Bride Of Vampire: The Revenge

Bride Of Vampire: The Revenge
Episode 101


__ADS_3

*** Rumah\, kamarku.


 


 


Berbaring di kasur empuk sambil mengamati cristal biru yang kudapat  dari  mimpi.  Aku  pun  mulai  berpikir,  “  Eh,  tunggu!


 


 


 


 


Sepertinya  ada  yang  kelewat  dech.  Apa  ya?  Mimpi  tadi malam  bukannya  aku  melihat  dua pria  dan  satu  wanita  ya? Hem, wajah mereka seperti ngak asing deh. Em…tapi dimana ya? Ah yaudahlah, ngak usah di bahas. Hah…sekarang cuman ada aku dan kamu, cristal. Sebenarnya kamu ini apa? Kamu punya kekuatan? Coba aja kamu bisa menunjukan sesuatu padaku asal usul dirimu?”.


 


 


Tiba-tiba cristal itu mengeluarkan cahaya terang dan membawaku   ke   dunia   masa   lalunya.   Di   sebuah   kerajaan dengan kekosongan penduduk. Dari atas beranda ini, aku melihat dua pria dan satu wanita berpakaian kerajaan. Dari kejauhan  banyak  sekali  prajurit  datang  menyerang  tempat ini.  Mereka  bersiap  melawan  musuh.  Seorang  pria menggunakan   kekuatan   yang   ia   miliki   untuk   menyerang musuh.  Banyak  kelelawar  berterbangan  mengintari  musuh, lalu ada pasukan yang dipimpin salah satu pria menyerang bersamaan berubah menjadi wolf. Seorang perempuan muda berpaling dan sepertinya dia melihat keberadaanku disini. Ia tersenyum manis, lalu melompat ke bawah. Aku pikir ia akan mati   setelah   jatuh   dari   beranda   yang   tinggi   ini.   Tapi


 


 


 


 


ternyata tidak, ia masih hidup dan menyerang pasukan musuh dengan sihir. Ia melawan pemimpin pasukan musuh. Saat raja musuh mati, kemenangan ada pada dua pria dan satu wanita itu. Tapi raja musuh itu membunuhnya dari belakang. Wanita itu tewas dan dimakamkan dengan layak.


 


 


Lalu waktu berlalu, aku melihat semua perjalanan perubahan tempat ini. Saat itulah tempat ini berubah menjadi tempat yang gelap sekali. Tiba-tiba dua pria yang kulihat saat perang itu   muncul   di   depanku   dengan   penampilan   yang   sangat berbeda. Usianya pun masih terlihat muda meski waktu telah memutarnya dengan sangat jauh. Pria itu tersenyum manis padaku.


 


 


“Ikutlah denganku,”ucapnya sambil mengulurkan tangan padaku.


 


 


Tapi aku hanya diam membisu,


 


 


“Ikutlah  dengan  kami!  Kenapa  kamu  diam  saja?  Apa  kamu lupa denganku?,”ucapnya lagi


 


 


Lagi, aku hanya bisa diam membisu.


 


 


 


 


Entah apa yang terjadi, aku dan dua pria itu menjauh. Jauh sekali dan menghilang. Dua pria itu menghilang dari pandanganku seiring cahaya cristal redup.


 


 


Mataku masih menatap cristal biru itu, dan hanya tersenyum manis.


 


 


“Jadi itu yang kamu simpan selama ini? Aku tidak mengerti apa yang kamu perlihatkan padaku itu. Tapi akan lebih baik jika kamu kukembalikan saja pada yang punya. Bukankah dengan begitu pemilikmu dan tiga orang itu akan berhenti mencari serta berhenti menjagaku?,”gumanku.

__ADS_1


 


 


*** Kastil Yatshumi\,


 


 


“Emelia,  aku  tidak  menemukannya?  Yang  benar  saja  dia sekolah disana, kenapa kami tidak menemukannya?,”tanya Eriska


 


 


“Bulan  tak  terlihat  dimalam  hari  karena  awan menyelimutinya”,


 


 


Roman, Aira dan  Eriska mulai  berpikir apa  yang  diucapkan


 


 


Emelia.


 


 


 


 


“Dia   ada   disekitar   kita   tetapi   kita   tidak   melihatnya. Bagaimana bisa?,”ucap Roman


 


 


“Kristal  itu  menyembunyikan  dirinya,  kekuatan  cristal  itu mulai mengalir dalam dirinya perlahan-lahan. Besok kembali ketempat  itu  dan  kalian  akan  menemukannya.  Tapi  kalian tidak akan menemukan cristal itu padanya”,


 


 


 


 


“Suatu saat nanti kamu akan tahu jawabnnya Eriska, semua akan   tahu   jawabannya”,   Emelia   pun   pergi   meninggalkan mereka. Kemudian datanglah Yatshumi. Yatshumi adalah pemilik kastil ini, ia seorang perempuan muda dari golongan vampir.


 


 


“Jangan bilang kalian kemari karena tidak menemukan gadis itu,”ucap Yatshumi


 


 


“Ya kamu benar,”jawab Eriska


 


 


“Hah, Aira. Apa menurutmu anggotamu berburu di malam hari?”,


 


 


 


 


“Tidak, kami tidak begitu. Kami mengubah hidup kami seperti manusia”,


 

__ADS_1


 


“Bukannya aku tidak percaya, tapi aku menemukan jejak anggotamu dan itu ada di lokasi tewasnya seseorang. Aku terpaksa harus menghapus jejaknya. Tapi aku tidak suka jika dugaanku benar akan perilaku anggotamu”,


 


 


“Oh ya ampun! Siapa yang terbunuh?”,


 


 


“Seorang pria, kudengar ia bernama Sha. Lebih parahnya ada cakaran di tubuh pria itu”,


 


 


“Baiklah  akan  segera  kucari  tahu  apa  penyebabnya”, kemudian Aira pergi mencari tahu apa yang telah terjadi.


 


 


“Yatshumi, apa itu benar-benar terjadi?’,


 


 


“Ya, Roman. Aku tidak berbohong. Kau tahu jika manusia tahu kita ada kemungkinan semua akan berakhir”,


 


 


“Tidak, aku bahkan belum menjadi manusia. Kau tahu harapanku setelah mendapatkan kekuatan dari cristal itu adalah bisa menjadi manusia”,


 


 


“Manusia itu lemah Roman!,”ucap Eriska


 


 


 


 


“Ya memang lemah tapi untuk apa hidup jika kekasihku telah pergi lebih dulu”,


 


 


Roman pun pergi meninggalkan  kastil, lalu Eriska pergi dan Yatshumi juga pergi. Di kamar Emelia sedang menatap langit. Menggenggam kedua tangan lalu memejamkan mata berucap “ Bangun dan bangkitlah putraku! Bangkitlah….sudah saatnya kamu   membalaskan   dendamu   selama   ini.   Bunuh   semua penerus keturunan mereka….hancurkan!”.


 


 


Langit  yang  cerah  berubah  menjadi  mendung,  di  sebuah makam   tua   air   hujan   jatuh   membasahi.   Tetesan   hujan berubah menjadi tetesan darah yang diserap oleh tanah. Makam  perlahan-lahan  terbelah  dan  memperlihatkan  peti. Peti terbuka dan memperlihatkan isinya. Tulang manusia yang diselimuti   darah   dari   hujan.   Perlahan-lahan   membentuk daging dan menjadi manusia. Tubuhnya semakin kuat untuk berdiri tegak, tubuh yang telah sempurna. Dengan minuman kesegaran dari darah hujan. Matanya bewarna merah darah dengan gigi taring yang haus akan darah melompat ke atas. Pria itu tersenyum manis seraya berucap “ Aku datang, aku


 


 


 


 


kembali! Aku akan membalas perbuatanmu….aku akan mencarimu dan membunuhmu….hahahaha..”.


 


 


Angin  datang  menghembus  dan  pria  itu  menghilang  tanpa jejak. Hujan darah telah berhenti dan langit kembali cerah. Dunia yang tenang dan damai.


 

__ADS_1


 


**Jangan lupa klik bintang\, dan rate ya!**


__ADS_2