Bride Of Vampire: The Revenge

Bride Of Vampire: The Revenge
Episode 290


__ADS_3

Sisi lain, keberadaaan Xia.


Xia telah tiba di kastil drakula. Ia tidak seorang diri disini melainkan dengan banyak peserta yang lainnya. Kedatangan peserta ujian ability magie akan langsung disambut oleh Erega dan Rasi. Dua pasangan ini sangat senang melihat banyak peserta yang berdatangan. Itu artinya mereka telah lolos ujian tahap pertama.


“Selamat datang, baiklah segera bersihkan diri. Kamar mandi ada disana, khusus perempuan dan laki- laki. Setelah itu kita akan mulai makan malam, kalian semua pasti lelah. Jadi lakukan lah dengan cepat!” ucap Rasi pada semua orang.


Semua orang yang baru saja datang dan telah selesai membersihkan diri pun melihat ke arahnya. Mereka semua tersenyum, mereka berkumpul dengan kelompok masing- masing. Tetapi Xia tampak seorang diri disana, ia tidak bersama kelompoknya. Disini bukan hanya Xia yang sendirian, tetapi juga ada peserta ujian ability magie lainnya yang mengalami hal yang sama yakni kehilangan teman- teman sekaligus rekan ujian mereka.


 Rasi mendekati guru pengajar lainnya yang berjaga di pintu kastil drakula ini.


“Apa masih ada yang lainnya?” tanya Rasi.


“Ya, sepertinya masih ada tetapi mereka akan datang terlambat. Aku belum melihat Eren dan yang lainnya, dan juga dengan Roman. Apa mereka tereliminasi?”


“Hem.... mungkin saja! Mengapa tidak menghubungi Akademi Yexiao, mereka menampung bagian tereliminasi kan?”

__ADS_1


“Ah, ya benar juga! Aku akan menghubunginya, tapi aku juga perlu bantuanmu.”


“Bantuan? Bantuan seperti apa?”


“Bisakah kamu menutup pintunya? Aku akan menghubungi kepala Akademi Yexiao!”


“Ya tentu saja, aku akan menutup pintu ini bersama yang lainnya!”


“Ya kalau begitu terima kasih!”


Kemudian Rasi menggantikan posisi guru pengajar yang menjaga pintu kastil drakula ini.


Vera dan teman- temannya telah berhasil datang kemari tanpa kekurangan satu teman pun. Ke empat orang ini tersenyum manis. Mereka menduga dua orang di kelompok Xia telah tereliminasi. Mereka telah tiba di tempat ini dan melewati ujian ability magie tahap pertama dengan sangat mudah.


Mereka berdiri di sudut ruangan sembari memperhatikan semua orang yang ada disini. Mereka melihat rupa orang- orang yang datang penuh dengan luka, keputusasaan, kesedihan, datang seorang diri, menangis, dan banyak hal yang penuh dengan kekecewaan. Tetapi berbeda dengan Vera dan teman- temannya, mereka datang tanpa kekurangan sedikitpun.

__ADS_1


 “Ya lihat lah! Semuanya adalah orang- orang bodoh! Oh... ya ampun! Malang sekali nasib mereka!” ucap Ninga mengejek semua peserta ujian ability magie.


“Ya, mereka terlihat jelek sekali! Apa yang aku ucapkan benar kan? Jadi kalian tidak perlu khawatir lagi, kita pasti akan mengalahkan Violin yang hebat itu!” ucap Vera dengan sombongnya.


 “Ya baiklah, temanku ini memang bisa diandalkan. Lalu apa lagi rencana berikutnya?” ucap Micy sembari tersenyum manis.


 “Kita tunggu makan malam, lalu kita bicarakan ini di tempat yang aman.”


“Ya baiklah, aku akan menunggu rencana berikutnya. Aku harap kali ini Xia lah yang tereliminasi.”


“Ya aku juga begitu!”


Mereka berdiri di sudut ruangan sembari memperhatikan semua orang yang ada disini. Mereka melihat rupa orang- orang yang datang penuh dengan luka, keputusasaan, kesedihan, datang seorang diri, menangis, dan banyak hal yang penuh dengan kekecewaan. Tetapi berbeda dengan Vera dan teman- temannya, mereka datang tanpa kekurangan sedikitpun.


 

__ADS_1


*Terima kasih banyak atas dukungan yang diberikan, baik like, komentar dan share. saya sangat senang atas dukungan yang diberikan dan berusaha memberikan yang terbaik. semoga ini tidak terulang. terima kasih.


__ADS_2