagao membantu Tagao berdiri.
Tagao nampak lesu karena kehabisan darah.
“
Ajak dia kekamar untuk beristirahat, dia sepenuhnya seperti anakku” ucap Raja
Arkares.
“
Baik, yang mulia” jawab Yuza ( Zuya ).
Kemudian
Zuya mengantarkan Tagao kekamar untuk beristirahat. Raja Oishima yang diam
membisu mulai bicara dan berjalan mendekati Arkares.
“
Arkares, aku tak yakin Aresha meminta ini. Jika dia mencintai suaminya tak
seharusnya dia meminta permintaan seperti ini. Bukankah dia mengetahuinya
akibat dari menjadi vampire?” ucap Oishima.
“
Ya, harus bagaimana lagi. Perdamaian yang kita lakukan juga bersembunyi
diantara manusia yang lain dan Aresha. Demi cintanya pada Aresha, Tagao akan
lakukan apapun untuknya. Dia sangat berbeda dengan ayahnya yang kita kenal
dengan penghianatan” jawab Arkares.
“
Bagaimana kalau Aresha menyimpan dendam atas kematian ibunya belum juga padam?
Apa lagi kita, kita yang dia lihat telah mati dibunuh oleh suaminya sendiri”
“
Aku hanya bisa berharap kalau Tagao cepat-cepat memberitahu hal ini pada
istrinya. Jangan sampai pula istrinya mengetahui kita masih hidup sebelum Tagao
yang memberitahunya”.
***
Malam
telah datang, aku dan Takara sedang makan malam bersama ketua desa dan
keluarganya. Takara selalu menciptakan suasana yang ceria. Namun pikiranku
selalu tertuju pada Tagao dan Zuya.
“
Aresha” panggil Takara hingga 3 kali barulah diriku sadar.
“
Ya ada apa?”
“
Kamu memikirkan apa? Aku memanggilmu hingga 3 kali tak kamu jawab”
Aku
hanya tersenyum manis dan menundukan kepala, lalu kembali memandang Takara.
“
Oh, ya aku mengerti. Pastinya suamimu kan? Dia baik-baik saja kok, kamu tenang
aja. Mereka sedang membuat kejutan besar buat kamu”
“
Kejutan terus, kemarin juga tapi ngak ada. Hah…aku cuman khawatir dengannya.
Kemarin aku ditinggal sendirian, apa sekarang juga? Haha…percuma kan kalau
jalan-jalannya hanya aku dan kamu. Sedangkan mereka pergi, huh…aku mau pulang
saja besok”
“
Eh, jangan-jangan Aresha. Kita ngak boleh pulang sebelum Tagao dan Zuya datang,
nanti mereka mencari kita”
“
Jika besok mereka tidak datang, aku pulang!”berdiri mengakhiri pembicaraan, “
Aku sudah kenyang, terima kasih atas makananya”. Melangkah pergi meninggalkan
ruang makan ke kamar, menutup pintu dan menguncinya. Takara berupaya mengubah
keadaan tak enak ini kembali menjadi nyaman. “ Dia hanya rindu pada suaminya.
Dia biasa bersikap seperti itu, jangan khawatir” ucap Takara.
Kudekati jendela dan memandang keluar. Kulihat perpohonan yang lebat dan berucap “ Jika
kamu melakukan permintaanku, kamu sama saja seperti ayahmu. Penghianat! Darah
akan dibalas dengan darah dan kebohongan akan dibalas kebohongan”.
__ADS_1
Kegelapan dari luar rumah ketua desa terlihat menyeramkan. Cahaya bintang dan bulan tak
dapat menembus lebatnya daun-daun yang menyelimuti jalan.