
Apartemen Tanima,
Keluar dari taksi dan cepat masuk ke apartemen. Seorang perempuan paruh baya datang mendekati.
“Maaf ada yang bisa saya bantu nona?”
“Aku ingin mengambil barang di kamar 25. Temanku bilang aku harus mengambil sendiri barang yang tertinggal itu”
“Oh begitu silahkan ke atas saja langsung”
“Terima kasih,”jawabku bergegas menaiki tangga.
Saat di lantai 2 kamar 25 aku bertemu dengan pria-pria yang tak asing bagiku. Mereka adalah pemburu vampir yang terkenal dan aku yakin mereka juga yang melarangku untuk mencaritahu keberadaan vampir di dunia ini.
Begitu tiba di depan kamar nomor 25, segera kuketok pintu. Tak lama kemudian seorang wanita muda keluar.
“Maaf ada yang bisa saya bantu?”
“Hay, aku mau mengambil barang milik temanku. Ia dulu tinggal disini dan ia bilang aku harus mengambil barangnya sendiri. Boleh aku masuk?”
Wanita itu terlihat berpikir mempertimbangkan diriku, “ Boleh, tapi aku rasa tidak ada barang milik siapapun yang tertinggal disini!”
Aku segera masuk dan memperhatikan setiap sudut ruangan ini dan mengingat dimana aku menyimpan kotak yang berisi beberapa barang. Setelah ingat aku segera mendekati lantai lalu mengketok-ketok lantai. Terdengar dari suaranya bahwa di bawah lantai itu ada ruang.
“Maaf nona, barangku ada disini. Temanku menyimpannya di lantai”
“Baiklah, aku akan ambilkan palu dulu!” wanita itu mengambil palu dan kembali, lalu membongkar lantai keramik ini. Begitu terbuka terlihatlah kotak dan segera kuambil.
“Terima kasih nona telah membantuku, aku permisi pergi dulu!”
“Ya baiklah!”, berjalan keluar kamar dan membuka kotak itu.
Aku terkejut begitu melihat isinya, barang-barang yang selama ini aku simpan telah hilang dan hanya ada secarik kertas. Ada pesan tertulis di kertas itu, “ Jika ingin barangmu kembali datanglah ke kastil drakula!”.
__ADS_1
Jelas pesan ini telah menandakan barangku ditangan orang yang menulis surat ini tetapi aku tidak tahu siapa dan mengapa ia memintaku untuk datang ke sana. Tempat itu jauh dari kota ini. Lalu aku pulang ke rumah dan memikirkan siapa yang telah mengambil barang miliku ini.
***
Dalam perjalanan pulang, entah kenapa aku sulit sekali mendapat taksi di malam hari padahal ini belum jam 12.00 malam. Aku pun hanya bisa pulang dengan berjalan kaki. Di jalanan yang sepi, aku merasa ada seseorang mengikuti langkahku ini. Kucoba berpaling tetapi tak ada satu orang pun, aku kembali melihat ke depan dan mempercepat langkahku.
Seketika itu juga aku dihadang oleh tiga pria tak dikenal. Mereka mendekati dan mengelilingi diriku.
“Hay cantik! Malam-malam kok jalan sendirian? Ikut kakak yuk?”
Tangan mereka pun malah mencolek-colek diriku, tapi mendadak seketika itu juga mereka di buat kabur oleh kedatangan 3 vampir. Mereka lari terbirit-birit sementara diriku hanya diam berdiri. Begitu 3 vampir terasa semakin dekat aku lari menuju tempat yang aman. Tapi 3 vampir itu terus mengejar diriku. Langkah vampir itu cepat dan kini mereka telah berada di depanku. Aku melihat darah di sekitar mulut mereka dan aku yakin mereka telah dapat mangsa baru saja.
Aku mencoba berjalan mundur, tapi rupanya aku telah dikepung. Kini aku hanya bisa pasrah. Saat 3 vampir itu menyerang diriku, tiba-tiba mereka terjatuh. Mereka melangkah mundur, dan aku melihat kebelakang. Ada seorang pria memakai mantel hitam panjang dengan rambut hitamnya menolong diriku. Ia menyerang 3 vampir itu, lalu 3 vampir itu kabur. Aku mendekati pria itu dan berucap , “ Terima kasih telah menolongku!”
“Ya sama-sama, lain kali jangan jalan sendirian. Beberapa hari ini banyak bermunculan vampir di jalanan. Anehnya polisi hanya diam saja”
“Aku baru tahu banyak vampir di jalanan ini!”
“Ya, aku akan mengantarmu pulang. Ayo ikut denganku?” senyumnya.
“Ayo masuk!”ucapnya.
Aku segera masuk ke mobil,
“Jadi namamu siapa?”
“Namaku Violin”
Tanpa di duga pria itu mengunci pintu mobil, lalu melihat gadis yang ada disampingnya ini.
“Violin, namaku Ethan. Aku telah menyelamatkan dirimu dari vampir itu dan sekarang aku ingin meminta imbalannya padamu”
Aku kaget dan berpikir ia akan melakukan hal yang tak terduga padaku. Tapi nampaknya pria yang berada didepanku ini hanya tersenyum manis lalu tertawa kecil.
__ADS_1
“Haha, tidak aku tidak seperti dugaanmu. Aku hanya merasa haus, dan aku ingin meminta darahmu sedikit saja”!
“Darah?”
“Ya, aku haus sekali!” seketika itu mata Ethan berubah menjadi merah. Aku yang melihat itu mulai sadar bahwa pria yang menyelamatkanku ini adalah vampir. Aku segera membuka pintu mobil namun tak bisa. Aku yakin Ethan telah mengunci pintu mobil saat kami bicara tadi.
“Tak perlu takut, aku tak akan membuatnya sakit. Aku hanya ingin meminta sedikit, tolonglah aku!”
Aku menghentikan tanganku yang mencoba membuka pintu mobil lalu melihat Ethan. Kudekati Ethan dan ia langsung memeluk erat diriku. Ia mengigit dan meminum darahku. Aku hanya bisa merasakan rasa sakit dan sedikit geli itu. Ia nampak menikmati segarnya darah diriku.
Beberapa menit berlalu, Ethan kembali menjadi manusia. Tapi ia masih memeluk erat diriku lalu melaskan diriku.
“Maafkan aku, aku…”
“Aku mengerti tapi kamu adalah vampir yang baik” jawabku sambil menutupi luka dengan kerah mantel yang kukenakan.
“Aku akan mengantarmu pulang!”
“Ya, dan tentu saja”
Perjalanan pulang ke rumah begitu sepi tanpa pembicaraan sedikit pun, dan aku meminta dia menghentikan mobilnya sebelum tiba di rumahku. Aku tidak mau dia tahu dimana rumahku.
“Berhenti disini saja, rumahku disana. Terima kasih telah mengantarku pulang”
“Ya sama-sama dan terima kasih…”
“Hem, sampai jumpa lagi” segera bergegas keluar mobil dan berjalan menuju rumah. Ethan pergi, dan seketika itu aku berpaling dari langkahku menuju rumah. Ya itu bukan rumahku melainkah rumah orang lain. Aku pun segera berjalan pulang ke rumah. Sambil berjalan aku meraba luka dileherku akibat digigit Ethan si vampir. Kututupi dengan kedua tanganku dan sekejab itu juga luka itu telah sembuh.
Setiba di rumah kedatanganku disambut oleh mama yang ternyata kedatangan tamu, Briand. Aku pun berpura-pura baik padanya kali ini, ya harus bagaimana demi cinta mama sama Briand. Kedatangan Briand ternyata adalah melamar ibuku dan aku hanya diam saja tak menjawab pertanyaan yang dilontarkan Briand atau ibu padaku. Tapi aku yakin ibu telah mengetahui jawabannya meski aku diam saja. Ibu juga menjelaskan pada Briand soal aku tidak mau satu rumah dengannya jika ia telah menikah dengan ibuku. Dengan berat hati Briand menyetujui hal itu. Sebenarnya Briand ingin sekali Violin juga satu rumah dengannya tetapi karena ini keputusan Violin, Briand hanya bisa menurut.
Dua hari kemudian,
Hari ini adalah hari pernikahan ibuku dengan Briand. Aku menghadiri pernikahan ibuku ini dengan wajah datar. Sementara dua sahabatku mencoba menghibur diriku, mereka seakan-akan menganggap diriku telah bersedih saat ini. Sementara aku melihat dua sahabatku ini telah jatuh cinta pada teman Roman. Pernikahan yang meriah, dihadiri tamu undangan mama dari perusahaan, tempat kerja mama. Pak Briand pun sekarang akan menjadi papa tiriku, sebutan Briand atau Seto dengan nama lengkap Seto Briand.
__ADS_1
Hani terlihat sangat dekat dengan Akira dan Gisel dekat dengan Eren. Roman pun tak mau kalah, ia memilih mencari perhatian pada Violin tetapi entah kenapa Violin cuek padanya. Tapi Roman akan tetap mencari perhatian.