Bride Of Vampire: The Revenge

Bride Of Vampire: The Revenge
Episode 214


__ADS_3

Guru pengajar menulis di papan tulis, “Soal latihan, di jawab dan di kumpulkan hari ini. Ambil kertas selembar beri nama, dan mulai mengerjakan.


1.


Apa yang akan kalian lakukan jika kalian terjebak dengan pertarungan melawan seorang pengendali apa, sementara cuaca hari itu sangat panas hingga tidak ada air sedikit pun? Dan, kamu di haruskan melawannya, atau kamu akan mendapat masalah besar atau nyamamu melayang!.


2.


3.


Apa yang akan kamu lakukan jika terjebak di gunung berapi dengan larva yang mengelilingi dirimu. Bagaimana cara kamu membebaskan diri?


4.


Jawab doa soal itu dengan dirimu sebagai pengendali elemen air!”.


Aku pun segera mengambil selembar kertas di buku, lalu menulisnya dengan namaku. Kemudian aku pun mulai menulis soal dan jawaban. Dua soal itu cukup menantang bagiku sebegai pengendali elemen air. Ya, aku harus membuktikan bahwa aku memang pengendali elemen air.


Tetapi sisi buruknya, guru pengajar memberikan soal latihan yang harus di jawab di selembar kertas. Guru pengajar menuliskan soal di papan tulis dan aturan kapan tugas itu dikumpulkan.

__ADS_1


Guru pengajar menulis di papan tulis, “Soal latihan, di jawab dan di kumpulkan hari ini. Ambil kertas selembar beri nama, dan mulai mengerjakan.


1.


Apa yang akan kalian lakukan jika kalian terjebak dengan pertarungan melawan seorang pengendali apa, sementara cuaca hari itu sangat panas hingga tidak ada air sedikit pun? Dan, kamu di haruskan melawannya, atau kamu akan mendapat masalah besar atau nyamamu melayang!.


2.


3.


Apa yang akan kamu lakukan jika terjebak di gunung berapi dengan larva yang mengelilingi dirimu. Bagaimana cara kamu membebaskan diri?


4.


Jawab doa soal itu dengan dirimu sebagai pengendali elemen air!”.


Aku pun segera mengambil selembar kertas di buku, lalu menulisnya dengan namaku. Kemudian aku pun mulai menulis soal dan jawaban. Dua soal itu cukup menantang bagiku sebegai pengendali elemen air. Ya, aku harus membuktikan bahwa aku memang pengendali elemen air.


Aku pun mulai menjawab dua soal itu dengan pemikiranku sendiri, sementara yang lain sibuk berdiskusi.

__ADS_1


1. Apa yang akan kalian lakukan jika kalian terjebak dengan pertarungan melawan seorang pengendali apa, sementara cuaca hari itu sangat panas hingga tidak ada air sedikit pun? Dan, kamu di haruskan melawannya, atau kamu akan mendapat masalah besar atau nyamamu melayang!.


Aku pun menjawabnya, “Tidak ada yang namanya tanpa air di dunia ini. Air selalu ada dimana -mana. Sebagai pengendali elemen air tentu saja aku bisa menyerang orang itu meski di cuaca panas dan ia pengendali api yang mudah membakar apa saja. Tetapi dia lupa sesuatu yakni bahwa di tanah yang dia injakkan kakinya masih tersimpan air. Jika itu tidak ada, maka ia juga lupa dengan apa dia hidup. Di tubuhnya ada air, dan darah yang mengalir ke jantung. Pengendali elemen air dapat dengan mudah menyerangnya. Hanya perlu mengendalikan dirinya, dan keringat yang terus keluar dari kening lawan. Jangan lupakan sesuatu bahwa pengendali elemen air juga pengendali darah.”


Setelah aku rasa jawabanku cukup baik, aku pun mulai menjawab soal yang kedua.


1. Apa yang akan kamu lakukan jika terjebak di gunung berapi dengan larva yang mengelilingi dirimu. Bagaimana cara kamu membebaskan diri?


Aku pun menjawabnya, “Tidak ada cara lain untuk membebaskan diri dari larva, menyerah saja dan mati. Itu adalah keputusan yang baik. Akan tetapi sebagai pengendali elemen air, saya tidak akan menyerah. Di bawah tanah tempat saya berpijak pasti ada air, maka saya akan membuat air itu keluar dari tempat persembunyiannya, lalu menggunakan air itu untuk membekukan larva yang panas. Saya rasa dimana ada gunung dengan larva maka akan ada air panas yang mengalir.”


Setelah puas dengan jawaban sendiri, aku pun mulai membaca jawabanku kembali. Memastikan jawaban itu masuk akal dan ada benarnya. Aku tidak mau kalah dengan orang- orang yang suka meremehkan diriku, apa lagi dengan mereka yang tidak tahu akan siapa diriku. Mereka sangat mudah meremehkan orang lain tetapi tidak tahu apa akibatnya. Tanpa menunggu perintah dari guru pengajar, aku pun segera menyerahkan tugasku.


“Maaf, ini jawaban tugas saya. Apa saya boleh pergi?” ucapku sembari meletakan kertas jawaban di meja depan dirinya.


Guru pengajar tersenyum manis, dan menjawab “Ya tentu saja, tapi apa kamu benar- benar telah menyelesaikan tugas dari saya?”


“Ya tentu” ucapku menyakinkan sembari tersenyum manis.


Guru pengajar pun mengambil kertas jawaban dariku di atas meja lalu membacanya sekilas. Ia tersenyum manis, lalu kembali meletakan kertas jawaban dariku ke atas meja dan menjawab “Ya silahkan. Kamu boleh pergi.”

__ADS_1


Mendengar ucapan guru pengajar seperti itu, aku membalas senyumannya dan segera pergi meninggalkan ruang kelas ini.


__ADS_2