
“Ya, tapi hanya dalam mimpi”,
“Mimpi itu nyata!”,
“Emelia, dia bilang cristalnya hilang! Menurutmu cristal itu benar-benar memilihnya atau kamu telah menipu kami
semua?”,
“Tidak Eriska, cristal itu ada pada dirinya! Dia tidak pergi kemana-mana. Jika ingin meminta kekuatan pada cristal
itu maka penjaga harus membaginya”,
“Tapi aku tidak tahu apa maksudmu? Kristal itu memang benar-benar tidak ada padaku”,
“Ayolah Aresha, jangan begitu! Kau
hanya perlu membaginya dengan mereka bertiga atau kau akan menjadi santapan
bagi vampir dan wolf”,
Aku pun terkejut mendengar ucapan
Emelia, aku menduga dua pria yang ada di depanku ini tak lain adalah vampir dan
wolf. Aku pun mulai berpikir inilah kesempatanku untuk balas dendam atas
kematian kakaku.
“Ya tentu saja aku akan membaginya tapi
aku tidak tahu bagaimana caranya!”,
“ Aku akan mengajarinya untukmu!,”ucap
Eriska.
“Terima kasih”
Malam hari, salah satu anggota geng Wen melintas tepat
tak jauh dari keberadaan geng Kanzuka. Kanzuka dan teman-temannya pun mulai
mendekati dirinya. Jansen yang merasa dirinya ketahuan jalan sendirian oleh
geng Kanzuka cepat berlari. Ia mencoba menghindari kejaran geng Kanzuka. Tetapi
nampaknya ini adalah hari yang sial baginya. Jansen hajar habis-habisan oleh
Wen. Jansen berjalan pulang terwajah terluka.
Diperjalanannya, ia bertemu dengan teman-teman. Wen yang
melihat anggotanya terluka telah menduga bahwa ini dilakukan oleh gang Kanzuka.
Wen tahu berbuat salah ataupun tidak geng Kanzuka akan tetap menghajar
anggotanya bahkan dirinya sebab geng Kanzuka memang suka berbuat onar bahkan
memalak teman-temannya di sekolah.
Wen sangat dendam pada geng Kanzuka, “ Sial! Akan
kubalas perbuatan mereka, lihat saja jika aku bertemu aku akan membuatmu
seperti yang kamu perbuat pada temanku,”ucap Kanzuka.
“Tenanglah, aku yakin ada saatnya kita membalas mereka!
Mereka akan menerima akibat perbuatan mereka sendiri”,
“Tapi sampai kapan? Kamu tahu kan kita telah bertahan
tetapi apa. Apa yang kita dapatkan? Saat kita tawuran pun geng Kanzuka tidak
__ADS_1
pernah di skors? Apa itu namanya keadilan?”,
“Ya, tentu saja tidak. Tapi kau juga harus tahu bahwa Kanzuka
anak orang kaya, ya bagi mereka itu adalah masalah yang mudah. Tinggal suap
kepala sekolah mereka dan beres!”,
Saat itu Aksara mundul, ia berjalan dan berhenti tepat
di depan teman-temannya.
“Jansen! Apa yang terjadi padamu? Mengapa kau terluka?”,
“Ini semua akibat perbuatan geng Kanzuka, mereka
seenaknya saja menyerang orang tanpa sebab!,”jawab Wen.
“Menyerang! Kenapa kamu tidak melawan Jansen?”,
“Mereka jumlahnya banyak Aksara!”,
“Hem, aku tidak menanyakan jumlah mereka. Yang aku
tanyakan kenapa kamu tidak melawan?”,
Jansen terdiam lalu berucap “ Aku melawan, tapi aku
kalah karena dikroyok!”,
membuatmu membalaskan dendam pada mereka!”,
“Caranya?”,
“Menjadi seperti diriku! Mudah saja dan bisa mengalahkan
mereka semua meski jumlah mereka banyak. Kau akan tetap menang!”,
“Aku tidak percaya!”,
“Bagaimana caranya Aksara?”,
“Menjadi bagian dari kegelapan, pengikut kerajaan bawah
tanah. Neraka!”,
“Ya aku bersedia jika itu satu-satunya cara untuk
membalaskan dendam pada mereka”,
“Bagaimana denganmu, Wen?”,
“Aku tidak percaya jika itu masih ada, itu hanya
dongeng!”,
“Jika itu hanya dogeng, sekarang kalian semua ikut
__ADS_1
denganku! Akan kutunjukan kebenarannya”,
Mereka mulai mengikuti langkah Aksara, Aksara membawa
mereka ke camp. Lalu Aksara mengambil
kayu balok dan meminta Wen memukulnya dengan sangat keras. Tapi Wen berucap, “
Aku tidak bisa! Itu bisa melukaimu”.
“Pukul saja atau aku yang akan memukulmu!”,
Dengan terpaksa Wen memukul Aksara dengan keras, saat
itu terjadi hasilnya Aksara baik-baik saja. Aksara masih bisa berdiri tegak dan
tidak ada luka di tubuhnya.
“Bagaimana bisa terjadi? Boleh aku memukulmu lagi? Aku
tidak percaya!”, Wen pun kembali memukul Aksara hingga 3 kali dan hasilnya
tetap sama.
“Apa sekarang percaya?,”ucap Aksara yang kemudian
memperlihatkan kekuatan yang ia miliki. Api keluar dari tangan kosongnya.
Teman-teman pun dibuat kagum padanya.
“Menjadi sepertiku bisa mengalahkan mereka! Mereka
hanyalah manusia. Kalian bisa memiliki semua ini dengan sangat mudah”,
Dengan rayuan dan bujukan akhirnya geng Wen bergabung
dan mengikuti saran Aksara untuk menjadi pengikut penguasa bawah tanah yang tak
lain adalah menjadi pengikut dirinya. Malam itu juga mereka semua berlatih dan
dengan cepat menguasai kekuatan yang diberikan Aksara. Mereka tidak sabar untuk
segera menghabisi geng Kanzuka dan kini mereka tidak takut untuk pergi
sendirian atau melawan geng Kanzuka sendirian. Mereka telah memiliki kekuatan
elemen api.
***
Pagi, siapa yang tidak kaget dengan kemunculan tiga
orang di pagi hari? Mereka adalah tamu tak diundang. Tagao, Aira dan Eriska
datang. Mereka menungguku di luar. Aku yang baru membuka pintu kaget melihat
kedatangan mereka.
“Kalian sedang apa disini?,”tanyaku.
“Kamu tahu sendiri kan, selagi cristal itu masih ada
padamu tentu kami akan menjagamu kemana pun kamu pergi!,”jawab Eriska.
“Dan tidak termasuk aku pergi ke sekolah! Disana tidak
ada apa-apa dan aku baik-baik saja”,
“ Kami akan tetap menjagamu!”,
“Baiklah, tapi boleh aku tau siapa diantara kalian
wolf?”,
__ADS_1