
*** Rumah\, kamarku.
Berbaring di kasur empuk sambil mengamati cristal biru yang kudapat dari mimpi. Aku pun mulai berpikir, “ Eh, tunggu!
Sepertinya ada yang kelewat dech. Apa ya? Mimpi tadi malam bukannya aku melihat dua pria dan satu wanita ya? Hem, wajah mereka seperti ngak asing deh. Em…tapi dimana ya? Ah yaudahlah, ngak usah di bahas. Hah…sekarang cuman ada aku dan kamu, cristal. Sebenarnya kamu ini apa? Kamu punya kekuatan? Coba aja kamu bisa menunjukan sesuatu padaku asal usul dirimu?”.
Tiba-tiba cristal itu mengeluarkan cahaya terang dan membawaku ke dunia masa lalunya. Di sebuah kerajaan dengan kekosongan penduduk. Dari atas beranda ini, aku melihat dua pria dan satu wanita berpakaian kerajaan. Dari kejauhan banyak sekali prajurit datang menyerang tempat ini. Mereka bersiap melawan musuh. Seorang pria menggunakan kekuatan yang ia miliki untuk menyerang musuh. Banyak kelelawar berterbangan mengintari musuh, lalu ada pasukan yang dipimpin salah satu pria menyerang bersamaan berubah menjadi wolf. Seorang perempuan muda berpaling dan sepertinya dia melihat keberadaanku disini. Ia tersenyum manis, lalu melompat ke bawah. Aku pikir ia akan mati setelah jatuh dari beranda yang tinggi ini. Tapi
ternyata tidak, ia masih hidup dan menyerang pasukan musuh dengan sihir. Ia melawan pemimpin pasukan musuh. Saat raja musuh mati, kemenangan ada pada dua pria dan satu wanita itu. Tapi raja musuh itu membunuhnya dari belakang. Wanita itu tewas dan dimakamkan dengan layak.
Lalu waktu berlalu, aku melihat semua perjalanan perubahan tempat ini. Saat itulah tempat ini berubah menjadi tempat yang gelap sekali. Tiba-tiba dua pria yang kulihat saat perang itu muncul di depanku dengan penampilan yang sangat berbeda. Usianya pun masih terlihat muda meski waktu telah memutarnya dengan sangat jauh. Pria itu tersenyum manis padaku.
“Ikutlah denganku,”ucapnya sambil mengulurkan tangan padaku.
Tapi aku hanya diam membisu,
“Ikutlah dengan kami! Kenapa kamu diam saja? Apa kamu lupa denganku?,”ucapnya lagi
Lagi, aku hanya bisa diam membisu.
Entah apa yang terjadi, aku dan dua pria itu menjauh. Jauh sekali dan menghilang. Dua pria itu menghilang dari pandanganku seiring cahaya cristal redup.
Mataku masih menatap cristal biru itu, dan hanya tersenyum manis.
“Jadi itu yang kamu simpan selama ini? Aku tidak mengerti apa yang kamu perlihatkan padaku itu. Tapi akan lebih baik jika kamu kukembalikan saja pada yang punya. Bukankah dengan begitu pemilikmu dan tiga orang itu akan berhenti mencari serta berhenti menjagaku?,”gumanku.
__ADS_1
*** Kastil Yatshumi\,
“Emelia, aku tidak menemukannya? Yang benar saja dia sekolah disana, kenapa kami tidak menemukannya?,”tanya Eriska
“Bulan tak terlihat dimalam hari karena awan menyelimutinya”,
Roman, Aira dan Eriska mulai berpikir apa yang diucapkan
Emelia.
“Dia ada disekitar kita tetapi kita tidak melihatnya. Bagaimana bisa?,”ucap Roman
“Kristal itu menyembunyikan dirinya, kekuatan cristal itu mulai mengalir dalam dirinya perlahan-lahan. Besok kembali ketempat itu dan kalian akan menemukannya. Tapi kalian tidak akan menemukan cristal itu padanya”,
“Suatu saat nanti kamu akan tahu jawabnnya Eriska, semua akan tahu jawabannya”, Emelia pun pergi meninggalkan mereka. Kemudian datanglah Yatshumi. Yatshumi adalah pemilik kastil ini, ia seorang perempuan muda dari golongan vampir.
“Jangan bilang kalian kemari karena tidak menemukan gadis itu,”ucap Yatshumi
“Ya kamu benar,”jawab Eriska
“Hah, Aira. Apa menurutmu anggotamu berburu di malam hari?”,
“Tidak, kami tidak begitu. Kami mengubah hidup kami seperti manusia”,
__ADS_1
“Bukannya aku tidak percaya, tapi aku menemukan jejak anggotamu dan itu ada di lokasi tewasnya seseorang. Aku terpaksa harus menghapus jejaknya. Tapi aku tidak suka jika dugaanku benar akan perilaku anggotamu”,
“Oh ya ampun! Siapa yang terbunuh?”,
“Seorang pria, kudengar ia bernama Sha. Lebih parahnya ada cakaran di tubuh pria itu”,
“Baiklah akan segera kucari tahu apa penyebabnya”, kemudian Aira pergi mencari tahu apa yang telah terjadi.
“Yatshumi, apa itu benar-benar terjadi?’,
“Ya, Roman. Aku tidak berbohong. Kau tahu jika manusia tahu kita ada kemungkinan semua akan berakhir”,
“Tidak, aku bahkan belum menjadi manusia. Kau tahu harapanku setelah mendapatkan kekuatan dari cristal itu adalah bisa menjadi manusia”,
“Manusia itu lemah Roman!,”ucap Eriska
“Ya memang lemah tapi untuk apa hidup jika kekasihku telah pergi lebih dulu”,
Roman pun pergi meninggalkan kastil, lalu Eriska pergi dan Yatshumi juga pergi. Di kamar Emelia sedang menatap langit. Menggenggam kedua tangan lalu memejamkan mata berucap “ Bangun dan bangkitlah putraku! Bangkitlah….sudah saatnya kamu membalaskan dendamu selama ini. Bunuh semua penerus keturunan mereka….hancurkan!”.
Langit yang cerah berubah menjadi mendung, di sebuah makam tua air hujan jatuh membasahi. Tetesan hujan berubah menjadi tetesan darah yang diserap oleh tanah. Makam perlahan-lahan terbelah dan memperlihatkan peti. Peti terbuka dan memperlihatkan isinya. Tulang manusia yang diselimuti darah dari hujan. Perlahan-lahan membentuk daging dan menjadi manusia. Tubuhnya semakin kuat untuk berdiri tegak, tubuh yang telah sempurna. Dengan minuman kesegaran dari darah hujan. Matanya bewarna merah darah dengan gigi taring yang haus akan darah melompat ke atas. Pria itu tersenyum manis seraya berucap “ Aku datang, aku
kembali! Aku akan membalas perbuatanmu….aku akan mencarimu dan membunuhmu….hahahaha..”.
Angin datang menghembus dan pria itu menghilang tanpa jejak. Hujan darah telah berhenti dan langit kembali cerah. Dunia yang tenang dan damai.
__ADS_1
**Jangan lupa klik bintang\, dan rate ya!**