
Mendengar ide temannya itu, salah satu dari ke empat gadis berucap “Tapi bagaimana caranya agar kita bisa kesana? Jika kita ke aula sekarang, mungkin Ibu Oshaberi akan menaruh rasa curiga!”
“Hah, itu tidak akan terjadi!” ucapnya membantah ucapan temannya sendiri.
Aku tersenyum manis, ya seperti sifatnya dia keras kepala. Aku pun terpaksa mengikuti kemana mereka pergi, mereka membawaku ke aula dan menuju Glasland yang di anggap mereka adalah dunia tanpa penghalang.
Glasland.
Dunia yang indah, tanpa penghalang bahkan manusia sekalipun. Tetapi di tempat ini ternyata banyak teman- teman akademi yang menghabiskan waktu mereka disini. Aku dan mereka pun pergi ke tempat yang lebih sepi dan luas untuk berduel. Ya, tapi aku tidak menganggapnya sebagai berduel, ya karna ini satu lawan empat bukan satu lawan satu.
Langkah kami terhenti di bangunan kota yang sepi, kota ini adalah cerminan dunia nyata. Kota ini berdiri persis sama seperti di dunia nyata hanya saja tidak ada manusia murni disini.
Ke empat gadis itu pun mulai berdiri sejajar dengan temannya, mengambil posisi masing- masing. Sementara kau berhadapan dengan mereka seorang diri. Mereka mulai mengeluarkan kemampuan mereka yang ternyata mereka dari klan yang berbeda. Klan air, tanah, angin dan vampir.
Mereka menunjukan kemampuan mereka dan sangat tidak sabar untuk menenangkan taruhan ini.
“Sekarang mari kita selesaikan semua ini!” ucap salah satu dari ke empat gadis itu.
Aku hanya bisa tersenyum manis, dan mengeluarkan kemampuanku sebagai pengendali air yang kupilih. Aku membuat air mengelilingi diriku agar aku bisa menangkis serangan mereka.
__ADS_1
“Hanya orang bodoh yang mau melawan kami berempat, dan sepertinya ini akan menjadi moment terakhir bagimu!”
“Hah, lihat saja! Karna kamu telah mencari gara- gara dengan kami, kami akan membuatnya sama seperti ini untukmu!”
Tetapi saat ketiga temannya melangkah maju, salah satu dari mereka menghalanginya dan berucap “Hei, tunggu dulu!”
“Ada apa lagi? Aku tidak sabar untuk membuatnya menjadi seperti kita!”
“Hah, dasar kau! Tidak perlu buru- buru, kita memiliki kesempatan yang sama. Pertama biarkan aku menghajarnya lebih dulu, dan setelah aku baru lah kalian!”
“Hah, jadi menurutmu kita harus menunggu giliran?”
“Ya baiklah, kami akan menonton saja. Akan kuberi waktu lima menit untuk menghabisi gadis sialan itu!”
“Oke, tenang saja aku akan menyerangnya tanpa ampun!”
Kemudian ketiga temanya memilih menyingkir dari area ini, dan perempuan itu mulai menghadapiku. Ia memperlihatkan kehebatannya sebagai pengendali air. Ya dia pengendali air, dan sudah pasti dari klan air.
“Namaku adalah Yunba, aku pengendali air. Ya aku harap kamu mengingat namaku sebelum kamu mati, bukankah dengan begitu kamu akan sangat dendam padaku? Ya mungkin lebih tepatnya kamu iri denganku. Aku harap Xia juga sedikit menceritakan tentangku padamu!”
Seketika itu, ucapannya sangat membuatku terkejut. Aku pun mulai menyadari akan Xia pernah menceritakan tentang gadis yang pernah satu kamar dengannya dulu, dan gadis itu pergi meninggalkannya. Gadis itu lah yang membuat Xia selalu minder jika berteman, dan karna gadis itu lah Xia selalu di salahkan.
__ADS_1
Aku mulai menyiapkan diriku sepenuhnya untuk melawan gadis yang suka menyalahkan orang lain. Aku tidak memasang wajah tersenyum, aku hanya memasang wajah datar dengan rasa benci. Ya aku benci sekali dengan gadis ini, dia lah yang membuat Xia selalu bersedih.
Yunba mengendalikan air mengintari dirinya, ia melakukan hal yang sama seperti diriku.
“Hei, silahkan serang lebih dulu! Aku akan memberikan kesempatan padamu untuk menyerangku pertama kali!” ucapnya sembari mengambil ancang- ancang mempertahankan dirinya dari serangan yang datang.
Aku tersenyum sinir, gadis ini memang jahat, sombong, angkuh dan lupa akan dirinya melawan siapa.
Aku pun mulai mengarahkan tanganku ke depan, membagi air menjadi dua bagian dan mulai mengendalikan air. Melakukan serangan pertama ke arah Yunba. Pergerakan air yang cukup cepat itu ternyata sangat mudah dikendalikan kembali oleh Yunba hingga air menjadi lebih banyak mengelilingi dirinya. Ia mengendalikan air yang banyak.
Melihat seranganku mudah di tangkisnya, kini air di sekililingku hanya tersisa sedikit. Tetapi aku mulai mendekatinya perlahan- lahan sembari mengubah air menjadi sejata panah.
Yunba menyadari akan lawannya semakin mendekat, ia tetap menunggu lawannya hingga sangat dekat.
Aku mulai mendekatinya, dan menyerangnya dengan seni bela diri. Saat menyerangnya, kugunakan elemen air untuk mencuri air yang ada padanya, dan yang kulakukan ini berhasil. Aku mencuri airnya sedikit yang tanpa ia sadari air miliknya telah berkurang.
Yunba mengarahkan tangannya ke depan, dan telah melihat sasaran yang tepat. Tergetnya telah mendekat, dan ia mulai mengendalikan air. Ia membuat air tetap bersama di sisinya, air. Air yang di kendalikannya berada di sisi tangannnya, dan mulai menyerang lawannya.
Yunba mengarahkan tangannya ke depan, dan telah melihat sasaran yang tepat. Tergetnya telah mendekat, dan ia mulai mengendalikan air. Ia membuat air tetap bersama di sisinya, air. Air yang di kendalikannya berada di sisi tangannnya, dan mulai menyerang lawannya.
Lalu Yunba mulai melontarkan anak panah ke arah lawannya.
__ADS_1