Bride Of Vampire: The Revenge

Bride Of Vampire: The Revenge
Episode 225


__ADS_3

“Ya benar Hani, Netta mana lagi kalau bukan Netta yang itu!”


Hani yang mendengar itu tersenyum manis, yang kemudian Hani tertawa kecil.


“Hahahaha.... lucu sekali! Ini mengejutkan! Kamu lebih cantik dengan rambut panjang itu loh! Ya ampun, penampilanmu ini benar- benar membuatku lupa dengan Netta yang dulu. Bagaimana kabarmu?”


“Oh, ya sebenarnya aku tahu. Kamu adalah Netta. Bukankah kita pernah saling mengejar satu sama lain hanya karna aku tidak menyukai dua temanku menjadi bagian dari klan vampir. Netta, itu cuman ada satu di klan vampir, di VA dan Buniv.”


“Wah, ternyata kamu masih mengenaliku ya? Maaf ya! Aku pikir setelah lama tidak bertemu, kalian berdua akan lupa denganku!”


“Itu tidak mungkin!”


Spontan Hani terkejut, “Apa? Ini Netta? Yang dulu rambutnya pendek kan?”


“Ya benar Hani, Netta mana lagi kalau bukan Netta yang itu!”


Hani yang mendengar itu tersenyum manis, yang kemudian Hani tertawa kecil.


“Hahahaha.... lucu sekali! Ini mengejutkan! Kamu lebih cantik dengan rambut panjang itu loh! Ya ampun, penampilanmu ini benar- benar membuatku lupa dengan Netta yang dulu. Bagaimana kabarmu?”


“Baik, bagaimana kabarmu juga?”

__ADS_1


“Ya tidak cukup baik!”


“Oh ada masalah ya? Ada masalah apa? Kamu boleh menceritakannya padaku. Apa itu tentang Eren?”


“Eren? Apa dia menceritakan tentangku padamu lagi, Netta?”


“Ya benar, dia sama sekali tidak bermaksud begitu kok. Eren tidak menyukai gadis lain selain dirimu. Dia itu vampir yang setia, dalam hidupnya pun tidak ada gadis yang ia cintai selain kamu. Aku tahu perjalanannya yang melelahkan, ya tapi itulah hidup sebagian dari klan kami.”


“Ya, dari mana saja kamu selama ini Netta? Mengapa baru terlihat?” tanya Violin.


“Ya, aku harus mengurus sesuatu. Aneh sekali ya ada orang yang menghancurkan lapangan ini?”


“Ya benar, padahal sebentar lagi ujian ability di adakan.Sebenarnya kenapa ujian ability magie ini diadakan?”


“Ya benar juga alasanmu. Aku harap kita bisa menyesuaikan diri dengan cara seperti ini dengan manusia ya!”


“Ya benar”


Tidak lama kemudian lapangan ujian ability magie telah selesai di bangun. Kali ini lapangan itu di buat lebih bagus. Setelah semuanya selesai, semua orang mulai saling berjabat tangan sebagai tanda terima kasih karna telah saling membantu satu sama lain. Hani, Violin dan Netta pun mendekati mereka semua. Mereka bertiga ikut saling berjabat tangan dan saling memperingkatkan diri bahwa besok malam mereka harus mengawasi tempat ini dengan baik, menjaga keamanan.


Setelah itu anggota VA membagi tugas mereka begitu juga dengan pengawas Akademi Yexiao. Sebagian tetap disini dan sebagian kembali ke tempat asal mereka. Ya mereka yang tetap disini adalah mereka yang bertugas menjaga lapangan ujian ability magie. Ini baru pertama kalinya mereka melakukan ini, selama ini lapangan yang dibuat tidak lah perlu dijaga. Tetapi setelah kejadian itu, pengawasan pun dilakukan.

__ADS_1


Violin, Hani, Gisel, Roman dan yang lain kembali ke Akademi Yexiao. Sementara Zanko dan anggota pengawas Akademi Yexiao masih bertahan disini. Netta, Steven dan yang lain masih bertahan disini. Sementara anggota VA yang lain kembali ke Buniv.


Alecia telah memperhatikan mereka semua sejak tadi. Ia tersenyum sinis, dan segera mengambil cermin yang ada di saku bajunya.


Memanggil nama Lady Dandelion tiga kali, dan Lady Dandelion pun muncul di cermin itu.


“Lady Dandelio, Layd Dandelion, Lady Dandelion. Aku memperlukanmu disini!” ucap Alecia memanggil Lady Dandelion lewat cermin.


Tidak perlu waktu yang lama, cermin biasa itu menjadi cermin ajaib yang memunculkan Lady Dandelion.


“Ya ada apa?”


“Mereka semua mengawasi lapangan ujian ability magie. Sekarang apa yang harus saya lakukan?”


“Besok saat ujian ability di adakan, kamu harus disana. Pastikan kamu mengawasi dua kepala akademi yang datang. Buat mereka semua tetap berada disana. Sampai aku memberitahumu bahwa tugasmu sudah selesai. Sekarang kamu bisa kembali ke asrama.”


“Ya baiklah Lady Dandelion, saya akan melakukannya”


“Bagus, jangan melakukan kesalahan”


“Baik”

__ADS_1


Kemudian cermin itu kembali ke cermin biasa. Alecia pun tersenyum, lalu ia mulai kembali ke dunia nyata meninggalkan Glasland.


Pagi yang cerah, ketika arunika telah menampakan dirinya kembali. Suara burung berkicau merdu dan suara keributan anak- anak asrama yang mulai terdengar jelas di teligaku.


__ADS_2