
Teriakan gadis vampir itu di ikuti oleh kedua temannya, sementara Yunba sudah tidak sadarkan diri. Mendengar ocehan mereka, aku segera menggunakan kemampuanku sebagai pengendali darah menutup mulut mereka rapat- rapat. Menggenggam tanganku erat- erat, sama dengan aku menutup mulut mereka rapat- rapat.
“Baiklah, aku akan kulanjutkan perkenalan kita. Aku tidak bermaksud untuk menyakiti anak kalian, aku akan mengembalikan Yunba kesedia kala. Tetapi aku ingin anak gadis kalian menetapi janjinya padaku, dan orang tuanya sebagai saksi. Orang tuanya harus melakukan perjanjian ini!”
Orang tua dari gadis vampir pun berucap, “Nona Aresha, namamu Aresha kan?”
“Ya, Tuan!”
“Saya ingin bertanya pada Nona Aresha, apa boleh?”
“Ya tentu, Tuan!”
“Apa kesalahan putri saya sehingga Nona Aresha melakukan hal ini? Kami semua menanyakan masalahnya! Kami tidak akan menyerang dan menyakiti Nona Aresha, jika Nona Aresha menjelaskan pada kami apa masalahnya”
“Tuan, Tuan sangat baik. Baiklah, saya akan menjelaskannya! Mohon perhatikan apa yang akan saya perlihatkan pada Tuan-Tuan disini!”
“Saya ingin bertanya pada Nona Aresha, apa boleh?”
“Ya tentu, Tuan!”
“Apa kesalahan putri saya sehingga Nona Aresha melakukan hal ini? Kami semua menanyakan masalahnya! Kami tidak akan menyerang dan menyakiti Nona Aresha, jika Nona Aresha menjelaskan pada kami apa masalahnya”
__ADS_1
“Tuan, Tuan sangat baik. Baiklah, saya akan menjelaskannya! Mohon perhatikan apa yang akan saya perlihatkan pada Tuan-Tuan disini!”
Semua orang tua dari ke empat gadis itu pun menganggukan kepala sebagai tanda setuju, sementara orang yang ada di samping mereka tidak setuju dan ingin menyerangku. Tetapi orang tua ke empat gadis menyikapi kejadian ini dengan kepala yang dingin meski salah satu dari mereka melihat anak gadis tercinta tak sadarkan diri.
Aku telah diberikan kesempatan yang baik, aku pun mengendalikan air dan menyebarkannya ke seluruh orang- orang disini mengeliling mereka. Lalu aku mulai memperlihatkan bayangan, sebuah bayangan yang terbentuk oleh air. Percakapan kejadian bagaimana perkelahian ini terjadi.
Air- air yang membentuk manusia, suara percakapan diriku, Xia dan ke empat gadis ini terdengar jelas. Ini adalah sebuah pertunjukan seperti melihat sebuah rekaman. Tetapi ini murni di lakukan oleh sihir. Percakapan itu menarik perhatian semua orang, dan tak seorang pun bicara, mereka memperhatikan apa yang terjadi.
Air- air itu menunjukan.
“Sementara itu di tempat ini bersamaan, dari kejauhan ketiga pengawas telah di arahkan untuk mengawasi ke empat gadis itu. Tetapi mereka hanya memperhatikan kejadian itu dari kejauhan.
“Wah, jadi benar mau melarikan diri? Urusan kita belum selesai! Mari kita bereskan” ucapnya menentang kami berdua.
Menyingkirkan tangannya dari Xia, dan berucap “Jika kamu tidak terima karna ulahmu sendiri, aku akan melawanmu! Tapi bebaskan Xia!”
“Wah, kamu berani juga? Ya baiklah, aku akan membebaskan Xia. Tapi kamu harus menghadapi kami berempat!”
Aku hanya bisa tersenyum manis dan menjawab, “Tentu saja, tapi aku harus mengantar Xia ke depan. Kalian ikut saja, lalu kita mulai menyelesaikan masalah ini yang membuatmu merasa tidak puas dengan keputusan Ibu Oshaberi!”
“Hah, apa kamu juga ingin melarikan diri? Jangan mempermainkan kami ya!”
__ADS_1
“Oh, tidak. Ini adakah koper milik Xia, bukan milikku! Jadi tidak perlu khawatir, aku orang yang menepati janji. Bagaimana kalau kita taruhan?”
“Hah, boleh juga! Tapi apa taruhannya?”
“Jika aku menang kalian akan menghubungi orang tua kalian berempat dan memberikan hukuman, bagaimana?”
Ke empat gadis itu saling pandang satu sama lain, dua gadis di antara mereka berempat tidak menyanggupi risiko itu. Tetapi dua di antara mereka menentang, dan menganggap remeh akan gadis yang ada di depannya ini.
“Ya boleh juga, tapi jika aku menang kamu harus keluar dari akademi ini! Dan juga Xia”
“Hey, ini adalah taruhan kita! Xia tidak boleh di libatkan, kamu boleh mengatakan keinginan yang lain?”
“Hah, apa yang kamu punya? Kamu bukan siapa- siapa!”
Lalu salah satu temannya membisikan sesuatu di telinganya, “Bagaimana kalau dia jadi budak kita saja? Jadi budak seumur hidupnya! Dia pasti tidak berani atau menyesal seumur hidupnya!”
Kemudian atas dasar bisikan temannya itu, ia pun berucap “Jika kami berempat menang, kamu keluar dari akademi ini dan menjadi budak kami seumur hidupmu!”
Aku tersenyum manis, tampak sekali gadis ini sangat percaya diri untuk memenangkan taruhan ini. Ya menurutku hanya gadis bodoh yang mau taruhan denganku tanpa menilai siapa lawannya.
“Ya, aku setuju! Jadi ikut saja denganku, aku mengantar Xia dan kita mulai bertanding!”
__ADS_1
Lalu salah satu dari mereka mengulurkan tangan, dan berucap “Setuju?”