Bride Of Vampire: The Revenge

Bride Of Vampire: The Revenge
Episode 150


__ADS_3

“Ah, Aresha? Apa dia temanmu? Dia menyukaimu ya?! Kalian


berdua terlihat cocok!”


“Apa yang kamu katakan, Xia? Sama sekali tidak


cocok. Siapa Violin itu?”


“Oh Violin, apa kamu lupa sesuatu?”


“Apa?”


“Violin? Gadis yang mirip denganmu, dia dari klan


Vampir!”


“Oh begitu. Lalu apa memang aku mirip dengannya?”


“Ya tentu saja, kalian hanya berbeda sedikit”


“Dari mana miripnya?”


“Wajah kalian berdua, hanya yang berbeda adalah


mata kalian. Kamu bermata merah, sementara Violin bermata biru. Apa kamu dari klan


vampir? Matamu merah seperti yang dimiliki oleh klan vampir!”


“Oh bodohnya! Aku bukan dari klan vampir, mataku


merah karna dari keturunan orang tuaku. Aku bukan dari klan vampir, jadi kamu


harus ingat itu!”


“Ah ya, maaf! Tapi beneran deh matamu semerah klan


vampir!”


“Ah, berhentilah berkata begitu! Kamu membuatku


kesal, aku kesal jika di samakan dengannya!”


“Kenapa? Kamu kan tidak kenal dia?!”


Aku segera berjalan meninggalkan Akademi Yexiao.


Xia menyusul Aresha yang pergi, ia kembali membicarakan


tentang Violin. Aku dan Xia pergi menuju keramaian. Menuju sebuah market.


“Aresha, dengarkan aku?!”


“Apa?” ucapku terus berjalan, mempercepat langkahku.


Sementara Xia berusaha menyusul diriku, dan dia


terus saja membicarakan gadis itu meski sihir Akademi Yexiao telah berakhir


mempengaruhi keberadaan kami berdua.


“Violin itu memang mirip denganmu! Apa kamu tidak senang

__ADS_1


jika di katakan mirip dengannya?”


Aku pun berhenti berjalan, dan menghalangi langkahnya.


Menatap dirinya dengan tajam dan berucap “Dia gadis terhormat sementara aku


gadis biasa, terlahir dengan segala kekurangan. Aku tidak suka dikatakan mirip


dengannya, dia dan aku berbeda level. Dia gadis yang beruntung di dunia ini,


dan dia pasti gadis yang bahagia. Jadi berhentilah mengoceh akan kemiripanku


dengannya!”


“Ah ya maaf, baiklah kita masuk dan beli barang


yang di inginkan. Kamu mau membeli apa? Aku yang traktir!”


“Tidak perlu, aku membawa uang sendiri. Sebaiknya belilah


yang banyak untuk persedian” ucapku tersenyum manis.


Aku dan Xia masuk ke market, kami berdua membeli


banyak barang terutama makanan dan minuman. Kami menyiapkan persediaan kami


sendiri.


“Violin itu memang mirip denganmu! Apa kamu tidak senang jika di


katakan mirip dengannya?”


Aku pun berhenti berjalan, dan menghalangi


sementara aku gadis biasa, terlahir dengan segala kekurangan. Aku tidak suka


dikatakan mirip dengannya, dia dan aku berbeda level. Dia gadis yang beruntung


di dunia ini, dan dia pasti gadis yang bahagia. Jadi berhentilah mengoceh akan


kemiripanku dengannya!”


“Ah ya maaf, baiklah kita masuk dan beli barang


yang di inginkan. Kamu mau membeli apa? Aku yang traktir!”


“Tidak perlu, aku membawa uang sendiri. Sebaiknya


belilah yang banyak untuk persedian” ucapku tersenyum manis.


Aku dan Xia masuk ke market, kami berdua membeli


banyak barang terutama makanan dan minuman. Kami menyiapkan persediaan kami


sendiri.


Aku dan Xia berburu semuanya, kami berdua bersama-


sama membeli makanan dan minuman serta barang- barang yang kami perlukan.


Benar- benar menyenangkan berbelanja bersama gadis ini, dia gadis yang cermat

__ADS_1


saat memilih barang.


Tidak lama kemudian kami keluar dari market dengan


banyak belanjaan di tangan kami berdua. Kami pun segera kembali ke asrama, ke Akademi


Yexiao. Begitu memasuki gerbang dengan Akademi Yexiao, kami berdua segera di


selimuti oleh sihir pelindung. Ya, cahayanya memang tidak begitu terlihat


tetapi bagiku itu sangat tampak.


Terus terang, sihir pelindung ini membuatku


tersenyum manis. Ya aku pikir sihir pelindung ini hanya di gunakan oleh


pengecut untuk melindungi muridnya, ya mereka pikir tidak akan ada bahaya yang


menyerang dengan memasang pelindung seperti ini. Tetapi kuat tidaknya sebuah


pelindung aku harus mengujinya dari sini. Ya perlahan- lahan tetapi pasti.


Tidak lama kemudian, aku dan Xia tiba di asrama.


Kedatangan kami bertepatan dengan kedatangan Ibu Oshaberi. Dia tampak sedang


memeriksa semua penghuni asrama. Kadang dia juga memperingkatkan kami semua


akan ujian ability magie terutama untuk Xia.


Ibu Oshaberi memberikan semangat pada Xia, semangat


pantang menyerah. Ibu Oshaberi berucap “Xia, kamu sudah datang?! Dari mana saja


kamu? Oh, kamu sama Aresha ya? Kebetulan sekali. Saya belum memeriksa kamar


kalian berdua!” ucapnya dengan ramah.


Xia pun tersenyum manis dan menjawab “Ya maaf sudah


membuat Ibu Oshaberi menunggu, saya akan membuka pintunya!” sembari meletakan


belanjaan di lantai lalu membuka pintu kamar asrama.


Begitu di buka terlihatlah kamar diriku dengan Xia


yang berantakan, aku dan Xia terkejut melihat semua ini. Sementara Ibu Oshaberi


sangat kesal. Ia pun memarahai kami berdua.


Aku dan Xia tidak bisa membantah semua ini, kami


hanya bisa diam sembari melihat orang yang memperhatikan kami tersenyum manis.


Aku yakin ada seseorang yang berniat jahat dan suka menjahili Xia.


Ibu Oshaberi menatap kami dengan tajam, ia sangat


kesal pada kami berdua.


“Apa yang kalian lakukan seharian? Kalian main-

__ADS_1


main ya di Akademi Yexiao? Ini bukan tempat bermain! Tadi kalian kemana?


Jawab!”


__ADS_2