
Perlahan-lahan bulan menghilang bersama ribuan bintang yang digantikan oleh cahaya dari ufuk timur sebagai arah 90 derajat. Embun pagi masih ada di setiap tanaman, menjatuhkan beningan air ke tanah lalu diserap oleh tanah menuju akar tiap tanaman. Semua kehidupan menyambut kedatangan pagi yang indah. Tapi nampaknya pagi ini matahari masih malu-malu untuk memperlihatkan dirinya. Hingga awan pun menyelimuti yang membuat cuaca menjadi mendung seperti ada seseorang yang sedang bersedih pagi ini.
Sebuah jam telah menunjukan pukul 07.00 pagi hari di dekat seorang pria yang terlelat tidur menunggu seorang gadis terbangun. Ya Roman benar-benar menunggu gadis itu semalaman. Hingga ia tertidur lelap disamping Violin. Ia menyandarkan kepalanya pada kasur dan tangannya masih memegang tangan Violin dengan erat. Tingkahnya terlihat seperti manusia yang lemah, bukan seperti vampire yang kuat tak mengenal belas kasih.
Perlahan-lahan aku mulai membuka mata dan melihat langit-langit. Aku langsung sadar bahwa aku bukan berada di kamarku sendiri, aku pun merasakan tanganku telah dipegang seseorang dengan erat hingga sulit kutarik. Kulihat disampingku yang hampir membuatku tak percaya, Roman tidur di dekatku. Ia memegang tanganku. Aku pun mulai mengingat apa yang telah terjadi malam itu. Tapi mengapa pria ini justru membawaku kemari. Apakah dia yang akan melindungiku selama jalan tradisi itu? Bahkan malam itu seingatku, aku bertemu dengan diriku sendiri yang membawaku ke vila. Ia menghisap energiku sampai aku tak bisa berbuat apa-apa lalu jatuh pingsan.
“Roman…Roman bangun!”panggilku dengan lembut
Pria itu bangun dan melihat diriku, spontan dirinya langsung memeluk diriku dengan erat.
“Menjauh dariku, Roman! Apa yang kamu lakukan?”
Roman melepaskan diriku, ia kembali duduk dan memegang tanganku.
“Aku mengkhawatirkanmu, apakah kamu baik-baik saja? Apa ini karena mereka? Mereka yang membuatmu kelelahan!”
“Tidak, aku baik-baik saja. Kamu menungguku semalaman?”
Roman tak menjawab dia hanya menganggukan kepala,
“Huh…bagaimana pun juga aku tidak akan menyukaimu sedikitpun. Kamu tahu aku akan menyebutmu vampire yang sama seperti dua sahabatku. Tapi aku sangat berterima kasih padamu karena kamu telah menyelamatkanku, menungguku dan juga khawatir padaku”,
“Ya walaupun kamu membenciku, aku akan tetap mencintaimu sampai kapanpun”jawabnya
Ucapannya seolah-olah membuat hatiku berbunga-bunga tetapi aku menahan diriku untuk tak terbawa suasana.
“Ya ampun masih saja gombal, apa kamu membawa tasku kemari?”
“Tentu”jawab Roman mengambilkan tas yang disimpannya di rak laci.
Roman memberikan tas itu padaku, aku langsung mengambilnya dan memeriksa apakah buku itu masih ada padaku. Perasaanku sangat legah begitu melihat buku itu masih ada, aku pun tersenyum manis pada Roman.
Saat bersamaan tiba-tiba ada suara aneh terdengar di ruangan ini.
“Kamu lapar?”tanya Roman padaku
“Ya”
“Baiklah aku akan memasakanmu makanan kesukaan. Kamu mau makan apa?”
“Bisa kita ke dapur saja, aku ingin lihat ada apa disana?”
“Mau aku bantu berdiri?”
“Ya tidak masalah”
Kupikir Roman akan menyambut tanganku tetapi apa yang dia lakukan diluar dugaan. Dia malah menggendong depan diriku hingga aku ketakutan. Aku takut Roman menjatuhkan begitu saja hingga membuat tubuhku sakit.
“Turunkan aku! Turunkan!”teriakku yang terdengar jelas di ruangan ini
“Aku tak akan menurunkanmu hingga ke lantai bawah, ke ruang makan. Jangan khawatir, aku tidak akan menjatuhkanmu apa lagi membuatmu sampai terluka”,
“Benarkah?”
Roman dan aku mulai menuruni tangga, di lantai bawah ini telah ada beberapa pelayan yang menunggu.
“Selamat pagi Tuan Roman”sapa mereka
“Pagi, tolong siapkan sarapan pagi untuk kami berdua”jawab Roman,
Pelayan-pelayan itu pun pergi melaksanakan tugas mereka.
“Tentu saja aku tidak akan menjatuhkanmu, apa kamu percaya padaku?”
“Tidak”
Wajah Roman berubah, wajahnya mulai menunjukan kesedihan.
“Kenapa?”
“Aku saja tidak mengenalmu, dan ini aneh sekali kalau kamu memperlakukanku seperti ini. Aku jadi curiga denganmu. Apa kamu hanya memanfaatkanku seperti yang lain?”
“Tidak, aku mencintaimu maka kulakukan sesuatu yang kuharap kamu menyukainya”,
Roman menurunkanku tepat di kursi, sementara aku melihat pelayan-pelayan datang menyajikan makanan yang sangat banyak. Meja panjang ini kini penuh dengan makanan yang enak dan lezat, dan minuman yang menyegarkan.
“ Semua ini untukmu, kupikir ketika kamu kelelahan kamu harus makan banyak.”
Dengan wajah kesal kuberucap “ Apa kamu ingin membuatku jadi gendut?”
Roman tertawa kecil “ Hhuuff… tidak, kata dokter kamu harus makan yang banyak agar tenagamu pulih kembali.”
“Benarkah? Atau hanya kamu yang ingin membuatku seperti ikan buntal!!”
“ Aku sungguh tidak bermaksud ingin membuat kamu seperti ikan buntal”
“ Aku tidak akan makan sebelum kamu menyakinkan aku jika dua sahabatku akan baik-baik saja seperti yang kamu ucapkan waktu itu.”
Roman mengambil gelas minuman lalu melemparkannya ke lantai hingga pecah, dan pecahan beling itu menyebar ke seluruh lantai. Roman ingin membuatku takut tapi itu tidaklah mudah.
Aku menatap Roman dengan tajam lalu berucap “ Kamu pikir aku takut padamu! Kan kamu sendiri yang bilang waktu itu jikalau aku melakukan hal itu teman-temanku akan aman. Dan kamu, akan menghentikan tingkah Eren dan Akira. Sekarang apa yang harus kita lakukan? Menurutku di malam kedua dan ketiga mereka tak akan membiarkan Gisel dan Hani lolos dari tradisi gadis bunga mawar.”
“ Jika kamu tidak makan kamu akan sakit!, jadi makanlah sebelum aku melaporkanmu pada ibumu kalau kamu sekarang sedang bolos sekolah hari ini.”
“Oh, sekarang kamu berani mengancam aku! Aku akan memberitahu dunia kalau kamu itu sebenarnya adalah pria yang egois dan juga jangan lupakan jati dirimu adalah vampire”
“Baiklah, kamu berhasil mengancamku. Jadi rencananya adalah aku akan menahanmu disini dan tidak akan membiarkan mereka menyentuhmu. Penjagaku telah kuperintahkan untuk tidak membiarkan mereka berdua tidak masuk ke rumah.”
“Hanya itukah?.”
“Ya, maumu apa?” Jawab Roman sambil menatap gelas minuman yang baru diletakan pelayan didekatnya.
“Apa itu sebuah jaminan yang dapat menjamin diriku aman dan juga dua sahabatku?”
“Ya, aku telah berjanji padamu kan untuk membuatmu aman jadi cobalah makan sebelum aku memberikanmu pada mereka berdua.”
Tentu ancaman Roman membuatku takut dan aku pun segera makan sebelum ia benar-benar memberikanku pada mereka berdua. Aku pun segera makan nasi kuning ikan Haruan sambal habang, sate thaichan, soto banjar, soto ayam, lemang, teh hangat, kue cincin, kue bingka, dan buah pisang yang tersedia di meja makan hingga perutku terasa kenyang.
Entah kenapa Roman tertawa padaku setelah melihat aku menghabiskan setengah hidangan di meja makan. Roman pun pergi meninggalkanku dan berucap “ Baiklah, makan saja yang banyak. Aku harus ke ruang kerja dulu.”
__ADS_1
Kuhentikan makan sebentar lalu menjawab pertanyaan Roman, “ Baiklah, sampai jumpa lagi”
Begitu Roman pergi aku segera naik ke lantai atas meninggalkan ruang makan. Begitu tiba di kamar Roman, aku segera mengambil buku yang ada dalam tas milikku. Buku bulan ini masih terkunci tidak seperti malam tadi. Sambil mengamati buku ini, aku duduk dikursi rias.
“ Bagaimana caranya membuka buku ini lagi ya? Apa aku harus mencari suara aneh itu lagi? Jika aku tidak segera membuka buku ini bagaimana dengan nasib bedua sahabatku? Haha…seharusnya aku tidak mendengarkan kata-kata aneh itu. Malam itu seingatku, gadis berpakaian putih bercahaya bagaikan rembulan itu membawaku entah kemana. Cahaya yang muncul justru membuatku melemah, dan aku malah ditemukan pria menyebalkan ini. Ya ampun!”geruntuku.
Tetapi tiba-tiba saja buku ini kembali terbuka tanpa membukanya dengan kunci. Didalam buku ini hanya lembaran kosong. Aku pun mulai menulis suatu pertanyaan.
“Bagaimana kabar dua sahabatku? Apa yang harus kulakukan?”
Spontan sebuah keajaiban terjadi, buku ini dapat menulis sendiri. Muncul sebuah tulisan berupa jawaban dari pertanyaanku.
“Violin, ini aku Gisel. Kami baik-baik saja, tapi disini nampak sesak. Ya ampun, apakah mereka telah berhenti mengejar kami?”
“Kamu baik-baik saja kan Violin?”
Aku pun segera menjawab, “Ya semua baik-baik saja. Sekarang seperti yang dikatakan Roman bahwa tradisi itu akan berjalan selama 3 malam atau tiga hari. Sekarang kita akan memasuki hari kedua. Aku sangat takut, mereka berdua mengetahui keberadaan kalian”,
“Violin, kamu sungguh membuat kami takut. Sekarang kami sangat ketakutan, kami ingin segera keluar dari sini”,
“Keluarkan kami! Kami bisa bersembunyi tanpamu”
Aku kembali menulis, “Tapi Roman bilang padaku bahwa ia akan melindungi kita di rumah ini”,
“Kau percaya dengannya?”
Aku kembali menulis, “Ya”.
Entah kenapa tulisanku dan tulisan yang muncul di buku mendadak menghilang sirna tanpa bekas. Tak ada sisa bekas tinta sedikit pun bahkan bekas goresan pena. Lalu muncul tulisan.
“Violin, datanglah ke taman bunga ketika bulan purnama bersinar. Hanya seorang diri, datanglah ketika usai malam ketiga tradisi gadis bunga mawar. Kamu akan menemukan jawabannya. Hanya sendiri”,
Aku kembali menulis, “Lalu bagaimana cara mengeluarkan dua sahabatku dari buku ini? Bukankah kamu yang mengatakan waktu itu”,
Sebelumnya…
Begitu Roman memintaku untuk bersembunyi dalam kegelapan dan menunggu kedatangan dua sahabatku. Dalam kegelapan dengan ditemani cahaya sentar dan sendirian di hutan ini membuatku takut setengah mati. Apa lagi aku mendengar jela suara aneh dari penghuni hutan. Semua membuatku takut. Akhirnya untuk mengusir ketakutanku, aku membuka buku bulan. Saat mengambil buku dalam tas, dan memegang buku tak sengaja bentuk bulan di buku itu mengenai cahaya bulan yang bersinar. Cahaya bulan yang mencoba masuk dari celah dedaunan yang lembat.
Cahaya bulan itu membuka buku hingga suara aneh dan tulisan muncul di buku. Aku ketakutan, aku pun menjatuhkan buku itu. Tetapi suara itu menenangkan diriku untuk tidak takut.
“Violin, tenanglah. Tak perlu takut, mendekatlah. Lihatlah aku adalah buku. Aku ingin bicara denganmu!”
Seketika itu aku segera mendekat, dan munculah tulisan. Entah siapa yang menulis, tetapi tulisan itu muncul sendiri. Aku segera mengambil buku yang kujatuhkan ke tanah itu, lalu duduk di sebatang pohon yang tumbang. Menyorot cahaya senter ke buku untuk melihat tulisan.
“Violin, aku akan membantumu keluar dari masalah ini. Jadi lakukan yang kuperintahkan. Pertama saat dibawah cahaya bulan bukalah aku, maka dengan begitu aku bisa menyelamatkan dua sahabatmu. Setelah itu, simpan aku ke dalam tas. Kamu, kamu larilah sekuat tenagamu. Menjauhlah dari vampire yang melakukan tradisi itu. Mereka tak akan pernah membiarkan gadis dalam tradisi lolos. Kamu harus pergi mencari tempat yang aman. Lakukan perintahku maka aku akan menjamin dua sahabatmu akan aman dari mereka. Eren adalah vampire dan Akira adalah vampire hybrid. Vampire hybrid tidak akan mempan jika terkena air suci. Dia akan baik-baik saja dibanding vampire lainnya”,
“Oh baiklah, aku percaya padamu. Tapi apa yang akan kamu lakukan?”ucapku yang perlahan-lahan merasakan seseorang akan mendekat. Aku segera menyimpan buku ke dalam tas dan bersiap.
Buku bulan kembali menjawab, “Datanglah ke taman bunga, hanya kamu sendirian dan bersamaku. Datanglah saat tradisi bunga mawar selesai”,
Aku kembali menulis, “Baiklah akan kulakukan.”
Baru saja aku tinggal sebentar kegaduhan terdengar jelas dilantai bawah. Akira dan Eren datang ke rumah besar Roman. Mereka mencoba masuk namun dihalangi oleh penjaga.
Suara keras ucapan Akira terdengar jelas hingga ke kamar ini, “ Dimana gadis itu, biarkan kami masuk!”
“ Kami adalah temen dekat Roman, jadi biarkan kami masuk!” Sambung Eren.
“Maaf, ini atas perintah Tuan Roman!”jawab mereka
“Apa? Apa dia sudah gila? Kami ini jelas adalah teman dekatnya”bentak Eren
“Baiklah tidak masalah, kami akan menghubungi Roman sekarang”ucap Akira yang segera menghubungi Roman lewat ponsel.
Komunikasi terhubung dengan Roman.
“Roman, kami didepan rumahmu. Kita harus bicara!”ucap Akira
“Ya baiklah, tapi sebaiknya kalian diluar saja. Aku akan segera kesana”jawab Roman.
Secepat kilat sebagai vampire, Roman telah berada di ruang tamu. Dimana dua sahabatnya telah berada disana.
Eren dan Akira telah duduk di sofa.
“Kalian kemari, ada apa?”Tanya Roman.
“Tentu saja karena hal penting yang harus dibicarakan denganmu” Jawab Eren
“ Hal penting apa?”
“Bukankah kamu sudah tahu tentang apa!”
“ Apa kalian ingin aku menyerahkannya? Jangan harap, aku tidak akan membiarkan kalian menyakiti mereka.”
“Ayolah, ini hanya sebuah tradisi turun-temurun yang harus dilaksanakan oleh vampire yang mencari pasangan cinta sejati. Mereka hanya ketakutan saja.”
“Tetapi bukan begitu caranya, pasti ada cara lain”
“Kenapa kamu melindunginya, sementara kamu tahu bahwa dia adalah gadis yang berreinkarnasi” Jawab Akira
Spontan mata Roman berubah menjadi merah darah yang diiringi dengan perubahan lainnya. Akira dan Eren hnaya tersenyum manis. Mereka tahu emosi pria itu telah naik.
“Jadi kamu benar-benar melindunginya sekarang? Berikan saja kami buku yang dimiliki Violin itu maka kami akan pergi!”,
Keributan kecil itu mengundangku untuk keluar dari kamar dengan membawa tas. Menuruni tangga dengan pelan, namun diriku ketahuan. Eren dan Akira mengubah dirinya menjadi vampire lalu dengan cepat mengarah padaku tetapi Roman menghalangi mereka.
“Penjaga bantu aku!”ucap Roman
Penjaga yang melihat segera membantu Roman menahan Eren dan Akira dengan air suci tetapi Akira bukanlah sekedar vampire biasa, air suci tidak mampu menahan Akira. Hingga Roman sendirilah yang harus menahan Akira.
“Violin, cepat pergi!”ucap Roman sambil menahan Akira.
Aku melihat Roman menahan Akira, kulihat Eren terluka. Kulit Eren terbakar karena air suci. Tetapi air suci tidak mempan pada Akira. Aku berpikir bahwa yang dikatakan oleh buku ini benar bahwa Akira adalah vampire hybrid. Akira berbeda dengan vampire lainnya. Seperti buku yang pernah kubaca, vampire hybrid bukanlah vampire biasa, dia special. Aku pun tak melangkah sedikitpun untuk pergi dari sini.
Akira yang melihat Violin tak pergi, ia tersenyum manis, “Lihat! Dia tak pergi, Roman”,
Roman pun berpaling kebelakang dan melihat Violin berdiri diam membisu. Akira mendekati Violin, tetapi Roman kembali menghalanginya. Dengan cepat Roman berada di depanku, Ia tak membiarkan Akira menyentuhku.
“Jadi bisakah kita membicarakan hal ini, Violin?”tanya Akira
__ADS_1
“Ya tentu saja, kita akan membicarakannya”jawabku
Roman yang mendengar kaget. Aku segera berjalan menuju sofa.
“Hentikan, biarkan dia lolos kali ini”ucap Roman pada penjaga.
Eren pun lolos dari siraman air suci, perlahan-lahan kulitnya kembali tak melepuh. Penjaga pun kembali berjaga setelah Roman memberi perintah isyarat untuk pergi. Kini kami semua berkumpul dan duduk di sofa. Roman duduk di sampingku, dan dihadapan kami adalah Akira dan Eren.
Mereka semua pun telah kembali menjadi manusia, namun tetap saja tatapan tajam masih ada disini. Akira dan Eren melihat diriku memegang erat buku bulan, mereka ingin sekali mengambil buku ini tetapi Akira berpikir buku ini bukanlah buku biasa.
“Bisakah kalian berhenti mengejar dua sahabatku?”ucapku memulai pembicaraan
“Kamu ingin beruding dengan kami, yang benar saja. Tradisi itu tak akan bisa diubah”jawab Eren menertawakan diriku.
Aku hanya setengah tersenyum menangapi ucapan Eren yang keras kepala. “Tidak, aku tidak beruding denganmu dan juga Akira. Aku hanya meminta kalian tidak mengejar dua sahabatku lagi. Aku dan dua sahabatku adalah manusia. Kami tak akan mungkin menjadi bagian dari kalian. Sebaiknya kalian hentikan tradisi ini, dan kalian sudah tahu bahwa dua sahabatku tidak menyukai kalian dengan serius. Kalian sudah membuat dua sahabatku ketakutan!.”
“Tidak, tradisi ini akan terus berjalan. Kami masih punya waktu 2 malam, dan tak akan menyerah. Sebaiknya katakan saja bagaimana cara mengeluarkan mereka dari buku itu?”ucap Akira
“Hah, buku ini…aku tak akan mengatakannya sedikit pun. Meski kamu vampire hybrid, kamu tak akan mendapatkannya”,
Eren dan Akira saling pandang memberi isyarat.
“Baiklah, aku akan membayar berapa pun untukmu agar kamu mengeluarkan dua sahabatmu dari buku itu”ucap Akira
“Hah…bukan aku yang membuat mereka masuk ke buku dan sebaiknya simpan saja kekayaan di dunia ini. Semua kekayaan itu tak ada harganya, apa lagi bagi vampire sepertimu kan?”
Akira mulai dibuat kesal, ia terlihat kesal sekarang.
“Sial, gadis ini benar-benar sulit dibujuk. Maunya apa?”ucap Akira dalam hati.
“Mengapa mempersulit keadaan, katakan saja yang kamu mau lalu sebagai gantinya berikan buku ini pada kami berdua”ucap Eren
“Beruding denganku? Kita tak beruding disini. Sebaiknya kalian pulang dan menyerah saja”,
“Tidak, kami tak akan menyerah. Ayolah Violin, biarkan kami menemukan mereka. Kami tidak akan menyakiti mereka”mohon Akira
“Apa? Kau bilang tidak menyakiti mereka? Apa kau lupa malam itu? Aku melihat mereka menangis, dan kalian terus mengejar mereka. Sebaiknya kalian sudahi saja semua ini.Tradisi itu hanya untuk orang yang saling mencintai bukan begini. Yang ada kalian hanya menemukan cinta palsu”,
“Tapi kami tidak menyakiti mereka, mereka hanya ketakutan”,
“Tidak katamu? Apa air mata itu tidak cukup sebagai tanda bahwa kalian telah menyakiti mereka? Kalian bahkan tak pernah menepati janji. Kalian harus ingat bahwa kalian pernah membuat persahabatan kami hancur. Kalian mengubah Hani dan Gisel menjadi bagian dari kalian dan sekarang kalian ingin memisahkanku dengan dua sahabatku!”
“Maaf..maaf soal itu. Tapi kami janji tak akan menyakiti mereka. Kami akan menjaga mereka dengan nyawa kami. Kami janji?”ucap Eren
Ucapan Eren cukup menyakinkan diriku namun belum tentu ia akan menapati janjinya. Kulihat Roman yang hanya diam saja. Ia yakin sebuah rencana telah berjalan sekarang. Rencana besar yang dijalankan oleh diriku. Ia menyadarinya sejak awal.
“Sebaiknya kalian pulang dan pikirkan apa yang mereka rasakan saat ini. Jangan lupakan bahwa usia kami masih anak remaja, kami memiliki masa depan yang panjang. Kalian tak hanya merusak persahabatan kami, tetapi juga menghancurkan kami. Apa inikah kalian yang sebenarnya? Vampir yang terhormat tanpa belas kasih?”,
Akira dan Eren mulai memikirkan cara lain untuk merebut buku itu dari Violin. Mereka menyadari negosiasi atau memberi penjelasan pada Violin tak akan mengwujudkan keinginan mereka. Violin justru hanya akan menghalangi mereka.
“Baiklah, kami akan pulang. Ayo Eren!”ajak Akira.
Akira berdiri lebih dulu, lalu pergi disusul oleh Eren. Kepergian mereka pun membuatku dapat bernapas legah. Setidaknya saat ini aku berhasil mencegah mereka saling melukai dan mendapatkan buku ini.
Roman melihat ke arahku, “Apa kamu baik-baik saja? Yang baru saja tadi bagus!”,
“Huh…itu hanya akan mencegah sementara waktu. Mereka akan kembali untuk merebut buku ini dan menemukan dua sahabatku. Sekarang apa yang harus kita lakukan?”
“Buku, memang ada apa dengan buku itu?”
“Dua sahabatku ada dalam buku ini, tapi aku justru tidak tahu bagaimana cara mengeluarkan mereka”,
“Memang buku itu dari siapa?”
“Seorang gadis yang menitipkan ini padaku, dia bilang aku harus menjaganya. Dan sampai sekarang dia belum juga mengambil buku ini. Aku tidak tahu, buku apa ini!”
“Seorang gadis?”
“Ya, kami hanya berkomunikasi lewat email. Mungkin dia sudah menganti emailnya hingga sulit dihubungi. Aku bingung sekarang!”ucapku menundukan kepala.
“Violin, lihat aku!”ucap Roman memegang kedua pundakku.
Aku pun melihat Roman,
“Jangan sedih, aku akan membantumu. Tinggalah disini sementara hingga keadaan baik-baik saja. Kita akan aman disini”,
“Bagaimana kalau mereka kembali dan menyusup ke rumah ini?”
“Itu tak akan terjadi, penjagaku akan menjaga tempat ini. Mereka menjaga rumah ini 24 jam. Mereka bekerja bershif. Jadi jangan khawatir!”,
“Istirahatlah dikamarku, aku akan meminta bantuan untuk menyelesaikan masalah ini. Mungkin ada orang lain yang lebih tahu untuk menyelesaikan tradisi ini”,
“Baiklah, aku akan masuk ke kamar. Terima kasih telah membantuku, maaf aku membuatmu kesal”,
“Tidak apa”,
Aku pun cepat pergi ke kamar Roman. Menaiki tangga, membuka pintu lalu menutupnya kembali. Membaringkan diriku dikasur empuk dengan tangan yang selalu memegang erat buku bulan hingga memeluknya.
Roman yang masih di ruang tamu segera menghubungi Rasi. Komunikasi terhubung.
“Ya Roman ada apa?”tanya Rasi
“Aku pikir dia benar-benar Alika. Aku menemukannya sekarang hanya saja dia lupa siapa dirinya yang sebenarnya. Apa menurutmu ada aturan reinkarnasi seperti itu?”
“Ya, aku dan Martha juga masih ingat ada aturan lain tentang reinkarnasi. Mungkin Alika pergi meninggalkanmu dan memilih tubuh itu. Tapi untuk mengembalikan ingatannya, kamu harus tetap bersamanya bagaimana pun keadaan kalian”,
“Baiklah akan kulakukan. Dan, apa tradisi gadis bunga mawar itu dapat dihentikan ketika belum mencapai batas waktunya?”
“Tentang tradisi gadis bunga mawar ya? Sebenarnya tradisi itu adalah untuk menemukan cinta sejati tetapi para klan vampire menyimpang. Klan vampire melakukan tradisi gadis bunga mawar dengan cara yang tidak benar seperti menyandera keluarga si gadis agar si gadis bersedia menjadi bagian dari mereka. Untuk mengakhiri semua ini, tidak ada jalan. Si gadis harus bersembunyi selama 3 malam. Jika ia berhasil maka, ia akan menjadi manusia biasa dan selamat”,
“Begitu ya, baiklah terima kasih Rasi”,
“Ada apa kamu bertanya tentang tradisi itu?”
“Eren dan Akira melakukan tradisi itu, tetapi Violin membuat si gadis masuk ke buku hingga tak bisa ditemukan. Ceritanya panjang dan rumit”,
“Hem, baiklah. Aku harus pergi, selamat pagi Roman”
“Pagi Rasi!”
__ADS_1
Komunikasi terputus, diputus oleh Rasi yang sibuk. Roman meletakan ponselnya di atas meja seraya berucap “Jadi tidak ada jalan ya? Hah, aku harus menahan dua sahabatku sekarang. Maaf ya Eren, Akira. Aku lebih memihak pada Violin.”