
“Ah, Aresha? Apa dia temanmu? Dia menyukaimu ya?! Kalian
berdua terlihat cocok!”
“Apa yang kamu katakan, Xia? Sama sekali tidak
cocok. Siapa Violin itu?”
“Oh Violin, apa kamu lupa sesuatu?”
“Apa?”
“Violin? Gadis yang mirip denganmu, dia dari klan
Vampir!”
“Oh begitu. Lalu apa memang aku mirip dengannya?”
“Ya tentu saja, kalian hanya berbeda sedikit”
“Dari mana miripnya?”
“Wajah kalian berdua, hanya yang berbeda adalah
mata kalian. Kamu bermata merah, sementara Violin bermata biru. Apa kamu dari klan
vampir? Matamu merah seperti yang dimiliki oleh klan vampir!”
“Oh bodohnya! Aku bukan dari klan vampir, mataku
merah karna dari keturunan orang tuaku. Aku bukan dari klan vampir, jadi kamu
harus ingat itu!”
“Ah ya, maaf! Tapi beneran deh matamu semerah klan
vampir!”
“Ah, berhentilah berkata begitu! Kamu membuatku
kesal, aku kesal jika di samakan dengannya!”
“Kenapa? Kamu kan tidak kenal dia?!”
Aku segera berjalan meninggalkan Akademi Yexiao.
Xia menyusul Aresha yang pergi, ia kembali membicarakan
tentang Violin. Aku dan Xia pergi menuju keramaian. Menuju sebuah market.
“Aresha, dengarkan aku?!”
“Apa?” ucapku terus berjalan, mempercepat langkahku.
Sementara Xia berusaha menyusul diriku, dan dia
terus saja membicarakan gadis itu meski sihir Akademi Yexiao telah berakhir
mempengaruhi keberadaan kami berdua.
“Violin itu memang mirip denganmu! Apa kamu tidak senang
__ADS_1
jika di katakan mirip dengannya?”
Aku pun berhenti berjalan, dan menghalangi langkahnya.
Menatap dirinya dengan tajam dan berucap “Dia gadis terhormat sementara aku
gadis biasa, terlahir dengan segala kekurangan. Aku tidak suka dikatakan mirip
dengannya, dia dan aku berbeda level. Dia gadis yang beruntung di dunia ini,
dan dia pasti gadis yang bahagia. Jadi berhentilah mengoceh akan kemiripanku
dengannya!”
“Ah ya maaf, baiklah kita masuk dan beli barang
yang di inginkan. Kamu mau membeli apa? Aku yang traktir!”
“Tidak perlu, aku membawa uang sendiri. Sebaiknya belilah
yang banyak untuk persedian” ucapku tersenyum manis.
Aku dan Xia masuk ke market, kami berdua membeli
banyak barang terutama makanan dan minuman. Kami menyiapkan persediaan kami
sendiri.
“Violin itu memang mirip denganmu! Apa kamu tidak senang jika di
katakan mirip dengannya?”
Aku pun berhenti berjalan, dan menghalangi
sementara aku gadis biasa, terlahir dengan segala kekurangan. Aku tidak suka
dikatakan mirip dengannya, dia dan aku berbeda level. Dia gadis yang beruntung
di dunia ini, dan dia pasti gadis yang bahagia. Jadi berhentilah mengoceh akan
kemiripanku dengannya!”
“Ah ya maaf, baiklah kita masuk dan beli barang
yang di inginkan. Kamu mau membeli apa? Aku yang traktir!”
“Tidak perlu, aku membawa uang sendiri. Sebaiknya
belilah yang banyak untuk persedian” ucapku tersenyum manis.
Aku dan Xia masuk ke market, kami berdua membeli
banyak barang terutama makanan dan minuman. Kami menyiapkan persediaan kami
sendiri.
Aku dan Xia berburu semuanya, kami berdua bersama-
sama membeli makanan dan minuman serta barang- barang yang kami perlukan.
Benar- benar menyenangkan berbelanja bersama gadis ini, dia gadis yang cermat
__ADS_1
saat memilih barang.
Tidak lama kemudian kami keluar dari market dengan
banyak belanjaan di tangan kami berdua. Kami pun segera kembali ke asrama, ke Akademi
Yexiao. Begitu memasuki gerbang dengan Akademi Yexiao, kami berdua segera di
selimuti oleh sihir pelindung. Ya, cahayanya memang tidak begitu terlihat
tetapi bagiku itu sangat tampak.
Terus terang, sihir pelindung ini membuatku
tersenyum manis. Ya aku pikir sihir pelindung ini hanya di gunakan oleh
pengecut untuk melindungi muridnya, ya mereka pikir tidak akan ada bahaya yang
menyerang dengan memasang pelindung seperti ini. Tetapi kuat tidaknya sebuah
pelindung aku harus mengujinya dari sini. Ya perlahan- lahan tetapi pasti.
Tidak lama kemudian, aku dan Xia tiba di asrama.
Kedatangan kami bertepatan dengan kedatangan Ibu Oshaberi. Dia tampak sedang
memeriksa semua penghuni asrama. Kadang dia juga memperingkatkan kami semua
akan ujian ability magie terutama untuk Xia.
Ibu Oshaberi memberikan semangat pada Xia, semangat
pantang menyerah. Ibu Oshaberi berucap “Xia, kamu sudah datang?! Dari mana saja
kamu? Oh, kamu sama Aresha ya? Kebetulan sekali. Saya belum memeriksa kamar
kalian berdua!” ucapnya dengan ramah.
Xia pun tersenyum manis dan menjawab “Ya maaf sudah
membuat Ibu Oshaberi menunggu, saya akan membuka pintunya!” sembari meletakan
belanjaan di lantai lalu membuka pintu kamar asrama.
Begitu di buka terlihatlah kamar diriku dengan Xia
yang berantakan, aku dan Xia terkejut melihat semua ini. Sementara Ibu Oshaberi
sangat kesal. Ia pun memarahai kami berdua.
Aku dan Xia tidak bisa membantah semua ini, kami
hanya bisa diam sembari melihat orang yang memperhatikan kami tersenyum manis.
Aku yakin ada seseorang yang berniat jahat dan suka menjahili Xia.
Ibu Oshaberi menatap kami dengan tajam, ia sangat
kesal pada kami berdua.
“Apa yang kalian lakukan seharian? Kalian main-
__ADS_1
main ya di Akademi Yexiao? Ini bukan tempat bermain! Tadi kalian kemana?
Jawab!”