Bride Of Vampire: The Revenge

Bride Of Vampire: The Revenge
Episode 79 Pemburu


__ADS_3

  Perang dingin antara vampire dan peri dengan manusia semakin membesar. Raja Affesta yang semakin tua telah di gantikan oleh putranya. Raja Affesta meninggal dunia karena dirinya tak lagi muda seperti dulu. Dia meninggalkan dua anak dan seorang istri. Pangeran Tagao menyimpan dendam pada vampire dan peri, hingga dirinya memutuskan untuk memburu vampire dan peri dengan tagannya sendiri. Tangao dengan dua sahabatnya, Andy dan Felix pergi memburu vampire dan peri. Mereka melakukan perjalanan berburu sambil mencari Aresha yang menghilang. Menyeberangi sungai dan gunung hingga akhirnya menemukan keberadaan vampire dan peri. Tagao mengirim surat ke istananya untuk mengirim ribuan pasukannya untuk datang.


          Tagao dan dua sahabatnya mengintai target mereka dengan sangat hati-hati. Kemudian mereka menjauh dari target, menyusun rencana besar setelah pasukannya datang.Di siang hari lah mereka menyerbu vampire yang sedang tidur dan peri yang sedang sibuk belajar. Penyerangan terjadi secara mendadak hingga menumbulkan banyak korban. Raja Oishima dan putranya tewas, begitu juga dengan Raja Arkares dan pangeran Danes.


Semua tak ada yang tersisa, kecuali mereka yang masih bertahan di negeri lain.


          Aku berhasil lari dari penyerangan itu. Kulihat dari atas pohon, penyerangan itu menghancurkan semuanya.


Pemusnahan yang merata ke seluruh negeri, tak ada yang tersisa dan mereka


pulang dengan kemerdekaan. Aku pergi dari sana berjalan menuju wilayah Raja


Affesta.


***


          Di istana, Tagao mengumumkan di depan


rakyatnya.


          “ Rakyatku, kuumumkan mulai hari ini


vampire dan peri telah musnah. Mereka sudah tidak ada, kita merdeka”.


           Kulihat dia di depanku, di atas beranda


istananya. Salah seorang dari belakang dirinya maju ke depan dan berbisik. Tagao


pergi dari sana. Dari depan kulihat mereka mulai menyingkir seolah-oleh memberi


jalan pada seseorang, semakin dekat mengarah padaku. Aku langsung menyingkir


dan masuk ke gerombolan mereka kembali. Berjalan menjauh dari mereka hingga


akhirnya paling belakang. Tagao kehilangan seseorang yang dia cari, dirinya


kembali kebingungan. Tapi dari beranda atas seorang yang sama memberi isyarat


padanya. Tagao pun melakukannya, dia menyamar menjadi rakyat jelata dan


berjalan di gerumbunan orang-orang ke arah belakang. Dia melihat Aresha dan


mendekatinya perlahan-lahan. Perlahan-lahan tanpa sadar pengawal mulai


mengelilingi dan menargetkan Aresha agar tak menjauh dari Tagao yang mendekati


dirinya.


          “ Kamu menghilang, ada apa? Apa aku


membuat masalah denganmu?” tanya seorang pria yang tak kukenal di samping.


          “ Siapa kau?”


          Dia mulai membuka kodoknya, dan


berucap “ Aku Tagao, Pangeran Tagao”


          Aku kaget dan berusaha berjalan mundur


kebelakang, lalu berucap “ Hentikan langkahmu dan jauhi aku”


          “ Aku tak bisa lakukan itu, kumohon


tinggallah bersamaku”


          “ Untuk apa? Hanya karena semua ini!


Aku tidak bisa” ucapku melihat di belakang dan sekitar di penuhi pengawal.


          “ Maukah kau menikah denganku?”


Mereka


yang hadir di sini mulai melihat kearah kami berdua, para wanita seperti iri


denganku.


          “ Tidak, aku tak bisa”


          “ Tapi karena apa? Apapun akan


kulakukan untukmu”


          “ Kamu tak mungkin bisa melakukannya”


          “ Aku bisa melakukan apapun yang kau


mau”


          “ Tidak, tidak akan pernah”


          “ Aku bisa, kumohon beri aku


kesempatan”


          “ Kau tak akan pernah, kau bisa menikah


dengan wanita lain selain aku di dunia ini. Aku sungguh tak pantas dan tak


suci”


          “ Itu karena aku, aku akan menikahimu”


          “ Tidak, itu bukan karenamu “


          “ Kumohon, beri aku kesempatakan!”


          “ Baiklah”


          “ Terima kasih, aku tak akan


mengecewakanmu. Aku janji!” Tagao memeluk erat diriku lalu melepasnya.


          “ Aku harus pergi, selamat siang”


          Melangkah pergi meninggalkan mereka,


dan Tagao pun di penuhi ucapan selamat oleh rakyatnya.


***


          Ketika semua hening, Tagao mondar-mandir


di kamarnya. Ibunya melihat putranya seperti itu, ia pun menghampiri.


          “ Ada apa , Tagao?”


          “ Aresha, aku tak tahu dia tinggal di

__ADS_1


mana?”


          “  Tapi dia menerimamu kan?”


          “ Ya dia menerimaku tapi dia pergi.


Aku kehilangannya sekarang”


          “ Mau cari dia di sini! Siapa tahu dia


ada disini dan hanya kebingungan setelah apa yang kau lakukan padanya”


          Tagao tersenyum dan bergegas pergi


mencari Aresha di wilayahnya. Namun tak menemukan Aresha juga, dia pulang


dengan kekecewaan. Besok paginya dia pergi lagi mencari Aresha, dan tak


menemukannya. Hari demi hari di habiskannya waktu mencari Aresha, dan dengan


hasil yang mengecewakan dirinya pulang ke istana. Ibunya yang selalu


memperhatikan tingkah Tagao mulai bersedih. Mendekati Tagao yang duduk di


tempat tidurnya dan berucap “ Nak, alangkah lebih baik jika kamu menikah dengan


wanita lain”


          “ Tapi bu, aku hanya mencintai Aresha


sampai kapan pun”


          “Tapi ibu tak ingin kamu seperti ini,


selalu bersedih. Jika memang dia mencintaimu, seharusnya dia menampakan dirinya


sekarang”


          “ Bu, beri kesempatan besok jika aku


belum menemukan Aresha dan Aresha tak muncul maka ibu boleh menikahkanku dengan


wanita lain”


          “ Baiklah nak, ibu pegang ucapanmu”


Ibu


Tagao mulai pergi meninggalkan Tagao sendirian. Takara yang melihat kakaknya


sedih karena tak bertemu dengan Aresha pun, akhirnya Takara turun tangan.


Takara pergi mencari Aresha di malam hari ini juga demi sang kakak.


***


          Berjalan di kegelapan dan terangnya


rumah-rumah. Sebentar-bentar memandang istana dimana Tagao berada. “ Maafkan


aku Tagao, aku lakukan ini karena kurasa ayahku dan keluargaku tak akan pernah


merestui pernikahan kita sampai kapanpun. Menikahlah dengan wanita


lain”gumanku.


          “ Bukankah ini kesempatan bagus,


          Kutoleh kebelakang dan melihat Yuza


berdiri, “ Kau masih hidup? Bagaimana bisa!”


          “ Kau bilang carilah rumah dan


berlatih. Saat aku berlatih, aku melihat mereka datang menyerang. Tak mungkin


aku melawan dan berlari, mengawasi setiap langkahmu seperti pesan dari ibumu”


          “ Hem, jadi kau juga sudah mengetahui


masalah yang kuhadapi?”


          “ Tentu saja, aku ada di sana juga


saat itu. Terima saja, menikah dengannya dan hancurkan”


          “ Tapi aku tak mencintainya, Yuza”


          “ Untuk apa cinta, aku tau mengapa kau


tak mencintainya. Tapi akan lebih baik jika manfaatkan keadaan ini, balas dia”


          “ Aku ragu Yuza, aku bimbang.


Pikiranku tertuju pada Raja Arkares dan Oishima. Tagao dan dua temannya telah


membunuh mereka”


          “Kau bisa membalas dendammu dalam


kesempatan ini. hanya ini kesempatanmu, Aresha”


          “ Baiklah, dan kau menjadi kakaku


sementara. Zuya!”


          “ Zuya? Apa mereka tak mencurigai


wajahku?”


          “ Mereka telah menganggapmu telah mati


bukan?”


          “ Ya entahlah”


          Seorang perempuan berkuda dengan pelan


dan berhenti di depan kami berdua.


          “ Aresha!” panggilnya, dia turun dari


kuda dan menghampiri.


          “ Aresha, aku adik Tagao. Takara, aku


ingin kamu datang keistanaku untuk bertemu dengan Tagao”


          “ Baiklah, tapi apa aku boleh membawa

__ADS_1


adikku juga, Zuya?”


          Takara melihat Zuya sebentar dan


tersenyum, kemudian berucap “ Tentu saja boleh”


          Aku, Zuya dan Takara berjalan kaki ke


istana. Tiba di sana, Takara berucap “ Jangan berisik ya, ayo ikuti aku. Aresha


kuharap kamu tidak bertemu dengan Tagao malam ini juga”


          “ Kenapa aku tak boleh bertemu


dengannya sekarang?”.


          “ Aku ingin membuat kejutan untuknya”.


          “ Baiklah”.


          Takara membawa kami ke dalam kamarnya,


Takara mencari kasur lain untuk tidur di lantai bersama Zuya.


          “ Aresha, kamu tidur di tempat tidurku


ya!”.


          “ Tapi, itu …”.


          “ Tidur saja, aku akan tidur di lantai


dengan Zuya”.


          “ Takara, akankah lebih baik jika kita


tidur bersama?”.


          “ Baiklah, apa kau tak keberatan?


Sebentar lagi kan kamu akan menjadi istri kakaku”.


          “ Tidak, sama sekali tidak. Biarkan


Zuya tidur di sana sendirian. Kamu tak apa kan Zuya?”


          “ Ya aku baik Aresha” jawab Yuza.


          Takara membaringkan tubuhnya di


sampingku, malam semakin larut dan kami tertidur lelap.


***


          Menjelang pagi, Takara menyiapkanku


pakaian layaknya seorang putri. Wajahnya nampak begitu senang saat


memerintahkan dayangnya untuk menghiasi diriku.


          “ Kamu cantik sekali kak, Aresha”


          “ Terima kasih Putri Takara”


          “ Jangan panggil aku putri, panggil


saja Takara bukankah sebentar lagi kita akan menjadi satu keluarga”


          “ Ya mungkin!”


          Kemudian aku, Zuya dan Takara berjalan


menuju ruang makan. Terlihat Tagao sedang makan bersama ibunya dengan wajah


sedih dan lesu. Ibu Tagao melihat Aresha datang ingin bicara namun Takara memberi


isyarat diam pada ibunya. Ibunya diam dan kembali makan. Aku, Zuya dan Takara


duduk di bangku. Takara memulai makannya, dia hanya tersenyum manis.


“ Jadi selanjutnya apa?,” ucapku.


Tagao tak merespon,


“ Tagao, diam aja ya! Ayo makan yang banyak nanti sakit


lo!”.


Tagao tak merespon, kepala masih menunduk ke bawah.


“ Aku akan pulang dan pergi lagi jika kamu tak mau


bicara padaku” ancamku.


Tagao melihat ke depan, wajahnya mulai kembali cerah


setelah melihat Aresha ada di sampingnya.


“ Aresha, kamu sejak kapan ada di sini?”


“ Baru saja, kamu kenapa baru saja mau bicara padaku?


Kamu marah!”


“ Tidak, aku tidak marah”


“ Lalu?”


“ Dia hanya sedih melihatmu tak datang” sambung Takara.


“ Oh, Takara terima kasih sudah mengundangku makan


bersama”


“ Sama-sama” jawab Takara.


“Jadi apa kamu akan terus sedih Tagao? Jika begitu aku


akan pergi lagi, kan sudah kubilang aku akan pergi sebentar!”,


Tagao tersenyum bahagia.


Kini semua terlihat bahagia di ruang makan ini, Tagao


tak lagi bersedih. Harapan Tagao muncul kembali untuk menikah dengan Aresha.


Namun tak pernah di ketahui oleh seorang pun betapa kejamnya pemburuan terhadap


keluargaku. Mereka hanya mengetahui pemburuan itu terhadap vampire dan peri.

__ADS_1


Tagao tak pernah menyadari siapa diriku, Aresha yang ada di sampingnya kini.


__ADS_2