
Perang dingin antara vampire dan peri dengan manusia semakin membesar. Raja Affesta yang semakin tua telah di gantikan oleh putranya. Raja Affesta meninggal dunia karena dirinya tak lagi muda seperti dulu. Dia meninggalkan dua anak dan seorang istri. Pangeran Tagao menyimpan dendam pada vampire dan peri, hingga dirinya memutuskan untuk memburu vampire dan peri dengan tagannya sendiri. Tangao dengan dua sahabatnya, Andy dan Felix pergi memburu vampire dan peri. Mereka melakukan perjalanan berburu sambil mencari Aresha yang menghilang. Menyeberangi sungai dan gunung hingga akhirnya menemukan keberadaan vampire dan peri. Tagao mengirim surat ke istananya untuk mengirim ribuan pasukannya untuk datang.
Tagao dan dua sahabatnya mengintai target mereka dengan sangat hati-hati. Kemudian mereka menjauh dari target, menyusun rencana besar setelah pasukannya datang.Di siang hari lah mereka menyerbu vampire yang sedang tidur dan peri yang sedang sibuk belajar. Penyerangan terjadi secara mendadak hingga menumbulkan banyak korban. Raja Oishima dan putranya tewas, begitu juga dengan Raja Arkares dan pangeran Danes.
Semua tak ada yang tersisa, kecuali mereka yang masih bertahan di negeri lain.
Aku berhasil lari dari penyerangan itu. Kulihat dari atas pohon, penyerangan itu menghancurkan semuanya.
Pemusnahan yang merata ke seluruh negeri, tak ada yang tersisa dan mereka
pulang dengan kemerdekaan. Aku pergi dari sana berjalan menuju wilayah Raja
Affesta.
***
Di istana, Tagao mengumumkan di depan
rakyatnya.
“ Rakyatku, kuumumkan mulai hari ini
vampire dan peri telah musnah. Mereka sudah tidak ada, kita merdeka”.
Kulihat dia di depanku, di atas beranda
istananya. Salah seorang dari belakang dirinya maju ke depan dan berbisik. Tagao
pergi dari sana. Dari depan kulihat mereka mulai menyingkir seolah-oleh memberi
jalan pada seseorang, semakin dekat mengarah padaku. Aku langsung menyingkir
dan masuk ke gerombolan mereka kembali. Berjalan menjauh dari mereka hingga
akhirnya paling belakang. Tagao kehilangan seseorang yang dia cari, dirinya
kembali kebingungan. Tapi dari beranda atas seorang yang sama memberi isyarat
padanya. Tagao pun melakukannya, dia menyamar menjadi rakyat jelata dan
berjalan di gerumbunan orang-orang ke arah belakang. Dia melihat Aresha dan
mendekatinya perlahan-lahan. Perlahan-lahan tanpa sadar pengawal mulai
mengelilingi dan menargetkan Aresha agar tak menjauh dari Tagao yang mendekati
dirinya.
“ Kamu menghilang, ada apa? Apa aku
membuat masalah denganmu?” tanya seorang pria yang tak kukenal di samping.
“ Siapa kau?”
Dia mulai membuka kodoknya, dan
berucap “ Aku Tagao, Pangeran Tagao”
Aku kaget dan berusaha berjalan mundur
kebelakang, lalu berucap “ Hentikan langkahmu dan jauhi aku”
“ Aku tak bisa lakukan itu, kumohon
tinggallah bersamaku”
“ Untuk apa? Hanya karena semua ini!
Aku tidak bisa” ucapku melihat di belakang dan sekitar di penuhi pengawal.
“ Maukah kau menikah denganku?”
Mereka
yang hadir di sini mulai melihat kearah kami berdua, para wanita seperti iri
denganku.
“ Tidak, aku tak bisa”
“ Tapi karena apa? Apapun akan
kulakukan untukmu”
“ Kamu tak mungkin bisa melakukannya”
“ Aku bisa melakukan apapun yang kau
mau”
“ Tidak, tidak akan pernah”
“ Aku bisa, kumohon beri aku
kesempatan”
“ Kau tak akan pernah, kau bisa menikah
dengan wanita lain selain aku di dunia ini. Aku sungguh tak pantas dan tak
suci”
“ Itu karena aku, aku akan menikahimu”
“ Tidak, itu bukan karenamu “
“ Kumohon, beri aku kesempatakan!”
“ Baiklah”
“ Terima kasih, aku tak akan
mengecewakanmu. Aku janji!” Tagao memeluk erat diriku lalu melepasnya.
“ Aku harus pergi, selamat siang”
Melangkah pergi meninggalkan mereka,
dan Tagao pun di penuhi ucapan selamat oleh rakyatnya.
***
Ketika semua hening, Tagao mondar-mandir
di kamarnya. Ibunya melihat putranya seperti itu, ia pun menghampiri.
“ Ada apa , Tagao?”
“ Aresha, aku tak tahu dia tinggal di
__ADS_1
mana?”
“ Tapi dia menerimamu kan?”
“ Ya dia menerimaku tapi dia pergi.
Aku kehilangannya sekarang”
“ Mau cari dia di sini! Siapa tahu dia
ada disini dan hanya kebingungan setelah apa yang kau lakukan padanya”
Tagao tersenyum dan bergegas pergi
mencari Aresha di wilayahnya. Namun tak menemukan Aresha juga, dia pulang
dengan kekecewaan. Besok paginya dia pergi lagi mencari Aresha, dan tak
menemukannya. Hari demi hari di habiskannya waktu mencari Aresha, dan dengan
hasil yang mengecewakan dirinya pulang ke istana. Ibunya yang selalu
memperhatikan tingkah Tagao mulai bersedih. Mendekati Tagao yang duduk di
tempat tidurnya dan berucap “ Nak, alangkah lebih baik jika kamu menikah dengan
wanita lain”
“ Tapi bu, aku hanya mencintai Aresha
sampai kapan pun”
“Tapi ibu tak ingin kamu seperti ini,
selalu bersedih. Jika memang dia mencintaimu, seharusnya dia menampakan dirinya
sekarang”
“ Bu, beri kesempatan besok jika aku
belum menemukan Aresha dan Aresha tak muncul maka ibu boleh menikahkanku dengan
wanita lain”
“ Baiklah nak, ibu pegang ucapanmu”
Ibu
Tagao mulai pergi meninggalkan Tagao sendirian. Takara yang melihat kakaknya
sedih karena tak bertemu dengan Aresha pun, akhirnya Takara turun tangan.
Takara pergi mencari Aresha di malam hari ini juga demi sang kakak.
***
Berjalan di kegelapan dan terangnya
rumah-rumah. Sebentar-bentar memandang istana dimana Tagao berada. “ Maafkan
aku Tagao, aku lakukan ini karena kurasa ayahku dan keluargaku tak akan pernah
merestui pernikahan kita sampai kapanpun. Menikahlah dengan wanita
lain”gumanku.
“ Bukankah ini kesempatan bagus,
Kutoleh kebelakang dan melihat Yuza
berdiri, “ Kau masih hidup? Bagaimana bisa!”
“ Kau bilang carilah rumah dan
berlatih. Saat aku berlatih, aku melihat mereka datang menyerang. Tak mungkin
aku melawan dan berlari, mengawasi setiap langkahmu seperti pesan dari ibumu”
“ Hem, jadi kau juga sudah mengetahui
masalah yang kuhadapi?”
“ Tentu saja, aku ada di sana juga
saat itu. Terima saja, menikah dengannya dan hancurkan”
“ Tapi aku tak mencintainya, Yuza”
“ Untuk apa cinta, aku tau mengapa kau
tak mencintainya. Tapi akan lebih baik jika manfaatkan keadaan ini, balas dia”
“ Aku ragu Yuza, aku bimbang.
Pikiranku tertuju pada Raja Arkares dan Oishima. Tagao dan dua temannya telah
membunuh mereka”
“Kau bisa membalas dendammu dalam
kesempatan ini. hanya ini kesempatanmu, Aresha”
“ Baiklah, dan kau menjadi kakaku
sementara. Zuya!”
“ Zuya? Apa mereka tak mencurigai
wajahku?”
“ Mereka telah menganggapmu telah mati
bukan?”
“ Ya entahlah”
Seorang perempuan berkuda dengan pelan
dan berhenti di depan kami berdua.
“ Aresha!” panggilnya, dia turun dari
kuda dan menghampiri.
“ Aresha, aku adik Tagao. Takara, aku
ingin kamu datang keistanaku untuk bertemu dengan Tagao”
“ Baiklah, tapi apa aku boleh membawa
__ADS_1
adikku juga, Zuya?”
Takara melihat Zuya sebentar dan
tersenyum, kemudian berucap “ Tentu saja boleh”
Aku, Zuya dan Takara berjalan kaki ke
istana. Tiba di sana, Takara berucap “ Jangan berisik ya, ayo ikuti aku. Aresha
kuharap kamu tidak bertemu dengan Tagao malam ini juga”
“ Kenapa aku tak boleh bertemu
dengannya sekarang?”.
“ Aku ingin membuat kejutan untuknya”.
“ Baiklah”.
Takara membawa kami ke dalam kamarnya,
Takara mencari kasur lain untuk tidur di lantai bersama Zuya.
“ Aresha, kamu tidur di tempat tidurku
ya!”.
“ Tapi, itu …”.
“ Tidur saja, aku akan tidur di lantai
dengan Zuya”.
“ Takara, akankah lebih baik jika kita
tidur bersama?”.
“ Baiklah, apa kau tak keberatan?
Sebentar lagi kan kamu akan menjadi istri kakaku”.
“ Tidak, sama sekali tidak. Biarkan
Zuya tidur di sana sendirian. Kamu tak apa kan Zuya?”
“ Ya aku baik Aresha” jawab Yuza.
Takara membaringkan tubuhnya di
sampingku, malam semakin larut dan kami tertidur lelap.
***
Menjelang pagi, Takara menyiapkanku
pakaian layaknya seorang putri. Wajahnya nampak begitu senang saat
memerintahkan dayangnya untuk menghiasi diriku.
“ Kamu cantik sekali kak, Aresha”
“ Terima kasih Putri Takara”
“ Jangan panggil aku putri, panggil
saja Takara bukankah sebentar lagi kita akan menjadi satu keluarga”
“ Ya mungkin!”
Kemudian aku, Zuya dan Takara berjalan
menuju ruang makan. Terlihat Tagao sedang makan bersama ibunya dengan wajah
sedih dan lesu. Ibu Tagao melihat Aresha datang ingin bicara namun Takara memberi
isyarat diam pada ibunya. Ibunya diam dan kembali makan. Aku, Zuya dan Takara
duduk di bangku. Takara memulai makannya, dia hanya tersenyum manis.
“ Jadi selanjutnya apa?,” ucapku.
Tagao tak merespon,
“ Tagao, diam aja ya! Ayo makan yang banyak nanti sakit
lo!”.
Tagao tak merespon, kepala masih menunduk ke bawah.
“ Aku akan pulang dan pergi lagi jika kamu tak mau
bicara padaku” ancamku.
Tagao melihat ke depan, wajahnya mulai kembali cerah
setelah melihat Aresha ada di sampingnya.
“ Aresha, kamu sejak kapan ada di sini?”
“ Baru saja, kamu kenapa baru saja mau bicara padaku?
Kamu marah!”
“ Tidak, aku tidak marah”
“ Lalu?”
“ Dia hanya sedih melihatmu tak datang” sambung Takara.
“ Oh, Takara terima kasih sudah mengundangku makan
bersama”
“ Sama-sama” jawab Takara.
“Jadi apa kamu akan terus sedih Tagao? Jika begitu aku
akan pergi lagi, kan sudah kubilang aku akan pergi sebentar!”,
Tagao tersenyum bahagia.
Kini semua terlihat bahagia di ruang makan ini, Tagao
tak lagi bersedih. Harapan Tagao muncul kembali untuk menikah dengan Aresha.
Namun tak pernah di ketahui oleh seorang pun betapa kejamnya pemburuan terhadap
keluargaku. Mereka hanya mengetahui pemburuan itu terhadap vampire dan peri.
__ADS_1
Tagao tak pernah menyadari siapa diriku, Aresha yang ada di sampingnya kini.