Bride Of Vampire: The Revenge

Bride Of Vampire: The Revenge
Episode 108


__ADS_3

“Ya, tapi hanya dalam mimpi”,


 


 


“Mimpi itu nyata!”,


 


 


“Emelia, dia bilang cristalnya hilang! Menurutmu cristal itu benar-benar memilihnya atau kamu telah menipu kami


semua?”,


 


 


“Tidak Eriska, cristal itu ada pada dirinya! Dia tidak pergi kemana-mana. Jika ingin meminta kekuatan pada cristal


itu maka penjaga harus membaginya”,


 


 


“Tapi aku tidak tahu apa maksudmu? Kristal itu memang benar-benar tidak ada padaku”,


 


 


“Ayolah Aresha, jangan begitu! Kau


hanya perlu membaginya dengan mereka bertiga atau kau akan menjadi santapan


bagi vampir dan wolf”,


 


 


Aku pun terkejut mendengar ucapan


Emelia, aku menduga dua pria yang ada di depanku ini tak lain adalah vampir dan


wolf. Aku pun mulai berpikir inilah kesempatanku untuk balas dendam atas


kematian kakaku.


 


 


“Ya tentu saja aku akan membaginya tapi


aku tidak tahu bagaimana caranya!”,


 


 


“ Aku akan mengajarinya untukmu!,”ucap


Eriska.


 


 


“Terima kasih”


 


 


Malam hari, salah satu anggota geng Wen melintas tepat


tak jauh dari keberadaan geng Kanzuka. Kanzuka dan teman-temannya pun mulai


mendekati dirinya. Jansen yang merasa dirinya ketahuan jalan sendirian oleh


geng Kanzuka cepat berlari. Ia mencoba menghindari kejaran geng Kanzuka. Tetapi


nampaknya ini adalah hari yang sial baginya. Jansen hajar habis-habisan oleh


Wen. Jansen berjalan pulang terwajah terluka.


 


 


Diperjalanannya, ia bertemu dengan teman-teman. Wen yang


melihat anggotanya terluka telah menduga bahwa ini dilakukan oleh gang Kanzuka.


Wen tahu berbuat salah ataupun tidak geng Kanzuka akan tetap menghajar


anggotanya bahkan dirinya sebab geng Kanzuka memang suka berbuat onar bahkan


memalak teman-temannya di sekolah.


 


 


Wen sangat dendam pada geng Kanzuka, “ Sial! Akan


kubalas perbuatan mereka, lihat saja jika aku bertemu aku akan membuatmu


seperti yang kamu perbuat pada temanku,”ucap Kanzuka.


 


 


“Tenanglah, aku yakin ada saatnya kita membalas mereka!


Mereka akan menerima akibat perbuatan mereka sendiri”,


 


 


“Tapi sampai kapan? Kamu tahu kan kita telah bertahan


tetapi apa. Apa yang kita dapatkan? Saat kita tawuran pun geng Kanzuka tidak

__ADS_1


pernah di skors? Apa itu namanya keadilan?”,


 


 


“Ya, tentu saja tidak. Tapi kau juga harus tahu bahwa Kanzuka


anak orang kaya, ya bagi mereka itu adalah masalah yang mudah. Tinggal suap


kepala sekolah mereka dan beres!”,


 


 


Saat itu Aksara mundul, ia berjalan dan berhenti tepat


di depan teman-temannya.


 


 


“Jansen! Apa yang terjadi padamu? Mengapa kau terluka?”,


 


 


“Ini semua akibat perbuatan geng Kanzuka, mereka


seenaknya saja menyerang orang tanpa sebab!,”jawab Wen.


 


 


“Menyerang! Kenapa kamu tidak melawan Jansen?”,


 


 


“Mereka jumlahnya banyak Aksara!”,


 


 


“Hem, aku tidak menanyakan jumlah mereka. Yang aku


tanyakan kenapa kamu tidak melawan?”,


 


 


Jansen terdiam lalu berucap “ Aku melawan, tapi aku


kalah karena dikroyok!”,


 


 


membuatmu membalaskan dendam pada mereka!”,


 


 


“Caranya?”,


 


 


“Menjadi seperti diriku! Mudah saja dan bisa mengalahkan


mereka semua meski jumlah mereka banyak. Kau akan tetap menang!”,


 


 


“Aku tidak percaya!”,


 


 


“Bagaimana caranya Aksara?”,


 


 


“Menjadi bagian dari kegelapan, pengikut kerajaan bawah


tanah. Neraka!”,


 


 


“Ya aku bersedia jika itu satu-satunya cara untuk


membalaskan dendam pada mereka”,


 


 


“Bagaimana denganmu, Wen?”,


 


 


“Aku tidak percaya jika itu masih ada, itu hanya


dongeng!”,


 


 


“Jika itu hanya dogeng, sekarang kalian semua ikut

__ADS_1


denganku! Akan kutunjukan kebenarannya”,


 


 


Mereka mulai mengikuti langkah Aksara, Aksara membawa


mereka ke camp.  Lalu Aksara mengambil


kayu balok dan meminta Wen memukulnya dengan sangat keras. Tapi Wen berucap, “


Aku tidak bisa! Itu bisa melukaimu”.


 


 


“Pukul saja atau aku yang akan memukulmu!”,


 


 


Dengan terpaksa Wen memukul Aksara dengan keras, saat


itu terjadi hasilnya Aksara baik-baik saja. Aksara masih bisa berdiri tegak dan


tidak ada luka di tubuhnya.


 


 


“Bagaimana bisa terjadi? Boleh aku memukulmu lagi? Aku


tidak percaya!”, Wen pun kembali memukul Aksara hingga 3 kali dan hasilnya


tetap sama.


 


 


“Apa sekarang percaya?,”ucap Aksara yang kemudian


memperlihatkan kekuatan yang ia miliki. Api keluar dari tangan kosongnya.


Teman-teman pun dibuat kagum padanya.


 


 


“Menjadi sepertiku bisa mengalahkan mereka! Mereka


hanyalah manusia. Kalian bisa memiliki semua ini dengan sangat mudah”,


 


 


Dengan rayuan dan bujukan akhirnya geng Wen bergabung


dan mengikuti saran Aksara untuk menjadi pengikut penguasa bawah tanah yang tak


lain adalah menjadi pengikut dirinya. Malam itu juga mereka semua berlatih dan


dengan cepat menguasai kekuatan yang diberikan Aksara. Mereka tidak sabar untuk


segera menghabisi geng Kanzuka dan kini mereka tidak takut untuk pergi


sendirian atau melawan geng Kanzuka sendirian. Mereka telah memiliki kekuatan


elemen api.


 


 


***


 


 


Pagi, siapa yang tidak kaget dengan kemunculan tiga


orang di pagi hari? Mereka adalah tamu tak diundang. Tagao, Aira dan Eriska


datang. Mereka menungguku di luar. Aku yang baru membuka pintu kaget melihat


kedatangan mereka.


 


 


“Kalian sedang apa disini?,”tanyaku.


 


 


“Kamu tahu sendiri kan, selagi cristal itu masih ada


padamu tentu kami akan menjagamu kemana pun kamu pergi!,”jawab Eriska.


 


 


“Dan tidak termasuk aku pergi ke sekolah! Disana tidak


ada apa-apa dan aku baik-baik saja”,


 


 


“ Kami akan tetap menjagamu!”,


 


 


“Baiklah, tapi boleh aku tau siapa diantara kalian


wolf?”,

__ADS_1


__ADS_2