
Kemudian aku mendirikan sapu di dinding, sementara Xia membawa tasnya dan mengeret koper. Kami berdua pergi menemui Ibu Oshaberi. Aku tidak lupa mengunci kamar ini, ya aku harap tidak ada pengacau lagi disini setelah kejadian ini.
Sebelum pergi, aku meminta Xia membawakan kopernya.
“Xia, bolehkah aku membawa kopermu?”
Xia terkejut, ia menoleh ke arahku. Mengamati sikapku, ia merasa tidak nyaman dan berpikir buruk sangka pada temannya sendiri karna pengalaman masa lalu tetapi itu adalah masa lalu bagi Xia. Sekarang Xia tidak akan menyia- nyiakan temannya ini.
“Ya, tapi apa kamu tidak mau berjalan denganku? Nanti orang- orang lihat dan mengejekmu!”
Mendengar ucapan Xia yang tak masuk akal, aku segera merebut koper miliknya dari tanganya dan berucap “Apa maksudmu? Kamu adalah temanku, apa kita punya masalah dengan mereka? Biarkan saja mereka begitu!”
“Ah, ya baiklah!” jawabnya sambil tersenyum.
Kemudian aku dan Xia mulai berjalan meninggalkan asrama ini. Saat itu lah penghuni asrama melihat aku dan Xia berjalan berdua dengan koper dan tas. Mereka mulai berpikir buruk akan diri kami.
“Hei, sepertinya Xia akan di keluarkan dari akademi. Dan, anak baru itu juga! Hah.... malang sekali nasibnya, coba saja dia tidak bergaul dengan anak lemah itu. Pasti sekarang dia tidak akan di keluarkan seperti Xia!”
“Oh, benar! Ya kau tahu mungkin memang ulah Xia yang telah mencelakai ke empat gadis cantik itu!”
“Oh, aku baru ingat. Jadi soal itu benar ya? Cih... dasar gadis buruk! Aku tidak menyangka dia sengaja melakukan semua itu. Apa dia iri dengan mereka?”
“Ya mungkin saja, bukankah ke empat gadis itu lebih unggul dari pada Xia?”
__ADS_1
“Ya benar! Tapi aku tidak akan sedih dengan kepergiannya. Dia gadis yang tak berguna dan hanya bisa mencermarkan nama baik akademi ini!”
“Ya, tapi mengapa kita tidak melihat empat gadis itu ya? Kemana mereka?”
“Eh, mungkin mereka sedang mengobati luka di wajahnya. Sialan gadis itu!, dia berani main di belakang!”
“Huh.... ya tapi sekarang dia ngak akan menyentuhkan kaki disini, dan kita ngak akan pernah ketemu dia selama satu tahu loh!”
Temannya yang ada di samping kaget, “Apa? Kenapa?”
“Uh, tak perlu berekspresi seperti itu! Masih ingat kan akan aturan berat di Akademi Yexiao ini?
“Hukuman berat ya?”
“Ya tentu!”
“Yup! Itu lah yang telah terjadi sekarang ini!”
“Apa? Horeeee.....!” teriaknya hingga terdengar oleh teman- teman yang lain.
Aku dan Xia berjalan beriringan tanpa mempedulikan apa yang mereka ocehan tentang kami. Hingga perjalanan kami berhenti di ruang pengawas, Ibu Oshaberi.
Xia mengetok pintunya dan begitu terdengar jawaban dari dalam Xia segera masuk. Sementara diriku tetap berada di luar. Ya aku tidak mau ikut campur dalam urusan ini. Aku menunggu di luar, dan duduk di kursi. Koper milik Xia berada di depan sampingku. Disini aku melihat kaca yang terpasang di jendela. Aku melihat bayanganku sedikit.
__ADS_1
Aku melihat seorang perempuan bermantel putih, ia melihatku dari kaca itu. Ia seperti berada di sampingku yang sebenarnya dia berada di kaca, di dunia yang berbeda.
Aku tersenyum manis dan berucap, “Bereskan sisanya! Dapatkan yang telah aku perintahkan, kita akan memperbaiki masa lalu kehidupan itu. Setidaknya aku tidak akan memiliki catatan kehidupan terlahir sebagai manusia yang lemah!”
Perempuan bermantel putih itu tersenyum manis padaku, ia pun menghilang dari pandanganku. Kini aku tidak melihat siapa- siapa di kaca, aku hanya melihat bayangan diriku.
Tidak lama kemudian terdengar suara langkah beberapa orang, suara langkah kaki yang semakin mendekat. Yang tidak lama kemudian aku melihat kedatangan dua gadis dan satu gadis yang mirip denganku, Violin.
Tanpa kuduga mereka bertiga duduk di sampingku, Violin duduk di sampingku sementara dua sahabatnya duduk di samping dirinya.
Dua sahabatnya sibuk saling bicara, sementara Violin hanya bisa terdiam. Ia pun bicara padaku.
“Hey, siapa namamu? Aku baru pertama kali melihatmu disini, apa kamu murid baru?”
Mendengar seseorang bicara padaku, dan aku tahu siapa dirinya. Diriku sebenarnya enggan menjawabnya, tetapi tatapan mata dua sahabatnya membuatku harus berbaur disini.
Tersenyum manis dan berucap “Ya aku murid baru, namaku Aresha!”
“Oh, namamu Aresha?! Ya ampun, aku tidak menyangka wajah kita mirip sekali. Kamu dari klan apa?”
Aku menganggukan kepala, dan menjawab “Ya mirip, tapi aku tidak terpikir begitu. Aku klan? Klan apa ya? Apa aku harus menjawabnya?”
“Ya tentu saja, baiklah aku akan memperkenalkan diriku padamu lebih dulu. Namaku Violin, aku dari klan penyihir bulan, tapi aku bergabung dengan klan vampir karna kekasihku adalah pemimpin klan vampir. Kamu tahu kan namanya?”
__ADS_1
Aku menggelengkan kepala yang membuat ketiga gadis itu terkejut.
“Apa? Kamu sungguh tidak tahu!”